Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
51. Nampak Enggan


__ADS_3

Aiden sempat terkejut saat membuka pintu kamar mandi dan melihat Yuniar terdiam di depan pintu kamar mandi. Namun pria itu langsung mengelola ekspresi wajahnya.


"Baby? Kenapa diam di sini?"tanya Aiden tenang,"Sejak kapan gadis ini berdiri di sini? Apa dia mendengar saat aku tadi.. Arghh! Shitt! Memalukan sekali! Karena itukah dia terdiam di sini?"gumam Aiden dalam hati yang menduga Yuniar tadi mendengar dirinya sedang bersolo karir di kamar mandi. Dan kenyataannya memang demikian. Yuniar memang mendengarnya.


Sudah lama tidak memenuhi kebutuhan biologisnya dan sering menahan diri untuk menyentuh istrinya membuat ular kobra Aiden jadi sulit untuk di tidurkan. Aiden membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menenangkan kobranya yang sudah lama tidak masuk ke sarang yang hangat.


"Eh, aku.. Aku.."


"Bantu aku memilih pakaian,"potong Aiden tersenyum lembut. Aiden tidak ingin lagi mendengar jawaban Yuniar. Pria itu takut mereka berdua akan menjadi canggung, jika Yuniar menjawab pertanyaannya dengan jujur.


"I.. Iya,"sahut Yuniar bergegas mendorong kursi roda Aiden ke arah walk in closet.


Yuniar membantu Aiden memakai pakaiannya dengan wajah yang tidak terlalu ceria seperti biasanya. Yuniar masih kepikiran dengan Aiden yang bersolo karir di dalam kamar mandi tadi.


"Kamu kenapa, hemm?"tanya Aiden seraya memegang tangan Yuniar karena melihat Yuniar berbeda dari biasanya.


"Eh, tidak apa-apa, kok, By. Memangnya kenapa?"tanya Yuniar mencoba bersikap seperti biasanya saat menyadari dirinya terlalu tenggelam dalam pikirannya.


"Kamu sedang tidak fokus. Kamu melamun. Lihatlah! Kamu memakaikan aku jas sebelum memakaikan aku dasi. Biasanya kamu memakaikan dasi dulu, baru kemudian memakai kan jas,"ujar Aiden membuat Yuniar terkejut.


"Eh.. Ah.. Maaf, By!"ucap Yuniar penuh sesal.


Aiden menarik Yuniar ke pangkuannya dengan lembut,"Ada apa? Apa yang sedang kamu pikirkan?"tanya Aiden lembut.


"Aku hanya berpikir bagaimana caranya agar hubby cepat sembuh. Aku akan lebih sering melakukan pijat refleksi pada hubby, siapa tahu bisa membantu kesembuhan kaki hubby,"ucap Yuniar penuh kesungguhan.


"Kamu bersemangat sekali. Kamu ingin aku cepat sembuh?"tanya Aiden menatap Yuniar lekat.


"Tentu saja. Aku ingin hubby segera sembuh dan beraktivitas seperti dulu lagi,"sahut Yuniar yang memaksakan diri untuk tersenyum.

__ADS_1


Rasa bersalah karena tanpa sengaja telah menjadi penyebab kaki Aiden lumpuh kembali menghantui Yuniar.


"Bagaimana.. jika kaki ku tidak bisa sembuh lagi?"tanya Aiden seraya menyelipkan anak rambut Yuniar di telinga Yuniar.


"Hubby tahu? Orang pesimis adalah orang yang berpandangan negatif terhadap situasi atau peristiwa tertentu, mudah menyerah, tidak percaya diri, dan sudah menyerah sebelum mencoba. Jika hubby menjadi orang yang seperti itu, bukankah hubby tidak akan pernah menjadi pebisnis terkenal seperti saat ini? Lalu, kenapa sekarang hubby menjadi seperti ini saat kaki hubby lumpuh?"tanya Yuniar kemudian memegang kedua rahang suaminya dengan kedua tangannya.


"Bukankah aku sudah berulang kali mengatakannya? Selama kaki hubby lumpuh, aku akan tetap di samping hubby. Kalaupun kaki hubby tidak bisa sembuh, maka selamanya aku akan tetap berada di sisi hubby,"ujar Yuniar menatap Aiden dengan tatapan mata yang terlihat teduh.


Aiden tersenyum tipis menatap Yuniar. Ada kebahagiaan yang menyeruak di dalam hati sang mantan Casanova itu saat mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh Yuniar.


"Aku berjanji tidak akan pernah melepaskan kamu selamanya,"gumam Aiden dalam hati.


"Aku akan memakaikan dasi hubby. Aku tidak ingin hubby terlambat pergi ke kantor,"ujar Yuniar seraya turun dari pangkuan Aiden.


Dengan telaten Yuniar memakaikan dasi di leher Aiden. Setelah memakaikan pakaian lengkap dengan aksesorisnya, Yuniar memberi minyak dan menyisir rambut suaminya. Setelah Aiden siap dengan stelan kantornya, Yuniar membawa Aiden ke ruangan makan. Melayani semua kebutuhan suaminya saat makan dengan baik. Setiap hari, melayani Aiden adalah pekerjaan yang menjadi rutinitas Yuniar semenjak mereka menikah.


"Cara menghilangkan tanda yang di buat hubby adalah dengan cara mengoleskan lidah buaya, menggunakan minyak esensial seperti lavender, chamomile, bergamot, dan cendana (sandalwood), memakai losion cocoa butter dan juga mengompres dengan air hangat atau air dingin. Kalau begitu, aku akan mengompres nya dulu, baru setelah itu mengolesinya dengan esensial bergamot. Karena kebetulan aku punya esensial bergamot yang aku pakai untuk mengatasi jerawat,"gumam Yuniar segera menyiapkan alat dan bahan untuk menghilangkan tanda yang di buat suaminya.


"Apa hubby sangat bergairaah? Hubby membuat tanda sampai berwarna ke unguan seperti ini,"gumam Yuniar menghela napas panjang menatap semua tanda yang sudah di buat oleh suaminya,"Sepertinya aku harus lebih banyak membaca artikel tentang seputar hubungan suami-istri dan segala hal yang berkaitan dengan hal itu,"gumam Yuniar sambil mengompres kiss mark di lehernya.


Yuniar mengompres dan mengoleskan minyak di semua kiss mark yang di buat suaminya. Aiden membuat tanda kepemilikannya di dada dan leher Yuniar cukup banyak dan rata-rata berwarna keunguan.


Setelah selesai mengurus kiss mark yang di buat suaminya, Yuniar pun mulai berkutat dengan handphonenya. Mencari tahu semua hal yang ingin diketahuinya. Yuniar yang hari ini tidak punya jadwal kuliah itu membaca banyak artikel melalui handphonenya.


Berulang kali gadis itu menghela napas, terkadang terlihat sedih, terkadang terlihat tersipu malu, terkadang juga terlihat sangat serius membaca artikel-artikel itu. Ekspresi wajah gadis itu berubah-ubah setiap membaca artikel yang berbeda.


Tanpa terasa waktu pun terus berjalan dan senja yang datang tanpa di pinta dan pergi tanpa bisa di cegah itu pun datang.


"Sebentar lagi hubby pasti akan pulang. Sebaiknya aku segera membersihkan diri,"gumam Yuniar setelah melihat jam digital di atas nakas,"Eh, aku belum mengecek uang yang di transfer hubby padaku. Sekalian aku ingin mengisi saldo dompet digital ku,"gumam Yuniar segera membuka aplikasi M-banking nya.

__ADS_1


"Eh, apa aku nggak salah lihat? Kenapa jumlah saldoku jadi tiga belas juta? Saldo terakhir ku adalah tiga juta. Jika hubby mentransfer lima juta, seharusnya jumlahnya menjadi delapan juta. Tapi, kenapa ini menjadi tiga belas juta?"gumam Yuniar nampak terkejut.


Yuniar segera mengecek mutasi transaksi di m-banking miliknya. Yuniar melihat Aiden mentransfer uang sejumlah sepuluh juta pada dirinya.


"Kenapa hubby mentransfer dua kali lipat? Menurut surat perjanjian pra nikah kami, hubby hanya akan memberiku uang belanja sebesar lima juta. Tapi, kenapa hubby memberiku sepuluh juta? Ah, sudahlah! Sekarang sebaiknya aku membersihkan diri dulu. Aku takut hubby sudah pulang saat aku belum selesai membersihkan diri,"gumam Yuniar bergegas kamar mandi.


Yuniar tidak ingin tubuhnya bau keringat saat berada di dekat suaminya. Ingin selalu tampil cantik dan harum di depan Tuan suami. Suami yang seiring berjalannya waktu mulai dicintai nya. Namun sayangnya sampai detik ini Yuniar belum juga menyadari perasaan apa yang di milikinya untuk suaminya itu.


Beberapa menit kemudian, Yuniar sudah selesai membersihkan dirinya dan bersiap menyambut kedatangan Tuan suami yang sekarang di panggilnya dengan panggilan hubby itu.


Yuniar bergegas keluar dari kamarnya menuju pintu utama rumah itu saat melihat mobil suaminya memasuki gerbang rumah itu.


Saminten hanya bisa melihat Aiden dari jauh. Tidak ingin bernasib sama seperti pengawas ruang cctv yang di bayarnya untuk menghapus rekaman cctv. Orang yang di bayar Saminten itu berakhir di pecat oleh Aiden.


Saminten tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Aiden. Karena Saminten sudah di peringatkan Aiden agar menjaga jarak dari Yuniar. Yang berarti menjaga jarak juga dari Aiden. Karena setiap Aiden ada di rumah, Yuniar selalu ada di sisi Aiden. Gadis itu menempel pada Aiden seperti permen karet.


Yuniar menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman manis di bibirnya. Gadis itu mendorong kursi roda suaminya menuju kamar.


Yuniar melepaskan jas, dasi dan juga kemeja suaminya. Membuka pakaian suaminya adalah aktivitas paling menyenangkan bagi Yuniar. Karena setelah membuka pakaian suaminya, Yuniar bisa melihat pemandangan indah yang tidak pernah bosan untuk dipandangnya. Melihat dada bidang dan perut sixpack Aiden dengan otot-otot yang tercetak sempurna menurut Yuniar itu selalu sukses membuat Yuniar merasa senang.


Setelah Yuniar melepaskan jas, dasi, dan kemeja Aiden, pria itu menarik tangan Yuniar pelan. Aiden ingin mendudukkan Yuniar di pangkuannya seperti biasanya. Namun, kali ini Yuniar tidak ingin lagi duduk di pangkuan suaminya.


"Baby, kemari lah!"pinta Aiden karena Yuniar nampak enggan untuk duduk di pangkuannya,"Baby, kamu tidak mau duduk di pangkuan ku?"tanya Aiden menatap Yuniar penuh harap agar Yuniar duduk di atas pangkuannya.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2