Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
76. Hanya Milikku


__ADS_3

Jujur, rasanya Yuniar tidak rela jika harus berbagi suami dengan wanita lain. Yuniar sudah banyak mendengar dan melihat kisah hidup orang lain, bahwa di poligami atau dimadu itu tidak manis. Tapi pahit. Lebih cocok jika dikatakan di racun dari pada dimadu. Karena nyatanya dimadu tak semanis kata itu sendiri.


"Kenapa? Kamu cemburu? Bukankah dari awal aku sudah mengatakan, jika suatu hari aku menikahi wanita lain, kamu tidak berhak melarang ku,"ujar Aiden mengetes Yuniar.


Aiden ingin tahu apakah jawaban Yuniar akan tetap sama seperti dulu atau tidak. Aiden ingin meyakinkan hatinya bahwa Yuniar benar-benar mencintai dirinya. Walaupun dari sikap yang ditunjukkan Yuniar, Aiden merasa Yuniar mencintai dirinya. Tapi, memori tentang Yuniar yang berciuman dengan Dikra di kampus waktu itu membuat Aiden ragu jika Yuniar benar-benar mencintai dirinya.


Mengingat Yuniar adalah gadis yang sangat bertanggung jawab, Aiden takut, jika apa yang Yuniar lakukan selama ini hanyalah sebagai tanggung jawab dan kewajibannya sebagai seorang istri.


Yuniar tersenyum mendapatkan pertanyaan itu dari suaminya.


"Iya. Aku ingat itu. Itu tertulis jelas di perjanjian pra nikah kita. Aku tidak akan melarang hubby menikah dengan siapapun. Karena, jika hubby sudah sembuh...aku akan mencari pria lain yang lebih muda dari hubby,"sahut Yuniar tersenyum ceria.


Tapi, apa benar seperti itu yang ada di dalam hati Yuniar?


"Bagaimana mungkin aku tidak merasa cemburu? Tentu saja aku cemburu. Aku hanya tidak ingin terlihat menyedihkan di mata hubby ataupun orang lain. Aku tidak ingin dianggap lemah, tidak berdaya dan tidak punya harga diri. Walaupun hatiku tidak rela jika hubby menikah lagi, tapi aku harus tetap terlihat tegar,"itulah kata hati Yuniar.


"Deg"


Mendengar jawaban Yuniar, Aiden merasa jantungnya seperti di tusuk pedang, tapi tidak berdarah.


"Oh, begitu, ya?"ujar Aiden mengukir senyuman, namun tangannya terlihat terkepal erat,"Dia benar-benar mencintai pria itu? Dan ingin bersamanya? Jika dia tahu aku sudah sembuh, dia pasti akan segera meninggalkan aku,"gumam Aiden dalam hati.


"Hubby tunggu di sini, ya! Aku akan menyiapkan peralatan mandi hubby,"ujar Yuniar masih dengan wajah yang tersenyum seolah tanpa beban, kemudian bergegas turun dari pangkuan Aiden.


Namun begitu membalikkan tubuhnya dan melangkah menjauhi Aiden, wajah ceria Yuniar langsung berubah menjadi sedih.


"Apa selama ini hubby tidak mencintai aku? Apa perlakuan manis yang hubby berikan padaku ini juga seperti yang hubby berikan pada wanita lain? Ternyata aku terlalu baper. Aku merasa di cintai oleh hubby. Tidak seharusnya aku jatuh cinta padanya. Seharusnya aku sadar, jika hubby benar-benar mencintai aku, hubby pasti akan memusnahkan surat perjanjian pra nikah itu. Hubby tidak perlu mengancam semua orang yang ada di rumah ini agar tidak membocorkan tentang pernikahan kami. Dia mengakui aku sebagai istrinya di rumah ini hanya karena dia tidak ingin aku menolak dia untuk tidur bersamanya,"gumam Yuniar dalam hati, tersenyum getir, tanpa terasa menitikkan air mata.


Namun sesaat kemudian mata gadis itu berkilat tajam,"Tidak! Aku tidak boleh lemah. Aku tidak boleh menyerah! Walaupun hubby hanya suamiku di mata agama, tapi dia adalah milikku. Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada hubby. Aku tidak akan melepaskan hubby begitu saja. Aku akan berjuang untuk membuat hubby mencintai aku. Akan aku buat dia tidak bisa berpaling dari ku, apalagi meninggalkan aku. Hubby hanya boleh menjadi milikku seorang. Hanya milikku,"gumam Yuniar seraya menghapus air matanya.


Karena sudah terlanjur mencintai Aiden, maka Yuniar bertekad akan membuat Aiden jatuh cinta pada dirinya. Agar Aiden tidak bisa berpaling darinya, apalagi meninggalkan dirinya. Yuniar tidak tahu saja, jika Aiden telah jatuh cinta pada dirinya sejak awal mereka bertemu. Aiden juga tidak ingin berpisah darinya.

__ADS_1


Sedangkan Aiden, pria itu menatap Yuniar yang menghilang di balik pintu kamar mandi dengan tatapan sendu. Mendengar jawaban Yuniar tadi, membuat dada Aiden terasa sesak.


"Kamu benar-benar ingin bersama dia? Kamu tetap bertahan di sisiku hanya karena kakiku? Tidak bisakah kamu mencintai aku sedikit saja? Aku sudah terlanjur mencintai mu. Aku tidak akan melepaskan kamu. Bagaimana pun caranya, aku akan membuat kamu mencintai ku, dan selamanya kamu akan tetap berada di sisiku. Selamanya, kamu hanya boleh menjadi milikku. Hanya milikku,"gumam Aiden lirih dengan suara berat dan tangan yang terkepal.


Dua orang yang saling mencintai, tapi merasa tidak yakin dengan perasaan orang yang di cintai. Sama-sama merasa bertepuk sebelah tangan karena alasan awal mula mereka menikah dan surat perjanjian pra nikah yang telah mereka sepakati.


Yuniar merasa ragu akan cinta Aiden karena hingga saat ini Aiden tidak kunjung mengakui dirinya sebagai istrinya di depan publik, dan tidak menghancurkan surat perjanjian pra nikah mereka. Sedangkan Aiden meragukan cinta Yuniar karena pernah melihat Yuniar berciuman dengan Dikra.


*


Malam sudah semakin larut, Yuniar sudah berbaring di samping Aiden dan meletakkan kepalanya di dada Aiden seperti biasanya. Sepasang suami-isteri itu tetap bersikap seperti biasanya, bahkan terlihat lebih mesra karena sama-sama takut kehilangan. Dalam hati mereka sama-sama memikirkan bagaimana caranya membuat pasangan mereka mencintai mereka. Padahal sebenarnya sudah sama-sama saling mencintai. Hanya saja, karena tidak pernah bicara dari hati ke hati, sepasang suami-isteri itu jadi miskomunikasi.


Mungkin karena terlalu mencintai dan takut kehilangan, sepasang suami-isteri itu terlalu banyak berpikir yang ujung-ujungnya hanya menimbulkan benih-benih kecurigaan.


"Baby..."panggil Aiden lembut seraya mengelus kepala Yuniar dengan lembut. Mata pria itu menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong.


"Hemm,"sahut Yuniar yang memeluk Aiden dan memejamkan mata seraya mendengar detak jantung Aiden.


"Hubby ingin bicara apa?"tanya Yuniar yang merasa heran setelah melihat ekspresi Aiden yang nampak gamang.


"Tidak apa. Berikan aku ciuman selamat malam!"pinta Aiden asal seraya tersenyum tipis,"Aku merasa pikiran ku tidak menentu setelah pembicaraan kami tadi,"gumam Aiden dalam hati.


Tanpa berpikir panjang, apalagi menolak, Yuniar beringsut mendekatkan wajahnya ke wajah Aiden. Apapun yang di minta Aiden, pasti Yuniar berikan, selagi Yuniar mampu memberikannya. Dengan lembut Yuniar mencium bibir Aiden dan tentu saja langsung mendapatkan balasan dari Aiden. Dengan posisi wajah Aiden di bawah dan Yuniar di atas. Sepasang suami-isteri itu saling memagut, menyesap, mengulumm dan berbelit lidah. Hingga akhirnya Yuniar mengakhiri ciumannya.


"Sudah,"ucap Yuniar tersenyum tipis menatap Aiden,"Jika bisa membuat mu mencintai aku, apapun yang kamu inginkan pasti akan aku berikan. Bukankah cinta itu adalah pengorbanan?"gumam Yuniar dalam hati.


"Kita tidur!"ucap Aiden tersenyum tipis membelai pipi Yuniar.


"Hum,"sahut Yuniar kembali merebahkan kepalanya di dada Aiden.


"Aku ingin selamanya seperti ini. Mendekap tubuh mu dalam pelukanku. Memilikimu selamanya. Hanya milikku. Aku akan memperjuangkan mu,"gumam Aiden dalam hati. Aiden mendekap tubuh Yuniar, lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


*


Di sisi lain, Austin nampak duduk di private room sebuah restoran. Pria itu duduk berhadapan dengan seorang pria.


"Apa kamu bisa mengerjakan tugas ini dengan cepat?"tanya Austin terlihat serius.


"Asalkan honor nya sesuai, semua bisa di atur, Tuan,"


...🌟🌟🌟...


...Perjuangkan apa yang kau inginkan, jangan menangis untuk setiap kehilangan....


...Menunggu, bertahan, dan memperjuangkan, adalah bukti keseriusan dalam sebuah hubungan....


...Seseorang harus tahu, kapan harus maju, memperjuangkan, atau mundur secara perlahan....


...Cinta itu butuh perjuangan dan pengorbanan....


...Tapi, jika terus menerus berjuang dan berkorban tanpa mendapatkan kebahagiaan, itu namanya penderitaan....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


Notebook :


Istilah "poligami" berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu "polygamos" yang terdiri dari kata "poly" yang berarti "banyak" dan "gamos" yang berarti "pernikahan". Jadi, secara harfiah "poligami" berarti "pernikahan banyak".


Di Indonesia, istilah "poligami" kemudian ditambahkan kata "madu" atau "dimadu", yang diduga berasal dari istilah "polygamy with honey" dalam bahasa Inggris. Meskipun istilah ini memperkuat makna simbolis kebahagiaan dan keharmonisan dalam poligami, namun juga menimbulkan kontroversi karena dapat dianggap melecehkan perempuan sebagai objek pemuas kebutuhan biologis pria.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2