
Bukan tanpa sebab kali ini Yuniar merasa enggan duduk di pangkuan suaminya. Hal itu karena Yuniar sudah bertanya pada si Mbah gugel.
Dari yang Yuniar baca, ada dua alasan bagi seorang pria mendudukkan seorang gadis di atas pangkuannya. Alasan pertamanya adalah, pria ingin merasakan tubuh gadis di pangkuannya sedekat mungkin saat menciumnya, yang juga membuatnya cukup mampu untuk menyentuh gadis itu di mana pun dia mau dan mengendalikan gadis itu.
Kedua, pria sangat tertarik dengan kelembutan pan tatt cewek. Jadi, setiap kali seorang gadis duduk di pangkuan seorang pria, mereka dapat merasakan pan tatt lembutnya lebih dekat ke tangan dan bagian inti tubuhnya, yang membuat mereka terang sangg dan memberikan kesenangan secara s3k§u∆ll.
Karena itulah Yuniar jadi merasa enggan untuk duduk di pangkuan suaminya. Takut ada sesuatu yang berdiri tegak, tapi bukan tiang bendera.
"Tubuhku berat, By. Tidak baik jika aku sering duduk di paha hubby. Aku takut itu akan memperlambat proses kesembuhan hubby,"ujar Yuniar dengan suara lembut.
Yuniar mencari alasan yang masuk akal agar suaminya tidak merasa curiga ataupun tersinggung dengan penolakannya.
"Tidak akan. Kamu tidak terlalu berat. Berat badanmu tidak akan mempengaruhi, apalagi memperlambat proses kesembuhan kaki ku,"sanggah Aiden yang tidak sependapat dengan pemikiran Yuniar.
"Hubby ingin mandi sekarang?"tanya Yuniar mengalihkan pembicaraan.
"Baby, jangan mencoba mengalihkan pembicaraan!"ucap Aiden tersenyum miring.
"Akkh! By!"pekik Yuniar saat tiba-tiba Aiden menarik pinggangnya, hingga Yuniar terjatuh di atas pangkuan Aiden.
Yuniar tidak menyangka jika Aiden masih kukuh dengan pendiriannya, yaitu ingin memangku dirinya.
"Aku masih rindu sekali padamu. Nanti malam kamu akan tidur bersamaku lagi, 'kan?"tanya Aiden seraya mengelus pipi Yuniar lembut dengan sebelah tangan kirinya dan tangan kanannya memeluk pinggang Yuniar erat.
"Tidak. Aku takut Tuan, eh, hubby tidak bisa tidur dengan nyenyak jika aku tidur bersama hubby,"tolak Yuniar secara halus.
Dalam hati Yuniar,"Jika aku tidur dengan dia lagi, bagaimana jika 'itunya' bangun lagi? Aku ingat, menurut artikel yang aku baca, milik pria akan bangun setiap pagi. Hal itu karena pada pagi hari, kadar hormon testosteron melonjak naik. Hormon testosteron adalah hormon yang berperan dalam produksi benih pada pria. Hormon ini memengaruhi tingkat libido pria, pembentukan massa otot, dan berbagai perubahan saat memasuki masa puber, seperti suara berubah menjadi lebih berat,"
"Dengan meningkatnya hormon testosteron di pagi hari, tanpa menerima rangsangan pun, 'itunya' pria bisa saja bangun dan berdiri dengan tegak,"
"Bangunnya 'itunya' pria di pagi hari juga dapat dikaitkan dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Saat pria tertidur, sistem saraf akan menguji fungsi tubuh dengan memberi rangsangan ke berbagai bagian tubuh, termasuk 'itunya'. Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa 'itunya' pria mengeras di pagi hari meskipun tidak terangsang oleh sesuatu yang ero tiss,"
"Bodohnya aku karena tadi pagi aku tidak tahu yang mengganjal di pahaku adalah 'itunya' habby,"gumam Yuniar dalam hati merutuki kecerobohan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku tidak merasa tidurku terganggu karena mu. Tidur ku malah semakin nyenyak,"sahut Aiden seraya mengendus leher Yuniar. Pria itu mengecup dan menjilat leher Yuniar. Bahkan tangan pria itu mengusap lembut paha Yuniar. Perlahan jemari tangan pria itu mulai bergerak dari paha Yuniar menjalar naik ke tubuh bagian atas Yuniar.
"By.. Aku.. "ucap Yuniar mencoba menjauhkan lehernya dari Aiden.
"Kenapa? Kamu tidak suka aku sentuh?"tanya Aiden dengan raut wajah yang terlihat kecewa.
"Bu.. Bukan seperti itu. Aku.. A.. emp."
Mendapatkan penolakan seperti itu dari Yuniar, Aiden malah mencium bibir Yuniar dan memeluk tubuh Yuniar dengan erat, hingga tubuh Yuniar yang lebih kecil dari tubuh suaminya itu tidak bisa bergerak dalam dekapan suaminya.
Dengan keahliannya yang sudah memiliki jam terbang tinggi sebagai seorang Casanova, tentu saja Yuniar tidak berkutik dan terhanyut dalam buaian bibir dan lidah suaminya itu.
Tubuh Yuniar terasa meremang dan detak jantungnya berdegup kencang tidak beraturan karena ulah suaminya itu. Kali ini Aiden mencium bibir Yuniar lebih agresif dari biasanya. Yuniar pun tanpa sadar membalas pagutan suaminya itu.
Setelah membuat istrinya hampir kehabisan napas, pria itu melepaskan pagutannya dan beralih mencium leher istrinya.
"B.. By.. Jangan membuat tanda lagi!"pinta Yuniar yang hampir kehilangan kewarasannya karena buaian suaminya.
Tangan pria itu merayap di paha Yuniar dan semakin naik hingga menyentuh salah satu benda lembut dan kenyal milik Yuniar. Mengelus dan meremas pelan benda itu hingga empunya pun mendesahh karena merasakan sensasi yang hanya pernah dirasakannya saat bersama suaminya saja.
Yuniar membulatkan matanya saat merasa menduduki sesuatu yang terasa keras dan mengganjal. Selama ini Yuniar terlalu terhanyut dengan sentuhan Aiden, sehingga tidak memperhatikan jika kobra suaminya selalu terbangun saat suaminya itu berciuman dengan dirinya. Namun, setelah membaca banyak artikel seharian penuh, Yuniar menjadi tahu, lebih mengerti dan lebih peka.
Namun, walaupun menyadari dan dapat merasakan benda apa yang terasa keras itu karena artikel yang di bacanya, Yuniar tetap tidak bisa mengontrol tubuhnya yang menikmati setiap sentuhan dari suaminya.
Memang sudah cerita lama jikalau hati dan pikiran itu tak pernah sinkron. Keduanya mempunyai jalan masing-masing dalam hal kenyamanan. Begitu pul dengan pikiran dan tubuh. Seringkali tubuh mengkhianati pikiran.
Pikiran berkata 'ini salah', tapi nyatanya tubuh merasa nyaman, bahkan menikmati. Seperti itulah Yuniar saat ini.
"B.. By.."panggil Yuniar lirih saat Aiden menenggelamkan wajahnya di antara kedua bukit kembarnya dengan beberapa kancing piyama yang sudah terbuka entah kapan. Yuniar sama sekali tidak menyadarinya.
"I.. Ini tidak boleh di lanjutkan. Hubby akan tersiksa karena aku belum siap melayani hubby. Aku takut membuat hubby kecewa,"gumam Yuniar dalam hati.
Yuniar mencoba menyadarkan dirinya sendiri dari kenikmatan yang di berikan oleh suaminya dengan menggigit bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Akh! Ssstt.." pekik dan desis Yuniar merasakan sakit di bibirnya karena gigitannya sendiri. Tanpa sadar Yuniar menggigit bibirnya sendiri terlalu kuat.
Aiden yang sedang asyik melukis di dada Yuniar dan hampir mengeluarkan salah satu gundukan daging lembut nan kenyal milik istrinya untuk dinikmati itu pun menghentikan aktivitasnya saat mendengar suara pekikan dan desis kesakitan Yuniar. Pria itu membulatkan matanya saat melihat bibir Yuniar berdarah.
"Kenapa bibirmu berdarah?"tanya Aiden terlihat panik seraya mengangkat tangannya untuk mengusap bibir Yuniar yang berdarah.
Namun Yuniar segera memegang tangan suaminya sebelum Aiden bisa menyentuh bibirnya.
"Biarkan aku membersihkannya sendiri, By. Aku tidak mau tangan hubby menjadi kotor,"ucap Yuniar memaksakan diri untuk tersenyum.
Yuniar berusaha turun dari pangkuan Aiden dengan perasaan bersalah. Yuniar tahu, Aiden pasti kecewa karena harus menghentikan apa yang disukai nya. Tapi Yuniar tidak ingin Aiden terpaksa mencari kepuasan dengan jemari tangannya sendiri karena dirinya belum siap melayani suaminya itu.
"Kenapa bibirnya sampai berdarah? Apa dia menahan diri agar tidak mendesahh, hingga tanpa sengaja menggigit bibirnya sendiri?"gumam Aiden dalam hati menatap Yuniar yang berjalan meninggalkan dirinya.
Yuniar masuk ke dalam kamar mandi, lalu menutup pintunya. Gadis itu menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar mandi itu dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Maaf! Maafkan aku, By! Aku.. Aku belum siap untuk melayani hubby,"gumam Yuniar dalam hati.
Yuniar tahu, jika mereka melakukan hubungan suami-istri, maka dirinya lah yang harus memimpin permainan karena keadaan kaki suaminya yang lumpuh. Dan Yuniar belum sanggup melakukan itu, karena selain merasa malu dan belum pernah melakukannya, Yuniar juga masih belum siap. Yuniar masih takut untuk memberikan mahkota yang selama ini di jaganya pada suaminya.
Sebab, Yuniar takut tidak bisa menahan rasa sakitnya. Jika sudah berniat melakukannya, Yuniar tidak boleh berhenti di tengah permainan. Karena menurut artikel yang Yuniar baca, jika berhenti di tengah permainan, efeknya akan membuat suaminya tersiksa.
Sedangkan jika melayani suaminya menggunakan tangan dan mulut nya seperti yang sudah di bacanya, Yuniar takut Aiden akan tersinggung. Dan Yuniar pun tidak siap melakukan hal itu. Membayangkannya saja membuat Yuniar malu dan bergidik geli.
Yuniar menghapus air matanya, lalu membersihkan bibirnya yang berdarah. Gadis itu menatap leher dan dadanya yang terdapat tanda baru yang di buat suaminya barusan.
"Aku terlalu kuat menggigit bibir ku hingga berdarah dan bengkak. Tapi, mungkin dengan begini, untuk sementara waktu hubby tidak akan mencium ku lagi. Dengan tidak mencium bibir ku, libido hubby tidak akan naik yang malah akan menyiksa dirinya sendiri karena aku belum sanggup untuk melayani nya,"gumam Yuniar menghela napas panjang.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1