
Yuniar mengernyitkan keningnya menatap suaminya,"Ada apa dengan hubby? Kenapa hubby sangat berbeda dari biasanya? Biasanya hubby ingin selalu dekat denganku jika sudah lama tidak bertemu. Mengatakan rindu padaku. Memeluk dan mencium ku. Kenapa sekarang hubby malah terlihat biasa saja?"gumam Yuniar dalam hati sedikit kecewa karena Aiden tidak bersikap manis dan romantis seperti biasanya.
"Biarkan aku memijat hubby, agar hubby merasa lebih rileks. Hubby pasti kecapekan setelah menempuh perjalanan jauh,"ujar Yuniar seraya duduk berjongkok di depan Aiden seraya memegang kedua paha bagian luar Aiden. Menatap Aiden dengan senyuman lembut.
"Bersihkanlah dirimu! Kamu bau keringat,"ujar Aiden yang kembali teringat Yuniar berciuman dengan pria lain yang jauh lebih muda dari dirinya. Benar-benar tidak rela rasanya melihat istrinya di sentuh pria lain. Tapi nyatanya sudah terjadi di depan matanya.
"Baiklah,"sahut Yuniar lesu seraya beranjak ke kamar mandi,"Apa benar badan ku bau keringat? Perasaan nggak bau, kok. Ah, mungkin hubby sudah terbiasa aku sambut dengan tubuh segar habis mandi. Baiklah, aku akan membersihkan diri agar tubuhku segar dan wangi,"gumam Yuniar dalam hati. Sama sekali tidak berprasangka buruk pada suaminya, karena merasa tidak melakukan kesalahan apapun.
Aiden menatap Yuniar yang masuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan gamang,"Aku mencintainya, tapi untuk apa jika dia tidak bahagia bersama ku? Aku pikir, dia akan jatuh cinta padaku seiring dengan berjalannya waktu kami bersama. Aku pikir, hatinya akan luluh dengan cinta, kasih sayang dan juga perhatian yang selalu aku berikan. Tapi, nyatanya tidak ada tempat di hatinya untuk ku. Haruskah aku tetap bertahan?"gumam Aiden dalam hati menghela napas yang terasa sesak.
"Tok! Tok! Tok!"
Suara ketukan pintu membuat lamunan Aiden buyar,"Masuk!"ucap Aiden.
"Ceklek"
Bik Sari berdiri di pintu kamar itu dengan vas berisi bunga mawar di tangannya. Aiden mengernyitkan keningnya melihat bunga yang di bawa Bik Sari adalah bunga mawar berwarna putih dan pink seperti yang dibelinya tadi. Bunga yang awalnya ingin di berikan pada istrinya yang akhirnya dijatuhkan dan ditinggalkan begitu saja oleh Aiden karena merasa kecewa melihat kebersamaan istrinya dengan pria lain.
"Tuan, tadi Nyonya meminta saya untuk memasukkan bunga-bunga ini ke dalam vas,"ucap Bik Sari yang masih berdiri di depan pintu.
"Masuklah, Bik! Letakkan saja bunganya di atas nakas,"pinta Aiden yang terlihat tidak bersemangat.
"Baik, Tuan,"sahut Bik Sari, kemudian meletakkan vas berisi bunga yang di bawanya di atas nakas sesuai perintah Aiden.
Setelah meletakkan bunga itu di tempat yang diinginkan Aiden, Bik Sari pun pamit keluar dari kamar majikannya itu.
"Kenapa Tuan terlihat banyak pikiran dan tidak bersemangat? Tuan dan nyonya tidak sedang berantem, 'kan?"gumam Bik Sari dalam hati yang sempat melihat ekspresi wajah Aiden.
Aiden menatap bunga yang baru saja di letakkan Bik Sari di atas nakas itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku tadi ingin memberikan bunga seperti ini padanya. Tapi tidak jadi setelah aku melihat dia bersama pemuda itu. Lalu, dari mana bunga ini di dapatkan Yuniar?"gumam Aiden dalam hati.
"Tok! Tok! Tok!"
Pintu kamar itu kembali di ketuk. Aiden mempersilahkan masuk orang yang yang mengetuk pintu itu. Roni nampak masuk ke ruangan itu dengan membawa sebuah map.
__ADS_1
"Tu.. Tu.."
"Brak"
"Tuan ini hasil penyelidikan yang anda pinta,"ucap Roni cepat tanpa titik dan koma setelah Aiden menggebrak meja nakas. Bahkan vas bunga yang diletakkan oleh Bik Sari tadi sedikit terangkat dan air dari dalam vas itu sedikit memercik keluar karena aksi Aiden itu. Roni menyodorkan map yang di bawanya itu pada Aiden.
Aiden mengambil map itu dari Roni kemudian membukanya,"Keluar lah, dan mulai hari ini, awasi istri ku,"titah Aiden.
"Ba.. Ba.. Baik,"ucap Roni kemudian keluar dari kamar itu.
Roni menghela napas berat setelah keluar dari kamar Aiden,"Apa nyonya benar-benar memiliki hubungan spesial dengan pemuda yang bernama Dikra itu. Tapi, mereka tidak pernah jalan berdua. Apa agar hubungan mereka tidak di ketahui oleh orang lain? Tapi, kalau ingin di sembunyikan, kenapa mereka bertemu di taman? Bukankah itu tempat yang terbuka? Walaupun taman tempat mereka sering bertemu itu memang agak sepi,"gumam Roni yang masih menerka-nerka.
Sedangkan di dalam kamar, Aiden mulai membaca hasil penyelidikan yang diberikan oleh Roni. Hasil penyelidikan tentang hubungan Yuniar dengan seorang pemuda yang ternyata bernama Dikra. Seorang pemuda keturunan Tionghoa yang keluarganya memiliki industri jamu dan farmasi.
Usia pemuda yang bernama Dikra itu satu tahun lebih tua dari usia Yuniar. Di kampus, pemuda itu digosipkan tengah menjalin cinta dengan Yuniar. Namun menurut penyelidikan Roni, Yuniar dan Dikra tidak pernah pergi bersama. Keduanya hanya bertemu di taman kampus saja. Tempat Aiden melihat keduanya berciuman.
Aiden membaca secara detail tentang informasi yang diberikan oleh Roni itu. Pria itu membuang napas kasar setelah membaca hasil penyelidikan Roni itu. Memijit pelipisnya sendiri dengan perasaan kalut. Tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Beberapa menit kemudian, Yuniar pun keluar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang terlihat segar. Gadis itu menyisir rambutnya yang panjang di depan cermin yang ada di depan meja rias. Selesai menyisir rambutnya, Yuniar mendekati Aiden yang kembali sibuk dengan laptopnya.
"By, apa hubby ingin membersihkan diri?"tanya Yuniar lembut.
Tanpa sengaja Yuniar melihat percikan air di atas meja nakas. Gadis itu mendekati meja nakas itu dan mengelap air yang terpercik menggunakan tisu.
"Kenapa ada air di atas nakas ini?"gumam Yuniar dalam hati, kemudian merapikan bunga di dalam vas itu.
"Dari mana kamu mendapatkan bunga itu?"tanya Aiden saat melirik Yuniar yang sedang merapikan rangkaian bunga itu.
"Saat aku di kampus tadi, aku tidak sengaja menginjak buket bunga. Karena hanya beberapa kelopak yang rusak, aku membawanya pulang. Entah siapa yang membuang bunga seindah ini?"gumam Yuniar masih fokus pada bunga itu.
"Mungkin orang yang ingin menyatakan cinta, tapi melihat orang yang di cintainya bersama orang lain. Atau mungkin, seorang kekasih yang ingin memberikan kejutan pada kekasihnya. Tapi malah melihat kekasihnya bermesraan dengan orang lain,"sahut Aiden dengan suara yang terdengar datar.
Yuniar mengernyitkan keningnya mendengar jawaban dan suara datar Aiden. Entah mengapa semenjak bertemu dengan suaminya hari ini, Yuniar merasa suaminya jauh berubah.
"Apa yang akan kamu lakukan jika kamu melihat aku mencium wanita lain?"tanya Aiden semakin membuat Yuniar merasa aneh dengan suaminya itu.
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Aku tidak pernah mengalami hal seperti itu,"jawab Yuniar yang semakin tidak mengerti dengan sikap suaminya hari ini,"Ada apa dengan hubby? Kenapa sikap dan perkataannya hari ini aneh sekali? Hubby seperti sedang kecewa,"gumam Yuniar dalam hati.
Aiden menutup laptopnya seraya memijit pelipisnya. Melihat hal itu, Yuniar pun memijat bahu Aiden.
"Apa kamu akan tetap bertahan di sisiku bagaimana pun keadaan ku?"tanya Aiden setelah beberapa menit mereka saling diam.
"Tergantung bagaimana sikap hubby padaku,"sahut Yuniar yang kali ini menjawab pertanyaan Aiden dengan jawaban yang berbeda dari biasanya.
"Oh, sekarang jawaban kamu sudah berubah,"sahut Aiden tersenyum kecut.
Yuniar menghela napas panjang dan menghentikan pijatannya di bahu Aiden. Gadis itu kemudian duduk di pangkuan Aiden tanpa diminta, berbeda dari sebelumnya yang terlihat enggan, bahkan kadang harus di paksa.
Aiden agak terkejut dengan aksi Yuniar itu. Ada perasaan senang karena Yuniar berinisiatif duduk di pangkuannya. Namun ada pula rasa sakit saat mengingat kejadian di kampus tadi.
"Hari ini hubby berbeda dari biasanya. Apa hubby ada masalah?"tanya Yuniar seraya mengalungkan tangan kirinya di leher Aiden, sedangkan tangan kanannya memegang rahang suaminya dengan ibu jari yang mengusap lembut pipi Aiden. Menatap lembut manik mata suaminya dengan tatapan yang meneduhkan.
Aiden mengangkat tangan kirinya, lalu mengusap bibir Yuniar,"Apa ada yang pernah menciumnya selain aku?"tanya Aiden yang merasa dadanya sesak jika mengingat kejadian di kampus tadi.
...πππ...
..."Matamu menatapku, ragamu di dekatku. Suaramu jelas terdengar di telingaku. Namun, apakah hati mu untukku?"...
..."Begitulah cinta. Seringkali menghadapi dilema. Melepaskan dan merelakan, atau tetap bertahan walau di kecewakan. Semuanya adalah pilihan."...
..."Akan ada saatnya di mana percayamu dikecewakan. Hatimu dengan atau tanpa sengaja dipatahkan. Saat itulah kamu akan mengerti apa itu keikhlasan."...
..."Jika rasa sedih masih terus di ingat dan dipelihara, maka kamu tidak akan pernah bisa bangkit untuk selamanya."...
..."Manusia sering lupa bagaimana caranya untuk tersenyum dan bahagia. Karena lebih senang berteman dengan luka dan kecewa."...
..."Jika hidup memberi dua pilihan yang sangat sulit untuk di pilih, maka buatlah pilihan ketiga yang bisa membuat mu bahagia."...
..."Nana 17 Oktober "...
...πΈβ€οΈπΈ...
__ADS_1
.
To be continued