Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
53. Mengantisipasi


__ADS_3

Malam semakin larut. Yuniar dan Aiden berada di ruang kerja Aiden. Sepasang suami-isteri itu mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Aiden yang duduk di depan meja kerjanya sibuk dengan pekerjaan kantor nya. Sedangkan Yuniar yang duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Aiden sibuk dengan tugas kuliah yang harus di kerjakan dan materi kuliah yang harus di pelajari.


"Baby, apa kamu belum selesai?"tanya Aiden yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya dan menutup laptopnya.


"Sebentar lagi, By,"sahut Yuniar masih mengetik di laptopnya tanpa menoleh pada suaminya.


Aiden mendorong kursi rodanya sendiri ke arah Yuniar. Pria itu melihat apa yang sedang di kerjakan oleh istrinya. Pria itu tersenyum melihat apa yang di kerjakan oleh istrinya. Sedangkan Yuniar hanya menoleh sekilas dan melempar senyum manis ke arah suaminya, lalu kembali fokus pada laptopnya.


"Ternyata dia memang cerdas sesuai dengan yang di selidiki oleh Roni,"gumam Aiden dalam hati melihat apa yang sedang di kerjakan oleh Yuniar.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Yuniar selesai mengerjakan pekerjaannya. Gadis itu menutup laptopnya dan membereskan semua buku-bukunya.


"Ayo, kita ke kamar, By,"ucap Yuniar kemudian mendorong kursi roda Aiden keluar dari ruangan kerja itu menuju kamar Aiden.


Setelah sampai di kamar Aiden, sepasang suami-isteri itu menggosok gigi bersama-sama. Setelah itu, Yuniar membantu Aiden naik ke atas ranjang. Yuniar tidak terlalu kesulitan untuk membantu Aiden naik ke atas ranjang. Karena tangan Aiden cukup kuat untuk menopang berat badannya. Semua itu karena Aiden rutin berolah raga.


Seperti kemarin malam, pria itu melepaskan baju piyamanya dan tidur dengan bertelanjang dada.


"Mau kemana?"tanya Aiden setelah berbaring dan melihat Yuniar akan beranjak dari tempat duduknya di tepi ranjang Aiden. Pria itu langsung memegang tangan Yuniar.


"Ah.. Aku.."


"Cepat berbaring di sini!"titah Aiden memotong kata-kata Yuniar seraya menepuk tempat di sebelahnya.


"Haish.. Ternyata hubby tidak lupa. Padahal aku sudah mau kabur,"gumam Yuniar dalam hati. Mau tak mau, Yuniar pun berjalan ke sisi ranjang yang lain hendak berbaring di sisi Aiden sesuai keinginan suaminya itu.


"Eh, tunggu! Lepaskan braa mu!"titah Aiden saat Yuniar baru saja akan naik ke atas ranjang.


"Iya,"sahut Yuniar memaksakan diri untuk tersenyum. Dalam hati, gadis itu berkata,"Haish.. Hubby masih saja modus,"gerutu Yuniar seraya berjalan ke arah kamar mandi.


Tidak lama kemudian, Yuniar pun keluar dari kamar mandi, lalu naik ke atas ranjang. Untuk mengantisipasi agar suaminya tidak melakukan hal-hal yang akan memancing sesuatu bangun, Yuniar memilih membaringkan kepalanya di dada bidang suaminya yang bertelanjang dada itu. Gadis itu juga tidak lupa memeluk tubuh suaminya itu.


Aiden tersenyum senang melihat istrinya merebahkan kepalanya di dadanya. Apalagi saat merasakan dua benda lembut dan kenyal milik istrinya menempel di tubuhnya.


Dari yang di baca Yuniar, seorang pria merasa dirinya jantan, perkasa dan merasa di butuhkan wanita untuk melindungi saat seorang wanita meletakkan kepalanya di dadanya. Seorang pria memperoleh kesenangan tersendiri saat seorang wanita meletakkan kepalanya di dadanya.


Tindakan seperti ini merupakan tindakan penyerahan diri di dunia binatang, dan jelas merupakan tanda mempercayakan diri. Wanita yang meletakkan kepalanya di dada seorang pria secara tidak langsung membuat pernyataan bahwa dia merasa cukup aman berada di dekat pria itu dan memasrahkan diri pada sang pria, dan percaya pria itu bisa melindungi dirinya.

__ADS_1


Dan itulah yang saat ini dirasakan Aiden. Aiden merasa sangat senang saat Yuniar meletakkan kepalanya di dadanya. Pria itu tersenyum lembut dengan tangan kanan membelai rambut Yuniar dan tangan kirinya mengusap lembut lengan Yuniar yang memeluk tubuhnya. Bohong jika Aiden tidak bahagia dengan apa yang di lakukan Yuniar saat ini.Tingkah Yuniar yang seperti saat ini sungguh terlihat manis di mata Aiden.


Aiden mengecup lembut puncak kepala Yuniar, kemudian memejamkan matanya dengan perasaan bahagia. Sedangkan Yuniar yang seharian membaca artikel di handphonenya, sore tadi memijat Aiden dan malam ini mempelajari materi kuliah serta mengerjakan tugas kuliah pun nampak sudah mengantuk.


"Aku harus segera tidur, agar besok pagi-pagi sekali aku bisa bangun lebih awal dan bisa meninggalkan hubby sebelum hubby bangun. Aku tidak mau hubby terang sang dan 'itunya' kembali bangun jika aku masih ada di sini saat hubby bangun,"gumam Yuniar dalam hati yang sudah menyusun rencana untuk esok hari.


Yuniar merasa nyaman saat meletakkan kepalanya di dada suaminya. Suara detak jantung suaminya seperti irama yang menenangkan bagi Yuniar, hingga tak lama kemudian gadis itu pun terlelap.


Sedangkan Aiden, pria itu merasa sangat bahagia dengan tingkah istrinya yang seperti kucing manis, imut dan menggemaskan yang sedang bermanja padanya. Tidak lama kemudian, Aiden pun terlelap menyusul istrinya ke alam mimpi.


Keesokan harinya, Yuniar benar-benar bangun sebelum suaminya bangun. Yuniar bergegas keluar dari kamar suaminya dan kembali ke kamarnya. Gadis itu buru-buru membersihkan dirinya agar bisa secepatnya kembali ke kamar suaminya.


Sedangkan Aiden, sang mantan Casanova itu mulai terbangun beberapa menit setelah istrinya keluar dari kamar itu. Tanpa membuka matanya, Aiden meraba-raba sisi ranjang yang lain. Sisi ranjang yang semalam ditempati oleh istrinya. Sudah meraba-raba ke mana-mana, tapi Aiden tidak kunjung menemukan istrinya. Akhirnya pria itu membuka matanya untuk mencari keberadaan istrinya.


"Huhh.. Pagi sekali dia sudah bangun dan meninggalkan aku,"keluh Aiden yang tidak menemukan istrinya di sampingnya. Padahal Aiden sangat berharap bisa melihat Yuniar saat dirinya membuka mata menyambut hari. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Aiden saat bangun tidur dan yang pertama kali di lihat adalah wajah wanita yang di cintainya itu.


"Tok! Tok! Tok!"


"Ceklek "


"Cup"


"Selamat pagi, hubby!"ucap Yuniar setelah mengecup pelan pipi Aiden karena bibirnya masih sakit akibat ulah nekatnya semalam menggigit bibirnya sendiri.


"Bibirmu masih sakit?"tanya Aiden seraya mengusap lembut pipi Yuniar dengan mata yang menatap ke arah bibir istrinya yang duduk di tepi ranjangnya itu.


"Hum, lumayan,"sahut Yuniar seraya meraih tangan Aiden dan mulai memijatnya.


"Sudahlah! Kemarin kamu sudah memijat aku. Kamu akan kecapean, jika memijit aku pagi dan sore,"ujar Aiden yang tidak ingin Yuniar terlalu capek karena terlalu sering memijitnya.


"Asal tubuh hubby merasa nyaman karena pijatan ku, aku tidak akan merasa capek,"sahut Yuniar yang fokus pada pijatannya di jemari tangan Aiden.


"Aku memang merasa lebih baik karena kamu rutin memijat ku. Aku tidak lagi merasakan pegal-pegal di tubuh ku. Tapi, aku tidak mau kamu kecapekan karena terlalu sering memijit aku,"sahut Aiden jujur adanya.


"Aku akan berhenti, jika aku merasa capek, By,"sahut Yuniar tersenyum manis.


Semenjak di pijat oleh Yuniar, Aiden memang merasakan tubuhnya lebih sehat dan tidak lagi merasakan pegal-pegal di tubuhnya karena seharian bekerja. Bahkan pijatan Yuniar semakin mempercepat kesembuhan kaki Aiden.

__ADS_1


Saat di kantor, diam-diam Aiden menyisihkan waktunya untuk belajar berjalan lagi. Walaupun masih harus berpegangan pada dinding, kursi atau meja, namun Aiden sudah bisa berjalan.


"Merasakan saraf-saraf di kaki hubby yang seperti ini, seharusnya hubby sudah bisa berjalan, atau minimal sudah bisa menggerakkan kaki hubby,"ujar Yuniar yang sedang memijit telapak kaki Aiden dengan penuh konsentrasi.


"Aku memang sudah mulai merasakan sentuhan di kakiku,"sahut Aiden yang menyadari Yuniar bisa merasakan dan mengerti tentang perkembangan kakinya. Aiden tidak ingin Yuniar curiga dan merasa usahanya sia-sia, jika dirinya mengatakan tidak ada perkembangan apapun pada kakinya. Walaupun sebenarnya Aiden ingin memberikan surprise pada Yuniar dengan merahasiakan kesembuhannya.


"Ah, syukurlah. Berarti ada perkembangan yang lebih baik,"sahut Yuniar tersenyum cerah.


Yuniar semakin bersemangat untuk lebih sering memijat suaminya itu. Yuniar merasa usahanya untuk belajar ilmu pijat refleksi tidak sia-sia.


"Dia bisa merasakannya? Yuniar benar-benar pintar dalam ilmu pijat refleksi. Gadis semuda ini sudah menguasai ilmu seperti ini. Sungguh sangat langka,"gumam Aiden dalam hati merasa salut dengan istrinya itu.


Sebenarnya Aiden merasa terkejut dengan keahlian Yuniar ini. Karena menurut penyelidikan Roni sebelum dirinya menikahi Yuniar, tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa Yuniar memiliki keahlian ilmu pijat refleksi.


"Aku akan lebih sering memijat hubby, agar hubby lebih cepat sembuh,"ujar Yuniar antusias.


"Apa aku sudah terkena guna-guna? Kenapa Yuniar semakin hari semakin terlihat cantik dan menarik di mataku? Aku bahkan tidak lagi tertarik pada wanita lain semenjak bertemu dengan dia,"gumam Aiden dalam hati melihat wajah cerah istrinya yang sedang memijatnya itu.


...🌟🌟🌟...


..."Jatuh cinta membuat seseorang bahagia dan berjuang untuk orang yang disayang."...


..."Jatuh cinta membuat insan belajar untuk lebih pengertian dan menekan segala keegoisan."...


..."Cinta yang berbalas membuat dunia penuh warna."...


..."Bagi dunia, kamu adalah satu orang, tetapi bagi satu orang, kamu adalah dunianya."...


..."Cinta itu mungkin bisa di deskripsikan seluas dan sedalam samudra, setinggi langit, dan sebesar dunia. Namun tidak ada yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika."...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2