Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
65. Menguping


__ADS_3

Aiden dan Roni menghela napas panjang bersamaan saat melihat siapa yang memanggil Aiden.


"Si Brisa,"gumam Aiden.


Sesuai tebakan Roni dan Aiden, gadis yang merupakan putri seorang pengusaha makanan instan itu datang juga ke kantor Aiden.


Ayah gadis itulah yang menyuruh dokter neurologi yang menangani kaki Aiden untuk memberikan racun pada Aiden.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu, Den,"sapa gadis yang bernama Brisa itu tersenyum tipis,"Aku ke sini mewakili papaku untuk membicarakan tentang kerjasama perusahaan papaku dan perusahaan kamu,"


"Kita masuk ke ruangan ku, saja,"ujar Aiden, dan Roni pun kembali melanjutkan mendorong kursi roda Aiden ke ruangan Aiden.


Setelah mengantar Aiden masuk ke dalam ruangannya, Roni langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan Aiden dan Brisa berdua.


Aiden duduk di depan meja kerjanya, sedangkan. Brisa duduk di depan Aiden dengan meja kerja Aiden sebagai pembatas mereka berdua.


"Tuan Roni, Tuan Aiden sudah kembali ke ruangannya?"tanya Melda saat melihat Roni keluar dari ruangan Aiden.


Roni mengangguk, lalu bicara dengan Melda menggunakan bahasa isyarat. Roni bicara menggunakan bahasa isyarat dengan cepat. Tapi Melda yang sudah terbiasa pun bisa memahami apa yang di sampaikan Roni dengan bahasa isyaratnya itu.


"Baik, Tuan. Setelah selesai akan saya antarkan ke ruangan, Tuan,"ucap Melda setelah Roni selesai bicara menggunakan bahasa isyarat.


Sedangkan di dalam ruangan Aiden.


"Aku ikut prihatin dengan keadaan kamu saat ini, Den. Ini pasti berat untuk kamu,"ucap Brisa menampilkan wajah sedih.


"Terimakasih atas simpatinya,"sahut Aiden dengan wajah datar.


Yuniar yang baru saja akan keluar dari ruangan pribadi Aiden pun mengurungkan niatnya untuk keluar. Karena saat hendak membuka pintu yang tidak tertutup sempurna itu, Yuniar mendengar suara orang. Dari celah pintu itu Yuniar bisa melihat punggung Aiden dan bisa melihat gadis yang sedang berbicara dengan Aiden. Yuniar bisa mendengar pembicaraan suaminya dan gadis itu dengan jelas.


"Den, jujur sampai sekarang aku masih mencintai kamu. Apa kamu benar-benar tidak ada perasaan padaku?"tanya Brisa dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Apa maksud perempuan itu berkata seperti itu?"gumam Yuniar dalam hati.


Gadis yang sedang mengintip itu mulai mengeluarkan tanduknya. Hati Yuniar menjadi panas saat mendengar seorang gadis menyatakan cinta pada suaminya. Gadis dengan pakaian modis, tubuh seksi dan make-up nya pun adalah make-up profesional. Seorang wanita akan semakin cantik jika memakai make-up profesional. Namun bisa menjadi jelek jika make-up nya amatiran.


Aiden tertawa tanpa suara,"Kamu sudah pernah mengatakan hal itu padaku, dan aku sudah menjawabnya. Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. Apalagi mencintai mu,"sahut Aiden yang nampak malas meladeni Brisa.


Yuniar yang masih menyembunyikan diri di balik pintu itu merasa sedikit lega mendengar kata-kata Aiden.


"Padahal cinta ku padamu tidak berubah, Den. Bahkan aku tidak lupa bagaimana kita melewati malam bersama,"ujar Brisa yang memang pernah menjadi teman duet Aiden di atas ranjang selama satu malam.


Yuniar membulatkan matanya mendengar perkataan Brisa,"Hubby pernah tidur dengan gadis itu,"gumam Yuniar dalam hati yang tidak terima rasanya membayangkan tubuh suaminya di sentuh oleh wanita lain. Walaupun Yuniar sadar se sadar sadarnya bahwa Aiden adalah mantan seorang Casanova petualang cinta yang tidak mungkin tidak pernah tidur dengan wanita lain selain dirinya. Dan yang pastinya melakukan aktivitas ranjang yang belum pernah di lakukannya bersama Aiden. Karena sampai saat ini Yuniar masih perawan.


"Aku bahkan tidak ingat, kapan kita pernah menghabiskan malam bersama. Terlalu banyak wanita yang menghabiskan malam bersama ku hanya untuk sekedar mendapatkan kepuasan ataupun uang dari ku. Aku sampai tidak ingat lagi siapa saja yang pernah menghangatkan ranjang ku,"ujar Aiden tersenyum remeh pada Brisa.


"Dasar hubby! Aku memaafkan kesalahan hubby di masa lalu yang telah tidur dengan banyak wanita. Karena dulu hubby masih lajang. Tapi, sekarang hubby sudah punya istri, yaitu aku. Jika hubby berani bermain di belangku, aku pasti akan meninggalkan hubby,"gumam Yuniar dalam hati dengan wajah cemberut.


Yuniar lupa, jika dalam surat perjanjian pra nikah mereka, Yuniar tidak berhak ikut campur apalagi mengatur kehidupan pribadi Aiden. Tidak punya hak atas diri Aiden dan tidak berhak menuntut apapun dari Aiden. Dengan status Yuniar yang seperti itu, Yuniar tidak berhak melarang Aiden, jika suatu hari Aiden menikahi wanita lain.


Yuniar nampak geram mendengar apa apa yang dikatakan oleh Brisa,"Cih, wanita murahan! Tidak tahu malu! Tidak punya harga diri! Mau-maunya tidur dengan seorang pria tanpa ikatan pernikahan,"umpat Yuniar dalam hati. Gadis yang sudah menikah beberapa bulan, tapi masih perawan itu terlihat sangat tidak suka pada Brisa.


Aiden terkekeh kecil mendengar perkataan Brisa,"Cinta? Sayang sekali, aku tidak pernah menaruh rasa, apalagi mencintai pasangan ranjang ku. Kalaupun kita pernah melakukannya, itu atas dasar suka sama suka. Sekedar untuk memenuhi kebutuhan biologis semata. Hanya untuk bersenang-senang saja. Kamu tahu, 'kan, aku ini siapa? Aku adalah seorang Casanova petualang cinta. Aku sudah pernah tidur dengan banyak wanita. Tapi, kalau aku benar-benar mencintaimu seorang wanita, aku pasti akan menikahi wanita itu,"ujar Aiden yang memang seperti itulah kenyataannya. Aiden mencintai Yuniar, karena itulah Aiden mau menikahi Yuniar.


Mendengar perkataan Aiden, Yuniar jadi merasa senang. Tanpa sadar gadis itu tersenyum. Dirinya di nikahi oleh Aiden, berarti Aiden benar-benar mencintai dirinya. Itulah yang ada di dalam hati Yuniar saat ini.


"Tapi, Den, kamu adalah yang pertama menyentuh ku,"


"Yang pertama?"Aiden tertawa sinis mendengar kata-kata Brisa,"Aku ini adalah seorang Casanova. Di luar negeri, ada beberapa gadis yang rela memberikan keperawanannya padaku. Jadi, jangan mengaku-ngaku masih perawan padaku. Karena aku tahu pasti apa bedanya seorang gadis yang masih perawan atau tidak perawan,"ujar Aiden begitu percaya diri.


Memang, wajah tampan dan pesona Aiden sebagai seorang pria tidak bisa diragukan. Apalagi di dukung dengan bentuk tubuh yang proporsional, penampilan yang trendy dan tentunya dompetnya yang tebal. Banyak wanita yang tergila-gila pada Aiden bahkan ada beberapa gadis di luar negeri yang dengan suka rela menyerahkan keperawanannya pada Aiden. Karena itulah Aiden tahu pasti mana gadis yang masih perawan dan mana gadis yang sudah tidak perawan.


"Ta.. Tapi aku benar-benar masih perawan saat kita melakukannya, Den. Walaupun saat kita melakukannya aku tidak berdarah. Tapi bukan berarti aku tidak perawan. Tidak semua gadis mengeluarkan darah saat pertama kali melakukan hubungan badan, Den. Jadi, kamu tidak bisa menilai keperawanan seorang gadis hanya dari darah saat pertama kali melakukannya,"kilah Brisa.

__ADS_1


"Aku tidak menyinggung masalah itu. Karena aku tahu tentang hal itu. Tidak semua wanita yang masih perawan akan mengeluarkan darah saat pertama kali melakukan hubungan badan. Tapi, aku tahu persis apa bedanya wanita yang sudah pernah melakukannya dan belum pernah melakukannya. Jadi, kamu tidak bisa membohongi aku,"ucap Aiden penuh percaya diri.


"Tapi aku.. "


"Sudahlah! Cukup! Aku tidak ingin mendengar apapun tentang hal itu,"ucap Aiden memotong kata-kata Brisa dengan suara datar,"Sekarang, kita hanya akan membahas soal bisnis. Jika kamu ingin membicarakan hal lain, aku tidak punya waktu,"ucap Aiden yang tidak ingin membahas lagi tentang hubungannya dulu dengan Brisa.


Hubungan Aiden dengan Brisa hanyalah hubungan one-night stand, yaitu melakukan hubungan intim di atas ranjang tanpa ada niatan untuk berhubungan lebih lanjut antar partisipan s£k§u∆ll. Karena one-night stand adalah kegiatan s£k§u∆ll tanpa komitmen emosional atau keterlibatan di masa yang akan datang.


"Baiklah. Tapi aku benar-benar tulus mencintai kamu. Aku rela menikah dengan mu, walaupun keadaan kamu seperti ini,"ujar Brisa yang belum menyerah.


"Bullshiiit! Jika tidak ingin membahas soal pekerjaan, sebaiknya kamu pergi dari sini,"ucap Aiden terlihat kesal.


"Huhh.. Sudah di tolak masih saja tidak mau menyerah,"gerutu Yuniar dalam hati merasa kesal.


Akhirnya Brisa memutuskan untuk tidak lagi membahas soal hubungannya dengan Aiden di masa lalu yang hanya one-night stand itu. Brisa tidak ingin Aiden benar-benar mengusir dirinya hingga kerja sama yang akan dibicarakan gagal sebelum di mulai. Keduanya pun akhh mulai membahas soal kerja sama di antara perusahaan mereka.


"Jika kerja sama ini berhasil, aku akan sering bertemu dengan kamu, Den. Aku akan memiliki alasan dan banyak waktu untuk bertemu dengan kamu. Saat itulah, aku akan berangsur-angsur mengambil hati mu,"gumam Brisa penuh percaya diri.


Sambil menunggu Aiden bicara soal bisnis dengan Brisa, Yuniar yang dari tadi menguping pembicaraan dua orang itu akhirnya memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang berada di ruangan pribadi Aiden seraya membaca artikel di handphonenya.


Setelah selesai bicara soal bisnis, Aiden pun segera mengusir Brisa. Brisa yang tidak ingin membuat Aiden kesal pun memilih keluar dari ruangan Aiden. Berharap masih memiliki kesempatan untuk mendekati Aiden.


"Akhirnya, gadis itu pergi juga. Huff.. Aku ingin pergi ke toilet,"gumam Aiden seraya bangkit dari kursi rodanya.


"Hachuu..."


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2