
Yuniar tersenyum lembut pada suaminya yang masih menatapnya dengan lekat. Tangan gadis itu terangkat untuk memegang rahang suaminya yang terlihat tegas itu.
"Bukankah sejak awal saya sudah mengatakan, selama kaki anda masih lumpuh, saya akan tetap berada di sisi Tuan untuk merawat Tuan hingga anda sembuh. Jika kaki Tuan tidak bisa sembuh selamanya, maka saya akan selamanya berada di sisi Tuan,"ucap Yuniar dengan suara dan senyuman lembut, namun tegas dan tanpa keraguan sedikitpun di matanya.
Aiden meraih tangan Yuniar yang memegang rahangnya. Tanpa mengalihkan tatapan matanya dari manik mata Yuniar, mantan Casanova itu mengecup jemari tangan Yuniar.
Gadis yang masih perawan dan belum pernah dekat dengan seorang pria pun selain dengan Aiden itu tersipu malu mendapatkan perlakuan manis seperti itu dari Aiden.
Aiden membelai lembut pipi Yuniar yang memerah, jari jempol pria itu mengusap lembut bibir Yuniar yang mungil tapi bervolume.
Yuniar memejamkan matanya saat suaminya mengusap bibirnya. Detak jantungnya berdegup kencang tidak beraturan. Tangan gadis itu meremas kemeja Aiden yang seluruh kancingnya sudah terlepas itu.
Aiden kehilangan akal saat melihat bibir Yuniar yang menggoda, ditambah lagi dengan gadis itu yang malah memejamkan matanya, seolah pasrah pada dirinya.
Aiden benar-benar tidak tahan melihat bibir ranum istrinya itu. Perlahan pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Yuniar.
Yuniar semakin kuat meremas kemeja Aiden saat merasakan hembusan napas pria itu terasa hangat menyapu wajahnya. Aroma mint yang segar dari mulut pria itu menyapa indera penciumannya.
Aiden mengecup lembut bibir Yuniar yang nampak menggoda di matanya itu. Bibir yang sudah tiga kali ini di nikmati nya dan dan sukses membuat Aiden merasa candu.
Tubuh Yuniar terasa meremang karena sentuhan lembut bibir suaminya itu. Yuniar berusaha membalas ciuman Aiden semampunya, menikmati pertautan bibir yang lama-kelamaan menjadi sesapan dan lilitan lidah itu.
Ciuman yang sempat terganggu oleh Saminten itu kembali terulang. Aiden memeluk erat pinggang Yuniar dengan tangan kanannya dan memegang tengkuk Yuniar untuk memperdalam ciumannya dengan tangan kirinya. Jantung mantan Casanova itu juga berdegup kencang menikmati ciuman yang terasa memabukkan itu.
Beberapa kali sepasang suami-istri itu menghentikan pertautan bibir mereka untuk menghirup udara, kemudian kembali menautkan bibir mereka merasa belum puas menikmati bibir pasangannya.
Tangan kanan Aiden yang tadinya memeluk pinggang Yuniar itu mulai bergerak ke arah paha Yuniar. Tanpa melepaskan pagutannya, perlahan pria itu menyingkap dress yang dikenakan oleh Yuniar hingga kulit paha yang putih bersih dan mulus itu terekspos sempurna.
"Ughh.."lenguuh Yuniar tanpa sadar di tengah ciuman nya dengan Aiden saat Aiden mengusap lembut kulit pahanya yang halus.
Mendengar suara lenguhann Yuniar, degup jantung Aiden pun semakin berdetak kencang dan tidak beraturan. Demikian pula dengan Yuniar yang baru kali ini pahanya di sentuh oleh seorang pria. Dan sentuhan yang dirasakan Yuniar saat ini adalah sentuhan yang memancing hasraatnya.
Hormon Testosteron yang memicu hasraat untuk melakukan hubungan suami-istri dan meningkatkan kesenangan pada wanita dan pria dalam tubuh sepasang suami-isteri itu pun semakin meningkat.
"Dertt.."
"Dertt.."
"Dertt.."
__ADS_1
Suara panggilan telepon dan suara getar handphone Aiden itu tidak di hiraukan sepasang suami-istri yang hasraatnya sudah naik itu. Sepasang anak manusia itu masih melanjutkan aktivitas mereka yang semakin memanas itu.
Namun suara dering dan suara getar handphone Aiden yang tidak kunjung berhenti itu lama kelamaan membuat sepasang suami-istri yang sedang memadu cinta itu terganggu.
Dengan perasaan kesal Aiden melepaskan pagutannya dan menghentikan tangannya yang bergerak di paha istrinya.
"Sa.. Saya akan mengambilkan handphone Tuan,"ujar Yuniar dengan wajah yang memerah.
Yuniar bergegas turun dari pangkuan Aiden dan mengambil handphone Aiden yang berada di atas nakas.
Aiden mengusap wajahnya kasar. Tangannya terulur untuk mengelus sesuatu di balik celananya yang nampak menyembul.
"Shiitt! Aku khilaf lagi. Aku hampir saja melakukannya. Aku tidak boleh meminta hak ku sebelum kakiku sembuh,"gumam Aiden dalam hati.
Aiden tidak ingin melakukan hubungan suami-istri dengan Yuniar dengan keadaan kakinya yang lumpuh. Karena itu Aiden menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya. Namun sialnya Aiden selalu tidak bisa menahan diri saat berada di dekat Yuniar. Seperti yang barusan terjadi, Aiden hampir saja mengeksekusi istrinya yang masih muda itu, jika saja handphonenya tidak berhenti berdering dan bergetar.
"Tuan,"panggil Yuniar seraya mengulurkan handphone yang masih berdering itu pada Aiden.
Setelah Aiden mengambil handphonenya, Yuniar memilih masuk ke dalam walk in closet untuk menyembunyikan wajahnya yang masih memerah. Menetralkan degup jantungnya yang tidak beraturan. Sambil menunggu Aiden selesai menerima panggilan masuk.
"Astagaa.! Tadi itu.. Akhh.. Hampir saja,"gumam Yuniar seraya menutup wajahnya yang memerah karena merasa malu.
Setelah bisa menetralkan degup jantungnya, Yuniar menyiapkan pakaian suaminya. Sesekali gadis itu menggigit bibir bawahnya sendiri saat mengingat apa yang dilakukannya bersama suaminya tadi.
"Yun!"panggil Aiden yang baru saja selesai berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.
"Iya, Tuan,"sahut Yuniar bergegas keluar dari walk in closet untuk menghampiri suaminya.
"Bantu aku membersihkan diri,"ujar Aiden setelah Yuniar berada tidak jauh darinya.
"Baik,"sahut Yuniar tersenyum tipis.
Yuniar mendorong kursi roda Aiden ke kamar mandi dan membantu pria itu membersihkan diri. Seperti biasanya, Aiden menyuruh Yuniar keluar saat Aiden ingin membersihkan bagian tubuhnya yang paling pribadi.
Saat berada di walk in closet pun Aiden meminta Yuniar mengambil air minum hanya agar Yuniar tidak melihatnya saat Aiden memakai celana boxer nya. Tidak ingin Yuniar menjadi salah tingkah karena melihat ular kobra nya.
Yuniar membantu Aiden memakai baju dan celananya seperti biasanya. Karena setiap hari mengerjakan pekerjaan itu, Yuniar jadi tidak merasa canggung lagi saat melihat suaminya hanya mengenakan celana boxer saja.
Namun Yuniar tetap saja mengagumi bentuk tubuh suaminya terutama di bagian dada dan perutnya. Perut sixpack dengan otot-otot yang tercetak sempurna memanjakan mata Yuniar.
__ADS_1
Walaupun kaki Aiden lumpuh, Aiden tetap berolahraga untuk menjaga kesehatan dan juga bentuk tubuhnya sesuai dengan anjuran Fina. Sehingga Aiden masih tetap bisa menjaga bentuk tubuhnya yang selalu terlihat menggoda di mata Yuniar.
Yuniar mendorong kursi roda Aiden menuju meja rias. Gadis itu mengeringkan rambut Aiden dengan handuk kecil. Setelah itu Yuniar menyisir rambut suaminya yang masih setengah basah itu.
"Yun, Besok aku akan pergi ke luar negeri dan mungkin akan agak lama. Sekitar satu bulan atau lebih. Selama aku pergi, kamu boleh memilih, ingin tetap tinggal di rumah ini atau tinggal bersama orang tuamu.Semuanya terserah kamu. Jika kamu ingin tinggal di rumah orang tua mu, aku akan menghubungi mu jika aku pulang nanti,"pamit Aiden membuat Yuniar menghentikan aktivitasnya menyisir rambut suaminya.
Yuniar sempat terkejut mendengar Aiden akan pergi, namun sesaat kemudian gadis itu mengulum senyum.
"Tuan Aiden akan pergi selama satu bulan atau lebih? Dan aku boleh tinggal di manapun aku suka? Ini kabar yang sangat bagus. Dalam jangka waktu itu, aku akan memfokuskan diri untuk memperindah bentuk tubuh ku dan belajar ilmu pijat refleksi dari Dikra,"
"Saat Tuan Aiden pulang nanti, Tuan Aiden akan melihat perbedaan di tubuh ku. Karena kalau setiap hari dilihat, 'kan, perbedaannya tidak akan terlalu terlihat. Tapi kalau satu bulan lebih tidak melihat, maka akan menjadi surprise,"gumam Yuniar dalam hati.
Yuniar malah merasa senang mendengar Aiden akan pergi lama karena Yuniar akan memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk memfokuskan diri memperindah bentuk tubuhnya dan belajar ilmu pijat refleksi dari Dikra. Yuniar sangat berharap bisa memberikan surprise saat Aiden pulang nanti.
Aiden mengernyitkan keningnya menatap Yuniar yang terlihat senang setelah mendengar perkataannya tadi.
"Kamu terlihat sangat senang mendengar aku akan pergi lama,"ujar Aiden membuat Yuniar terhenyak dari lamunannya.
Yuniar melamunkan bisa melakukan banyak hal saat Aiden pergi nanti. Dan akan membuat kejutan saat Aiden kembali.
"Saya merasa senang karena bisa pulang lebih lama dan berkumpul dengan keluarga saya,"ujar Yuniar menyangkal asumsi Aiden. Gadis itu kembali melanjutkan aktivitasnya menyisir rambut suaminya.
Aiden menghela napas panjang mendengar jawaban Yuniar.
"Apa dia benar-benar merasa senang karena bisa tinggal dan berkumpul lebih lama dengan keluarganya, atau kah dia merasa senang karena bisa terbebas dari aku lebih lama?"gumam Aiden dalam hati yang masih saja meragukan Yuniar.
...πππ...
...Sederhana dalam mencintai, ikhlas menerima kekurangan, dan setia dalam menjalin hubungan adalah kata yang mudah di ucapkan, tapi tak mudah untuk direalisasikan....
...Kesetiaan bermula dari kebersamaan, berkembang karena pengertian, dan bertahan karena kepercayaan....
...Keraguan hanya akan menjauhkan diri dari kedamaian....
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
__ADS_1
To be continued