Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
50. Mengganjal


__ADS_3

Yuniar tidak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan suaminya itu. Gadis itu bergegas mengecup bibir Aiden. Namun, saat Yuniar ingin menjauhkan bibirnya, Aiden malah menahan tengkuk Yuniar dan balik mencium Yuniar.


Pria itu mencium Yuniar dengan penuh perasaan hingga Yuniar pun terhanyut dalam ciuman suaminya itu dan tanpa sadar membalasnya. Yuniar melupakan dirinya yang baru bangun dari tidur dan belum sempat berkumur, apalagi menggosok gigi.


Sepasang suami-isteri itu saling menyesap, memagut dan berperang lidah. Tangan Aiden pun bergerak mengelus punggung dan dan turun meremas bokongg Yuniar penuh hasraat hingga membuat Yuniar melenguuh. Ciuman pria itu semakin dalam dan enggan melepaskan pagutannya. Bibir istrinya itu benar-benar membuat Aiden candu.


Sungguh, Aiden tidak pernah merasakan perasaan seperti yang di rasakannya pada Yuniar. Semakin hari gadis itu semakin menggoda di mata Aiden. Tubuh Yuniar semakin seksi, dadanya semakin besar dan wajahnya terlihat semakin cantik, glowing, kulit nya juga semakin halus dan lembut.


Yuniar menikmati ciuman itu dengan mata yang terpejam. Tanpa sadar, tangan gadis itu memegang leher Aiden, membuat hasraat Aiden semakin meningkat.


Detak jantung sepasang suami-isteri itu semakin berpacu tidak beraturan. Panas tubuh mereka semakin naik dan darah mereka terasa mengalir deras ke seluruh tubuh.


Yuniar menepuk-nepuk dada suaminya itu karena mulai kesulitan untuk bernapas karena suaminya tidak memberikan kesempatan bagi dirinya untuk mengambil napas.


Setelah melepaskan pagutannya pada bibir Yuniar, bibir dan lidah Aiden pun tidak diam begitu saja. Aiden mengecup, menjilat dan menyesap leher putih Yuniar itu. Dan tentu saja hal itu membuat Yuniar tanpa sengaja mengeluarkan desahann. Jemari tangan Aiden pun mulai bergerak melepaskan kancing piyama Yuniar.


Yuniar meremas rambut Aiden saat pria itu menenggelamkan wajahnya di antara dua bukit kembarnya yang baru terlihat menyembul separuh itu. Tangan pria itu bergerak mengusap dan meremas lembut salah satu benda lembut nan kenyal itu.


"By.. Ahhh.."desahh Yuniar membuat hasraat Aiden semakin terbakar. Pria itu semakin agresif mengecup, menjilat, menyesap dan meremas benda lembut nan kenyal itu


"By.."panggil Yuniar mendorong pelan wajah Aiden yang berada di dadanya itu, membuat Aiden menatap Yuniar seraya mengernyitkan keningnya.


"By, A.. Aku merasa ada sesuatu yang keras dan panjang mengganjal di pahaku,"ucap Yuniar seraya mengatur napasnya dengan wajah polosnya. Tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang mengganjal di pahanya.


"Astagaa.! Kenapa istri ku polos sekali?"gumam Aiden dalam hati menarik napas dalam seraya mengusap wajahnya kasar.


"By.."panggil Yuniar yang nampak bingung melihat ekspresi wajah suaminya.


"Kamu kembalilah ke kamar mu dan bersihkan diri mu!"titah Aiden berusaha tersenyum pada Yuniar.


"Tapi, By..."


"Apa kamu tidak mau menuruti perintah suamimu?"tanya Aiden masih berusaha tersenyum.


"A.. Aku akan kembali ke kamar ku untuk membersihkan diri,"sahut Yuniar yang sebenarnya masih penasaran dengan apa yang mengganjal di pahanya tadi.

__ADS_1


Yuniar menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan melirik ke arah pahanya. Sedangkan Aiden memegang selimut yang menutupi tubuhnya. Tidak ingin Yuniar melihat apa yang sebenarnya mengganjal di paha Yuniar tadi.


"Aku akan segera kembali untuk membantu hubby membersihkan diri,"ucap Yuniar melirik sekilas ke arah tempat dirinya berbaring dimana ada benda yang terasa mengganjal di pahanya tadi.


"Kancing kan bajumu, baby!"pinta Aiden yang tidak ingin orang lain melihat dua gundukan di dada istrinya yang baru separuh di lihatnya itu.


"I.. Iya,"sahut Yuniar saat melihat beberapa kancing piyamanya terbuka.


Wajah Yuniar merona merah saat melihat hampir separuh gundukan di dadanya terlihat.


"Tanda merah ini?"Yuniar agak terkejut saat tanpa sengaja melihat beberapa tanda merah di dadanya, namun gadis itu bergegas mengancingkan baju piyamanya itu.


Gadis itu kemudian keluar dari kamar suaminya itu dengan rasa malu dan penasaran yang belum terjawab.


Aiden kembali mengusap wajahnya kasar setelah Yuniar keluar dari kamarnya.


"Shitt! Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri saat dekat dengan gadis itu. Tapi sialnya, aku benar-benar tidak ingin jauh darinya. Sekarang, mau tidak mau aku harus menidurkan kobra ku,"gumam Aiden hanya bisa membuang napas kasar.


Aiden benar-benar merasa dilema. Tidak bisa menahan diri untuk tidak dekat dengan Yuniar. Tapi juga tidak bisa mengendalikan diri saat berdekatan dengan istrinya itu.


Sedangkan Yuniar bergegas masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri. Gadis itu kembali melihat ke arah dadanya yang tadi belum terlalu jelas di lihatnya.


"Tanda merah ini.. Perasaan kemarin sore tidak ada,"gumam Yuniar menatap dadanya sendiri.


Yuniar kemudian melanjutkan ritual mandinya. Gadis itu keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Handuk yang hanya menutupi dada hingga pahanya saja. Yuniar duduk di depan meja rias menatap cermin di depannya.


"Astagaa.. Ini.. Di leherku juga ada tanda yang sama. Apakah.. Apakah ini karena di cium hubby tadi? Astagaa.. Inikah yang namanya cupangg atau 'gigitan cinta'. Ciuman bergairah yang meninggalkan bekas? Menurut yang aku baca, bekas cupangg bentuknya seperti memar, agak kemerahan atau keungu-unguan,"


"Dan yang ada di leher serta di dadaku ini memang seperti itu. Warnanya sampai keunguan seperti ini. Tapi, aku sama sekali tidak merasa sakit saat hubby melakukannya. Aku malah merasa.. Ahh.. Aku malu,"gumam Yuniar menutup wajahnya sendiri yang memerah dengan kedua tangannya karena tubuhnya jadi meremang saat mengingat bagaimana rasanya saat dicium suaminya tadi.


"Untuk sementara, aku akan menutupi tanda yang di buat hubby ini dengan concealer. Nanti setelah hubby berangkat, aku akan mengurus tanda yang di buat hubby ini. Sekarang aku harus segera kembali ke kamar hubby dan membantu hubby membersihkan diri, lalu melayani hubby sarapan,"gumam Yuniar seraya mengambil concealer, yaitu perias wajah yang berfungsi untuk menyamarkan noda di wajah seperti bekas jerawat atau kantung mata.


Yuniar mengusapkan concealer di tanda yang di buat suaminya tadi. Setelah merasa tanda itu tidak terlihat lagi, Yuniar pun bergegas memakai pakaian dan sedikit merias wajahnya, lalu kembali ke kamar suaminya.


"Tok! Tok! Tok!"

__ADS_1


Yuniar mengetuk pintu kamar Aiden, kemudian masuk ke dalam kamar itu. Yuniar mengernyitkan keningnya saat tidak melihat Aiden di atas ranjang.


"Ahh.. Ahh.. ughh.."


Yuniar semakin mengernyitkan keningnya saat mendengar suara erotiss, atau suara yang berkenan dengan nafsuu untuk bercinta. Suara yang tidak lain adalah suara suaminya yang berasal dari dalam kamar mandi.


"Apa.. Apa huby sedang melakukan 'itu'? Memuaskan dirinya sendiri dengan menggunakan sabun mandi?"gumam Yuniar dalam hati yang berdiri di depan pintu kamar mandi. Namun tiba-tiba gadis itu terlihat terkejut dan menutup mulutnya dengan wajah yang memerah.


"Jangan-jangan.. Benda keras yang mengganjal di pahaku tadi adalah.. Oh.. Astagaa.. Malunya aku! Pantas saja hubby cepat-cepat menyuruh aku pergi dan memegangi selimutnya seolah takut aku melihat sesuatu di balik selimut itu. Astagaa.. Apa sebenarnya hubby menahan diri untuk tidak meminta hak nya?"gumam Yuniar dalam hati dengan wajah yang terlihat resah.


Walaupun polos dengan masalah hubungan pacaran dan hubungan antara pria dan wanita secara praktek, karena baru dengan Aiden lah Yuniar melakukan praktek nya. Tapi, Yuniar tahu teori tentang hubungan antara pria dan wanita dari buku pelajaran dan penjelasan dari guru biologinya. Mengenai bagaimana caranya manusia memperoleh keturunan.


Belum lagi, semenjak menikah dengan Aiden, Yuniar juga membaca banyak artikel seputar hubungan antara suami dan istri. Teori sudah banyak di ketahui Yuniar. Tapi praktek hanya sebatas yang dilakukannya dengan Aiden saja.


"Apa selama ini hubby menahan diri untuk tidak meminta hak nya padaku karena kakinya yang lumpuh?"gumam Yuniar dalam hati dengan wajah sendu.


Yuniar merasa bersalah karena Aiden menahan diri untuk meminta haknya pada dirinya. Dan itu semua karena kaki Aiden yang lumpuh karena dirinya.


"Aku belum pernah bercinta sama sekali. Bagaimana aku melayani hubby yang kakinya lumpuh. Belum lagi.. Aku masih perawan. Menurut pengetahuan ku, rasanya akan sangat sakit saat selaput daraa, atau hymen yang merupakan jaringan serabut yang terletak pada organ inti wanita sobek,"gumam Yuniar yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar mandi suaminya dengan pikiran yang kalut.


Sampai detik ini, Yuniar belum sadar juga bahwa sesungguhnya dirinya telah jatuh cinta pada Aiden. Jika Yuniar tidak mencintai Aiden, untuk apa Yuniar peduli dan memikirkan perasaan Aiden? Untuk apa Yuniar berusaha begitu keras menyenangkan hati Aiden sampai bertekad membesar dadanya, memperindah bentuk tubuhnya dan mempercantik wajahnya? Kenapa rela di sentuh oleh Aiden? Karena status sebagai istri? Istri yang bahkan tidak di akui di depan publik?


Sungguh tidak masuk akal bukan, jika sebagai istri yang tidak di akui di depan publik, Yuniar melakukan semua itu demi Aiden? Namun sayangnya, Yuniar benar-benar gadis yang masih polos. Yaitu orang yang selalu memiliki pikiran yang positif terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya atau menimpanya, orang yang jujur, rendah hati, apa adanya dan mudah menerima sesuatu yang ada disekitarnya dengan mudah.


Ingat, ya! Polos dan bego atau bodoh itu beda, ya! Bukan beda tipis! Tapi benar-benar berbeda. Orang polos masih ada proses belajar menjadi pintar atau meningkatkan kepintarannya. Kalau bego adalah kebodohan yang menetap dimana tidak ada kemampuan untuk berubah menjadi pintar.


"Ceklek"


"Baby? Kenapa diam di sini?"


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2