
Yuniar memakai pakaian yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya gadis itu memakai celana longgar dengan baju atasan yang juga longgar, kali ini gadis itu memakai pakaian yang tidak ketat, tetap tertutup, tapi lumayan menonjolkan bentuk dadanya yang terlihat jauh lebih besar dari sebelumnya.
Dress lengan pendek dengan model pundak yang terbuka dan panjang gaun di bawah lutut berwarna putih yang senada dengan kulit Yuniar yang semakin terlihat putih dan mulus karena skincare yang diberikan oleh Aiden. Skincare yang tentunya bukan skincare abal-abal yang cepat glowing, namun tidak bertahan lama dan pada akhirnya malah merusak kulit dan menyebabkan banyak efek samping yang merugikan pemakainya.
Yuniar sedikit merias wajahnya seperti yang sudah di pelajari nya akhir-akhir ini. Tutorial memakai make-up di salah satu aplikasi yang tidak bisa di buka tanpa paket data internet atau WiFi. Yuniar memakai make-up tipis yang terkesan natural dan menambah wajah seorang istri yang masih perawan itu terlihat semakin cantik dan menawan.
Yuniar berdiri di depan cermin untuk merapikan penampilannya. Rambut panjang itu nampak tergerai indah. Jepit rambut motif bunga menghiasi rambut tebal, namun halus terawat itu. Menambah kesan manis pada pemakainya.
Gadis itu mengintip dari kaca jendela kamarnya berharap suaminya segera pulang. Dan pucuk di cinta ulam pun tiba. Saat Yuniar mengintip di kaca jendelanya, gadis itu melihat mobil yang biasa di pakai suaminya baru saja memasuki gerbang rumah itu.
Dengan wajah cerah dan senyuman manis yang menghiasi bibirnya, gadis itu berlari kecil menuju pintu utama.
Beberapa orang pelayan yang tanpa sengaja berpapasan dengan Yuniar pun nampak kagum melihat penampilan Yuniar hari ini yang sangat berbeda dari biasanya dan terlihat semakin cantik.
Saminten yang juga bergegas menuju pintu utama saat melihat mobil Aiden pun tanpa sengaja melihat Yuniar yang ternyata lebih dulu sampai di pintu utama dari pada dirinya.Tatapan iri dan benci terlihat jelas di wajah gadis yang cantik karena dempulan make-up itu.
"Dia itu hanya perawat di rumah ini. Bukankah seharusnya dia juga memakai baju seragam pelayan seperti kami para pelayan di sini? Atau memakai baju khusus perawat. Kenapa dia di biarkan memakai pakaian apapun yang dia sukai?"gerutu Saminten yang merasa sangat iri melihat Yuniar memakai gaun yang menambah sempurna penampilan dan kecantikan gadis itu.
Aiden yang masih berada di dalam mobil yang melaju pelan memasuki pekarangan rumah nya nampak terpukau saat tanpa sengaja matanya menangkap bayangan wajah istrinya yang berdiri di depan pintu utama rumahnya.
Gaun berwarna putih tulang yang di kenakan gadis itu sedikit berkibar di tiup angin sore itu yang bertiup sepoi-sepoi. Rambut hitam panjang gadis itu yang tertiup angin pun semakin membuat gadis itu terlihat semakin menawan.
Aiden menatap lekat gadis yang sudah sah menjadi istrinya secara agama itu.
"Gadis itu, kenapa penampilannya berubah drastis? Dia seperti bidadari yang turun dari khayangan. Senyum nya yang manis dan kulitnya yang putih bersih membuat dia semakin cantik saja. Eh, tunggu! Dadanya.. Kenapa aku merasa dadanya terlihat jauh lebih besar dari sebelumnya? Itu bukan besar karena memakai braa yang busanya tebal, 'kan? Aku juga merasa tubuhnya lebih berisi dari sebelumnya,"gumam Aiden dalam hati dengan mata yang tidak bisa beralih dari Yuniar.
Sedangkan Roni juga terlihat terpesona melihat penampilan Yuniar saat ini. Pemuda itu kemudian melirik majikannya yang terpaku menatap istrinya.
__ADS_1
"Rupanya Tuan Aiden terpesona dengan penampilan nyonya Yuniar. Nyonya Yuniar memang terlihat lebih cantik dari biasanya. Bahkan jauh lebih cantik. Dan aku tidak menyangka jika ternyata tubuh nyonya Yuniar seksi juga. Tuan akan menyesal jika tidak segera meresmikan pernikahan mereka secara hukum. Bukan tidak mungkin akan banyak pria yang akan tertarik melihat penampilan nyonya Yuniar yang seperti sekarang ini,"gumam Roni dalam hati.
Selama ini Yuniar selalu menggunakan celana kulot dan baju atasan longgar, atau bisa di bilang baju atasan yang kebesaran. Hingga bentuk tubuhnya yang sebenarnya sudah seksi tidak terlihat jelas. Tapi dengan penampilan Yuniar saat ini, gadis itu tentu terlihat lebih seksi dari biasanya. Apalagi dengan memakai gaun yang bagian pundaknya terbuka seperti saat ini. Di tambah lagi dadanya yang terlihat menantang itu.
Pandangan Aiden yang menatap Yuniar terhalang saat Roni membuka pintu mobil tempat Aiden duduk. Aiden membuang napas kasar saat tanpa sengaja melihat beberapa orang pelayan yang ada di sekitar tempat itu menatap Yuniar dengan tatapan kagum.
Yuniar bergegas menghampirinya Aiden saat Roni meletakkan kursi roda Aiden di dekat mobil, lalu membuka pintu mobil itu. Roni membantu Aiden duduk ke kursi roda.
Yuniar berdiri di belakang kursi roda Aiden, lalu membungkuk dan mendekatkan bibirnya di telinga Aiden.
"Selamat datang kembali ke rumah, Tuan suami!"bisik Yuniar dengan senyuman di bibirnya.
"Cepat bawa aku masuk ke kamar!"titah Aiden terdengar datar,"Gadis ini! Apa dia sengaja memikat para pria yang ada di rumah ini dengan berpenampilan seperti itu?"gerutu Aiden dalam hati merasa kesal.
Hati sang mantan Casanova itu terasa terbakar saat melihat tatapan kagum beberapa orang pelayan pria di rumahnya yang menatap istrinya tanpa berkedip. Sama persis seperti dirinya tadi.
"Apa penampilan ku kurang menarik dan dadaku masih kurang besar, hingga Tuan Aiden sama sekali tidak terlihat excited saat melihat aku? Padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin agar Tuan Aiden tertarik padaku,"gumam Yuniar dalam hati yang kecewa dengan reaksi Aiden saat melihat dirinya.
Saminten yang melihat wajah datar Aiden saat berbicara dengan Yuniar pun mengulum senyum.
"Sudah berdandan secantik itu malah di acuhkan oleh Tuan Aiden. Kasihan, deh, Lo!"gumam Saminten dalam hati merasa senang melihat wajah kecewa Yuniar.
Aiden melirik Saminten yang berdiri di depan pintu utama dengan senyuman yang di buat semanis mungkin.
"Selamat datang kembali, Tuan,"ucap Saminten dengan senyuman semanis mungkin. Gadis itu sedikit menunduk hormat pada Aiden. Namun Aiden sama sekali tidak menanggapi sapaan Saminten.
Wajah Aiden tetep terlihat datar. Mengingat beberapa pelayan laki-laki yang menatap istrinya penuh kekaguman tadi benar-benar membuat hati Aiden merasa kesal.
__ADS_1
Saminten membuang napas kasar, karena lagi-lagi Aiden selalu mengacuhkan dirinya.
Yuniar terus mendorong kursi roda suaminya menuju kamar pria itu. Setelah mereka masuk, Yuniar pun segera menutup pintu kamar itu. Gadis itu mengelola ekspresi wajahnya yang sebelumnya kecewa. Gadis itu tersenyum lembut, lalu berdiri di depan suaminya.
"Apa tu.. Akhh!"belum sempat Yuniar bertanya, tiba-tiba Aiden sudah menarik tangan Yuniar dan meraih pinggang Yuniar, hingga gadis itu terjatuh di atas pangkuan Aiden.
"Selalu saja seperti ini. Apa dia tidak bisa meminta aku duduk di atas pangkuannya secara baik-baik? Kenapa selalu saja menarik tubuhnya secara mendadak untuk di pangkunya?"gumam Yuniar yang tidak mengerti dengan sikap suaminya itu.
"Apa kamu sengaja menggoda para pria dengan berpenampilan seperti ini?"tanya Aiden yang benar-benar merasa kesal melihat pria lain menatap istrinya yang terlihat semakin cantik dan seksi di matanya itu.
Yuniar mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan suaminya itu. Namun sesaat kemudian gadis itu tersenyum lembut menatap suaminya. Kedua tangan gadis itu terangkat untuk memegang kedua rahang kokoh suaminya. Kedua ibu jarinya mengelus lembut pipi suaminya yang halus terawat itu.
"Saya merasa penampilan saya hari masih sopan, wajar dan juga tidak terlalu terbuka, kok. Di luar sana banyak wanita yang berpenampilan lebih terbuka dari saya. Bahkan memakai pakaian yang sangat ketat. Biasanya Tuan juga tidak pernah protes dengan penampilan saya. Kenapa hari ini Tuan jadi kesal seperti ini karena melihat penampilan saya? Jangan-jangan, Tuan cemburu, ya, karena melihat orang lain menatap saya?"tanya Yuniar yang akhirnya bisa menerka kenapa suaminya terlihat sangat kesal.
"Emp.. "
Aiden tidak menanggapi perkataan Yuniar. Pria itu merasa tidak tahan melihat bibir istrinya yang sudah satu bulan tidak dinikmatinya itu. Aiden mencium Yuniar dengan agresif seperti orang yang sedang kehausan. Tangan kirinya memeluk pinggang Yuniar erat dan tangan kanannya menekan tengkuk Yuniar untuk memperdalam ciumannya.
Rasa rindu yang bercampur dengan rasa cemburu bercampur menjadi satu. Hingga pria itu begitu serakah menikmati bibir gadis yang sudah sah secara agama menjadi istrinya itu.
Yuniar menjadi kelabakan dengan keagresifan suaminya dalam menikmati bibirnya itu. Gadis itu mencengkram erat kemeja yang di pakai suaminya.
Yuniar menepuk-nepuk dada suaminya saat gadis itu sudah mulai kehabisan napas. Aiden melepaskan pagutannya walau rasanya belum puas menikmati bibir istrinya itu.
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued