
Seorang Gadis masih bergelut dengan dunia mimpinya.
Padahal hari ini adalah hari pertama dia akan mulai bekerja di Perusahaan MAHEN'S GROUP Perusahaan terbesar se Asia.
Toookk..tookk...tookkk.
" Keysaaaa banguunn.." teriak Dewi Bunda keysa.
Tak kunjung mendapat sahutan dari dalam, Bunda membuka pintu keysa yang tidak terkunci.
" Dasar titisan Kebo, udah jam berapa ini belum bngun juga." gerutu sang bunda.
" KEYSAAA BANGUN.. INI HARI PERTAMAMU MASUK KERJA." teriak bunda di telinga keysa.
Keysa yang kaget pun akhirnya bangun dan menatap wajah sang bunda.
" Bunda apa²an sih teriak² di kuping keysa? kalau key jadi budek gimana? kan bisa dibangunin baik²." kesal keysa sambil mengumpulkan nyawanya.
" Bunda sudah bangunin kamu baik² malah makin ngorok, ya sudah bunda teriak aja di kuping kamu." jawab bunda.
" ya kalau kuping key budek gimana? mana suara bunda cempreng banget lagi." gerutu keysa.
Bunda membulatkan matanya mendengan ucapan keysa.
" Apa kamu bilang? suara bunda cempreng?" tanya bunda menjewer telinga keysa.
" aduhh aduhh ampun bund, sakit lepasin." rintih keysa.
" Sekarang kamu cepetan mandi, ini hari pertama kamu masuk kerja kan? mau di hari pertamamu telat?" ucap sang bunda.
" Ya udah bunda tunggu di bawah aja, aku mau mandi dulu."
" ya sudah buruan mandi, jangan lama², bunda tunggu dibawah." jawab bunda di angguki keysa.
Keysa pun bergegas mandi, tak lama setelah itu keysa mempersiapkan segala keperluannya, ponsel, dompet dan barang lainnya.
Keysa hari ini memakai kemeja warna soft pink dan rok putih selutut, tak lupa dia memoles sedikit wajahnya.
Keysa tidak suka berdandan yang berlebihan.
bahkan tanpa dandan pun wajah keysa sudah cantik maximal.
Keysa turun dan bergambung bersama kedua orang tua dan adeknya KENAN ADNAN WIJAYA yang duduk dibangku SMA untuk sarapan pagi.
" Pagii ayah, bunda, Kenan." sapa keysa.
" Pagii juga sayang." Jawab Aris Wijaya ayah keysa
" Pagi juga kak."
" Hari ini hari pertamamu bekerja, jangan buat masalah apapun." peringat sang bunda
" iya bundaaaa, berapa kali sih bunda ngomong itu terus, nanti bisa² kerjaanku isinya omongan bunda itu mulu." jawab keysa jengah.
" Kamu ini dikasih tau malah kayak gitu." jawab bunda
" Ya emang gak gini bund." jawab keysa santai tanpa melihat mata bunda yang membulat.
Kenan yang duduk disamping keysa pun cekikikan melihat wajah sang bunda.
" Nape lu cekikikan begitu.?" tanya keysa pada kenan.
__ADS_1
tanpa menjawab dia menunjuk bunda dengan dagunya .
keysa pun melihat apa yang dimaksud kenan.
dan benar saja keysa mendapati bundanya yang tengah mrnatapnya tajam.
" hehehehe,, bunda cantik banget sih? nanti kalau itu mata lepas dari tempatnya gimana coba.?" rayu keysa.
" Sudah.. sudaahh key seleseikan sarapanmu dan cepatlah berangkat." lerai sang ayah yang dari tadi diam
" dan juga kamu kenan, cepat seleseikan sarapanmu dan berngkat sekolah." Kenan mengangguk dan segera menyeleseikan sarapannya.
Keysa dan kenan pun berpamitan pada kedua orang tuanya.
" Keysa berangkat dulu yah, bun.. doain hari pertama keysa lancar gak ada kendala apapun." ucap keysa menyalimi tangan kedua orang tuanya.
" iyaa sayang, kamu hati² dijalan dan jangan buat masalah." ucap sang mama.
keysa mengangguk dan memasuki mobilnya.
Begitupun kenan yang sudah nangkring di atas motor sportnya.
****
Seorang pemuda tampan yang sudah rapi dengan setelan jaz kantornya bejalan menuruni anak tangga dan bergabung dengan kedua orang tuanya.
" Pagi maa...pa.." sapa Dave.
" Pagi juga sayang." ucap mama Lia.
" Pagi juga dave." ucap papa Rangga
" duduklah dan ikutlah sarapan." perintah dave.
" Tidak terimakasih tuan, saya sudah sarapan tadi, saya tunggu di depan saja." tolak julian.
Tak ada percakapan diantara mereka hingga akhirnya dave selesei sarapan dan pamit berangkat ke kantor.
" Sampai kapan dia akan kehilangan senyumnya?" ucap sang mama menatap sendu Dave.
" Andai Bella lebih memilih menikah dengan dave dan berhenti menjadi model mungkin mereka sudah bahagia sekarang." ucap sang papa.
" Semoga saja suatu saat nanti ada wanita yang bisa mengembalikan senyum dave lagi, tidak perduli dari kalangan manapun asal dave bahagia." ucap sang mama dan papa mengangguk setuju.
" Apa hari ini kamu akan ke boutique? " tanya sang papa.
" iya Hari ini aku kesana, kenapa emang?
" Siap² lah aku antar kamu." jawab sang papa.
" Tumben banget mau nganterin?" tanya mama curiga.
" Ya gpp, lagi pengen aja berduaan sama kamu." ucap papa genit.
" Udah tua gak usah genit², malu noh sama anak yang udah gede." cebik sang mama.
" masih 45 th maa.. belum tua² amat." ucap papa sewot.
" Dahlah aku siap" dulu." ucap sang mama meninggalkan suaminya yang tengah menggerutu.
*****
__ADS_1
Keysa sudah sampai di Kantor, dia berjalan menuju ruang manager untuk bertanya dimana ruangan kerjanya. Karena kemarin dia diterima di bagian pemasaran.
tookk..tookk.tookk..
" emm.. permisi pak, saya mau tanya ruangan devisi pemasaran dimana ya?" tanya keysa sopan.
" Kamu keysa Anindia kan?" tanya sang manager.
" iya pak saya keysa."
" Kamu tidak jadi ditempatkan di bagian pemasaran, tapi kamu langsung jadi sekertaris CEO menggantikan orang sebelumnya." jawab manager.
" Haaaaa? s-sekertaris paak?" kaget keysa.
" iyaa.. mari saya antar keruanganmu."
" b-baik pakk.." jawab keysa yang sudah gemetar.
Mereka pun menaiki lif menuju lantai paling atas.
" ini Ruang kerja kamu, dan itu ruang CEO nya, kalau ada yang belum kamu mengerti nanti kamu tanyakan pada saya." ucap manager.
" pak boleh tanya?" tanya keysa ragu².
" iyaa silahkan, mau tanya apa?"
" CEO nya baik atau galak pak?" tanya keysa yang sudah takut duluan.
" Namanya DAVE ALVARO MAHENDRA panggil beliau pak dave. Beliau orangnya sebenernya baik asal jangan membuat kesalahan dihadapannya, dan dia juga orang yang dingin dan datar. jadi kamu harus sabar menghadapinya jika dia irit berbicara." jelas manager.
" aahh.. begitu yaa? terima kasih pak atas penjelasannya." ucap keysa.
" sama², kalau begitu saya kembali lagi keruangan saya, dan buat kamu selamat bekerja." ucap manager lalu meninggalkan keysa.
Keysa tidak menyangka akan bekerja sebagai sekertaris CEO yang katanya dingin dan datar itu.
huufffttt...
" Tenang key, kamu harus semangat dan harus kuat." ucapnya pada diri sendiri.
Tak lama Dave dan juga Julian sampai dikantor, mereka menaiki lif khusus untuk smpai dilantai atas.
" Apa sudah ada sekertaris baru untukku." tanya dave tanpa menoleh pada julian.
" Sudah tuan, mungkin sekarang dia sudah ada di ruangannya." jawab julian.
Dave berjalan menuju ruangannya diikuti julian dibelakangnya.
Mereka pun sampai di ruang kerja ya dengan Dave yang langsung duduk di kursi kebesarannya.
" Panggilkan sekertaris baru itu." perintah dave.
" baik tuan." jawab julian.
Karya kedua aku...
semoga kalian suka..
Maaf kalau alurnya belum jelas.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1