CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
28.


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan tubuh tinggi, putih, hidung mancung dengan style celana jeans, kaos putih dan jaket kulit berwarna hitam dan tak lupa kaca mata hitam yang bertengger manis di hidungnya, ia berjalan melenggang keluar dari pesawat.


Tangan kirinya menyeret koper dan tangan kanannya memegang ponsel terlihat ia sedang menghubungi seseorang.


Jalannya yang bak seperti model menyita semua orang yang ada dibandara itu.


Mereka menatap kagum akan kecantikan wanita yang sangat mereka kenali.


Bagaimana tidak, dia adalah seorang wanita yang melebarkan sayapkan terjun sebagai model.


BELLA LEXIA wanita yang merupakan seorang model sekaligus mantan dari dave kini telah menginjakkan kakinya kembali ke negara asalnya indonesia setelah lama menitih karirnya sebagai model di paris.


Bella melangkahkan kakiknya kala melihat sopir yang sudah datang untuk menjemputnya.


Sang sopir yang melihat majikannya pun menghampiri dan mengambil alih koper dari tangan bella.


" Silahkan masuk non." ucap sang sopir, lalu bella masuk.


Bella melihat sekeliling jalan, banyak yang berubah menurutnya.


Lama ia di paris rasanya sangat asing saat kembali ke indonesia.


Namun tidak dipungkiri ia juga sangat merindukan kedua orang tuanya, meskipun kedua orang tuanya sering berkunjung ke paris.


Terlintas dipikiranya wajah dave yang dulu ia tolak saat dave melamarnya.


Raut wajah bella menjadi sendu, ia berpikir akan meminta maaf pada dave nanti.


Tanpa terasa mobil yang ia tumpangi sampai di halaman rumahnya.


Ia turun dan melihat sekeliling rumah, banyak yang berubah dari rumah ini namun tak sedikit pula yng masih terlihat sama.


Bella melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, dilihatnya kedua orang tua bella masih duduk santai di ruang tengah.


" Mama.. papa.." sapa bella menghampiri kedua orang tuanya.


" Sayang... baru sampai?" tanya sisil mama bella.


" Iyaa maa.. kangen banget sama mama." ucap bella memeluk mamanya.


" Sama papa gak kangen nih?" goda Surya papa Bella.


" Kangen juga dong pa." ucap bella memeluk papanya.


Bella merupakan wanita yang mandiri tapi akan sangat manja jika sudah bersama kedua orang tuanya.


" Kevin mana ma?" tanya bella, karena ia tidak melihat keberadaan adek satu satunya itu.


" Mungkin keluar sama temennya, anak itu memang jarang dirumah." jawab Sisil.


Bella manggut manggut lalu izin untuk pergi ke kamarnya.


Bella membuka kamar yang dulu ia tempati, tidak banyak yang berubah hanya cat temboknya saja yang berubah warna.


Bella berjalan menuju kasur lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur queen size nya.


Ia begitu merindukan aroma kamar yang sudah lama ia tampati.


Tanpa terasa atau karena saking lelahnya, akhirnya bella tertidur.

__ADS_1


____


Julian melangkahkan kakinya ke ruangan dave setelah mendengar kabar kembalinya bella ke tanah air.


Ia harus memberi tahu dave tentang itu, agar dave bisa berjaga jaga semisal bella ingin kembali padanya.


" Dave..." panggil julian bersama pintu yang terbuka.


Dave mendengus kesal karena julian tidak mengetuk pintu terlebih dulu, beruntung dia sedang tidak bersama keysa.


" Tidak bisakah kamu mengetuk pintu terlebih dulu?" tanya dave menatap datar julian


" Sorry.. aku mau kasih kabar penting buat kamu." ucap julian yang sudah mendudukkan bokongnya di kursi depan dave.


" Sepenting apa sih? perusahaan cabang bermasalah lagi?" tanya dave melanjutkan pekerjaannya.


Sepenting apapun kabarnya jika itu tidak ada kaitannya dengan keysa akan dianggap remeh oleh dave.


" Bukan... tapi ini lebih penting." ucap julian.


Dave mendengus sebal karena julian tidak langsung cerita ke intinya.


" Lalu?" tanya julian yang masih setia dengan pekerjaannya.


" Bella sudah kembali." ucap julian membuat dave mendongakkan wajahnya menatap datar julian.


Ia sedikit terkejut tentang kabar itu, bukannya julian bilang kalau bella 2 bulan lagi akan kembali?.


" Masalahnya apa?" tanya dave nampak acuh meski hatinya sedang tidak karuan.


Sebisa mungkin ia menetralkan ekspresi wajahnya.


" Jangan pura pura bodoh, aku sudah memberitahumu saat di apartemen waktu itu." ucap julian menatap kesal dave.


" Kamu tenang saja, aku tau apa yang kamu khawatirin." ucap dave seakan mengerti pikiran julian.


" Aku cuma khawatir dia mencoba merebutmu kembali dari keysa, aku tidak ingin keysa sakit hati, jadi sebaiknya sebelum itu terjadi kamu bertindak tegas jika bella menemuimu, karena aku tahu bella sangat ingin bertemu denganmu." tutur julian.


Waktu di singapore kemaren julian tidak sengaja bertemu dengan bella, selain ingin meminta nomor dave, bella juga bilang akan menemui dave saat dirinya sudah tiba di indonesia.


Dave menghela napas panjangnya, ia sendiri tak habis fikir, apa dirinya hanya di anggap boneka oleh bella.


Padahal dulu bella sendiri yang mencampakkannya, sekarang justru ingin bertemu seolah tidak terjadi apa apa.


Tanpa mereka sadari sedari tadi keysa mendengar semua pembicaraan dave dan julian.


Keysa ingin menumui dave untuk meminta izin makan siang bersama teman temannya, namun samar samar julian menyebut nama bella, jadi mau tidak mau dia sedikit menguping pembicaraan dave dan julian.


Keysa mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan dave dan kembali ke tempat kerjanya.


Ia kembali mengingat ucapan Rindi dan teman temannya tempo hari.


Keysa menggeleng kuat mengenyahkan pikiran negatif nya, lalu ia kembali menghadap komputer berharap segala pikiran yang dia pikirkan saat ini lenyap begitu saja.


Ia juga meyakinkan dirinya jika dave tidak kan mungkin tega menyakitinya.


Karena jujur keysa sudah merasa nyaman dan sayang sama dave.


Jam makan siang pun tiba, namun keysa masih saja berkutat dengan komputernya hingga suara dave membuayarkannya.

__ADS_1


" Ayo makan siang." ajak dave, keysa mengangguk lalu mengambil tasnya.


Mereka makan siang diluar namun tidak jauh dari kantor.


Setelah mobil dave sampai di restouran, mereka turun lalu mencari tempat duduk dan memesan makanan.


" Kamu pesan apa?" tanya dave sambil melihat buku menu.


" Apa aja." jawab keysa seadanya.


Dave menaruh buku menu itu lalu menatap keysa dalam.


Tidak biasanya keysa seperti ini, wajahnya kelihatan murung dan tatapannya seolah melamun.


" Kamu kenapa sayang?" tanya dave menggenggam tangan keysa yang diatas meja, keysa menggeleng dengan tersenyum manis.


" Kita pesan makan dulu." ucap dave lalu memesan makanan 2 makanan dan minuman yang sama.


" Kamu ada masalah hmm?" tanya dave yang sekarang sudah menggeser duduknya agar lebih dekat dengan keysa.


" Gak ada mas, cuma capek aja mungkin." kilah keysa, ia tidak ingin mengutarakan apa yang menjadi beban pikirannya saat ini.


" Habis ini aku antar kamu pulang aja ya, biar kamu bisa istirahat di rumah." ucap dave namun dibalas gelengan oleh keysa.


" Kenapa?"


" Kerjaanku masih banyak mas, lagian aku gpp kok." ucap keysa tersenyum manis.


Dave paham jika ada sesuatu yang menggnggu pikiran keysa, namun dia tidak ingin mencari tahu lebih dalam, biarkan nanti keysa sendiri yang bercerita padanya.


Makanan yang mereka tunggu akhirnya datang, mereka makan tanpa bersuara apapun, sedari tadi dave selalu memandang keysa yang tidak bersemangat sama sekali bahkan makananya pun hanya dia sentuh sedikit.


Direstouran yang sama namun dengan jarak yang lumayan jauh, bella sedang menikmati makan siangnya dengan Kevin adiknya, dia melihat dave bersama dengan seorang wanita.


Bella berdiri dan ingin menghampiri meja dave.


" Kakak mau kemana?" tanya kevin saat melihat bella berdiri.


" kamu tunggu sebentar kakak mau kesana dulu." ucap bella lalu menghampiri meja dave.


.


.


.


.


.


Maaf untuk novel yang ini jarang update, aku ingin fokus sama novel aku yang satunya dulu biar cepet kelar setelah itu fokus sama yang ini.


Karena aku juga udah punya novel baru yang siap di up.


Q : Kenapa gak sekalian di publis aja?


A : Aku ingin membuat 2 karya aku ini tamat dulu, biar otak aku nanti fokus ke novel selanjutnya.


Satu satu aku tamatin.

__ADS_1


ngelag cuy nih otak 😁😁


Btw makasih yang udah mampir.


__ADS_2