CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
54.


__ADS_3

Keysa baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya.


Ia melihat Dave yang masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil mengotak atik ponselnya.


Hari ini mereka tidak akan berangkat kerja karena Dave mengajaknya untuk fitting baju dan melihat gedung pernikahan yang hampir selesei.


" Kamu kesini tadi udah sarapan?" tanya Keysa mendudukkan bokongnya di depan cermin.


Hari ini ia memakai celana jeans, sweater oversize dan sepatu cats berwarna putih.


Dave melihat itu mengernyitkan dahinya, tumben sekali Keysa memakai atasan yang oversize, karena biasanya dia akan memakai kaos atau kemeja.


" Udah, by the way tumben kamu pakai atasan Oversize gitu? kenapa?" tanya Dave yang sudah bangun dan duduk di tepi ranjang.


" Lagi pengen aja, kenapa kamu gak suka? kalau gak suka biar aku ganti." ucap Keysa yang sudah berdiri.


" Gak usah, kamu makin kelihatan pendek kalau pakek baju itu." jawab Dave tertawa kecil.


" Pendek pendek gini kamu cinta sama aku." ucap Keysa mencebikkan bibirnya.


" Kalau gak cinta aku gak akan serius nikahin kamu." ucap Dave mendekat ke arah keysa dan membantu keysa menyisir rambutnya.


" Soal semalam jangan diulangi lagi ya, aku dari semalam kepikiran video itu terus. Untung kak julian cepet cepet ngejelasin sama aku, kalau enggak aku gak bakalan maafin kamu " ucap Keysa mendongakkan wajahnya menatap Dave.


Dave mengecup kening keysa, ia tau ia salah karena tidak memberi tau keysa soal pertemuannya dengan bella. Karena bagaimanapun kejujuran itu hal utama dalam sebuah hubungan.


" Maafin aku ya, sebenarnya aku gak mau kamu tau dan akhirnya kamu marah sama aku. eh tapi ujung ujungnya ketauan juga. Aku janji gak akan ngulangin lagi. Maafin aku." ucap Dave.


Keysa berdiri dan memeluk tubuh tegap Dave, menghirup aroma tubuh Dave yang selalu membuatnya tenang. Ia selalu percaya dengan Dave, kadang Dave berbohong pun Keysa percaya. Entahlah semakin hari semakin dalam rasa cintanya untuk Dave.


Sebesar apapun kesalahan Dave keysa enggan berlama lama untuk marah.


" Aku udah maafin kamu, kamu tau sendiri kalau aku tuh gak bisa lama lama marah sama kamu. Asal kamu janji jangan diulangi lagi." jawab Keysa mendongakkan wajahnya.


" Iya sayang."


" Yaudah kita turun, aku mau sarapan dulu setelah itu kita berangkat." ucap Keysa diangguki Dave.


Mereka pun keluar kamar dan menghampiri bunda, kenan dan julian. Sedangkan ayahnya sudah berangkat kerja sedari tadi.


" Kalian gak ke kantor?" tanya Dewi saat melihat penampilan keysa yang biasa saja.


" Enggak bun, kita mau fitting baju sekalian mau lihat gedung pernikahan." jawab Keysa.


" Ya ampun bunda hampir lupa kalau pernikahan kalian sebentar lagi." sahut Dewi sambil menepuk dahinya.


" Bunda udah Dave siapin baju untuk bunda, nanti kalau designernya udah siap bunda dave kabari." sahut Dave.


" Emang kamu tau ukuran bunda?" tanya Dewi.


" Bentuk tubuh Bunda kan gak jauh beda dari bentuk tubuh mama, bedanya bunda pakai hijab dan mama enggak." jawab Dave, Dewi manggut manggut.


" Untuk kenan dan ayah?" sahut Kenan.


" Besok kamu ke boutique tante Rossa, pilih baju sesuai selera kamu." sahut Dave diangguki kenan.


" Boleh ajak Vita nggak?" tanya Kenan ragu ragu.


" Terserah kamu, nanti kamu gak usah bayar. Bilang aja disuruh kak Dave." jawab Dave.


" Kak Dave emang the best. eh iya kalian dah baikan kan ya?"


" Kalau belum gak mungkin kita sesantai ini didepan kalian." sahut keysa malas.

__ADS_1


" Emang berantem kenapa sih?" tanya Dewi yang sedari tadi juga ikut penasaran.


" Gapapa kok bun, masalah kecil." sahut Keysa.


Dewi sudah tidak menanyakan lebih dalam lagi, biarkan itu menjadi urusan anak dan calon menantunya. Selagi mereka bisa menyeleseikan masalah mereka, ia tidak akan ikut campur.


***


Kini Dave, keysa dan Julian berada di salah satu boutique yang terkenak di jakarta.


Pemilik boutique ini tak lain adalah teman dave sendiri yakni Callista teman Dave sewaktu kuliah.


Dave menggandeng tangan Keysa untuk masuk kedalam, sedangkan Julian memilih untuk menunggu di sebuah caffe yang tak jauh dari tempat itu.


" Kalian sudah datang rupanya, telat sedikit akan aku tinggal kalian. Aku sudah bilang kalau hari ini aku ada acara, kenapa kau selalu meminta mendadak." Kesal Callista karena Dave menghubunginya mendadak.


Ia memberi kabar pada Callista jika dirinya akan berkunjung ke boutique untuk melakukan fitting baju.


Keysa melihat penampilan Callista dari atas dampai bawah. Wanita dengan postur tinggi, pinggang ramping, Dada yang berukuran besar, bokong bohay dan pakaian sexy yang melekat pada tubuhnya.


Sunggu keysa dibuat insecure saat melihat penampilan pemilik boutiqe ini.


" Jadi ini calon istrimu?" tanya Callista yang melihat penampilan keysa dari atas hingga bawah.


" Mungil sekali, tapi lebih cantik yang ini dari pada bella. Sedikit di poles kau akan terlihat cantik." ucap Callista sambil memutari tubuh Keysa.


" Jangan menggodanya, cepat mana baju yang harus kami coba." sahut Dave memutar bola matanya malas.


" Buru buru sekali, apa kau tidak rindu dengan aku?" ucap Callista sambil merangkul lengan Dave dan bermanja denganya, ia sengaja melakukan itu karena ingin menggoda Keysa dan membuat keysa kesal.


Keysa yang melihat itu di buat geram, bagaimana bisa Dave membiarkan perempuan itu bergelayut manaja dengannya.


" Kau sangat tampan, kenapa kau tidak memilihku saja untuk kau jadikan istri? Aku akan jadi istri yang baik nantinya." ucap Callista membuat keysa mengepalkan tangannya.


" MAAS." tergur Keysa.


" Apa?" Dave menoleh pada keysa dengan kening berkerut, seperti ia tidak melihat raut wajah kesal keysa.


" Apa? kamu tanya apa? dah lah gak usah fitting baju sekalian." ucap Keysa lalu pergi meninggalkan Dave, namun sayang tangannya di tarik oleh dave hingga dia masuk kedalam pelukan Dave.


" Kamu cemburu?" tanya Dave membuat keysa semakin kesal.


Bagaimana Dave memeprtanyakan hal itu? jelas keysa cemburu, siapa yang tidak cemburu melihat wanita yang ganjen dengan calon suaminya.


Hahahaha...


Callista tertawa renyah saat melihat wajah kesal keysa, akhirnya rencana untuk membuatnya kesal berhasil juga.


" Kamu beneran cemburu? ngapain kamu cemburu sama dia? secantik cantiknya dia aku juga gak doyan sama pisang." ucap Dave membuat Callista memberenggut.


" Maksud kamu?" tanya keysa tidak mengerti.


" Dia cowok sayang, nama asli dia itu Calvin. Callista nama dia kalau jadi perempuan seperti ini." jawab Dave membuat kedua mata keysa membualat sempurna.


" Gak usah bohongin aku deh mas, dia cantik banget masa laki sih." ucap Keysa tidak percaya.


Tidak sedikitpun keysa melihat jika Callista adalah seorang cowok.


Suaranya saja persis dengan perempuan meskipun sedikit ngebas.


" Apa yang di bilang Dave benar, lagian kenapa kau kasih tau sih? biar dia cemburu sama aku." ucap Calista sambil memukul bahu Dave.


" Hampir saja aku insecure melihatmu, tapi sekarang tidak lagi. Secantik cantiknya kamu masih tetep cantikan aku." ucap Keysa yang kini bergelayut manja di lengan Dave.

__ADS_1


" Cih... tadi saja kau cemburu denganku." Callista mencebikkan bibirnya.


" Sudahlah, mana baju pengantin kita? aku tidak punya banyak waktu." sahut Dave.


" Ada disebelah sana." jawab Callista sambil menunjuk sebuah ruangan yang terdapat baju pengantin khusus dave dan Keysa.


Keysa tersenyum senang saat melihat Gaun pengantin yang tersorot cahaya lampu.


Matanya berbinar indah saat menatap maneken yang berbalut gaun pengantin miliknya.


Ia berjalan mendekati maneken itu dan menyentuh gaun indah itu.


Ia tidak mengerti bahan apa yang digunakan untuk membaut gaun seindah ini, tapi ia bisa merasakan betapa lembutnya saat jemarinya menyentuh serat kain gaun pengantin ini..


" Mau di coba sekarang?" tanya Calista diangguki Keysa.


Keysa masuk kedalam ruang ganti dan mengganti bajunya dengan gaun pengantin itu.


Begitupun dengan Dave, ia juga masuk kedalam ruang ganti yang berbeda dan memakai Tuxedo yang sudah disiapkan oleh callista.


Dave keluar lebih dulu, ia terlihat sangat tampan dengan tuxedo berwarna silver dengan dasi kupu kupu dan hiasan bunga di sakunya.


Tak lama kemudian Keysa keluar dengan gaun pengantin yang sangat pas di tubuhnya.


Dave menatap kagum kearah keysa, ia melihat keysa seperti seorang putri dari negeri dongeng.


Begitu cantik dan membuatnya enggan untuk berkedip.


" Gimana? kalian suka?" tanya Callista namun tidak di beri respon oleh keduanya.


" Dave, key... Hello." keduanya tetap tidak merespon Callista karena sama sama terpanah akan kecantikan keysa dan ketampanan dave.


" WOEY." Akhirnya Callista mengeluarkan suara laki lakinya membuat Keysa dan Dave mengerjapkam matanya menatap Callista.


" Apa sih?" sahut Dave dengan wajah kesal.


" Udah napa lihat lihatannya, gue tanya kalian suka gak?" ucap Callista.


" Aku suka, suka banget sama gaun ini." ucap Keysa tersenyum senang.


" Aku sama, aku juga suka." sahut Dave.


" Oke, tinggal finishing setelah itu selesei." ucap Callista.


Setelah itu Dave dan keysa berganti baju lagi lalu keluar menghampiri callista.


" 2 minggu lagi bisa kalian ambil, aku masih harus menambah beberapa Payet pada gaun Keysa." ucap Callista.


" Oke.. thanks udah buat gaun seindah itu, aku sangat suka." sahut Keysa.


" Sama sama, kalian senang aku pun ikut senang." jawab Callista.


" Yaudah kalau gitu gue pamit dulu, mau lihat gedung pernikahan kita." sahut Dave.


" Hati hati." jawab Calista diangguki keduanya.


.


.


..


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2