CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
6.


__ADS_3

Justin keluar dari ruangan dave, dia berhenti sejenak didepan meja Keysa.


Keysa tidak menyadari kehadiran justin karena terlalu sibuk dengan kerjaannya.


eheemm


Deheman justin sukses membuat keysa mendongakkan kepalanya.


" Ehhh.. maaf pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya keysa sopan.


" Gak ada, hanya ingin berkenalan denganmu saja." jawab justin dengan tampang playboynya.


" Jika anda tidak ada kepentingan lain, silahkan anda pergi dan jangan menganggu saya." ucap keysa lalu melanjutkan pekerjaannya.


" Cuek sekali... aku hanya ingin berkenalan saja."


" Saya masih banyak pekerjaan, tolong jangan mengganggu saya." ucap keysa menatap datar justin.


" Apa salahnya sih berkenalan saja?" jawab justin tanpa memperdulikan raut kesal wajah keysa.


" Bukannya anda sudah tau nama saya tadi, saya rasa anda tidak tuli." ucap keysa yang benar benar sudah kesal, dia hanya takut jika dave mempergokinya mengobrol dengan orang lain dan memarahinya karena tidak becus bekerja.


" Aku tau namamu tapi kamu belum tau namaku kan?" jawab justin.


" Maaf karena itu tidak penting bagi saya." jawab keysa.


Belum sempat justin menjawab, Dave keluar dari ruangannya.


" Apa kau ingin ku tendang dari sini?" ucap Dave tiba tiba datang menatap datar justin.


" Ckk... gue hanya ingin berkenalan dengannya dulu sebelum gue pulang." jawab justin.


" Bukankah kau sudah tau namanya? lalu untuk apa berkenalan lagi?" tanya dave masih dengan wajah datarnya.


" Dia belum tau nama gue." jawab justin masih memandang keysa yang sama sekali tak menatapnya.


" Pergi atau gue tendang lo dari sini." ucap dave menatap tajam justin.


" Posesif sekali sihh... iyaa iyaa gue pergi." ucap justin lalu pergi meninggalkan dave dan keysa dengan bersiul ria.


Itulah justin, dia tidak akan sakit hati atau marah jika Dave bersikap seperti itu padanya.


Justru akan sangat menyenangkan jika menggoda sahabat es nya itu.


" Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya keysa setelah kepergian justin.


" panggil julian suruh keruanganku dan juga kamu." ucap dave lalu kembali keruangannya.


" Belum juga gue jawab, main nyelonong aja.. Dasar es batu." gerutu keysa lalu beranjak menuju ruangan julian.


tookkk...tookk..


" Masukk." jawab julian dari dalam.


" Ada apa key?" tanya julian saat melihat keysa yang mendatangi ruangannya.


" Pak Dave menyuruh anda keruangannya." ucap keysa.


" Baiklah saya akan segera kesana." jawab julian lalu menutup laptopnya.


Mereka kini berada diruangan dave, entah apa yang akan dave bicarakan karena dirinya masih berkutat dengan laptopnya.


Setelah membuat keysa dan julian menunggu akhirnya dave menhampiri mereka.


" Ada apa?" tanya julian.


" Berikan semua jadwalku pada keysa, dan nanti sore berangkatlah ke singapore, ada masalah di kantor cabang yang disana." Ucap Dave pada julian.


" Hanya aku yang kesana?" tanya julian memastikan.


" Kau mau dengan siapa?" tanya dave balik.


" Bukankah biasanya kau juga ikut?" tanya julian.


Karena biasanya jika ada masalah kantor cabang di luar negeri dave pasti akan menanganinya sendiri.

__ADS_1


" Aku percayakan masalah ini padamu. aku harus mengurus yang disini, lagian aku akan ada pertemuan beberapa klien nanti." jawab dave.


" Baiklah terserah kau saja." jawab julian.


" Nanti akan ku kirim jadwal dave ke emailmu." ucap julian pada keysa.


" Baik pak." jawab keysa.


" Aku akan ke bandung bersama keysa untuk memantau proyek pembangunan hotel, jadi aku titip pekerjaanku padamu." ucap dave pada julian.


" Baiklah." jawab julian pasrah.


Tumben sekali dia, ada masalah di kantor cabang tidak diurus sendiri?sekarang memantau proyek dia yang turun tangan sendiri, biasanya juga gue yang mantau. batin julian sedikit mencurigai sikap aneh atasan sekaligus sahabatnya.


" Bersiaplah kamu ikut saya memantau proyek pembangunan hotel yang ada di Bandung." ucap dave.


" Baik pak." jawab keysa.


" Sekarang kalian boleh keluar." ucap dave di angguki keduanya.


Dave menyiapkan segala keperluan yang akan dibawanya ke bandung.


Setelah itu dia menghampiri meja keysa agar segera berangkat.


" Sudah siap?" tanya dave


" Sudah pak"


Tanpa menjawab apapun Dave langsung berjalan diikuti keysa dibelakangnya.


Keysa yang tak melihat kedepan tanpa sengaja menabrak punggung kokoh dave, karena dave berhenti mendadak.


" awww.." ringisnya mengelus jidatnya yang terbentur punggung dave.


" Apa kamu tidak melihat saya berhenti?" tanya dave datar.


" Maaf paak." hanya itu yang bisa diucapkan keysa.


Tanpa menjawab, dave melanjutkan langkahnya.


Mereka melakukan perjalanan Jakarta - bandung memakan waktu selama 2jam.


Selama itu pula tidak ada percakapan di antara mereka.


Dave yang hanya fokus menyetir dan keysa yang memandang jalanan.


keysa juga sempat memberi kabar kepada orang tuanya jika dia ada pekerjaan di Bandung dan mungkin akan pulang telat.


Sebelum mereka menuju tempat pembangunan hotel, mereka mencari restouran terlebih dudu karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang.


" Kita cari restouran dulu." ucap dave.


" Baik pak." jawab keysa tersenyum, dia senang karena boss dinginnya ini peka, sejak dimobil keysa sudah merasa sangat lapar, bahkan beberapa kali perutnya berbunyi, Dave juga tau itu namun dave hanya diam tapi sudut bibirnya tersenyum kecil.


Mereka sampai di sebuah restouran dibandung.


Banyak pengunjung yang memuji ketampanan dave dan kecantikan keysa saat mereka berjalan melewati para pengunjung.


Wajah datar dan dingin dave menambah kesan keren bagi mereka.


Banyak yang mengira dave dan keysa adalah sepasang kekasih bahkan suami istri.


Mereka mengambil tempat duduk yang sedikit jauh dari para pengunjung lainnya.


" Menyebalkan." gerutu dave saat mendudukkan dirinya, keysa hanya diam tanpa berniat menanggapi.


Seorang waiters menghampiri meja mereka.


" Silahkan buku menunya pak, anda ingin memesan apa?" ucapnya genit pada dave.


" Steak dan jus alpukat." jawab dave tanpa melihat buku menu dan juga waiters.


" Saya nasi goreng seafood sama lemon tea " ucap keysa.


Waiters pun segera mencatat pesenan mereka lalu mengulang apa yang dipesan dave dan keysa lalu pergi.

__ADS_1


" Jika kita nanti kemalaman, kita akan menginap disini." ucap dave pada keysa.


" Menginap?" tanya ulang keysa dan dave mengangguk sebagai jawaban.


" kenapa? apa ada orang yang menunggumu?" tanya dave datar.


" Tidak,, mungkin orang tua saya akan khawatir." ucap keysa menunduk.


" Telfon lah orang tuamu biar saya yang bicara." ucap dave.


" Tapi.." belum sempat keysa menjawab dave sudah menatapnya datar.


Dengan segera keysa mengambil ponselnya ditas dan menelpon bundanya.


" Hallo bunda." sapa keysa saat panggilannya sudah terhubung.


" Haloo sayang ada apa? kamu gak kenapa napa kan?" tanya Dewi khawatir. Pasalnya keysa tadi mengabarinya jika ada perjlanan ke bandung, dan sekarang keysa menelponnya jadi dewi berpikir anaknya kenapa napa.


" Key gak papa bund, bunda gak usah khawatir." ucap keysa menenangkan.


" Terus ada apa sayang?" tanya dewi sedikit lega.


" Ada yang mau bicara sama bunda." jawab keysa.


" Siapa?" tanya dewi.


Keysa memberikan poselnya kepada dave.


" Hallo tante, saya dave atasannya keysa." sapa dave pada dewi.


" Ehh.. pak dave mahendra?" pekik kaget Dewi.


Siapa yang tak kenal keluarga mahendara pengusaha terkaya seAsia.


" Iyaa ini saya tante." jawab dave.


" Ada apa ya pak?" tanya dewi gugup, senang bercampur jadi satu.


" Maaf jika saya mengatakan ini, saya meminta izin untuk mengajak keysa menginap di Bandung karena pekerjaan, saya janji akan menjaga keysa." ucap dave pada dewi.


" Menginap? apa tidak bisa pulang?" tanya dewi sedikit khawatir.


" Saya bisa saja langsung pulang jika saya sendiri, tapi saya sedang membawa keysa, mengingat perjalanan Bandung jakarta yang tidak dekat saya khawatir nanti ada apa apa dijalan." jelasnya membuat dewi diujung telepon mengangguk setuju.


" Baiklah pak dave, saya izinkan keysa menginap, tolong jaga keysa pak, saya khawatir dia kenapa napa." jawab dewi.


" jangan khawatir saya akan menjaganya." ucap dave.


" Baiklah kalau begitu saya tutup dulu telponya." jawab dewi.


" Baiklah. terimakasi tante." ucap dave lalu mematikan panggilannya dan menyerahkan ponsel keysa padanya.


" Bagaimana pak?" tanya keysa setelah menerima pinselnya.


" Diizinkan." jawab dave dan keysa menghembuskn napas leganya.


Makanan yang mereka tunggu akhirnya datang.


Keysa yang sudah tidak tahan menahan laparnya pun segera menyantap Nasi goreng seafood pesanannya tadi.


" Pelan pelan.. tidak ada yang merebut makananmu." ucap dave, tangannya terulur mengahapus sisa nasi dibibir keysa.


Sejenak keysa diam terpaku mendapat perlakuan manis dari dave.


Dave dengan tampang polosnya melanjutkan makannya seperti tidak terjadi apa apa.


*Jantung gue kenapa berlarian begini sih..Batin keysa memegang dadanya.


Gue tadi ngapain coba?" batin dave merutuki kebodohanya*.


Keysa melanjutkan makannya dengan pelan, dia tidak mau hal seperti tadi terjadi lagi.


Tidak baik untuk kesehatan jantungnya. Begitu pikirnya.


Banyak pengunjung yang melihat adegan tersebut dan mereka menyakini bahwa dave dan keysa benar benar sepasang kekasih.

__ADS_1


__ADS_2