
Keysa mengerjapkan matanya menyesuaikan pencahayaan lampu kamar yang menerangi kamar keysa.
Ia melihat jam di dindingnya yang menunjukkan pukul 19.00 malam.
Dia melihat sekeliling dan mendapati sosok Dave tengah tertidur di sofa kamar keysa.
Ia tidak menyangka bahwa dave masih disini menunggunya, padahal ia tahu pekerjaan kantornya cukup banyak.
Keysa merasa dirinya sudah membaik, kini dia berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
tak butuh waktu lama keysa keluar dari kamar mandi dan sudah memakai piyama tidurnya.
Dia terkejut saat melihat Dave yang sudah bangun dan duduk dengan menatapnya datar.
" Ehh.. mas dave udah bangun?" tanya keysa tersenyum kikuk.
" Kamu sakit kenapa mandi?" tanya dave datar.
" Aku sudah lebih baik, lagian aku gerah banget makanya aku mandi." jawab keysa lalu mendudukkan dirinya didepan cermin dan menyisir rambutnya perlahan.
" Tapi kamu belum sembuh benar, nanti kalau sakit lagi gimana?" tanya dave khawatir.
" Gak usah khawatir aku sudah membaik, aku juga jadi lebih segar sekarang." jawab keysa melihat dave dari pantulan cermin.
Dia bisa melihat raut wajah khawatir dave.
keysa berpikir apa maksud sikap dave ini, dia merelakan pekerjaan kantornya demi menjaga dirinya dan kenapa juga harus sekhawatir itu.
Kenapa buat bingung perasaan gue aja sih. batin keysa
" Kamu tadi kenapa gak balik aja ke kantor?" tanya keysa membalikkan badannya menghadap dave.
" Gpp aku pengen disini jagain kamu." jawab dave.
" kerjaan kamu di kantor banyak loh mas, kan sayang kalau ditinggal, lagian disini udah ada bunda ayah juga kenan yang jagain aku."
Belum sempat dave menjawab pintu kamar keysa di ketuk.
Dewi masuk bersama dengan Vita Fanya dan Rindi.
Mulut mereka bertiga menganga lebar melihat dave berada dikamar keysa.
Keysa yang tau teman temannya terkejut pun hanya memutar bola matanya malas.
pasti mereka udah mikir aneh aneh.batin keysa.
" ini ada teman teman kamu katanya mau jenguk kamu sayang." ucap dewi.
" Iya bund mereka teman keysa, bunda tolong buatin minum ya buat mereka." pinta keysa diangguki dewi.
Dewi akhirnya pergi dan meninggalkan kamar keysa.
" P-pak dave disini juga?" tanya Fanya masih dengan keterkejutannya.
" Iyaa, saya hanya menemani keysa." ucap dave datar.
__ADS_1
Mereka bertiga hanya manggut manggut.
" Key,, aku pulang dulu yaa, besok aku jemput kan mobil kamu masih di kantor." ucap dave pamit pulang.
" Iyaaa mas, kamu hati hati dijalan dan mkasih seharian udah jagain aku." jawab keysa tersenyum manis.
" Ya udah aku pulang dulu." ucap dave lalu tiba tiba mencium kening keysa dan berjalan keluar kamar keysa.
Keysa yang mendapat ciuman itu lagi pun sempat shock dia hanya mengangguk saat dave pamit pulang.
jangan tanya ekspresi teman teman keysa, mereka menutup mulutnya yang menganga lebar dengan mata melotot, mereka bener bener shock melihat atasannya berbuat seperti itu .
" Kalau lu masih bilang lu dan pak dave gak ada apa apa gue buang lu ke rawa rawa." ucap Vita menatap tajam keysa.
" Gue bilang gue gak ada apa apa Vit, gue juga gak tau kenapa dia kek gitu sama gue, dia juga gak ada ngomong apa apa tentang perasaan dia." jawab keysa.
Dia sendiri tidak tahu kenapa dave melakukan itu, jika dia menyukainya kenapa tidak langsung bilang saja, tapi jika tidak suka kenapa seperti memberi harapan? keysa jadi kesal sendiri.
" Pak dave orangnya tertutup dan cuek dengan wanita, kalau dia udah seperti itu sama lo, berarti dia suka sama lo." ucap Vita di angguki fanya dan rindi.
" Tapi gue belum berani berharap, gue takut jatuh cinta sama dia, status kita beda jauh." lirih keysa menunduk.
" Cinta nggak mandang status key, gak mandang usia, gak mandang materi, dan jabatan, kalau dia udah membuka hatinya untuk elu berarti lu emang wanita spesial di hati dia.
Semenjak di ditinggal masa lalu nya dia jadi orang yang tertutup dan nggak ada satu pun wanita yang bisa masuk kedalam hatinya dan meluluhkan hatinya, dan Lo, lo orang yang bisa mencairkan bongkahan es seperti pak dave." Ucap Vita panjang lebar.
Kenan yang hendak mengantarkan minuman untuk teman teman kakaknya pun tidak sengaja mendengar nsehat vita, dia tersenyum saat mendengar nasehat vita jika cinta tidak memandang usia.
Kenan masuk dan menaruh minumannya di meja.
" Makasih adeek manis." ucap fanya dan rindi kompak.
" Ehh mbak tante." sapa kenan pada vita.
" Sekali lagi lu panggil gue gitu, gue pastiin gigi lu rontok semua." ancam vita menatap tajam kenan.
" Makanya mbak tante kalau dandan jangan terlalu menor biar gak kek tante tante, kan sayang wajah cantik natural mbak tante jadi ketutup make up." ucap kenan santai.
" Lu yaaa.." geram Vita ingin menabok kenan namun sayang kenan sudah lari terbirit keluar kamar keysa.
" Berantem terus,, awas aja kalau jatuh cinta gue restuin kalian." celetuk keysa membuat Vita membelalakkan matanya.
" Aduuhh jangan sampe jangan sampe." ucap keysa mengetuk kepala dan lantai bergantian.
" Masa gue pacaran sama berondong sih." ucap vita bergidik.
" Lu sendiri tadi yang nasehatin keysa kalau cinta gak memandang usia, lupa lo." sini Fanya dan Vita hanya cengengesan.
" Ya emang,, tapi masa iya gue harus dapet berondong sih, lagian kenan juga pantesan jadi adek gue." bantah vita.
" Emang gue ada bilang kalau berondongnya kenan?" tanya fanya menggoda.
Vita yang sadar dia salah ngomong pun menunduk malu.
" Si*lan kalian." ucap vita menatap tajam teman temannya.
__ADS_1
Keysa, Fanya dan rindi hanya tertawa melihat raut kesal Vita.
" Jadi gimana?" tanya Vita.
" apanya?" tanya balik keysa menatap vita dengan alis berkerut.
" Jika pak dave suka sama lo?" sahut Rindi yang mengerti maksud vita.
" Gue gak tau, gue bener bener belum siap jika dia beneran suka sama gue, gue takut jika kita udah bersama, orang tua dia gak setuju, kan biasanya kek gitu anak orang kaya kalau jatuh cinta sama cewek sederhana, pasti kebanyakan orang tuanya yang gak setuju." cerocos luna menyamakan sikap orang tua dave dengan novel novel yang sering ia baca.
" Lu kebanyakan makan cerita novel makanya lo udah parno duluan. Lagian gak semua orang tua kaya punya sikap kek gitu." kesal Vita.
" Kan gue cuma mengantisipasi keadaan." jawab keysa polos.
" Jitak orang sakit berdosa gak sih gue." kesal Vita.
" Terserah lu lah key, saran gue kalau pak dave udah nyatain perasaannya ke elu mending lu terima dech, karena orang seperti pak dave kalau udah cinta apapun bakal dia lakuin." saran Fanya diangguki vita dan rindi.
" Akan gue pikirkan." jawab keysa.
Mereka akhirnya mengobrol hingga jam 21.00 malam.
Vita, Fanya dan Rindi akhirnya berpamitan pulang.
" Kita pulang dulu, lu cepet sembuh." pamit Vita.
" Iyaa,, thanks udah mau jenguk gue." balas keysa diangguki yang lain.
Mereka bertiga keluar kamar keysa, dan berpapasan dengan kenan yang hendak masuk ke kamarnya.
" Mau pulang kak?" tanya kenan.
" Iya dekk udah malem, lagian biar keysa cepet istirahat." jawab Fanya.
" Hati hti dijalan kak, dan makasih udah jenguk kakak gue." ucap kenan dibalas senyuman fanya dan rindi.
Fanya dan rindi berjalan didepan dan vita sendiri dibelakang mereka.
Saat vita berjalan tepat disamping kenan, kenan membisikkan sesuatu untuk vita.
" Lu cantik kalau tanpa make up," bisik kenan lalu berlari menuju kamarnya.
" Bocah itu." geram vita menatap pintu kamar kenan yang tertutup.
Akhirnya mereka semua pulang setelah berpamitan dengan orang tua keysa.
.
.
.
.
.
__ADS_1