CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
51.


__ADS_3

Kenan melangkahkan kakinya dengan riang masuk kedalam Caffe.


Ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang telah menunggunya.


" Disini." teriak orang itu adalah Vita.


Vita melambaikan tangannya saat melihat kenan yang celingak celinguk mencari keberadaannya.


" Kamu udah lama?" tanya Kenan yang sudah mendaratkan bokongnya di samping Vita.


" Sepuluh menit yang lalu." jawab Vita, tanganya melambai memanggil pelayan.


" Buatkan Orang jus 1." ucap Vita pada pelayan.


" Baik kak."


" Maaf aku tadi nganterin Kevin pulang dulu, makanya aku sedikit telat." ucap Kenan.


" Dia masih tinggal dirumah kamu?" tanya Vita diangguki kenan.


" Rencananya besok dia mau pulang ke rumahnya, kedua orang tuanya merasa sungkan dengan keluargaku karena Kevin terlalu lama tinggal sama kami." jelas kenan


" Silahkan kak." ucap pelayan meletakan orange jus di atas meja.


" Makasih."


" Kakaknya memang keterlaluan sama kamu dan Keysa. Kalau aku jadi keysa pasti sakit hati banget, wajar aja sih kevin marah sama kakaknya." sahut Vita sambil memakan kentangnya.


" Aku sih gapapa dihina seperti itu asal jangan kak key aja, aku gak terima wanita yang aku sayangi dihina kayak gitu, biarpun kami orang biasa biasa saja tapi kami masih punya harga diri." ucap Kenan.


" Aku ngerti perasaan kamu, kamu sabar aja nanti pasti suatu saat bella akan mendapat balasannya." ujar Vita menggenggam tangan Kenan diatas meja.


Berduanya terlalu larut dalam obrolan, hingga tidak sadar sedari tadi sepasang mata menatap mereka dengan tangan mengepal.


Sedari tadi Gio memperhatikan Vita dan Kenan yang semakin mesrah.


Tidak sanggup melihat kemesraan mereka, ia berdiri dan menghampiri meja keduanya.


Braaaakkk..


Gio menggebrak meja Vita hingga membuat semua pengunjung menoleh ke arahnya.


Ia menarik paksa tangan Vita tanpa memperdulikan Kenan yang wajahnya sudah memerah menahan amarah.


" Lepasin aku." berontak Vita karena Gio menariknya.


Buugghhh..


Satu pukulan keras mendarat mulus di wajah Gio, ia mengusap sudut bibirnya yang terluka dan menatap tajam Kenan yang baru saja melayangkan pukulannya.

__ADS_1


" Br*ngsek.. jangan ikut campur urusan gue." ucap Gio berdiri dan menarik kerah baju Kenan.


" Kalau menyangkut soal cewek gue, udah pasti itu menjadi urusan gue." sahut Kenan, ia menghempas kasar tanga Gio dan melayangkan tinju pada wajah Gio.


" Berani lo sama gue." ucap Gio lalu membalas pukulan Kenan.


Bughh..


Satu pukulan mendarat mulus di wajah sebelah kiri kenan hingga membuatnya tersungkur.


Vita mengahampiri Kenan dan membantunya berdiri.


" Pergi dari sini atau aku akan panggilkan satpam buat nyeret kamu keluar dari sini." sahut Vita menatap Gio dengan tajam.


" Aku mau bicara sama kamu." ucap Gio memegang tangan Vita namun di tepis kasar oleh Kenan.


" Sekali lagi lo nyentuh cewek gue, gue patahin tangan lo." ancam Kenan.


" Awas aja lo, gue akan bikin perhitungan buat lo." ucap Gio lalu pergi meninggalkan Vita dan Kenan.


Semua pengunjung kembali duduk setelah melihat pertunjukan baku hantam antara Kenan dan Gio.


Bahkan tak sedikit dari mereka mengabadikan perkelahian itu.


" Sakit ya?" tanya Vita saat membersihkan sudut bibir kenan yang terluka.


Ia menatap Wajah Vita yang begitu dekat dengannya.


Ia juga melihat rayt wajah Vita yang khwatir padanya.


" aaaww.." ringis Kenan saat Vita menekan sedikit keras lukanya.


" Katanya luka gini doang gak ada apa apanya, tapi kok ngejerit." cibir Vita.


" Ya kan itu masih nyeri sayang, kalau di teken ya sakit lah." jawab kenan mencubit pipi Vita.


" Kamu jangan terlalu cari masalah sama Gio, dia anaknya nekatan dan bisa bisa kamu yang akan babak belur nantinya." ucap Vita memperingati Kenan.


Karena bagaimanapun Gio tidak akan mudah meloloskan Kenan begitu saja, dia akan terus balas dendam hingga apa yang diinginkan tercapai.


" Kamu jangan khawatir aku bisa jaga diri kok." jawab Kenan.


Meskipun ia tidak jago bela diri, namun masih mampu jika hanya melawan Gio seorang diri.


Mereka larut dalam obrolan hingga tak terasa waktu beranjak sore, mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing masing.


***


" Sudah sampai mana persiapan pernikahanku dengan keysa?" tanya Dave pada Julian.

__ADS_1


Dave sekarang berada di apartemen Julian setelah mengantar keysa pulang kerumah.


" Tinggal 20% lagi semuanya siap." jawab Julian, ia memberikan sekaleng soda pada Dave.


" Pernikahanku tinggal satu bulan lagi, pastikan semuanya berjalan lancar jangan sampai ada kekacauan." ucap Dave dengan tegas.


" Kamu tenang saja, semuanya sudah aku atur sesuai rencanamu." jawab Julian, Dave manggut manggut.


Memang Julian selalu bisa untuk diandalkan dalam hal apapun.


Kesetiaanya pada Dave tidak usah diragukan lagi, bahkan sebelum Dave menjadi CEO di perusahaan MAHEN's ia sudah mengabdikan dirinya pada keluarga Dave.


" Ada masalah lagi?" tanya Julian yang melihat raut wajah Dave yang tidak bersemangat.


" Bella menghubungiku memintaku untuk menemuinya besok malam di Club." jawab Dave.


" Di club? kenapa harus di Club? apa kamu mengiyakannya?" tanya Julian dengan wajah heran.


Heran kenapa Bella harus meminta Dave untuk menemuinya di Club? bukankah masih banyak tempat lain untuk bertemu?


" Entahlah aku juga tidak tau, dan aku akan menemuinya, sekalian aku harus memberi peringatan tegas untuk Bella agar tidak mengganggu keysa lagi." jawab dave namun dengan keraguan.


" Kamu harus berhati hati Dave, kamu tau sendiri jika Bella sangat licik, jangan sampai dia menjebakmu." sahut Julian memperingati.


Ia sudah tau bagaimana kelicikan bella untuk mendapatkan Dave kembali.


Tidak mungkin Bella meminta Dave menemuinya jika ia tidak merencanakan sesuatu apapun.


" Ada kau yang mengawasiku." ucap Dave dengan seringainya.


" Maksud kamu?"


" Apa aku harus menjelaskannya?" jawab Dave dengan tatapan datarnya.


" Aku mengerti." jawab Julian.


" Bagus, kalau begitu aku pulang dulu. Kita lihat apa yang akan terjadi besok." ucap Dave menepuk bahu Julian.


" Yakin banget kalau mau terjadi sesuatu." cibir Julian.


" Kita lihat besok." jawab Dave lalu berjalan keluar apartemen julian.


.


.


.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2