
Sebuah ruangan disulap menjadi pesta kecil kecilan.
Keysa dan kenan sibuk mengatur dekorasi untuk pesta ulang tahun sang bunda.
Balon bertuliskan Happy birthday bunda ia tempelkan pada dinding dan tak lupa juga kue ulang tahun 2 tingkat dengan bentuk yang tak kalah menarik.
Aris ayah keysa dan kenan mengajak dewi istrinya untuk menemaninya ke sebuah mall untuk membeli satu stel jaz yang akan ia bawa ke luar kota.
Sebenernya tujuan aris bukan itu, ia diminta keysa dan kenan untuk mengajak sang bunda keluar agar key dan kenan bisa leluasa mendekor ruangan untuk pesta ulang tahun sang bunda.
" Kamu tumben mau keluar kota aja pakek beli jaz lagi? biasanya juga yang ada aja?" tanya dewi curiga karena tidak biasanya sang suami berpergian keluar kota membeli baju baru dulu.
" Emang kenapa sih bun? lagian ini juga untuk menghadiri rapat penting, disana juga nanti ada nak dave, masa iya pakai jaz itu itu mulu.
Lagian papa kan masih muda pengen aja tampil lebih fresh." jawab Aris sedikit masuk akal.
Namun jawaban Aris tetep saja membuat Dewi semakin curiga.
" Sejak kapan kamu peduli dengan penampilanmu mas? biasanya juga aku yang selalu ngomel dulu jika kamu mau kemana mana." ucap dewi membuat aris semakin kikuk.
emang istrinya ini pandai sekali berolah kata.
" Sudahlah bund, hanya sekali ini aja." jawab aris menarik tangan dewi masuk kedalam boutique.
" Kamu gak lagi selingkuh kan?" tanya dewi menghentikan langkah kaki aris.
" Astagfirullah bunda, kenapa pikiranmu sampai segitunya sih? ini ayah cuma mau beli jaz loh buat kerja, bisa bisanya kamu berpikiran seperti itu." kesal aris menatap sinis Dewi karena pikirannya terlalu jauh.
ingin rasanya aris memberi tahu yang sebenernya tapi itu tidak mungkin.
" Ya mana aku tau, orang kamu gak biasanya bertingkah seperti ini " jawab dewi cuek.
ia tidak peduli dengan tatapan kesal sang suami, karena ia hanya ingin mengutarakan apa yang ada dipikirannya.
Aris melihat ponselnya dan mendapat pesan dari keysa jika persiapan pestanya sudah siap.
Aris yang hendak masuk kedalam boutique mengurungkan niatnya lalu menarik tangan dewi masuk kedalam mobil.
" Loh.. lohh.. mau kemana? gak jadi masuk? katanya mau beli jaz?" tanya dewi beruntun.
" Gak jadi, percuma aku beli jaz baru kalau kamu punya pikiran seperti itu." jawab aris membuka pintu mobil dan sedikit mendorong tubuh istrinya agar segera masuk dan duduk.
Aris berlari kecil memutari mobil lalu ia duduk dibelakang kemudi.
Aris melajukan mobilnya sedikit kecang membuat dewi sedikit takut.
" Mas,, pelan pelan napa? kamu mau kita mati apa?" kesal Dewi menatap tajam suaminya.
Aris tak menghiraukan ucapan istrinya karena dirinya terlanjur kesal dengan tuduhan istrinya tadi.
Raut wajah Aris semakin masam membuat Dewi semakin tidak enak, ia tahu dirinya salah karena menuduh suaminya seperti itu, karena sikap tidak biasa suaminya lah yang membuat dia berpikir seperti itu.
Mobil yang dikendarai aris sudah sampai dihalaman rumahnya.
Ia turun lalu berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan sang istri yang tengah tertunduk lesu.
" Bunda mana yah?" tanya keysa saat melihat ayahnya masuk sendiri dengan wajah datarnya.
" Belakang." ucap Aris singkatl lalu berlalu menuju kamar.
" Ayah kenapa kak?" tanya kenan.
" Gue juga gak tau ken." jawab keysa.
Dewi berjalan memasuki rumahnya dengan muka lesunya.
Keysa menghampiri sang bunda, merangkul dan menuntunnya untuk duduk di sofa ruang tamu.
" Bunda sama ayah berantem?" tanya keysa to the point.
Dewi mengangguk sebagai jawaban.
" Berantem kenapa?" tanya kenan.
" Hanya karena ayah ingin beli jaz baru untuk dibawa keluar kota besok, lantas bundamu seenaknya menuduh ayah punya selingkuhan." sahut Aris yang baru keluar dari kamarnya lalu duduk disamping kenan.
" Ya karena sikap kamu yang gak biasanya makanya aku ngomong seperti itu." bela Dewi.
Kini keysa dan dan kenan mengerti akar permasalahannya.
__ADS_1
mereka tidak menyalahkan bundanya dan tidak juga menyalahkan ayahnya.
" Bunda salah paham, ayah ngajak bunda keluar beli jaz karena key yang minta ayah buat ngajak bunda keluar karena key sama kenan mau bikin kejutan buat bunda." ucap Keysa menjelaskan pada dewi.
" Iya bener bund, dan harusnya ayah ajak bunda muter muter aja gak usah beli jaz juga gpp." sahut kenan.
" Ayah ingin beli jaz baru karena rapat besok dihadiri oleh nak Dave, makanya biar besok ayah bisa tampil lebih fresh, masa calon mertua nak dave jaz nya itu itu mulu." jawab aris membela diri.
" Ya maafin bunda yah, bunda gak tau kalau tujuan kalian sebenernya mau bikin kejutan buat bunda." ucap dewi merasa bersalah.
" Makanya bund kalau suami ngomong itu dipercaya, kapan sih aku pernah selingkuh? kapan aku pernah berkata bohong sama kamu." jawab aris menatap datar istrinya.
" Maafin aku mas, aku akui aku salah." ucap Dewi menunduk.
Aris membuang napasnya kasar lalu berdiri menghampiri istrinya.
Keysa beranjak memberikan ruang kosong untuk sang ayah tempati.
" Jangan pernah nuduh aku seperti itu lagi, aku beneran gak suka, karena selama ini aku udah berusaha untuk menjadi suami, ayah dan kepala keluarga yang baik buat keluarga kita." ucap aris memeluk istrinya.
Dewi membalas pelukan suaminya dan terus meminta maaf atas kesalahannya.
Keysa meneteskan air matanya terharu karena melihat moment didepannya ini, begitupun dengan kenan, laki laki itu tersenyum melihat sikap ayahnya yang tidak bisa marah berlama lama dan tidak ingin masalah itu berlatut larut.
mereka mengambil pelajaran akan masalah rumah tangga ini, setidaknya ini bisa jadi pelajaran jika dirinya sudah berumah tangga nanti.
" Udah ya moment sedihnya, sekarang ayah sama bunda ikut kita." ucap keysa berdiri bersama kenan lalu menuju ke ruangan yang sudah di dekorasi.
Aris dan dewi mengikuti langkah keysa dan kenan.
" HAPPY BIRTHDAY BUNDA." ucap kompak dari keysa dan kenan.
Mulut dewi menganga melihat dekorasi yang dibuat anak anaknya untuk dirinya.
Mesikipun tidan mewah tapi ini sangat istimewa untuknya.
" Makasih anak anak bunda." ucap dewi mencium kening keysa dan kenan.
" selamat ulang tahun istriku." ucap Aris mencium kening dewi.
" Makasih mas."
" Ini kado untuk bunda." ucap keysa memberikan kadonya untuk sang bunda.
" Gamis?" ucap Dewi dengan mata berbinar.
" Iya,, kan bunda ada niatan buat berhijab kan?" tanya keysa diangguki dewi.
" Makasih sayang, bunda suka banget." ucap dewi memeluk keysa.
" Kalau ini dari kenan bund." ucap kenan memberikan sebuah kado kecil untuk bundanya.
" Loh ken kamu juga ngasih bunda? kamu masih sekolah belum kerja, terus kamu dapet uang dari mana?" tanya dewi mengernyit heran.
" Dar-"
" Kenan menyisihkan uang jajannya bund, untuk membeli kado buat bunda." sahut keysa memotong apa yang akan dikatan kenan, ia tahu jika kenan akan bicara jujur pada sang bunda.
Kenan tersenyum kikuk karena gak nyanka jika sang kakak akan mengatakan hal itu pada bundanya.
" Bener ken?" tanya dewi diangguki kenan namun ragu.
" Makasih sayang, seharusnya gak perlu repot repot, cukup kamu bawa pacar kamu pulang aja bunda udah seneng " goda dewi membuat kenan mencebikkan bibirnya.
" Bunda apaan sih." ucp kenan mengerucutkan bibirnya.
Dewi, keysa dan aris terkekeh melihat ekspresi wajah kenan.
Dewi membuka hadiah dari kenan dan matanya membulat saat tau hadiah yang diberikan kenan.
" Cincin?" tanya dewi menatap kaget kenan.
" Iya bund, tapi gak mahal, kenan belum bisa ngasih bunda cincin yang mahal nanti kalau kenan udah kerja kenan janji akan beliin yang lebih bagus dari ini." ucap kenan merasa tidak enak.
Dewi tidak menjawab, dia memeluk erat tubuh kenan.
" Sayang ini udah bagus banget, harusnya kamu simpan uangnya buat kebutuhan kamu." ucap deimwi meneteskan air matanya haru.
" Kenan janji bund, nanti kalau kenan udah punya penghasilan sendiri kenan akan turutin semua keinginan bunda." jawab kenan tersenyum menatap dewi.
__ADS_1
" Bunda gak minta apa apa sayang, yang bunda minta anak anak buda selalu sehat dan bahagia." ucap buda mengusap lembut pipi kenan.
" Ini dari ayah." ucap Aris memberikan kado untuk istrinya.
" Ini apa mas?" tanya dewi menerima kado itu.
" Buka aja."
Dewi membuka kado dari suaminya dan mulutnya semakin menganga saat melihat kalung yng harganya sangat mahal.
" Masss..." ucap dewi menatap binar suaminya.
Aris mengambil kalung itu lalu memakaikannya di leher istrinya.
" Selama ini aku gak pernah kamu izinin aku untuk membelikanmu barng barang mahal, jadi untuk kali ini biarkan aku membelikanmu barang yang harganya sedikit mahal." ucap Aris.
Dewi tersenyum bahagia lalu memeluk tubuh suaminya.
Selama ini memang Dewi tidak mengizinkan suaminya untuk memberinya barang barang mahal, mengingat kehidupan ekonomi mereka yang jauh dari kata begelimang harta.
" Maaf aku telat." ucap seseorang yang baru saja datang dengan setelan jaz yang melekat pada tubuhnya.
" Mass.."
" Kak dave."
" Nak dave."
Ucap mereka kompak.
" Maaf aku telat." ucapnya sekali lagi lalu menghampiri keysa.
" Kamu dari bandung langsung kesini?" tanya keysa diangguki dave.
" Kenapa gak langsung pulang aja, kamu pasti capek." ucap keysa menarik tangan dave untuk duduk.
" Nin minum untuk kakak." ucap kenan memberikan minuman untuk dave.
" Makasih ken."
" Sama sama kak."
" Oha iya, selamat ulang tahun tante, ini ada kado dari dave, maaf dave ngasihnya apa adanya, karena dave gak sempet nyari." ucap dave lalu memberikan kado untuk Dewi.
" Ya ampun kenapa repot repot sih nak dave? kamu kesini aja tante udah bersyukur banget." jawab dewi sungkan.
" Gpp tante, lagian dave juga kangen sama keysa, seharian gak ketemu." ucal dave membuat wajah keysa bersemu...
" Makasih ya nak dave." ucap dewi diangguki dave.
" Ciee blushing." goda kenan.
" Diem lo." ucap keysa menatap tajam kenan.
Kenan hanya tertawa melihat wajah malu sang kakak.
" Kamu gak kangen sama aku?" tanya dave membuat keysa menoleh padanya.
" Haaa?"
" Lu ditanya ha he ho mulu dah kak." sahut kenan mendorong kesal bahu keysa.
" i-iya aku kangen juga sama kamu." jawab keysa menunduk.
Dave yang gemas hanya mengacak gemas rambut keysa.
" Oh iyaa besok malam orang tuaku akan kesini." ucap dave tiba tiba membuat keysa mengangkat kepalanya.
" Ngapain?" tanya keysa.
" Ngelamar kamu." jawab dave membuat semua orang membulatkan matanya.
" APAAAA."
.
.
.
__ADS_1
.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼