CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
5.


__ADS_3

Sang surya mulai menampakkan sinarnya, terlihat jelas seorang pemuda tampan menggeliat dibalik selimut tebalnya.


Diraihnya ponsel di atas nakas untuk melihat jam berapa sekarang.


Dave turun dari ranjang dan berjalan menuju balkon kamarnya.


Dihirupnya udara pagi yang sangat menyegarkan.


Matanya tak lepas dari pemandangan didepan matanya yang begitu menyejukkan.


Tak lama Dave meraih handuk dan segera mandi.


30menit dave keluar dan memakai baju kerjanya.


Kali ini penampilan Dave sedikit berbeda.


Dave memakai kemeja putih dengan rompi berwarna grey dengan jaz dan celana berwarna dark grey.


Tak lupa ia memakai Dasi berwarna merah maroon dengan motif garis miring.


Rambutnya ditata rapi tak lupa ia memakai minyak rambut agar terlihat lebih rapi.


Jangan lupakan jam Rolex yang harganya miliyaran menambah kesan cool pada dirinya.


Siapapun yng melihat penampilan Dave kali ini akan lebih terpesona dari sebelumnya.


Dave ingin belajar melupakan bella, ia memutuskan untuk membuka hati jika ada wanita yang cocok dengannya.


Dave berjalan menuruni tangga dan melihat kedua orang tuanya sudah berada dimeja makan.


" Pagii maa..paaa." sapa Dave dengan tersenyum manis.


" Pagi jul..." sapanya pada julian.


Mereka tidak menjawab sapaan Dave, mereka bengong melihat penampilan anak dan atasannya itu.


Mereka ingin memastikan apa benar dihadapannya ini adalah Dave atau bukan.


Semenjak ditinggal oleh Bella dave memang jarang tersenyum, bahkan dengan orang tuanya pun dia jarang sekali senyum dengan tulus.


Tapi kali ini dave menyapa mereka dengan senyuman lebar dan tulus, dan jangan lupakan penampilannya yang terlihat lebih segar.


" Eheeeemmm.." deheman Dave sukses membuyarkan lamunan mereka.


" Eeehh.. pagi juga sayang." jawab Lia dan Rangga kompak.


" Selamat pagi juga tuan muda." jawab julian sedikit menunduk dan mendapat plototan dari Dave.


Julian yang mendapat plototan pun tersenyum kikuk.


Dia belum terbiasa jika harus memanggil nama saja di hadapan orang tua dave.


" Duduklah mari kita sarapan bersama." ajak dave pada julian.


" Terimakasih." jawab julian dan duduk untuk menikmati sarapan bersama.


" Kamu sehat kan Dave?" tanya Lia disela sarapannya.


Dave yang asik makan dengan santai pun mendongakkan wajahnya menoleh ke arah sang mama.


" Sehat kok ma, emang kenapa?" tanya dave mengernyitkan dahinya.


" Gpp, kirain kamu lagi kurang enak badan atau apa gitu, kok tumben banget kamu hari ini lebih beda dari sebelumnya." jawab Lia kembali mengunyah makanannya.


" Dave baik baik aja maa.. jangan khawatir." jawab dave tersenyum manis dan melanjutkan sarapannya.


" Aku ingin melupakan bella." ucap dave tiba tiba dan membuat kedua orang tuanya dan julian tersedak makanannya.


Mereka kaget akan ucapan yng terlontar dari mulut dave.


uhuuukkk...uhhuuukk..uuhuuukk..


Dengan segera mereka mengambil minuman yang ada disamping mereka dan meminumnya hingga tandas.


" Apa kita gk salah denger?" tanya Rangga.


" Papa gak salah denger, Dave masih mempunyai kalian yang sayang sama dave, dave juga yakin diluar sana masih ada wanita yang lebih baik dari bella." jelas dave menatap kedua orng tuanya bergantian.


" Papa dan mama akan mendukungmu, carilah wanita yang mengerti dirimu dan mau menerima kekuranganmu." nasehat Rangga.


" iyaa paaa,,, aku yakin dengan wajah tampanku ini gak ada seorang wanita yang mampu menolak pesonaku." ucap dave sombong.


Semua yang mendengar ucapan dave pun memutar bola matanya jengah.


" Kamu jangan gunain ketampananmu untuk memainkan hati wanita." ucap Lia menatap tajam Dave.

__ADS_1


" Dave tau itu maaa." jawab dave dan segera menyeleseikan sarapannya.


" Apa kau sudah selesei?" tanya Dave pada julian.


" Sudah tuan."


" Kalau begitu ayo kita berangkat."


" Maa..paaa..dave berangkat kekantor dulu." pamit dave mencium tangan kedua orang tuanya.


" Iya sayang hati hati.".


*****


" Aku pamit berangkat dulu yaahh,,bund,," Pamit keysa setelah menyeleseikan sarapannya bersama keluarganya.


" Hati hati sayang."


" Lu gak berangkat juga ken?" tanya keysa pada kenan yang masih belum beranjak.


" Bentar lagi kak,, kakak duluan aja." jawab kenan yang masih berkutat dengan ponselnya.


" Udahh berangkat sekarang ajaa,, nanti kesiangan ujung ujungnya lu bolos lagi." ucap keysa merebut ponsel kenan dan mematikannya.


" Ckk.. bawel lu ahhh,, orang gue juga gak pernah bolos." kesal kenan.


" Sudahlah key,,,mending kamu berangkat dulu saja." ucap Dewi.


" Yaudah deh bund key berangkat dulu."


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam.".


Keysa pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tak lama mobil yang dikendarai keysa telah sampai dikantornya.


Segera dia memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk menuju tempat kerjanya.


" Pagi key... " sapa vita


" eehh.. pagi juga vit, mana Fanya dan Rindi?" tanya keysa.


" Lagi ke toilet mereka." jawab vita


" Ya gitu deh, gak ada yang spesial."


" Emng lo mau yang spesial seperti apa?" tanya vita terkekeh.


" Pakek telor dua dengan bumbu extra pedas." jawab keysa ngasal.


bahahahha...


Tawa vita pecah diikuti fanya dan rindi yang baru saja datang dan mendengar obrolan mereka.


" Kenapa ketawa dah?" tanya luna polos.


" Lu pagi pagi bikin perut gue kram aja dah." ucap vita disela tawanya.


" ckk.. gue ke atas dulu lah, keburu si kutub itu dateng lagi " jawab luna.


" Nanti kita tunggu di kantin yaa." ucap Fanya dan di balas anggukan oleh keysa.


Keysa mendudukkan dirinya dikursi kerjanya.


Dia mengerjakan sisa laporan yang belum dia seleseikan kemarin.


Saking fokusnya dia berkutat dengan berkas laporannya dia tidak menyadari bahwa Dave berada depan meja kerjanya.


Hingga suara dave mengagetkannya.


" Kerunganku sekarang." ucap dave datar membuat keysa kaget dan mendongakkan kepalanya, Keysa sedikit terpesona dengan penampilan Dave kali ini, dia begitu tampan dan manis dengan setelan jaz yang dikenakannya sekarang.


Manik mata mereka bertemu, ada keterkaguman sendiri diantara mereka meskipun baru 2x mereka bertemu.


Hingga suara deheman julian membuyarkan kontak mata Dave dan Keysa.


eheeemmmm...


" ehhh.. b-baik pak." ucap keysa gugup bercampur malu.


Dave berjalan lebih dulu dan memasuki ruang kerjanya.


" Jangan terlalu serius, nanti kalau di panggil kamu tidak mendengarnya lagi." ucap julian yang berjalan disamping keysa.

__ADS_1


" Maaf pak." ucap keysa menunduk.


" Tidak apa, cepatlah masuk." ucap julian kemudian berlalu meninggalkan keysa dan menuju ruang kerjanya.


toookk..tookk..tookk..


" Masuk."


Keysa membuka pintu dan mendapati Dave yang sudah berkutat dengan laptopnya.


" Ada apa bapak memanggil saya?" ucap keysa.


" Apa berkas yang kemarin kuserahkah padamu belum selesei?" tanya dave datar.


" Sudah paakk,,akan saya ambilkan." jawab keysa.


" Periksa kembali dan bawa kemari." ucap dave.


" Baik pakk saya pamit dulu." jawab keysa sedikit menunduk dan berjalan keluar ruangan dave.


" HEYYY YOOO WASAAPP BROOO.." ucap seseorang yang baru masuk ke ruangan dave.


Dave mendengus sebal kala melihat orang yang nyelonong masuk keruangan kerjanya tanpa permisi.


" Lu gak bisa ketuk pintu dulu apa?" sinis Dave menatap orang itu.


" Gue udah ketuk itu pintu, tapi gak ada sahutan dari lo, ya udah gue masuk aja." jawab Justin sahabat Dave sejak SMA.


" Sejak kapan lo ada di indo? dan ngapain lo kesini." tanya Dave dan berjalan mengahampiri sahabatnya itu.


" Baru 2 hari sih gue disini, gue kesini kangen sama lo." jawab justin menaik turunkan alisnya.


" Jijik gue di kangenin ma lo." ucap Dave menatap datar justin.


" Lu mah gitu ma gue, gue bela belain kesini lu nya malah kek gini." ucap justin dengan wajah cemberutnya.


" Jangan memasang wajah menjijikkan itu." kesal Dave melempar bantal sofa kearah muka justin dan dibalas cengengesan oleh justin.


" Di depan sekertaris baru lo?" tanya justin


" hemmm." jawab


" Pinter bener lo cari sekertaris." jawab justin dengan senyum jahilnya.


" Maksud lo?" ucap Dave tak mengerti.


" Dia cantik banget, cantiknya natural gak di buat buat, ngelihat dia itu kek embun pagi, menyejukkan." gombal justin yang emang dari dulu adalah seorang playboy.


" Lu kalau gak berkepentingan silahkan keluar, ganggu gue kerja aja lo." usir dave.


" Bentar do...." ucapan justin terhenti kala melihat Keysa masuk untuk memberikan laporannya pada Dave.


" Maaf pak saya asal masuk, tadi saya sudah mengetuk pintu berulang kali, dan ini laporan yang bapak minta saya sudah memeriksanya." ucap keysa memberikan berkas pada dave dan diterima olehnya


" Nona namanya siapa?" tanya justin memandang keysa tanpa berkedip.


" Keysa pak." jawab keysa tersenyum tipis.


" Kalau begitu saya permisi dulu." pamit keysa diblas anggukan dave.


" Jangan berani menggodanya." ucap dave dan berjalan kembali menuju meja kerjanya.


" Kenapa?" tanya justin menggoda dave.


" Dia terlalu polos untuk seorang playboy macem lu." jawab dave tanpa menatap justin.


" Lu suka yaa?" tebak justin.


" Keluar sekarang, Lu ganggu gue kerja." kesal Dave.


" Ckk... pakek gak ngaku lagi."


" Keluar gak lo." ucap dave menatap tajam justin.


" Ya udah deh, gue pergi dulu, nanti kita ngumpul sama yang lain." ucap justin lalu berjalan keluar rungan dave.


Dave menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.


" Emang bener yang dibilang justin, dia cantik wajahnya juga menyejukkan." ucap dave tersenyum simpul


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2