
Pagi hari matahari masih malu malu menampakkan sinarnya.
Seorang gadis dengan berbalut piyama tidurnya sudah berdiri di pagar balkon untuk menghirup udara yang menyejukkan.
Keysa menutup mata nya dan menghirup dalam udara yang masuk kedalam hidungnya.
Kicauan burung terdengar seperti alunan musik yang indah bagi keysa.
Suasana seperti ini yang selalu keysa sukai.
Tubuhnya kembali segar, rasa pening dan panas ditubuhnya lenyap begitu saja.
Keysa mendudukkan bokongnya di sofa balkon, matanya menerawang jauh ke arah awan yang entah mengapa dilihatnya seperti wajah dave tengah tersenyum.
Kedua sudut bibir keysa tertarik, dia juga tersenyum kala mengingat dave mencium keningnya di hadapan teman temannya.
Kini wajahnya memerah saat mengingat kejadian itu.
" Apa gue bener bener jatuh cinta sama dia? tapi gue bener bener takut kalau hanya gue yang ngerasain ini." gumam keysa.
" Tapi sikap dia memberikan gue harapan kalau dia juga suka sama gue, dan gimana nanti kalau orang tua dia gak setuju sama gue." ucap keysa bermonolog.
Keysa melihat jam pada dinding kamarnya, ia berdiri dan meraih handuk untuk segera mandi.
Tak butuh waktu lama keysa sudah keluar lengkap dengan baju kerjanya yang berwarna cerah karena menggambarkan suasana hatinya saat ini.
Keysa menyisir rambutnya dan tak lupa memakai lipstik berwarna pink muda agar bibirnya tidak terlalu terlihat pucat.
Keysa mengambil tas kerja serta ponselnya dan berjalan keluar kamar menuju meja makan.
Dilihatnya kedua orang tua dan adiknya sudah berada disana.
" MORNING EPRIBADEHH." teriak keysa dengan senyum mengembang.
Kenan hanya mendengus malas mendengar teriakan keysa, sedangkan kedua orang tuanya hanya geleng geleng saja, mereka senang karena putrinya sudah sembuh dan kembali ceria.
" Pagi juga sayang, gimana badan kamu udah enakan?" tanya aris.
" Udah dong yah, udah seger juga badan aku." jawab keysa tersenyum manis.
" Gimana gak sembuh, orang ditungguin dari pagi sampe malem" sindir kenan.
" sirik aja lu." ucap keysa melitik sinis kenan.
" sudah sudah.. kamu makan dulu sayang biar ada tenaganya nanti." ucap dewi mengambilkan sepiring nasi goreng untuk keysa.
Dave memarkirkan mobilnya didepan rumah keysa, dia berjalan turun dan mengetuk rumah keysa.
Keysa yang sudah mengira jika itu Dave pun langsung berdiri dan membukakan pintu.
" Pagi mas.." sapa keysa saat pintu terbuka menampilkan wajah tampan dave.
" Pagi juga,, sudah sembuh?" tanya dave dibalas anggukan keysa.
" Aku lagi sarapan, kamu ikut sarapan juga yuk." ajak keysa namun dave menggeleng.
" aku udah sarapan dirumah, kamu sarapan aja dulu aku tunggu disini." ucap dave lalu mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu.
" ya udah kamu tunggu sebentar aku nyelesein sarapan aku dulu." ucap keysa lalu kembali ke meja makan.
" ayah temani nak dave dulu gih." ucap Dewi pada suaminya.
" iyaa, tolong kamu buatkan minum untuknya." jawab Aris.
" Pagi nak Dave" sapa Aris menjabat tangan dave.
" Pagi juga om." balas dave menjabat tangan aris.
" Maaf jadi merepotkan nak dave, nak dave harus bolak balik jemput keysa." ucap aris sungkan.
__ADS_1
" Tidak apa om, kan mobil keysa juga masih dikantor."
" Iya, biar nanti keysa pulang bawa mobil saja, kasian nak dave jika terus bolak balik." ucap aris.
" iya lah yah, masa mobil key terus ditaruh dikantor mulu." sahut keysa yang sudah menenteng tas kerjanya.
" Sudah mau berangkat?" tanya Aris dan keysa mengangguk.
" Kita berangkat sekarang aja mas, kamu kan belum meriksa laporan kemaren, lagian kita harus lanjutin meeting yang ketunda kemaren." ucap keysa.
" Baiklah.. Kita berangkat kantor dulu om tante dan kenan." pamit dave pada Aris, dewi dan kenan.
" Berangkat dulu yah, bund, dekk." pamit keysa mencium pipi mereka setelah itu masuk kedalam mobil dave.
Dave melajukan mobilnya tidak terlalu cepat karena jarak kantor dan rumah keysa tidak terlalu jauh dan juga jam masih terlalu pagi untuk cepat sampai di kantor.
" Minggu besok kamu ada acara?" tanya dave namun pandangannya tetap fokus kedepan.
" emmm. enggak kayaknya, kenapa emang?" tanya keysa menatap dave.
" Aku ingin mengajak kamu kesuatu tempat." jawab dave menoleh kearah keysa.
" Kemana?" tanya keysa penasaran.
" Nanti juga tau " jawab dave membuat keysa penasaran.
" Cihh.. gitu aja pakek rahasiaan segala." ucap keysa cemberut.
Dave melirik wajah keysa yang cemberut membuat tangannya terulur mencubit gemas pipi keysa.
" Sakit iihh.." ucap keysa melepas tangan dave dari pipinya.
Namun justru malah dave menggem tangan keysa.
Jantung keysa berdetak tak karuan, dia sangat gugup saat dave menggenggam tangannya.
Dave menarik tangan keysa dan mencium lembut punggung tangan keysa.
Sepanjang perjalanan dave menggenggam tangan keysa tanpa berniat melepasnya.
Sesampainya di kantor dave mau tak mau harus melepas tangan keysa.
" ayo turun, sampe kapan kamu kan jadi patung begitu?" tanya dave menggoda keysa, keysa hanya mencebikkan bibirnya dan melirik sinis dave.
Salah siapa coba yang membuat keysa kek patung begitu? Dasar dave nya aja kalau bertindak sesuka hati tanpa memperdulikan perasaan lawannya.
Keysa turun dari mobil dave, sepeti biasa para karyawan yang melihatnya pun ingin sekali bergosip namun harus ditahannya karena melihat wajah dingin dave.
Keysa sudah tidak terlalu memperdulikan itu semua, dia berjalan seperti biasa di samping dave, dia akan bersikap bodoh amat selagi itu tidak merugikan dirinya.
Dave memasuki ruang kerjanya begitu pun dengan keysa , dia sudah duduk tenang di kursi kerjanya.
" Kamu keruanganku." panggil dave melalui sambungan telepon.
Keysa segera menuju ruangan dave setelah menutup telponya.
" Ada apa pak?" tanya keysa sopan.
" Kamu revisi ini, setelah itu kamu bawa untuk meeting nanti." ucap dave menyerahkan laporan yang akan keysa revisi.
" Baik pak, kalau begitu saya permisi." ucap keysa lalu kembali ketempat kerjanya.
" Pagii cantikk.." sapa justin dengan senyum pepsodentnya, keysa hanya memandang justin sekilas dan mendengus sebal.
" Pak dave ada didalam silahkan langsung kedalam saja." ucap keysa tanpa menatap wajah justin.
" Pagi pagi udah cuek aja sih." goda justin namun keysa tidak menggubrisnya, pekerjaannya lebih penting ketimbang harus meladeni cowo playboy dihadapannya ini.
" Silahkan pergi jika tidak ada kepentingan." Jengah keysa.
__ADS_1
" Ok ok gue akan pergi, tapi gue minta nomor ponsel lo, boleh kan." ucap justin menaik turunkan alisnya.
" maaf nomor saya privasi." Tolak keysa.
" Cihh sombong sekali sih, cuma minta nomor doang." ucao justin mencebikkan bibirnya.
Keysa yang sudah jengah menatap horor ke arah justin, justin yang melihat itu pun langsung masuk keruangan dave.
braakkk.
Dave berjengkit kaget saat pintu ruangannya ditutup sedikit keras oleh justin.
Dave menatap nyalang justin yang baru saja masuk keruangannya dengan senyum polosnya.
" hehehe maaf, kaget yaa?" ucap justin dengan watadosnya.
" Ngapain lo kesini, habis ini gue ada meeting." ketus Dave.
" kangen sama sekertaris cantik." jawab dave ngasal namun dave hanya menatap datar justin..
" Ckk.. gue mau ngasih tau lo, lusa kita ngadain reuni di restoran favorite kita dulu." ucap justin memberi tahu tujuannya untuk kesini.
" Apa ponsel lo, lo jual sampe harus repot repot untuk datang kesini?" ucap dave tidak habis fikir dengan tingkah laku sahabatnya yang sangat menyebalkan.
" kalau gue hubungin lo lewat telpon gue gak bisa dong ketemu sama sekertaris cantik lo." ucap justin menggoda dave.
" Jangan coba coba lu deketin dia atau gue bikin ancur muka lu." ancam dave menatap tajam justin.
" Lu udah jatuh cinta sama dia?" tanya dave selidik.
" Bukan urusan lu, kalau lu udah gak ada kepentingn mending lu balik, gue mau meeting." usir dave.
" Ngusir lo?" kesal justin.
" Kalau lu mau nunggu disini silahkan, gue pergi dulu." jawab justin yang sudah berdiri.
" Iya iya gue balik, jangan lupa lusa jam 19.00 malam." peringat justin hanya diangguki dave.
Justin keluar ruangan dave bersama dave.
Keysa yang melihat dave dan justin juga ikut berdiri.
" Semuanya sudah berkumpul pak, sekarang kita bisa keruang meeting." ucap keysa memberi tahu.
" Cantiikk.. masa gak boleh minta nomor ponsel sih?" goda justin sebelum keysa dan dave menuju ruang meeting.
" Pergi gak lu." sahut Dave menatap tajam justin.
" iya iya gue pergi, belum jadi pacar aja posesif banget sih lu." gerutu justin.
" Daahh sekertaris cantikkk... emuach." ucap justin memberikan flying kiss pada keysa dan mendapat tatapan horor dari dave.
Justin lari terbirit sebelum mendapat amukan dari dave.
Kini mereka berdua berada diruang meeting dan memulai meetingnya.
.
.
.
.
Terima kasih atas dukungan kalian pada ceritaku ini.
terimakasih buat like dan komen kalian.
semangat terus buat ngasih like nya biar aku juga semangat buat up nya.. 😁😁
__ADS_1
Jaga kesehatan dan jangan lupa pakek masker !!!
😘😘