CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
35.


__ADS_3

Disebuah kamar bernuansa biru muda seorang wanita tengah melempar segala barang hingga berserakan.


Dirinya tengah kesal dengan kabar yang baru saja di terimanya.


Ternyata kabar lamaran putra tunggal keluarga Mahendra sudah sampai di telinganya.


Ia mengepalkan kuat tangannya dan matanya menatap nyalang ke depan.


Bella, wanita itu kini tengah marah marah mendengar kabar dave yang sudah melamar kekasihnya itu.


Ia tidak menyangka jika dave benar benar akan menikahi wanita yang menurutnya jauh dari selera dave.


" Gue gak akan biarin dave dan wanita itu menikah." ucapnya dengan meremas ponselnya.


Bella menatap ponselnya, terlihat senyum licik tercetak pada bibir manisnya.


Ia membuka galeri dan menemukan apa yang sudah ia simpan.


Ia akan memberi tahukan foto yang ia dapat pada dave, dengan begitu dave akan membatalkan pernikahannya, begitu pikir bella.


Bella bergegas ke kamar mandi, hari ini ia akan menemui dave bagaimanapun caranya.


Tak butuh waktu lama ia sudah siap dengan pakaian sexy nya.


Ia mengambil tasnya lalu keluar kamar.


" Mau kemana kak? kok pagi banget udah siap aja?" tanya kevin saat berpapasan dengan kakaknya.


" Kakak ada perlu, kamu mau berangkat sekolah sekarang?" ucap bella.


" Iyaa kak, mau jemput temen dulu, kasian dia habis di keroyok preman kemaren." jawab kevin.


" Temen kamu cowok?" tanya bella diangguki kevin.


" Namanya kenan."


" ya udah kamu hati hati kalau berangkat, kaka pergi dulu." ucap bella lalu berlalu meninggalkan kevin.


Kevin pun ikut turun dan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang sarapan pagi.


" Pagii ma.. pa." sapa kevin lalu duduk disebelah mamanya.


" Pagi sayang." jawab sisil.


" Kakak kamu gak ikut sarapan kev?" tanya surya.


" Kakak udah berangkat barusan, emang gak pamit?" jawab kevin.


" Tidak, tumben sekali masih pagi kakakmu udah pergi aja?" tanya sisil.


" Kevin juga gak tau, tadi kevin tanya katanya ada urusan gitu." jawab kevin.


" Ya sudah kamu sarapan dulu setelah itu kamu berangkat sekolah." ucap sisil diangguki kevin.


Kevin mempercepat sarapannya karena dia akan menjemput kenan, sedari tadi kenan terus menghubunginya mengingatkan agar segera menjemputnya.


______


" Lu tetep maksa masuk sekolah?" tanya keysa.


kenan memutar bola matanya jengah karena ini ketiga kalinya kakaknya ini menanyakan hal yang sama.


" ya Allah kak, ini ketiga kalinya lu tanya pertanyaan yang sama sama gue. Dan jawaban gue pun tetep sama IYA." jawab kenan menekankan kata iya.


" Tapi wajah lu babak belur kayak gitu, gue gak tega lihatnya, sebaiknya lu istirahat aja dulu dirumah." ucap keysa.


" Gue gapapa kak, gue cowo, luka kayak gini doang gak akan kerasa apa apa." jawab kenan meyakinkan keysa, ia paham jika kakaknya ini tengah mengkhawatirkannya.


" Ya udah terserah lu aja, yuk turun kita sarapan." ajak keysa menggandeng lengan kenan.


Mereka berdua pun turun dan menghampiri kedua orang tuanya.


" Pagi ayah, bunda." sapa keysa dan kenan kompak.


" Pagi juga sayang."


" Kamu masuk sekolah ken?" tanya Dewi.


" Iya bunda, kenan udah kelas 12, kenan gak mau ketinggalan pelajaran." jawab kenan.


" Tapi luka kamu?"


" Gapapa bunda, udah mendingan kok." jawab kenan meyakinkan bundanya.


" Yaudah kita sarapan aja dulu." ucap Aris diangguki semuanya.


Mereka pun memulai sarapan mereka dengan tenang.

__ADS_1


Setelah sarapan keysa pamit untuk berangkat ke kantor duluan, sedangkan kenan masih menunggu kevin menjemputnya.


" Keysa berangkat dulu yah, bund." ucap keysa menyalimi tangan kedua orang tuanya.


" Hati hati sayang." ucap dewi diangguki keysa.


" Temen lu jadi jemput gak? kalau nggak biar gue anter." ucap keysa pada kenan.


" Nggak usah kak, mending lu berangkat aja dulu, mungkin temen gue sebentar lagi sampe." jawab kenan.


Dan benar saja deru motor sport milik kevin sudah terdengar, kenan lantas keluar dan menghampiri temannya itu.


" kenan berangkat dulu yah, bund." pamit kenan.


" Kamu hati hati dijalan, bilang sama teman kamu jangan ngebut ngebut." ucap dewi diangguki kenan.


Kenan dan kevin pun akhirnya melajukan motornya meninggalkan rumah disusul oleh keysa yang juga sudah berangkat ke kantor.


_____


Dave mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya.


Dia berangkat lebih awal hanya ingin lebih cepat melihat wajah tunangannya itu, namun sayang saat dia sampai di kantor justru keysa belum datang.


Dave terus menghubungi keysa namun satu pun panggilannya tidak diangkat oleh keysa.


" Kemana sih dia? kenapa belum datang juga? apa mungkin dia gak masuk kerja? tapi kenapa gak bilang dulu." gerutu dave.


Ia begitu khawatir pada keysa, tidak biasanya keysa mengabaikan panggilannya dan tidak biasanya pula keysa tidak memberi kabar pada dave.


tookk..tookk..tookk..


" Masuk."


" Maaf pak ada yang ingin bertemu dengan bapak." ucap pegawai kantor.


" Siapa? apa keysa belum datang?." tanya dave dengan mode datarnya.


" Nona bella pak, dan nona keysa belum datang." jawabnya membuat dave membulatkan matanya.


" Bella? ngapain dia kesini?" gumamny.


Dave mengerutkan dahinya bingung, apa tujuan bella datang kesini.


" Bagaimana pak? apa disuruh masuk?" tanya pegawai itu.


" Lama lo." hardik bella menatap tajam pegawai itu.


Bella masuk dan berjalan ke arah dave dengan senyum yang mengembang.


" Pagi dave." sapa bella.


" hmmm. to the point ngapain kamu kesini?" tanya dave dengan datarnya.


" Ohh.. ayolah dave jangan terlalu cuek begini, ok aku minta maaf atas kesalahanku dulu, kita bisa mulai lagi dari awal." jawab bella.


" Kamu pikir semudah itu?" ucap dave dengan senyum smirknya.


" Mudah saja kan, kamu hanya perlu meninggalkan kekasihmu lalu kita kembali lagi seperti dulu." jawab bella dengan tidak tau malu nya.


" Dalam mimpi saja aku tidak akan pernah meninggalkan keysa dan kembali padamu, apalagi dalam kenyataan." ucap dave membuat bella tersentak.


ia tidak menyangka kata kata pedas itu terlontar dari mulut dave.


" Aku tidak yakin jika setelah kamu melihat foto ini akan masih bertahan dengan keysa."


" Maksud kamu?" tanya dave.


Bella mengambil ponselnya lalu menyerahkannya pada dave.


Mata dave membulat sempurna saat melihat foto keysa dengan seorang lelaki di mall dengan bergandengan tangan.


Terlihat jelas amarah di wajah dave.


ia belum menyadari jika itu kenan karena bella memotretnya dari belakang.


dave terus menggeser foto itu hingga menemukan foto yang sangat jelas wajah keduanya.


Dave bernapas lega lalu tersenyum smirk, ia mengembalikan ponsel bella.


" Jadi ini tujuan kamu datang kesini pagi pagi?" tanya dave datar.


" Iyaa, aku sudah dengar kamu melamar keysa semalam, untuk itu aku ingin memberi tahumu jika keysa mempunyai laki laki lain selain kamu." jawab bella bangga.


" Memang kenapa kalau keysa mempunyai laki laki lain selain aku?" tanya dave dengan senyum remehnya.


" Memang kamu terima di duain sama calon istrimu itu? ohh ayolah dave.. kamu bukan laki laki bodoh yang yang dibutakan oleh cinta.

__ADS_1


Lagian apa istimewanya keysa sih?" ucap bella.


Ia tidak menyangka jika reaksi yang di berikan dave berbanding terbalik dengan apa yang sudah ia bayangkan.


" Sebaiknya kamu keluar, dan jangan pernah menemuiku lagi." ucap dave menatap datar bella.


" Kamu mengusirku?" tanya bella.


" Apa perkataanku kurang jelas?" jawab dave yang sudah berdiri dari duduknya.


" Tapi dave,, aku masih mau disini." ucap bella mendekat kearah dave.


" Berhenti dan jangan mendekat." hardik dave menatap tajam bella.


Bella tersenyum licik, ia justru terus mendekati dave.


" Aku bilang jangan mendekat." teriak dave namun tidak dihiraukan oleh bella.


Mendengar teriakan dave, keysa masuk kedalam ruangan dave dan terkejut saat bella hampir saja memeluk dan mencium dave.


Ia juga bisa melihat wajah dave yang ketakutan saat menghadapi bella.


Sebenarnya keysa sudah datang dari tadi setelah melihat siluet tubuh bella masuk kedalam ruangan dave, keysa lantas menguping di balik pintu itu.


Ia mendengar semua percakapan bella dan dave, sebenarnya keysa penasaran foto apa yang di tunjukkan bella pada dave, namun ia tahan, ia masih ingin tahu seberapa gencar bella menghasut dirinya.


" Apa anda seorang j*l*ng yang hanya menggunakan tubuhmu untuk merayu laki laki yang bahkan laki laki itu sama sekali tidak ingin anda sentuh?" ucap datar keysa.


" K-keysa.." ucap dave gugup, ia kaget tiba tiba keysa sudah berada di depannya dengan wajah yang sangat datar.


Bella berbalik dan menatap tajam keysa.


" Beraninya lo ngatain gue j4lang HAAAA?" bentak bella.


" Lalu di sebut apa seorang wanita menyerahkan tubuhnya pada laki laki yang sudah memiliki tunangan? dan apa pantas bertamu ke kantor dengan pakaian yang aku rasa cocok untuk beradegan ranjang? saya rasa anda wanita terhormat, seharusnya anda bisa menjaga sikap, dan berpakaian yang benar jika bertamu." ucap keysa menatap datar bella.


" Lo..." tunjuk bella.


Wajahnya sudah memarah menahan amarah.


" Kenapa? bukankah tadi anda sudah di usir oleh pemilik ruangan? lantas kenapa anda malah mendekatinya? jika anda tidak ingin di sebut dengan j4l4ng, seharusnya anda bisa bersikap layaknya seorang tamu." ucap keysa tersenyum remeh.


" Gue akan buat perhitungan sama lo." ancam bella menatap nyalang keysa.


Amarahnya benar benar sudah di ubun ubun.


" Silahkan saya tidak takut, masih ada Allah yang melindungi saya, jadi sekarang anda keluar sebelum saya panggilkan scurity untuk menyeret anda keluar." ucap keysa.


" Awas lo." ucap bella lalu berjalan keluar ruangan dave.


ia bahkan membanting pintu itu dan tidak peduli jika pintu itu akan rusak.


" S-sayang.." panggil dave gugup, ia tahu jika kekasihnya ini tengah menahan amarah.


" Kenapa?" tanya keysa datar.


Sebenernya dirinya masih diselimuti khawatir, karena dirinya belum mengetahui foto apa yang sudah ditunjukkan bella pada dave, namun biarkan kali ini dia pura pura marah pada dave.


" Kamu marah?" tanya dave hati hati.


" Kamu pikir sendiri, aku mau kembali ke tempat kerjaku." ucap keysa lalu hendak keluar dari ruangan dave tapi dave menahannya.


" Jangan pergi dulu." ucap dave memeluk keysa dari belakang.


Keysa menghembuskan napasnya kasar.


sebenarnya dia sudah mati matian menahan tawanya karena melihat raut wajah dave yang sangat menggemaskan jika melakukan kesalahan.


" Aku kerja dulu, nanti saja kita bahas, sebentar lagi kamu ada meeting." ucap keysa melepaskan pelukannya lalu berjalan keluar tanpa menoleh pada dave.


.


.


.


.


.


Gantung yaa 😁..


Maaf ya kalau kemaren" aku jarang up di novel ini, insya alah mulai hari ini akan sering sering up..


**Selamat menjalankan ibadah puasa.🤗


Dan maaf kalau masih banyak typo.🙏🏻🙏🏻**

__ADS_1


__ADS_2