CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
44.


__ADS_3

Kenan merebahkan tubuhnya diatas kasur, hari ini hari yang sangat melelahkan baginya namun juga sangat membahagiakan.


Bagaimana tidak, wanita yang sudah lama ia sukai ternyata juga menyukainya dan lebih bahagia lagi status mereka sekarang adalah sepasang kekasih.


Ia ingin segera memberi tahu kakaknya jika cintanya di terima, tapi ia sadar jika kakaknya saat ini pasti sedang sibuk bersama dave.


" Dia sedang apa ya?" gumam kenan tersenyum menatap ponsel yang berwallpaperkan dirinya dan Vita.


Ia mengirim sebuah pesan untuk Vita setelah itu ia meletakkan ponselnya di atas meja.


Kenan bangun lalu pergi menuju kmar mandi untuk membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama akhirnya ia selesei mandi, kenan berganti pakaian lalu turun ke bawah menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggunya untuk makan malam.


" Malam ayah, bunda." sapa kenan tersenyum lebar.


" Malam juga sayang." jawab keduanya.


" Itu kenapa senyum senyum gitu? belajar gila?" sambung Dewi.


" Astagfirullah bundaa... yakali kenan belajar gila, bunda ini kalau ngomong demen banget kena mental." jawab kenan mengerucutkan bibirnya.


" Siapa tau karena kelamaan jomblo jadinya belajar gila." ucap Dewi santai.


" Tapi gak gitu juga konsepnya bunda, lagian ken udah punya pacar kok." jawab kenan malu malu.


uhuuukk..uhuukk..


Aris dan Dewi sama sama tersedak saat mendengar ucapan kenan.


Mereka mengambil minum lalu menenggaknya hingga habis.


" Kamu bilang apa ken? udah punya pacar? siapa?" tanya Dewi beruntun.


" Bunda kenal kok." jawab ken malu malu.


" Iyaa tapi siapa?" tanya Dewi.


" Kak Vita." jawab Kenan membuat kedua orang tuanya membulatkan matanya.


" Kamu serius sama temen kakak kamu itu?" tanya Aris diangguki kenan.


" Kenan serius yah, kan ayah sama bunda tau sendiri kalau selama ini kenan gak pernah deket sama wanita lain kecuali bunda sama kak key." jawab kenan.


" Kamu gapapa pacaran sama wanita yang usianya jauh dari kamu?" tanya Aris.


" Gapapa yaah, cinta tidak memandang usia kan." jawab kenan.


Aris dan dewi manggut manggut, selagi itu membuat anaknya bahagia ya sudah terserah saja.


" Ngomong ngomong itu bibir kamu kenapa? berantem lagi? atau di keroyok lagi?" tanya Dewi yang melihat sudut bibir kenan terluka.


" Oh ini,, enggak dua duanya bunda.


Ini tadi waktu mandi kenan kepleset, terus kepentok deh." jawab kenan berbohong.


" Udah di obati belum?" tanya Dewi, ia tau jika kenan berbohong.


Karena bagaimanapun itu sangat tidak mungkin.


" Udah kok bunda." jawab kenan.


Mereka pun makan malam bersama tanpa keysa.


_______

__ADS_1


Keysa memantulkan dirinya didepan kaca, ini adalah pertemuan terakhirnya bersama klien dave.


jujur ia sudah sangat lelah ingin segera beristirahat.


sedari tadi ia mendampingi dave untuk menemui klien kliennya.


" Kamu sudah siap?" tanya Dave yang baru keluar dari kamar.


" Udah.. sebaiknya kita segera berangkat, aku gak sabar buat cepet cepet istirahat." jawab Keysa.


Dave mengangguk, ia tahu jika keysa kelelahan.


" Yaudah ayo." ucap dave menggandeng tangan keysa.


Mereka keluar kamar lalu menuju restouran hotel.


" Kamu duluan ya mas, aku mau ke toilet sebentar." ucap Keysa diangguki dave.


" Jangan lama lama yaa." ucap dave.


Keyaa mengangguk lalu pergi ke toilet.


Tak lama ia keluar dari toilet, ia membenarkan sedikit penampilannya lalu berjalan keluar.


" Keysa..." sapa seseorang saat keysa keluar dari toilet.


Keysa menoleh, matanya membulat saat melihat orang yang menyapanya.


" Ada apa?" tanya keysa dengan datarnya.


" Kamu ngapain disini? sama siapa?" tanya orang itu adalah Dion mantan keysa.


" Bukan urusan kamu." jawab keysa, ia pergi namun tangannya di cekal oleh Dion.


" Lepasin gak.." bentak keysa namun dion tetap enggan melepasnya.


" Lepasin, tangan aku sakit dion." ucap keysa memberontak.


" Aku gak akan lepasin sebelum kamu mau bicara berdua sama aku." jawab Dion.


" Dalam mimpimu saja.. Lepasin gak? atau aku teriak nih." ancam Keysa.


" Kalau kamu teriak, aku akan membawamu pergi dari sini." jawab Dion santai.


" Lepasin dion, aku mau ketemu sama klien aku." ucap Keysa, namun Dion tetap enggan melepasnya.


Disisi lain Dave merasa keysa sangat lama, ia meminta izin pada kliennya untuk peegi ke toilet sebentar.


Wajahnya memerah saat melihat laki laki lain menahan tangan keysa.


" Lepasin atau kau akan menyesal." ucap Dave dengan dinginnya.


Dion langsung melepaskan cekalannya, dan keysa langsung berlari kearah dave.


" Kamu gapapa?" tanya dave medongakkan kepala keysa.


Wajahnya makin memerah saat melihat wanitanya menangis.


Dave maju kedepan menghampiri Dion.


" Anda apakan calon istri saya?" tanya dave dengan tatapan tajam.


" Tidak ada, saya hanya ingin mengajaknya berbicara saja." jawab Dion.


Ia gugup saat ini, ia tidak tau jika dave adalah calon suami keysa.

__ADS_1


Yang ia tau dave adalah atasan keysa karena pertemuan waktu itu.


" Jauhi calon istri saya atau perusahaan anda akan menanggung akibatnya." ancam dave lalu pergi meninggalkan dion.


Ia menggandeng tangan keysa lalu berjalan keluar.


" Kamu tunggu disini sebentar." ucap Dave lalu pergi menemui kliennya.


" Maaf, saya tidak bisa melanjutka pertemuan ini, saya ada urusan mendadak, temui saya di jakarta besok kita akan membahasnya lebih detail." ucap Dave.


" Baiklah kalau begitu pak, saya mengerti, saya akan menemui bapak besok di jakarta." ucap klien itu.


Dave mengangguk lalu pergi menghampiri keysa.


" Ayo kita kembali ke kamar." ucap dave menggandeng keysa."


" Klien kamu?"


" Biar Julian yang mengurusnya besok, lagian kita sudah sangat lelah hari ini." jawab Dave.


Keysa mengangguk, terserah dave saja toh dirinya juga sudah sangat lelah.


Keysa duduk termenung di sofa, entah kenapa bayang bayang Dion menghantuinya saat ini.


Masa lalu yang ia kubur dalam dalam muncul kembali.


Dadanya terasa sesak mengingat penghianatan yang di berikan Dion padanya.


Dave baru saja keluar dari kamarnya untuk berganti pakaian, ia melihat keysa yang duduk dengan mata terpejam.


Ia berjalan menghampiri keysa, ia tau jika suasana hati keysa sedang buruk.


" Gak perlu diingat, aku jamin dia tidak akan berani mengganggu kamu lagi " ucap Dave mengambil duduk di sebelah keysa.


Mata keys terbuka ia duduk tegak menghadap dave.


" Aku takut ketemu dia lagi." lirih keysa.


Dave menarik keysa kedalam pelukannya.


ia paling tidak suka melihat wanita yang dicintainya bersedih apalagi menangis.


" Tidak akan, aku yang akan menjaminnya." jawab Dave.


" Kamu sekarang tidur ya, besok pagi kita akan kembali ke jakarta." sambungnya megusap surai lembut keysa.


Keysa mengangguk, ia melepaskan pelukannya lalu beranjak ke tempat tidur.


Dave mengikutinya, ia membenarkan selimut keysa.


Dave mencium kening keysa lama lalu mematikan lampu.


" I Love You." ucao dave tersenyum menatap keysa.


" I Love you more." balas keysa.


Dave beranjak, ia memilih segera ke kamarnya karena akan lebih bahaya jika ia berlama lama menatap wajah keysa.


.


.


.


.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2