CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
18.


__ADS_3

Kicauan burung yang saling bersahutan terdengar merdu bagi gadis yang sedang menikmati pagi indahnya dengan berdiri di pagar balkon kamarnya.


Semenjak bekerja dia jadi terbiasa untuk bangun pagi dan dia akan menikmati paginya di balkon kamar sebelum memulai aktivitasnya.


Hari ini hari minggu keysa belum tau dia akan ngapain, namun sepertinya dia melupakan janjinya untuk pergi bersama dave.


Keysa meraih ponselnya hendak menghubungi Vita dan yang lain untuk diajaknya jalan jalan atau sekedar nongkrong dicaffe karena sudah bisa dipastikan jika hari minggu dia hanya berdiam dirumah bundanya akan menyuruhnya ini itu dan keysa kesal akan hal itu.


Belum sempat dia mendial nomor Vita sebuah panggilan masuk diponselnya, keysa mengernyitkan dahinya saat melihat id si pemanggil.


" Tumben pagi pagi banget dah telpon." gumamnya sebelum mengangkat panggilan itu, namun setelahnya keysa menggeser tombol hijau lalu menempelkannya ditelinga.


" Hallo mas, ada apa?" tanya keysa tothe point.


" Hmmm..." jawab dave, nampaknya dia baru saja bangun dan langsung menelpon keysa.


" Kalau masih ngantuk tidur aja, ngapain telpon?"


" Kamu jangan lupa hari ini, aku akan bersiap dan menjemputmu." ucap dave dengan suara serak khas bangun tidur.


" Jemput? emang mau kemana?" tanya keysa masih tidak mengingat janjinya dengan dave tempo hari.


" Apa kamu lupa janji kita tempo hari?" tanya dave datar..


Keysa mencoba mengingat janji apa yang dibuatnya dengan dave, keysa membelalakkan matanya saat mengingat jika hari minggu akan pergi dengan dave.


" Aah i-iyaaa a-ku ingat kok." ucap keysa menggaruk keningnya yang tidak gatal.


" Bersiaplah aku akan menjemputmu." ucap dave lalu mematikan ponselnya sepihak.


" Ckk.. main matiin aja. Kenapa gue bisa lupa ya kalau ada janji dengan dave? lagian dia mau ngajak gue kemana coba?." gumam keysa menatap ponselnya.


" untung gue belum sempet hubungin vita dan yang lain, alamak mampus dah kalau gue lebih milih pergi sama mereka." gumamnya lalu berlalu ke kamar mandi.


Keysa keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono lalu menuju lemari pakaiannya, dilihatnya baju yang cocok untuk dirinya tapi dia bingung harus memilih yang mana.


Ketukan pintu kamar mengalihkan perhatiannya, dia berjalan lalu membuka pintu kamarnya, dilihatnya sang bunda tengah menatapnya.


" Ada apa bun?" tanya keysa.


" Nak dave sudah di bawah." ucap dawi sukses membuat keysa membulatkan matanya.


" Kok cepet banget." panik keysa.


" Kamu emang ngapain aja dari tadi kok belum siap? nak dave udah nunggu kamu dari tadi."


" Bunda bantuin ku cari baju yang pas." ucap keysa langsung menarik dewi ke kamarnya tanpa membalas ucapan dewi.


" Kamu ini ribet banget sih, mau kencan aja bingung pilih baju, lagian kamu itu cantik pakek baju apa aja pantes di kamu." omel dewi saat melihat baju baju keysa yang berserakan.


" Bukan waktunya ngomel bund, cepet bantu aku." desak keysa.


Dewi mengambil dress selutut berwarna biru muda dan memberikannya pada keysa.


" Nah pakek ini aja, kamu cantik kalau pakai ini." ucap dewi tersenyum.


" Bunda yakin?" tanya keysa memastikan


" Iyaaa.. udah sana dave sudah menunggumu lama." ucap dewi mendorong keysa agar cepat berganti baju.


Tak berselang lama iya keluar kamar dan menghampiri dave yang tengah berbincang dengan ayahnya.


" Maaf lama." ucap keysa mengalihkan perhatian dua orang yang sedang berbincang.


Dave menatap kagum keysa yang terlihat sangat cantik dengan dreess birunya.


begitupun keysa ia juga kagum menatap dave dengan pakaian casualnya.


" Cantik." gumam dave pelan namun masih bisa didengar oleh Aris.


Aris hanya tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya.


" Udah siap?" tanya dave dibalas anggukan keysa.


" Saya pinjam keysanya ya om tante nanti saya kembalikan." ucap dave meminta ijin ke Aris dan dewi.


" iyaaa silahkan, hati hati dijalan dan jagain keysa." ucap Aris.

__ADS_1


" Kamu hati hati sayang." ucap Dewi mencium kening keysa.


" Kalau begitu keysa sama dave pamit dulu.. assalamualaikum" pamit keysa.


" Waalaikumsalam."


Mereka pun menaiki mobil dan melajukannya ke suatu tempat.


Dave mengajak keysa ke suatu tempat dimana tempat itu biasa dia kunjungi saat dia merasa lelah dengan semuanya.


Mobil yang mereka tumpangi terus saja melaju, keysa selalu bertanya akan dibawa kemana tapi dave hanya membalasnya dengan senyuman.


Wajar saja saat ini keysa sedikit khawatir karena perjalanan ini sudah terlalu jauh dari kota.


Kini mobil mereka melewati desa dan persawahan.


keysa mengerutkan alisnya bingung kenapa dave mengajaknya kesini, namun keysa suka dengan suasana disini begitu menenangkan dan udaranya juga sejuk.


Keysa juga bisa melihat orang orang desa sedang berada disawah dan tengah melakukan aktivitasnya.


Mobil dave sudah berhenti di suatu rumah sederhana tidak terlalu besar namun terlihat sangat bersih, makhkum dave menyewa orang untuk merawatnya..


Dave mengajak keysa untuk turun.


Keysa turun lalu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.


Dia sangat suka dengan suasana seperti ini, rasanya dia ingin menetap disini saja karena tempatnya sejuk, asri, jauh dari kebisingan dan yang pasti udara disini bersih.


" Kamu suka?" tanya dave yang tengah menatap keysa yang sedari tadi tersenyum.


" Suka, aku suka susana disini." ucap keysa senang.


" Kamu kok bisa tahu tempat ini?" tanya keysa.


" Ini tempat aku jika aku mulai lelah atau lagi pengen nenangin diri." jawab keysa.


" Berat banget keknya hidup kamu." ucap keysa terkekeh dengan niat menggoda namun tak disangka malah di tanggapi serius oleh dave.


" Iyaa,, dua tahun belakangan ini hidupku sangat berat kadang aku bisa aja stress." ucap dave menatap lurus kedepan.


" Bayang bayang dia gak mau hilang dari pikiranku, namun akhirnya aku menemukanmu yang bisa membantuku menghilangkan bayang bayang itu." ucap dave menatap sendu keysa.


Untuk kali ini biarkan dia merasa sedikit sesak saat dave menceritakan masa lalu nya.


" Ceritalah kalau mas pengen cerita, aku siap dengerin." ucap keysa meski dadanya sedikit sesak.


" Kamu yakin mau aku cerita?" tanya dave memastikan, karena ia tahu ada raut kecewa pada diri keysa.


" Iyaa mass,, cerita aja aku siap dengerin." ucap keysa tersenyum manis.


Dave menggandeng keysa untuk duduk disebuah kursi panjang yang terbuat dari bambu.


ia mendudukkan keysa dikursi kayu itu lalu ia merebahkan dirinya dengan berbantalkan paha keysa.


Oke sekarang jantung keysa sudah tidak aman lagi.


Bahkan ia tak berani menatap wajah dave.


" Aku dulu jatuh cinta sama temen aku, namanya bella, dia juga cinta pertama aku." Dave menjeda kalimatnya untuk melihat ekspresi wajah keysa.


Ia melihat ada guratan kecewa disana.


Keysa menundukkan kepalanya saat dave tidak melanjutkan ceritanya.


" Kenapa diem? lanjut." ucap keysa tersenyum.


" Kamu beneran gpp?" tanya dave sekali lagi dan keysa mengangguk.


" Ceritalah, jangan pikirkan aku, aku bukan siapa siapamu kan?" ucap keysa dengan nada sedikit bergetar.


Ia bahkan masih bisa tersenyum tulus dihadapan dave.


" Setelah kamu mendengar ceritaku, aku tidak akan membiarkanmu berbicara seperti itu lagi." tegas dave, keysa hanya mengerutkan alisnya, dia tidak mengerti akan ucapan dave.


" Iya sudah lanjutkan." ucap keysa.


" Aku sama bella berpacaran hampir lebih dari dua tahun, tepat saat dia ulang tahunnya yang ke 24 aku melamarnya dihadapan kedua orang tuanya dan orang tuaku, disana juga banyak temanku dan teman orang tua kita.

__ADS_1


Aku ingin sekali menikahinya namun kamu tau dia menjawab apa?" tanya dave menatap keysa dari bawah, keysa menggeleng tidak tahu.


Ya emang tidak tahu emang dasar dave aja yang sinting.


" Dia menolakku dihadapan semua orang. Dia bahkan memilih karirnya sebagai model dari pada menikah denganku. Waktu itu aku mengira dia bercanda karena aku tahu dia juga sangat mencintaiku.


Namun setelah mengatakan itu dia mengambil kopernya dan berpamitan kepada kita semua bahwa dia akan pergi ke paris untuk memulai karirnya disana, dia juga bilang kalau dia sudah mendapatkan job disana." ucap dave tersenyum kecut.


Keysa bisa merasakan betapa hancurnya dave saat itu, ditolak dihadapan banyak orang bukankah itu sangat memalukan dan sakit?.


Keysa hanya mengusap lembut rambut dave untuk menyalurkan ketenangan.


Dia sekarang paham kenapa dave bersikap dingin.


" Setelah kepergiannya aku benar benar menyibukkan diriku hanya di kantor, kantor dan kantor bahkan itu saja belum cukup membuatku untuk menghapus bayang bayangnya." Sambungnya lalu meraih tangan keysa yang sedari tadi mengelus rambutnya.


" Berkat kamu aku sedikit demi sedikit melupakan dia dan mulai membuka hati." ucap dave kini sekarang sudah duduk tegak menggenggam tangan keysa.


" Apa aku hanya pelarianmu?" tanya keysa tersenyum kecut.


" Tidak.. aku tak pernah berniat menjadikanmu pelarianku, entah ini perasaan cinta atau apa yang jelas saat aku bersamamu aku menjadi diriku yang dulu, aku nyaman dekat sama kamu dan yang pasti aku ingin kamu selalu bersamaku." ucap dave menatap dalam manik mata keysa.


Keysa jadi gelagapan sendiri dia tidak menyangka jika dave mengungkapkannya sekarang.


" Aku ingin ngenalin kamu ke orang tua aku, mereka pasti akan senang." ucap dave membuat keysa membulatkan matanya.


" aku tidak mau.." ucap keysa menarik tangannya yang di genggam dave.


" Kenapa?" tanya dave mengerutkan alisnya.


" Aku belum siap mas, aku takut orang tuamu tidak suka padaku, lagian derajat kita beda jauh." lirih keysa menunduk.


Dave menangkup wajah keysa dan menatapnya.


Dia melihat ada gurat kekhawatiran disana.


" orang tuaku tidak mungkin tidak suka denganmu, mereka justru akan senang, lagian derajat itu tidak penting bagiku, yang penting aku menyukaimu dan kamu menerimaku." jelas dave.


" Tapi..."


" Kamu mau kan mengisi hatiku yang kosong ini?" ucap dave memotong ucapan keysa.


Ia menggengam lembut tangan keysa dan menatap dalam manik mata keysa.


" A-aku takut nanti akan kecewa." lirih keysa.


" Maksud kamu?" tanya dave tak mengerti.


" Bukankah cinta pertama itu susah dilupakan? aku hanya takut jika suatu saat bella kembali, kamu akan meninggalkanku dan kembali padanya." ucap keysa menatap mata dave, kini matanya sudah berkaca kaca dan siap untuk jatuh.


" Aku bukan cowok bodoh yang bisa menerimanya begitu saja setelah apa yang dia lakukan padaku." ucap dave menenangkan, kini dia mengerti akan kekhawatiran keysa.


" Aku gak mau janji, tapi aku akan berusaha untuk selalu membahagiakanmu, jadi kamu mau kan mengisi hati aku yang kosong ini?" ucap dave dibalas anggukan oleh keysa.


" Coba ngomong jangan cuma ngangguk doang." goda dave.


Keysa cemberut dan memukul lengan dave pelan.


" Kamu iihh godain mulu." cemberut keysa.


" Aku ingin dengar dari bibir kamu langsung." ucap dave.


Keysa menghela napas panjangnya sebelum menjawab ucapan dave.


" Iya mas aku mau ngisi hati kamu yang kosong, asalkan kamu janji gak bikin aku kecewa sama kamu." ucap keysa tersenyum manis.


" Sudah ku katakan, aku gak bisa janji karena janji mudah saja untuk diingkari namun aku selalu berusaha semampu ku agar kamu tidak kecewa dan selalu bahagia disampingku." ucap dave.


" Makasih sudah memilihku mas." ucap keysa memeluk tubuh dave.


" Aku yang seharusnya terimakasih karena kamu sudah memberi warna dihidupku akhir akhir ini dan aku menyukai warna itu." ucap dave mengecup kepala keysa.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2