CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
32.


__ADS_3

" Oh iyaa besok malam orang tuaku akan kesini." ucap dave tiba tiba membuat keysa mengangkat kepalanya.


" Ngapain?" tanya keysa.


" Ngelamar kamu." jawab dave membuat semua orang membulatkan matanya.


" APAAAA." Kompak mereka semua.


Yang paling terkejut disini adalah keysa, karena ia tidak menyangka jika dave meminta kedua orang tuanya untuk melamarnya.


Dave berbicara pada kedua orang tuanya dan meminta untuk melamar keysa besok malam.


ia tidak ingin menunggu terlalu lama, apalagi ada yang berniat menganggu hubungan mereka.


Dave ingin secepatnya melamar keysa dan segera menikahinya, dia tidak ingin menundanya lagi.


" K-kamu serius mas?" tanya keysa gugup.


Ia masih tidak percaya akan dilamar oleh dave secepat ini.


" Aku serius, aku tidak ingin menundanya lagi, bukannya kamu sendiri kemaren yang bilang jika kamu siap untuk dilamar?" ucap dave membuat keysa salah tingkah.


" Aku cuma kaget aja mas, gak nyangka kamu akan ngelamar aku secepat ini." jawab keysa.


" Aku hanya ingin kamu secepatnya jadi milik aku seutuhnya." bisik dave membuat wajah keysa bersemu.


" Kamu apaan sih." ucap keysa memalingkan mukanya.


" Gak usah di merah merahin deh kak itu muka." ledek kenan.


" Diem lo." hardik keysa menatap tajam sang adik.


" Sudahlah, kita makan malam dulu, lagian kasian nak dave pasti belum makan." ucap Aris diangguki semuanya.


" Aku pengen mandi dulu boleh?" tanya dave pada keysa.


" Kamu mandi aja di kamar aku, tapi kan kamu gak ada pakaian ganti?" jawab keysa.


" Aku bawa baju tidur di mobil, tolong kamu ambilkan." ucap dave diangguki keysa.


" ya udah kmu langsung mandi aja nanti aku anterin baju kamu." jawab keysa.


Dave langsung menaiki tangga menuju kamar keysa, sedangkan keysa keluar mengambil baju ganti dave di mobil.


Kenan dan kedua orang tuanya terpaksa menunggu dave selesei mandi.


Keysa menuju kamarnya dan meletakkan baju ganti dave diatas kasur, setelah itu dia keluar bergabung dengan adik dan kedua orang tuanya.


" Ucapan kak dave tadi serius kak?" tanya kenan yang masih belum percaya.


" Serius, dia gak pernah main main atau bercanda sama ucapannya." jawab keysa.


" Kamu besok kan keluar kota mas? terus acaranya gimana?" tanya dewi pada suaminya.


" Aku usahakan setelah selesei aku langsung pulang, lagian ada dave disana jadi kita bisa pulang bareng." jawab Aris.


" Kita akan berangkat bersama besok, dave boleh nginep disini kan?" sahut dave yang sudah turun dengan menggunakan piyama atau baju tidurnya.


" Nginep?" tanya keysa diangguki dave.


" Iyaa, besok kan ada meeting diluar kota sama ayah kamu, jadi sekalian saja kita berngkat bersama." ucap dave udah mendudukkan bokongnya disamping keysa.

__ADS_1


" Om setuju aja nak dave, biar besok kita juga bisa pulang bareng." sahut Aris.


" ya udah kalau gitu, disini cuma ada satu kamar tamu, nanti aku bersihin buat kamu tidur." ucap keysa diangguki dave.


Mereka pun akhirnya makan malam bersama.


Setelah makan malam mereka bersantai diruang tengah.


Dave sudah menghubungi mamanya jika dirinya tidak pulang kerumah namun dave tidak bilang jika dirinya menginap dirumah keysa.


" Aku besok kan gak ikut kamu, jadi aku izin gak kerja ya? aku ingin bantuin bunda nyiapin buat acara besok malam." ucap keysa menoleh pada dave.


Dave mengangguk menyetujui ucapan keysa.


" Terserah kamu." jawab dave mengusap lembut kepala keysa.


" ayah dan nak dave sebaiknya kalian cepat tidur, biar besok tidak kesiangan." ucap Dewi pada suami dan calon menantunya.


" Iya tante, kalau begitu dave permisi dulu." jawab dave diangguki dewi dan aris.


" Kamu ikut aku bentar yank." ucap dave menarik pelan tangan keysa.


Keysa mau tak mau berdiri dan mengikuti dave.


" Masih belum sah, awas kebablasan." sindir Kenan yang sedari tadi sibuk main hp.


Keysa menoleh ke arah kenan dan menatapnya tajam.


Dewi dan Aris percaya jika mereka tidak akan berani berbuat macam macam.


" Hanya minta tolong sama kakak kamu sebentar buat ngerekap hasil meetingku tadi siang." jawab dave membuat kenan nyengir tanpa dosa.


" Wleeeee." keysa menjulurkan lidahnya mengejek kenan.


Dave membawa keysa ke kamar yang akan ia tempati.


Sebenernya alasan dia untuk meminta tolong keysa merekap hasil laporan itu adalah bohong karena pekerjaan itu sudah di ambil alih oleh julian.


Dia hanya ingin berdua bersama keysa tanpa ada yang menganggunya.


" Mana mas yang mesti aku kerjain?" tanya keysa pada dave.


" Gak ada." jawab dave enteng.


Keysa mengerutkan keningnya menatap dave bingung.


" Terus alasan kamu tadi?" tanya keysa masih belum memahami keiinginan dave.


" Aku kangen sama kamu, seharian gak ketemu." jawab dave memeluk keysa dari belakang.


" Mass lepasin ihh, nanti kalau ayah, bunda atau kenan masuk dan lihat gimana?" ucap keysa mencoba melepaskan pelukan dave.


" Biar seperti ini sebentar please, besok aku keluar kota loh." ucap dave seketika membuat keysa berhenti memberontak.


" Hilih orang cuma sehari doang, pagi ketemu, malemnya juga ketemu." jawab keysa mencebikkan bibirnya.


" Sama aja, kan biasanya seharian sama kamu terus." balas dave tak mau kalah.


" Sekalian aja langsung nikahin aku, gak usah pakek acara lamaran, biar kamu bisa 24 jam lihat aku." ucap keysa jengah.


" Beneran?" tanya dave melepas pelukannya dan membalikkan tubuh keysa untuk ditatapnya.

__ADS_1


" hmmm." gumam keysa, ia tidak berpikir jika candaannya dianggap serius oleh dave.


" Ok besok aku akan ngabarin mama sama papa jika aku dan kamu akan langsung menikah." ucap dave membuat keysa membulatkan matanya.


" Aku hanya bercanda, kenapa kamu menganggapnya serius." ucap keysa panik sendiri.


" Tapi aku tidak ingin bercanda." jawab dave dengan wajah serius.


Keysa merutuki kebodohannya, dia lupa jika dia sedang berhadapan dengan dave.


" Mass,, sesuai rencana awal aja ya? kita lamaran aja dulu, setelah itu kita nikah."bujuk keysa mengusap rahang tegas dave.


Dave memejamkan matanya dan menikmati sentuhan tangan keysa.


Keysa yang melihat itu menarik kembali tangannya lalu membuang muka, jangan sampe kejadian di kantor kemaren siang terulang kembali. begitu pikir keysa


" Kenapa?" tanya dave menatap sendu keysa


" Apanya?" tanya keysa tak mengerti.


" Kenapa berhenti?" jawab dave membuat wajah keysa bersemu.


" Aku ke kamar dulu ya mas, kamu istirahatlah biar besok kamu gak kesiangan." ucap keysa salah tingkah lalu membalikkan badannya hendak keluar dari kamar dave, namun Dave menarik lengan keysa lalu memeluknya.


" Ini yang buat aku pengen cepet cepet nikahin kamu, aku cowo normal, usia aku juga sudah cukup matang, bohong kalau aku tidak mer*****ng jika dapet sentuhan dari kamu." ucap dave tepat di telinga keysa.


" Tapi mas.."


Belum sempat keysa berucap, dave sudah membungkamnya dengan bibirnya.


Dave m*lum*t lembut bibir manis keysa.


Keysa yang awalnya diam kini sudah membalas ciuman dave.


Dave menuntun keysa untuk duduk diatas ranjang tanpa melepaskan pungutan mereka.


Keysa mengalungkan tangannya pada leher dave.


Mereka hanya berciuman tidak lebih.


Setelah dirasa puas dave melepaskan ciuman keysa dan membantu keysa merapikan rambutnya.


" Kamu kembali ke kamar sana, atau kamu tidur disini sama aku." ucap dave.


Keysa mencium sekilas bibir dave lalu beranjak pergi.


" Kamu cepet tidur, biar besok bisa bangun pagi " ucap keysa menyembulkan kepalanya dibalik pintu.


" Iyaa.. udah sana." usir dave membuat keysa mencebikkan bibirnya.


Keysa kembali ke kamarnya dan segera tidur.


Dave tak lama pun juga sudah terlelap, mungkin tubuhnya sudah sangat kelelahan.


.


.


.


.

__ADS_1


πŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸ”žπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌ


__ADS_2