CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
34.


__ADS_3

Seorang gadis tengah memantulkan dirinya di depan kaca, dirinya terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna merah maroon dengan panjang selutut yang mengekspos pundak indahnya.


Wajahnya yang di poles sedikit make up dan rambutnya ia biarkan tergerai.


Ia membolak balikkan badanya di depan cermin lalu tersenyum puas.


Satu notifikasi pesan masuk mengalihkan perhatiannya, di bukanya pesan itu dan dia tersenyum senang saat dave memberitahunya jika dia akan segera datang bersama kedua orang tuanya.


yups, gadis itu adalah keysa, terlihat dari raut wajahnya dia sangat menantikan cara malam ini meskipun jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.


Jujur saja, dia tidak menyangka jika dirinya akan dilamar oleh pengusaha kaya raya se asia itu.


Bahkan jika dipikirkan lagi, bisa saja dave mencari wanita yang lebih cantik darinya dan sederajat dengan dave, namun dave lebih memilih dirinya dan keysa bersyukur atas hal itu.


tookk..tookk..tookk...


" Masuk aja, gak di kunci kok." teriak keysa.


Masuklah pria tampan dengan kemeja berwarna navy dengan celana dark grey, ia terlihat begitu tampan meski wajahnya terlihat banyak lebam.


" Lu cantik banget kak, takjub gue lihat lu." ucap kenan yang menatap keysa tanpa berkedip.


Memang keysa terlihat sangat cantik malam ini.


" Jangan muji gue ihh, nanti gue nge fly malah lupa daratan lagi." jawab keysa malu malu.


Keysa lebih malu jika di puji oleh kenan ketimbang dipuji oleh dave, entah karena seringnya berantem sama kenan jadi sekalinya dipuji dia akan salah tingkah.


" Dihh malu malu, gak pantes lu kak, biasanya malu maluin." cibir kenan melihat wajah kakaknya yang bersemu.


" Dah skip.. lu ngapain ke kamar gue?" tanya keysa mengalihkan pembicaraan.


Ia tidak ingin kenan terus menggodanya.


" Di panggil bunda, suruh bantu beliau bersiap." jawab kenan.


" Astaga gue lupa lagi." ucap keysa menepuk dahinya.


" Ayo keluar." sambungnya sambil mendorong tubuh kenan.


" Tapi lu beneran cantik deh kak, kalau bukan kakak kandung gue, gue yakin gue akan jatuh cinta sama lu." goda kenan sebelum keluar kamar keysa.


" Diem lu, atau gue lakban mulut lu biar gak godain gue mulu." kesal keysa semakin mendorong kuat tubuh kenan.


" ya udah iyaa... udah sono lu ke kamar bunda."


" Ayah udah pulang kan?" tanya keysa sebelum berbalik arah menuju kamar bundanya.


" Udah dari tadi, ayah udah siap malah." jawab kenan lalu masuk kedalam kamarnya.


Keysa langsung berjalan menuju kamar bundanya.


" Bunda ini keysa, keysa masuk ya?" teriak keysa dari depan pintu kamar Dewi.


" Masuk aja sayang." jawab dewi lalu keysa masuk kedalam kamar bundanya.


Dilihatnya banyak pakaian tergeletak di atas kasur, mungkin bundanya tengah bingung dengan apa yang akan dikenakannya.


" Astagfirullah bunda... ini kenapa semua berserakan gini sih?" tanya keysa geleng geleng kepala.


" Bunda bingung sayang mau pakek yang mana, kamu gak bantuin bunda sih." jawab Dewi terus memilih baju yang cocok tanpa melihat keysa.


" maaf bund, kan keysa tadi juga lagi bersiap.


Nih bunda pakek gamis yang ini aja." ucap keysa menyodorkan gamis yang di belinya sebagai kado ulang tahun bundanya.


" Pilihan yang sangat tepat." ucap dewi menatap keysa, lalu ia menatapnya lagi dari atas sampai bawah.


" Ehh... anak bunda cantik banget." sambungnya yang baru menyadari kecantikan keysa.


" Udah cantik dari lahir bun, udah bunda ganti aja sana, keluarga dave akan segera datang." ucap keysa.


Dewi mengangguk lalu berganti pakaian.


Tak butuh waktu lama ia keluar dengan gamis lengkap dengan kerudungnya.


" Masya allah bunda cantik banget." ucap keysa menghampiri dewi.


ia bahkan memeluk bundanya, ia bersyukur dewi mempunyai niat untuk berhijab.

__ADS_1


Mungkin suatu saat nanti dirinya akan mengikuti bundanya jika sudah siap.


" makasih sayang." jawab dewi mengusap lembut kepala keysa.


" Semoga istiqomah ya bun, doain keysa supaya keysa juga bisa secepetnya berhijab seperti bunda." ucap keysa, matanya berkaca kaca saat menatap bundanya.


" Pasti sayang, bunda akan selalu berdoa yang terbaik untuk anak anak bunda." jawab dewi mencium kening keysa.


tookk..tookk..


" Masuk aja." teriak keysa.


" Ada apa ken?" tanya keysa saat melihat wajah kenan muncul dibalik pintu.


" Masya allah bunda cantik banget." ucap kenan takjub saat melihat penampilan bundanya.


ia mengabaikan keysa dan menghampiri bundanya.


" Kamu juga ganteng sayang." jawab dewi.


" Semoga istiqomah ya bunda." ucap kenan yang juga memeluk dewi.


" Aamiin."


" Gue doain lu juga kak, semoga bisa mengikuti bunda." ucap kenan berbalik menatap keysa.


Keysa mengangguk. " semoga aja gue siap dan secepatnya buat berhijab." jawab keysa.


" oh yaa lupa." ucao kenan menepuk dahinya.


" Kak dave dan keluarganya udah ada di bawah, sebaiknya kita cepat turun." ucap kenan yang baru sadar tujun utamanya.


" Haaaa? kenapa lu gak bilang dari tadi bambang." kesal keysa lalu memantulkan dirinya di kaca untuk memastikan penampilannya.


" Udah cantik, ayo kita turun." ucap dewi diangguki keduanya.


Mereka pun turun dengan keysa di apit oleh kenan dan dewi.


Dibawah sana sudah ada dave dengan kemeja hitam dengan celana berwarna grey, ia tengah berdiri menatap kagum kearah keysa yang terlihat sangat cantik dimatanya.


Kedua orang tua dave dan julian pun mengikuti arah pandang dave dan menatap keysa sambil tersenyum.


" Malam juga sayang, kamu cantik sekali." jawab lia memeluk keysa.


" Makasih tante."


" no no no... mama bukan tante." ucap lia.


" i-iya maa." jawab keysa canggung.


" Selamat malam kak julian." sapa keysa tersenyum ramah.


" Malam juga key." jawab julian yang juga tersenyum ramah.


" Oh yaa.. ini istri saya namanya Dewi." ucap Aris memperkenalkan istrinya.


" Masya allah jeng dewi cantik sekali, pantes saja anaknya juga cantik, keturunan dari bundanya to." ucap lia.


" Aahh jeng ini bisa aja."


" Lia, nama saya lia." potong lia memperkenalkan dirinya.


" Dan ini rangga suami saya." sambungnya menggandeng lengan suaminya.


" oh yaa.. anak tampan ini siapa?" tanya Lia menatap kenan.


" Nama saya kenan tante, anak kedua di keluarga ini." ucap kenan menyalimi lia dan rangga.


" Oh ini yang juga sering di ceritakan dave?" ucap lia manggut manggut.


Kenan tersenyum canggung dan menggaruk jidatnya ynag tidak gatal.


" Loh tapi wajah kamu kenapa?" tanya lia yang baru sadar ada lebam di wajah kenan.


" ohh.. ini tidak apa apa kok tante, mari mari silahkan duduk." jawab kenan.


" Kita langsung ke intinya saja ya, kedatangan saya, istri saya, dave dan julian kesini untuk melamar keysa putri anda untuk dave anak saya." ucap Rangga memulai pembicaraannya.


" Saya dan istri saya setuju saja pak rangga, semua saya pasrahkan pada keysa karena keysa yang menjalaninya." jawab Aris dengan bijaksana.

__ADS_1


" Gimana key? apa kamu menerima lamaran kami?" tanya rangga menatap keysa.


" K-keysa bersedia kok om." jawab keysa gugup.


dewi mengusap punggung keysa untuk memberinya semangat agar tidak terlalu gugup.


" Jangan panggil om, panggil papa." ucap rangga.


" Iya paa." jawab keysa.


" Lamaran kamu diterima dave, sekarang kita putuskan tanggal pertunagan kalian." ucap rangga.


" maaf pa, bisakah tidak usah di adakan acara pertunangan? cukup acara lamaran ini saja." ucap keysa ragu ragu.


" Loh.. kenapa sayang?" tanya dave heran.


" Gapapa... aku ingin acara nikah saja yang diadakan pesta, untuk acara pertunangan cukup acara lamaran malam ini saja." jawa keysa.


Rangga dan Lia tampak saling pandang dan berpikir, namun setelah itu mereka menyetujui usul keysa.


" Baiklah papa sama mama menyetujui keputusan kamu, tapi kamu jangan protes jika acara pernikahan kalian nanti kan di adakan secara besar besaran." ucap rangga yang sepertinya tidak mau dibantah.


Keysa mengangguk pasrah, sebenarnya dia tidak suka pesta, dia lebih suka acara sederhana namun terasa khidmat.


Tapi apa daya, yang menikahinya adalah keluarga terkaya se asia, jadi pasti banyak tamu yang akan di undang nantinya.


Acara malam itu berlangsung dengan lancar, dave dan keysa juga sudah bertukar cincin.


Setelah itu mereka makan malam bersama.


Banyak hidangan yang tersaji diatas meja, bahkan terlihat berkali kali Lia memuji masakan calon besannya itu yang terasa sangat lezat.


" Ini juga keysa yang masak kok jeng, tidak semua saya yang masak." ucap Dewi.


" Kamu tidak salah pilih calon istri dave, calon istrimu ini sudah baik, pintar, pandai memasak dan pastinya sangat cantik." ucap Lia.


" Semoga saja nanti keysa juga pandai mengurus dave." celetuk julian dan mendapat plototan dari dave.


" Emang aku susah di atur gitu?" sewot dave.


" Enggak... lanjut makan." ucap julian, ia tidak mungkin berdebat dengan dave dengan situasi seperti ini.


Dave memutar bola matanya jengah.


Memang hanya julian yang mengetahui bagaimana kehidupan dave, bahkan kedua orang tuanya pun tidak sepenuhnya mengetahui bagaimana keseharian dave.


Makan malam pun telah usai, mereka semua pamit pulang.


Kedua orang tua keysa dan dave juga sudah menentukan tanggal pernikahan anak mereka yaitu 5 bulan setelah lamaran ini.


Keysa sempat menolak karena terlalu cepat, namun lagi lagi dia hanya pasrah saat rangga sudah berbicara.


" Aku pulang dulu ya." ucap dave, kini keysa mengantar dave sampai depan rumahnya.


" Kamu hati hati dijalan, langsung istirahat, besok gak usah jemput aku, biar aku berangkat sendiri aja." jawab keysa.


" Kenapa?"


" Aku tau kmu pasti capek kan? lebih baik kamu berangkat bersama kak julian aja, biar aku besok berangkat sendiri." jawab keysa lembut.


" Baiklah, kita langsung bertemu di kantor saja besok." ucap dave diangguki keysa.


" Kalau begitu aku pulang dulu, kamu juga istirahatlah." ucap dave mencium kening keysa lalu masuk kedalam mobil.


Keysa melambaikan tangannya saat mobil dave melaju meninggalkan rumahnya.


Keysa masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


Hari ini cukup melelahkan bagi keysa, ia berganti pakaian lalu membaringkan tubuhnya dan tak lama ia tertidur.


.


.


.


.


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.🙏🏻🤗

__ADS_1


__ADS_2