
Keysa duduk di balkon kamarnya, ia memberenggut kesal karena nomor dave tidak bisa di hubungi sama sekali setelah Dave mengantarnya pulang.
Ia mencoba mengubungi mama dave namun mamanya bilang jika dave belum pulang ke rumah.
Ia mencoba menghubungi Julian namun tidak satupun panggilannya diangkat oleh julian.
" Apa mungkin dia pulang ke apartemen? tapi kenapa nomornya gak aktif? gak biasanya Dave seperti ini?" gumam Keysa.
Pikirannya mulai tidak tenang, ia khawatir jika terjadi sesuatu dengan Dave karena tidak biasanya nomor Dave susah untuk di hubungi.
" Kakak kenapa?" sahut Kenan yang baru masuk kedalam kamar keysa.
" Ada masalah?" tanya kenan yang sudah mendudukkan bokongnya disamping keysa.
" Gue khawatir sama Dave, nomor dia gak bisa di hubungi." jawab Keysa, ia terus menatap ponselnya berharap laki laki itu segera menghubunginya.
" Mungkin hp nya mati kak dan lagi di charge sekarang." ucap Kenan mencoba berpikir positif.
Apalagi kalau bukan itu, tidak mungkin Dave sengaja mematikan ponselnya karena banyak teman atau rekan bisnis yang selalu menghubunginya.
" Masa sih? ponsel dia bukan cuma satu, dan semuanya gak aktif. Masa semua ponselnya mati barengan gitu?" ucap Keysa dengan logikanya.
" Sudahlah kak jangan terlalu khawatir, mungkin dia sedang istirahat dan lupa untuk menghubungi kakak." jawab Kenan menenangkan kakaknya.
Keysa mengangguk, jika sampai malam nanti Dave belum menghubunginya, ia akan tanyakan besok pada Dave.
" eehh... bibir lu kenapa?" tanya Keysa saat melihat sudut bibir kenan yang masih luka.
" ckk.. ini dari kemarin kali, lu telat sadarnya." dengus Kenan.
" iya kah? kok gue kemarin gak ngeuh sih?"
" Karena kemarin gue gak keluar kamar, jadi lu gak akan ngeuh." jawab Kenan sambil nyengir.
" Emang tuh luka kenapa? berantem lagi?" tanya Keysa.
" Hmm... sama Gio, mantanya Vita." jawab Kenan.
" Tuh cowok gak ada kapok kapoknya ya, berasa jagoan aja dia." geram Keysa, entah sudah berapa kali muka Kenan bonyok karena ulah Gio.
" Besok biar gue ngomong sama Vita agar dia bisa ngambil tindakan tegas sama mantanya, gue gak suka lu di pukulin lagi kek gini." ucap Keysa.
" Gak usah kak, ini bukan salah Vita. Emang tuh cowo aja yang ngebet masih pengen balikan sama Vita." jawab Kenan.
" Cihh... belain terus, udah bucin lu." cibir Keysa, Kenan hanya cengengesan.
***
Di tempat lain dave baru saja memasuki sebuah club malam dimana Bella memintanya untuk bertemu.
Ini adalah salah satu club miliknya yang jarang sekali ia kunjungi. Terakhir Dave mengunjunginya beberapa tahun lalu saat ia di tinggal Bella pergi.
" Selamat datang tuan." sapa penjaga menunduk hormat.
" Dia sudah datang?" ucap Dave dengan datar.
" Sudah tuan, dia ada di ruang VIP."
__ADS_1
Dave berjalan menuju meja bartender, banyak sekali wanita yang terpanah akan ketampanan seorang Dave.
Tak jarang pula mereka mendekati Dave agar mau berkencan dengannya.
" Tumben datang kemari, ada masalah?" tanya Alex teman Dave yang berkerja sebagai bartender.
( masih ingat Alex kan ya? )
" Sedikit." jawab Dave, ia mengedarkan pandangannya menatap wanita wanita dengan pakaian yang sangat minim sedang berjoget ria dengan lelaki hidung belang.
Dalam hatinya bersyukur ia mempunyai keysa yang tidak mengenal tempat seperti ini dan cara barpakaiannya pun masih terbilang sopan.
" Ada apa? Lo lagi janjian sama bella? karena tadi gue lihat di masuk kesini." ucap Alex sambil memberika satu gelas Vodka untuk Dave.
" Hm.. dia minta bertemu sama gue." jawab Dave sambil menenggak minuman itu.
" Hati hati, dia sangat licik." peringat Alex.
" Gue tau, jika julian sudah datang suruh segera masuk." ucap Dave diangguki Alex.
Dave berjalan menuju ruang VIP dimana Vella sudah menunggunya.
Dave membuka pintu itu dan melihat Bella sedang duduk dengan pakaian yang sangat minim.
Dave berjalan menghampiri dan duduk didepan Bella.
" Akhirnya kami datang juga, aku udah lama menunggu kamu." ucap Bella tersenyum senang.
" katakan." ucap Dave dengan tatapan datar.
Ia merangkul lengan Dave dan menyandarkan kepalanya di bahu dave.
" aku tidak punya banyak waktu, cepat katakan." ucap Dave sambil melepas tangan Bella dari lengannya.
" Ayolah Dave jangan menolakku seperti ini, aku tau dalam hati kecil kamu masih mencintaiku." ucap Bella, tangannya membelai pipi mulus Dave.
" Dalam mimpi saja aku sudah tidak mencintaimu." Sarkas Dave sambil menepis tangan Bella.
" Jangan membohongiku Dave, tidak akan mudah bagimu melupakan cinta pertamamu." ucap Bella, ia terus menggoda Dave dengan tubuhnya.
Beruntung Dave tidak merespon apapun, ia hanya menatap Bella dengan tatapan jijik.
" Tersetah kamu." jawab Dave dengan malas.
" Disini aku juga mau menegaskan sama kamu, berhenti mengganggu keysa dan Setalah ini jangan pernah kamu menemuiku lagi. Ini adalah peringatanmu yang terakhir, jika kau terus mengganggunya kupastikan kau akan menyesal." peringat Dave sambil menatap bella dengan tajam.
" Baiklah, baiklah aku tidak akan mengganggumu lagi, tapi minumlah ini dulu." ucap Bella dengan memeberi segelas Vodka pada dave yang sudah ia campur dengan sesuatu.
Dave mengambil gelas itu lalu meminumnya hingga tandas.
" Malam ini kau akan jadi milikku dave." gumam bella dalam hati.
Tanpa Dave ketahui sebelumnya, ada seseorang yang bersembunyi disana merekam segala tingkah bela dan Dave.
Orang itu memang sudah di tugaskan Bella itu merekam apa saja yang ia dan Dave lakukan setelah itu mengirimkannya pada keysa.
Ia tersenyum smirk saat Dave mulai kehilangan kesadarannya. Dengan sedikit kesusahan bella menuntun Dave menuju kamar yang sudah ia siapkan.
__ADS_1
Bella membaringkan Dave di atas kasur dan ia mulai melepas seluruh pakaian Dave.
Baru saja ia melepas bajunya, pintu di buka paksa oleh Julian hingga membuat Bella kaget dan langsung menutupi dadanya dengan selimut.
" Brengs*k, kenapa kau datang kemari jul." umpat bella.
" Kau wanita gila bella, DIMANA HARGA DIRIMU HAA?" bentak Julian.
" Kau pikir aku melakukan semua ini untuk apa? aku melakukan ini untuk membatalkan pernikahan Dave dan Keysa. Aku tidak rela wanita kampungan itu yang akan menikah dengan Dave." ucap bella.
" Kau yang meninggalkan Dave hingga dave mengalami stress berat, sekarang dengan gampangnya kamu mau menghancurkan kebahagiaan Dave."
" Aku tidak peduli, yang aku mau adalah Dave dan aku yang akan menikah dengan Dave." Ucap Bella menatap tajam Julian.
Julian tidak menanggapi, ia mengambil semua pakaian Dave dan memakaikannya kembali.
" Apa yang kamu lakukan jul." Bella mencegah tangan Julian yang hendak memakaikan baju untuk Dave.
" Kau pikir aku akan membiarkan tubuh dave untuk kau sentu? jagan mimpi kamu, sekarang pergi dari sini atau aku akan sebarkan vidiomu ini." ancam Julian menunjukkan kamera tersembunyi yng sudah ia pasang sebelumnya.
" K-kau.. kapan kau memasangnya?", ucap Bella dengan gugup ia berusaha merebut kamera itu namun sayang tidak bisa karena julian sudah mengantonginya.
" Kau pikir aku dan Dave akan bodoh dengan apa yang akan terjadi selanjutnya?" jawab Julian dengan seringainya.
" Pakai kembali pakaianmu dan pergi dari sini." ucap Julian.
Tidak ada pilihan lain bagi bella selain menuruti apa kata Julian.
Julian memakaikan kembali kemeja Dave kemudian menuntunya keluar dari kamar ini.
" Ada apa dengan dave?" tanya Alex saat melihat Dave tidak sadarkan diri.
" Dave di jebak, gue bawa dia balik dulu." jawab Julian.
" Hati hati." ucap Alex diangguki Julian.
Julian mebdudukkan Dave di kursi depan lalu membawa Dave pulang ke apartemennya.
***
Disisi lain Keysa yang baru saja akan memejamkan matanya mendengar suara notifikasi pesan.
Dengan segera ia membuka pesan itu dan matanya membelalak saat melihat video yang dikirim seseorang padanya.
Matanya memenas dan akhirnya air matanya jatuh begitu saja.
.
.
.
.
.
Yeyy salah paham. 😁.
__ADS_1