CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
19.


__ADS_3

Seorang cowo baru saja membuka mata, ia mengedarkan pandangannya, ia menatap jam yang menggantung di kamarnya menunjukkan pukul 09.00 pagi.


" Hooaaaammm." ia mendudukkan dirinya dan melakukan peregangan otot.


Ia menyambar kaos di sampingnya lalu berjalan menuju kamar mandi.


Sudah menjadi kebiasaan jika ia tidur tidak akan memakai baju.


Kenan laki laki berusia 18 tahun itu kini sudah menyeleseikan ritual mandinya.


Dia segera keluar kamar setelah memakai baju dan menyisir rambut.


Ia berjalan menuruni tangga namun ia tidak menemukan siapa pun disana.


Samar samar ia mendengar orang sedang berbicara di halaman belakang.


Segera ia menuju ke halaman belakang karena ia pikir Bunda, ayah dan keysa berada disana.


" Pagi bunda, ayah." sapa kenan saat melihat orang tuanya sedang menanam pohon pisang.


" Pagi gundulmu... ini sudah siang dan kamu baru bangun." jawab Dewi melirik sinis putranya.


" Ya elah bund ini hari minggu, lagian kapan lagi kan bisa bangun siang?" ucap kenan mendudukkan dirinya di salah satu kursi.


" Hari minggu bukan dijadikan alasan untuk bangun siang atau bermalasan, lagian jangan dibiasain habis sholat subuh tidur lagi." nasehat Aris.


" Iyaa ayaahhh... ohyaa kak key mana?" tanya kenan yang sedari tadi tidak melihat dan medengar suaranya.


" Kencan." jawab dewi singkat.


brusssshh...


Kenan menyembur kopi yang sedang di minumnya.


Aris memlototi putranya karena sembarang meminum kopi miliknya.


" Kualat .... punya ayah kamu minum." ucap Aris


" Pelit banget sih yah.. emang kak key kencan sama siapa bund? bukannya kak key belum punya pacar."


" Sama Dave lah sama siapa lagi, orang kakakmu akhir akhir ini lebih dekat dengannya." jawab Dewi yang kini sudah membasuh tangannya di kran dekat kenan duduk.


Ide jahil terlintas dikepala Dewi, ia mencipratkan air ke muka kenan.


" Bundaaa.. bundaa apaan sihhh, kenan sudah mandi bund." jawab kenan menjauh dari dewi.


Aris hanya menggelengkan kepalanya melihat kejahilan istrinya.


" Makanya cari pacar sono, jangan sama banteng bantengan mulu." ucap dewi yang sudah mendudukkan dirinya di kursi tempat kenan tadi.


" Belum nemu yang pas bund, nanti kalau udah nemu pasti kenan kenalin ke kalian." ucap kenan mengusap wajahnya yang terkena air.


" Kamu gak belok kan?" tanya dewi memincingkan matanya menatap kenan selidik.


" ASTAGFIRULLAH BUNDAA." teriak kenan membulatkan matanya saat mendengar ucapan ceplas ceplos bundanya.


" Kenan masih normal ya bund, masih doyan semangka dari pada pisang." kesal kenan memijit ujung pangkal hidungnya, dia tidak menyangka kalau bundanya sendiri bisa menganggap dirinya belok.


" Tapi kamu suka sekali makan pisang, bahkan jika tidak ada pisang kamu akan merengek untuk di belikan, makanya ayah sama bunda tadi nanem pohon pisang khusus buat kamu." jawab dewi.


" Bundd... orang suka makan pisang bukan berarti belok, lagian bunda dapet teori kek gitu darimana coba." ucap kenan dan dewi hanya mengedikkan bahunya acuh.


" Buktikan kalau kamu beneran gak belok, bawa pacar kamu kesini baru ayah sama bunda percaya kalau kamu Straight ." ucap Aris yang ikut ikutan menggoda putranya.


" Ayah kenapa jadi ikut ikutan bunda sih? kenan bakal buktiin kalau kenan gak belok, kenan bakal bawa pacar kenan kesini seceptnya." ucap kenan mendengus sebal lalu pergi meninggalkan ayah bundanya.


Aris dan Dewi tertawa ngakak melihat raut kesal putranya.


Mereka sebenernya percaya kalau putranya itu tidak belok, hanya saja selama ini kenan tidak pernah membawa cewek pulang alasannya tidak tertarik lah ,ini lah itu lah.


Padahal kalau dilihat dari usianya kenan pasti sudah memiliki banyak mantan, tapi justru kenan satupun tidak punya.


Makanya mereka menggoda kenan agar segera mengenalkan pacarnya, mereka ingin tau seperti apa selera kenan.


Kenan menghentak hentakkan kakinya menuju kamar.


Ia mengambil ponsel, jaket dan kunci motor miliknya.


Lalu ia turun dan berpapasan dengan kedua orang tuanya.


ia mendengus sebal melihat kedua orang tuanya yang masih saja cekikikan.


" Mau kemana kamu?" tanya dewi saat kenan melewatinya.


" Cari pacar." jawab kenan ketus, ia terus berjalan tanpa menoleh.


" Cari yang Bohay yaaa." teriak dewi menggoda kenan.

__ADS_1


Kenan yang mendengar itu berulang kali mendengus sebal.


" Dikira cari pacar kayak cari baju apa, kalau dapet langsung bawa pulang." gerutu kenan lalu melajukan motornya ke caffe yang dimana Mario, abdi dan kevin sudah menunggunya.


Sesampainya didepan caffe kenan memarkirkan motor sportnya, ia mengedarkan pandangan mencari dimana teman temannya duduk karena keadaan caffe cukup ramai.


" Sini ken." teriak Mario saat melihat kenan yang celingak celinguk.


Kenan langsung berjalan menuju meja temannya, namun matanya menangkap sosok orang yang akhir akhir ini sulit membuatnya tidur nyenyak.


Yaa.. dia melihat vita bersama dengan seorang cowok sedang menikmati waktu liburnya.


Sudah punya pacar toh.batin kenan tersenyum kecut.


Kenan mendengus kesal lalu melanjutkan langkah kakinya.


" Wessstt kenapa ini kok muka lo lecek gitu?" tanya Mario saat kenan sudah mendudukkan bokongnya.


" Lagi kesel." jawab kenan lalu menyeruput kopi milik kevin..


" Minuman gue woeeyy.." ucap kevin tak terima.


" Pesen lagi sono, sekalian pesenin gue." kesal kenan melempar dompetnya pada kevin.


" Sekalian cemilannya yaa?" ucap kevin cengengesan.


" Terserah lo." jengah kenan.


" Lo kenapa sih kok marah marah gini." tanya Abdi yang tidak biasanya melihat kenan uring uringan.


" Lagi kesel sama bunda, masak gue dianggap belok gara gara gak pernah bawa cewek pulang." kesal kenan denag wajah asemnya yang justru ditanggapi teman temannya dengan ketawa ngakak.


" Bunda lo bilang gitu?" tanya mario yang masih dengan ketawanya.


" Berhenti ketawa atau gue bikin robek mulut kalian." ucap kenan menatap tajam temannya satu persatu, karena pasalnya tak sedikit pengunjung yang melihat ke arah mereka.


" Ok ok sorry kita kelepasan." ucap abdi yang sedikit susah mengontrol tawanya.


" Jangankan bunda lo, kita aja yang kemana mana sama lo juga sempet berpikiran begitu." ucap kevin yang meledakkan tawanya lagi, kenan yang melihat itu pun menyumpal mulut kevin dengan segenggam kentang goreng.


" Br*ngs*k lu." ucap kevin tarbatuk batuk.


" Terus rencana lo gimana? lagian bener kata bunda lo, harusnya lo cari cewek biar bisa buktiin ke ayah bunda lo kalau lo gak belok." ucap mario.


" Lu sama aja kek mereka, lu pikir cari cewek itu mudah kek lu beli makanan ini." dengus kenan


" Ya untuk sementara lu pacari aja cewek cewek sekolah yang ngejar ngejar lo." usul kevin ngasal.


" Beg* .. bunda gak bakalan mau nerima cabe kiloan kek mereka." kesal kenan menoyor kevin


Kenan sedari tadi terus saja memperhatikan vita dengan cowoknya, namun sedetik kemudian ia memincingkan matanya saat cowok itu pergi dan meninggalkan vita yang sedang menangis.


Dan semua itu tak luput dari pandangan teman tannya, mereka mengikuti arah pandang kenan.


Mereka mengerti kenan sedang memperhatikan mbak mbak yang pernah adu mulut dengannya.


" Samperin aja, kali aja dia lagi butuh orang buat nenangin dia." ucap abdi menepuk bahu kenan.


Kenan menoleh ke arah teman temannya yang lain dan mereka juga mengangguk.


Kenan berjalan menghampiri meja vita yang menundukkan kepalanya menangis.


" Gak usah nangis nanti make up lo luntur." ucap kenan berdiri disamping vita.


Vita mendongakkan kepalanya menatap kenan.


" Ngapain lo disini.?" tanya vita ketus.


" Lagi kumpul sama temen temen gue noh." jawab kenan menunjuk meja temannya.


Ia mengambil tempat duduk di samping vita.


" Lu kenapa nangis?" tanya kenan.


" Bukan urusan lo." jawab vita masih dengan nada ketus.


" Ikut gue..." ucap kenan berdiri dan menarik tangan vita.


" Gak mau,, mau kemana sih?" tanya vita mencoba melepaskan tangannya.


" Udah lo ikut aja, lagian lo gak malu nangis dilihatin banyak orang kek gini."


Vita mengedarkan pandangannya dan benar saja banyak pengunjung yang tengah menatapnya.


Vita tanpa sadar merangkul lengan kenan dan menyembunyikan wajahnya di lengan bahu kenan.


( Malu dia,, hahaha. )

__ADS_1


" Ya udah ayo.." ucap vita sedikit mendorong tubuh kenan.


Kenan tersenyum melihat tingkah vita yang menurutnya menggemaskan.


Kevin melambaikan tangannya pada teman temannya bahwa dia akan balik duluan.


Kevin mengendarai motornya pelan karena vita tidak memakai helm.


Dia mengajak vita ke danau dekat dari caffe tersebut.


Disana tidak banyak pengunjung, hanya ada beberapa pemuda pemudi yang menghabiskan waktunya untuk berkencan.


Kenan mendudukkan dirinya di atas rumput hijau di tepi danau diikuti vita duduk disampingnya.


" Lu kenapa ngajak gue kesini?" tanya vita, namun dia menyukai tempatnya.


" Sekarang lu boleh nangis sesuka lu." Ucap kenan menoleh ke arah vita yang sudah meneteskan airmatanya lagi.


" Gue baru putus sama cowok gue." ucap vita menangis terisak.


" Baguslah berarti dia bukan jodoh lu." sahut kenan enteng.


" Kok lu ngomong gitu, gue masih cinta sama dia." kesal vita menampol bahu kenan.


" Jangan jadi cewek beg* deh, pacar lo mutusin lo karna dia udah gak cinta sama lo, sudah dipastikan dia mempunyai cewek lain selain lo, buat apa berjuang sendiri kalau dianya saja tidak memperjuangkan lo." ucap kenan panjang lebar.


" Tapi ken,,, gue sama dia pacaran hampir dua tahun, susah untuk melepas dia begitu aja." jawab vita masih terisak.


" Dia aja begitu mudahnya ngelepasin lo, gue dari tadi memeperhatikan lo sama cowok lo, gak ada tuh ekspresi menyesal pada wajah cowok lo, bahkan dia kayak merasa lega putus sama lo." ucap kenan.


" Sekarang bukan waktunya untuk lo nangisin cowo kek gitu, sayang air mata lo yang berharga, buang masa lalu dan tata kembali masa depan lo." sambung kenan mengelus rambut vita.


Sontak perlakuan kenan membuat vita menoleh ke arah kenan.


kenan yang sadar pun menurunkan tangannya.


" Thank ya ken udah mau nenangin gue." ucap vita tersenyum manis.


" Hemm sama sama." balas kenan tersenyum.


Tidak ada obrolan lagi diantara mereka, mereka sibuk dengan pikirannya masing masing.


*****


Sementara itu Kini keysa dan dave sedang memancing di danau dekat dengan rumah mereka.


Banyak orang desa yang bertanya siapa wanita yang dibawa dave.


Tak sedikit orang desa yang sudah mengenal dave, pasalnya dave jika kesini akan berjalan jalan sekedar menyapa orang desa.


" Gak dapet dapet sih kesel aku." gerutu keysa yang emang dari tadi tidak mendapat satupun ikan.


" Memnacing emang butuh kesabaran sayang." ucap dave membelai rambut keysa.


" Ya tapi dari tadi masa gak dapet satupun, atau emang disini gak ada ikannya?" ucap keysa cemberut.


" aKu juga gak tau." ucap dave enteng, keysa langsung menoleh kearah dave.


" Kalau kamu juga gak tau kenapa ngajak mancing disini maassss??" kesal keysa.


" Marah marah mulu,, baru juga jadi pacar." goda dave menoel dagu keysa.


" bodo amat." ucap keysa meletakkan pancingnya dan pergi meninggalkan dave menuju rumah.


" keyy tungguin." ucap dave berlari mengejar keysa.


" Jangan marah marah dong, kita beli makan siang oke." ucap dave saat berhasil mengejar keysa.


" Jauh gak tempatnya?"


" Enggak,, deket kok tapi makanannya gak semewah dijakarta."


" Gak masalah aku mah, yang penting perut aku kenyang." jawab keysa tersenyum


" Manis banget sih pacar aku kalau senyum." goda dave membuat pipi keysa bersemu merah.


" Jangan godain mulu, udah ayo aku dah laper." ucap keysa menarik tangan dave.


Dave hanya geleng geleng melihat tingkah keysa.


.


.


.


.

__ADS_1


Borahe 💜💜💜


__ADS_2