
Sudah seminggu kevin menginap di rumah orang tua kenan.
Kedua orang tuanya sering menelponnya untuk menyuruhnya pulang namun Kevin enggan menurutinya.
Sakit hati terhadap kakaknya masih ia rasakan, ia sangat enggan bertemu kakaknya untuk saat ini.
Berulang kali ia meminta izin pada orang tua kenan untuk mencari kos kosan tapi mereka tidak mengizinkan.
Lebih baik pulang kerumah dari pada mencari kos kosan, begitu kata kedua orang tua kenan.
Sedangkan keysa, wanita itu kini memantulkan tubuhnya di depan kaca.
Ia memakai gaun berwarna peach dan high heels yang tidak terlalu tinggi.
Make up yang tidak terlalu tebal dan rambutnya ia biarkan tergerai.
Sesuai undangan mereka hari ini akan menghadiri pesta pernikahan Justin dan Clara.
tookk..tookk
" Masuk aja." teriak keysa.
Seseorang masuk dengan balutan jaz berwarna senada dengan keysa berjalan masuk menghampiri keysa yang masih duduk di depan kaca.
Siapa lagi kalau bukan Dave.
" Sudah siap?" tanya dave sambil meletakkan dagunya di atas kepala keysa.
" Sudah." jawab Keysa lalu berdiri mengahadap Dave.
" Cantik banget sih." ucap Dave dan pandangan dave turun ke bibir mungil keysa.
" Sudah ayo kita berangkat." keysa menarik tangan dave lalu menggandengnya keluar kamar, dave mencebbikkan bibirnya.
Mereka berdua menuruni tangga dan menghampiri kedua orang tua keysa.
" Kita berdua pamit dulu ya yahh, bun." ucap Keysa menyalimi kedua orang tuanya.
" Kalian hati hati dijalan, jangan terlalu pulang larut." ucap Aris diangguki keduanya.
***
" Waahh tempatnya mewah ya mas? dekorasinya juga bagus banget." ucap Keysa saat mereka memasuki gedung.
Terlihat banyak sekali tamu undangan yang sudah datang.
Mereka juga bisa melihat sibuknya justin dan Clara menyambut para tamu undangan.
" Jangan khawatir, nanti pesta kita akan lebih dari ini." bisik dave tepat di telinga keysa.
" Isshh apaan sih, dilihatin banyak orang tuh." ucap Keysa sambil mendorong wajah dave agar menjauh.
" Tadi gak ada orang pun kamu menghindar."
" Takutnya khilaf." sahut keysa terkekeh.
Dave memutar bola matanya malas, ia menggandeng Keysa untuk menghampiri Justin dan Clara.
Banyak tamu undangan yang terpesona akan ketampanan Dave.
Siapa yang tak mengenal Dave alvaro? orang terkaya seAsia yang konon katanya akan menikah.
__ADS_1
Dan benar saja banyak pengagum Dave yang kecewa karena mereka sudah melihat sendiri dave datang bersama wanita di sampingnya.
" Jadi itu wanita yang dipilih sama dave? cih.. masih cantikan gue." bisik wanita A.
" Gak nyangka selera dave kampungan sekali." ucap wanita B.
" Mending bella kemana mana, udah cantik model pula." sahut yang lainnya.
" Belum tentu cantik hatinya, kita gak boleh menilai orang dari luarnya saja." sahut yang lain.
" Kok lo belain wanita itu sih?"
" Bukan belain sih? hanya saja itu bukan urusan kita, yang penting dave bahagia jadi yaudah terserah dave milih wanita siapapun yang memang bikin hatinya nyaman." jawab wanita itu.
Keysa sedikit mendengar bisik bisik para wanita itu namun ia hanya diam.
Dave menatap keysa, ia takut jika wanitanya akan sakit hati mendengar ucapan orang tentang mereka.
" Are you oke?" tanya dave diangguki keysa.
" Haaii cantikku." sapa Justin pada keysa dan mendapat tatapan tajam dari dave.
" Udah nikah masih aja ngegombalin wanita lain." cibir keysa.
Bukan karena apa, hanya saja justin paling suka melihat wajah kesal dave.
" Selamat ya kak Clara, aku beneran gak nyangka kak Clara mau menikah sama buaya ini." ucap keysa memeluk Clara sambil melirik Justin.
" Makasih Key,, aku juga gak nyangka. Mungkin aku kena pelet dia." jawab Clara terkekeh.
" Nih dua betina kalau ngomong gak bisa di rem apa ya? di los aja kalau ngomong, mana bener pula ngomongnya." sahut justin.
" Kompor sekali lagi aku nikahin juga kamu." sahut Justin dan langsung mendapat tonjokan dari dave di bahunya.
" Isshhh.. sakit dave, gue cuma bercanda doang." ucap Justin sambil mengusap bahunya.
" Udah mas, tarik aja hadiah rumah yang mau kamu kasih ke kak justin." sahut Keysa mengkompori dan membuat Justin membulatkan matanya.
" Eh iya bener kata kamu sayang, mending aku batalin aja ya hadiahnya." ucap Dave.
" JANGAN.." teriak Justin dan mendapat cubitan dari Clara karena teriakannya.
" Maaf yank kelepasan." ucap justin menatap clara
" Jangan dong, jangan di batalin. iya deh gue janji gak akan godain keysa lagi." sambungnya dengan wajah memelas menatap Dave.
" Canda doang kak, dave gak akan batalin kok." sahut keysa.
" Cih.. orang kaya tapi dapet hadiah rumah aja seneng banget." cibir Dave.
" Siapa yang gak seneng kalau dapet hadiah rumah dari Dave alvaro pria terkaya." ucap Justin dengan bangganya.
Keysa, dave dan Clara hanya memutar bola matanya malas.
" Yaudah selamat atas pernikahan kalian, gue sama Keysa mau balik dulu." ucap Dave sambil menyerahkan kunci rumah pada Justin.
" Kenapa buru buru sekali? yang lain saja belum datang, kalian juga belum makan." ucap Clara.
" Mau kencan sama keysa." jawab Dave singkat.
" awas jangan sampai khilaf." goda justin.
__ADS_1
Kunci yang dave berikan pada justin ia rebut kembali.
" Iya.. iyaa gue bercanda." ucap justin merebut kembali kunci rumah itu dan menciumnya.
" Thanks ya Dave."
" Hm."
" Gue balik dulu, sampein salam gue ke temen temen." ucap Dave diangguki justin dan Clara.
Bukan ingin kencan dave mengajak Keysa pergi, hanya saja ia tidak ingin keysa mendengar banyak lagi cibiran dari para tamu Justin.
Mobil melesat meninggalkan gedung pernikahan.
Keysa sedari tadi diam dan melihat luar jendela.
Dave menoleh ke arah keysa, ia tahu jika keysa sedari tadi menutupi sakit hatinya.
" Gak usah di dengerin omongan mereka, mereka hanya memandang luarnya saja.
mereka tidak mengerti dalamnya kamu." ucap Dave mengusap lembut kepala keysa.
" Segitu gak pantesnya ya aku sama kamu di mata mereka?" ucap Keysa dengan mata berkaca kaca.
Dave menepikan mobilnya, ia melepas sabuk pengamannya dan menghadap keysa.
" Dengerin aku, kamu memang gak pantes jika bersanding dengan cowok lain, tapi kamu pantas bersanding sama aku.
Lagian yang berhak menilai pantes tidaknya kamu itu diri aku sendiri bukan mereka.
Jadi kamu gak usah dengerin apa kata mereka.
yang akan menjalani hidup aku itu diri aku sendiri bukan mereka.
Kalau kita selalu mendengarkan nilai buruk dari orang lain kita akan selalu sakit hari dibuatnya.
Maka dari itu kita harus mempunyai sikap bodoh amat.
Bodoh amat terhadap apa yang mereka katakan tentang hidup kita.
Hidup kita, kita yang jalani bukan mereka." tutur Dave panjang lebar.
Keysa menumpahkan air matanya, ia tersentuh mendengar setiap tutur kata dave.
" Makasih mas." ucap Keysa diangguki dave.
" Jangan nangis lagi, aku gak suka." ucap Dave menghapus air mata keysa.
" kita jalan lagi ya." ucap Dave diangguki keysa.
Dave memasang sabuk pengamannya dan kembali melanjutkan perjalanan.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1