CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
46.


__ADS_3

Sedikit unsur 17+


.


.


.


.


" Bagaimana? keysa sudah bangun?" tanya Dewi saat Dave mendudukkan bokongnya di sofa.


" Sudah bunda, dia lagi mandi sekarang." jawab Dave.


" Apa kalian ada masalah?" tanya Aris.


" Tidak kok yah, ayah sama bunda tenang saja." jawab Dave.


ia tidak ingin calon mertuanya tau masalah apa yang sedang mereka hadapi karena menurut dave itu bukan masalah yang berat.


" gimana soal pernikahan kalian, keysa bilang kalian belum mempersiapkan apa apa?." tanya Aris.


" Semua sudah dave serahkan pada julian yah, julian yang akan mengatur semuanya." jawab Dave, aris dan dewi manggut mnaggut.


Tak lama keysa turun dengan pakaian casualnya.


Ia terlihat sangat cantik dengan rambut di cepol ke atas dengan sedikit berantakan namun terlihat lebih cantik di wajahnya.


" Aku sudah siap, ayo berangkat." seru keysa menghampiri dave dan kedua orang tuanya.


" Kalian mau kemana?" tanya Dewi.


" Jalan jalan dong bund, namanya juga anak muda.


orang tua kayak ayah sama bunda di rumah aja, gak baik menghirup polusi udara luar yang kotor." jawab keysa meledek kedua orang tuanya.


" Dasar anak durhaka, bisa bisanya ngomong seperti itu." ucap Dewi menjewer telinga keysa.


" Aduuhh..duuhh.. bunda sakit lepasih ihh.. malu sama dave." ucap keysa.


Dewi melepaskan jewerannya, ia menatap kesal keysa.


" Ngatain orang tua lagi, bunda potong telinga kamu, biar gak punya telinga sekalian." ucap Dewi.


" Lah kan emang bunda sama ayah orang tua, apakah kalian menolak tua?" jawab keysa.


" Keysaa." geram Dewi menatap tajam putrinya.


" Iya..iyaa.. ya udah key sama dave jalan dulu." pamit keysa menyalimi kedua orang tuanya di ikuti dave.


" Hati hati kalian." ucap Aris diangguki dave dan keysa.


Mobil dave pun melesat pergi menuju suatu tempat.


_____


Disisi lain Kenan sedang bersama Vita duduk di tepi danau yang waktu itu mereka datangi.


Kenan bingung harus mengajak vita kemana, karena ini adalah kali pertamanya ia mengajak Vita berkencan.


Beruntung perempuan itu mengajak Kenan untuk ke danau saja.


Karena menurut Vita disana tempatnya nyaman, sejuk dan pastinya cocok untuk berkencan.


" Kamu sebenernya bawa apa sih?" tanya Vita karena memang sedari tadi ia melihat kenan membawa sebuah paperbag, tapi ia tidak tau apa isinya.


" Buat kamu, buka aja." jawab kenan menyerahkan paperbag itu pada keysa.


Keysa menerima dan membukanya.


Mata keysa membulat saat tau isi dalam paperbag itu adalah sebuah tas.

__ADS_1


" Tas?" ucap keysa menatap kenan.


Kenan mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Aku tidak tau kesukaan kamu apa, jadinya aku kasih tas buat kamu, maaf tidak bermerk, aku belum punya cukup uang buat membelikanmu tas branded." jawab Kenan.


Vita tersenyum ia melingkarkan tangannya di lengan kenan.


Ia kagum pada kenan karena laki laki itu berusaha membuat dia bahagia.


" Aku tau kamu berniat baik, mencoba berusaha membuatku bahagia, tapi lain kali simpanlah uangmu, gunakan untuk keperluan sekolahmu.


Aku tidak ingin hubungan kita malah menjadikanmu beban karena kamu harus rela menabung untuk membelikanku ini itu.


Tapi saat ini aku berterima kasih sama kamu, aku suka tas pemberianmu, akan aku pakai terus." ucap Vita tersenyum manis.


" Dan asal kamu tau, semua barang barangku tidak ada yang branded.


Jadi... branded atau tidak itu bukan masalah untukku." sambungnya.


" Sebentar lagi aku lulus sekolah, aku akan cari kerja dan mendapat banyak uang, setelah itu aku akan menikahimu." ucap kenan dengan nada serius.


" Serius sekali, baru saja kita pacaran." jawab Vita terkekeh.


" Perbedaan usia kita cukup jauh, kamu 22 dan aku 18 tahun.


Jika aku tidak cepat cepat menikahimu, kamu akan jadi perawan tua, lagin aku tidak ingin kamu di rebut orang lain nantinya." ucap Kenan.


" Tunggu... kamu gak ingin kuliah dulu?" tanya Vita.


" Itu masalah mudah, aku bisa menundanya dulu.


Yang aku inginkan saat ini mengumpulkan uang dan menikahimu." jawab kenan.


" Yaudah terserah kamu saja, apapun yang kamu lakukan aku pasti mendukungnya selagi itu adalah hal yang positif." ucap Vita.


" Terimakasih."


" Sama sama, kita ke caffe yuk!" ajak vita.


" oke terserah kamu aja." jawab Vita menyandarkan kepalanya pada bahu kenan.


Kenan menatap wajah Vita, Vita yang merasa ditatap pun menatap kenan balik.


Tanpa sadar kenan memajukan wajahnya, ia meraih dagu vita lalu mencium bibir tipisnya.


Tidak ada yang melihat karena danau itu lumayan sepi, hanya ada beberapa orang yang sibuk dengan pasangan masing masing.


Vita memejamkan matanya, merasakan sapuan lembut bibir kenan yang menempel di bibirnya.


Kenan m*lum*tnya lembut, merasai bibir Vita yang terasa manis baginya.


" Manis.." ucap Kenan sambil mengusap lembut bibir Vita.


" apaan sih?" ucap Vita malu, ia memukul pelan bahu kenan.


Ia berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan kenan dan masuk kedalam mobil.


Kenan terkekeh, ia menyusul Vita masuk kedalam mobil.


______


Setelah beberapa jam perjalanan,akhirnya dave dan keysa sampai juga di sebuah desa yang waktu itu mereka kunjungi.


Tidak banyak yang berubah, semua terlihat sama saja waktu pertama kali mereka kesini.


" Semua terlihat sama saja seperti waktu itu." ucap Keysa melihat sekeliling yang memang tidak ada perubahan.


" Orang yang merawat rumah ini hanya bertugas membersihknnya saja.


Jadi tidak akan ada yang berubah kalau bukan aku menyuruhnya untuk merubahnya." jawab Dave, keysa manggut manggut.

__ADS_1


" Ayo masuk." ajak dave menarik pelan tangan keysa.


Mereka berdua masuk kedalam rumah, keysa cukup kaget karena ada makanan yang sudah tersedia diatas meja.


" Kok sudah ada makanan?" tanya keysa melihat beberapa menu makanan tersaji diatas meja makan.


" Pak karim dan istrinya yang mempersiapkan " jawab Dave.


" Kita makan sekarang?" tanya Dave.


Keysa menggeleng." aku masih kenyang nanti saja makannya." jawab keysa diangguki dave.


" Terus kita ngapain disini?" tanya keysa.


" Gak ngapa ngapain, aku ingin berduaan sama kamu." ucap Dave sambil memeluk keysa dari belakang.


" Kalau mau berduaan ngapain jauh jauh kesini? tinggal ke apartemen kamu kan sama aja." jawab Keysa.


" aku maunya disini sama kamu." ucap dave.


Entah ada angin apa dave terbuai saat mencium bau wangi keysa, apalagi sedari tadi ia menahan hasratnya saat melihat leher jenjang keysa yang terekspos begitu nyata.


Ia menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher keysa hingga membuat keysa kegelian.


" Mass.."


" Biarkan seperti ini sebentar, aku gak akan bertindak lebih jauh kok." jawab dave terus mengendus ceruk leher keysa.


Keysa tidak bisa diam, rasa geli membuatnya bergerak gelisah.


" Mas geli ihh." rengek keysa.


Dave tidak menghiraukannya.


Ia menuntun keysa untuk duduk di sofa tanpa melepas pelukannya.


Ia beralih menatap bibir mungil keysa, tanpa menunggu lama dave m*l*m*t bibir itu dengan lembut.


Keysa memejamkan matanya, ia menikmati setiap l*m*t*n yang dave berikan.


Tangan dave mulai bergerak, ia mengusap perut rata keysa di balik kaos putih yang di kenakan oleh keysa.


" Emmm." gumam keysa sambil menahan tangan dave.


Dave tidak menghiraukannya, ia malah memasukkan tangannya lebih jauh kedalam.


ia mengusap punggung mulus keysa, keysa pasrah.


Otak, hati dan tubuhnya tidak bisa sinkron.


otak dan hatinya menolak namun tubuhnya menikmati.


" Aku udah pernah bilang sama kamu, jangan pernah ikat rambutmu seperti ini.


Kalau udah seperti ini kamu sendiri yang menanggung akibatnya." ucap Dave dengan suara beratnya.


" Maksud kamu?" tanya keysa tidak mengerti.


" Aku menginginkanmu keysa." ucap dave dengan suara semakin berat dan mata yang sayu.


" Tunggu sebentar lagi ya mas, aku yakin kamu pasti kuat menahannya." jawab keysa menangkup kedua pipi dave.


Dave mengangguk lemah, ia dan keysa kembali melakukan ciuman panas mereka.


Meski tidak melebihi batas namun cukup membuat hasrat dave tersalurkan.


.


.


.

__ADS_1


.


🍃🍃


__ADS_2