
" S-sayang.." panggil dave gugup, ia tahu jika kekasihnya ini tengah menahan amarah.
" Kenapa?" tanya keysa datar.
Sebenernya dirinya masih diselimuti khawatir, karena dirinya belum mengetahui foto apa yang sudah ditunjukkan bella pada dave, namun biarkan kali ini dia pura pura marah pada dave.
" Kamu marah?" tanya dave hati hati.
" Kamu pikir sendiri, aku mau kembali ke tempat kerjaku." ucap keysa lalu hendak keluar dari ruangan dave tapi dave menahannya.
" Jangan pergi dulu." ucap dave memeluk keysa dari belakang.
Keysa menghembuskan napasnya kasar.
sebenarnya dia sudah mati matian menahan tawanya karena melihat raut wajah dave yang sangat menggemaskan jika melakukan kesalahan.
" Aku kerja dulu, nanti saja kita bahas, sebentar lagi kamu ada meeting." ucap keysa melepaskan pelukannya lalu berjalan keluar tanpa menoleh pada dave.
Dave mengejarnya dan menarik keysa lalu memeluknya.
" Kita selesein sekarang, aku gak mau kamu ngambek kayak gini sama aku." ucap dave memeluk erat tubuh keysa.
" Mas aku gak bisa napas, lepasin." ucap keysa memukul punggung dave berharap dave melepaskan pelukannya.
Dave tidak melepas pelukannya, dia hanya sedikit melonggarkan pelukannya.
" Aku berani sumpah sayang tidak terjadi apa apa antara aku dan bella, kamu harus percaya itu." ucap dave melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi keysa.
Keysa yang sudah tidak bisa lagi menahan tawanya akhirnya pecah juga.
Ia tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi wajah dave yang menurutnya sangat lucu.
" Kenapa ketawa?" tanya dave bingung.
" Aku percaya kamu mas, aku udah denger semua pembicaraan kamu sama bella." jawab keysa.
" Kamu nguping ya?" tuduh dave dan keysa mengangguk polos.
" Aku tadi lihat wanita itu masuk ke ruangan ini, sebenarnya aku ingin langsung melabraknya tapi aku ingin tau sebarapa gencar dia menghasut kamu." jawab keysa.
" Terus tadi acara ngambeknya?" tanya dave memincingkan matanya.
" Aku hanya pura pura, jahilin kamu sekali kali gapapa kan?" ucap keysa.
" Dasar kamu yaa.." balas dave dengan mencubit gemas pipi keysa.
" Udah ya, aku balik ketempat kerjaku dan jangan lupa nanti jam 10 kamu ada meeting." ucap keysa diangguki dave.
" Dah sana kembali ketempatmu, nanti aku potong gaji kamu baru tau rasa." goda dave.
" Karena siap coba aku ketahan disini?" cibir keysa lalu memutar bola matanya malas.
" iya udah sana, ngapain masih disini?" tnya dave dengan mode datar.
Keysa balik menatapnya datar lalu berjalan keluar ruangan dave tanpa permisi.
Dave terkikik geli lalu kembali bekerja.
_____
Disisi lain bella tengah marah marah, ia tidak menyangka jika rencananya kali ini tidak berhasil.
Padahal sudah jelas kekasih dave mempunyai laki laki lain dibelakang dave, tapi kenapa ekspresi dave biasa saja, bahkan dave tidak marah sedikitpun.
" Sebenernya siapa laki laki yang bersama wanita itu?" gumam bella.
__ADS_1
" Aku harus cari tau." ucapnya lalu melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
______
Kenan, Kevin, Mario dan Abdi kini berada di rooftop sekolah, mereka memilih istirahat di rooftop ketimbang di kantin Karena mereka selalu risih mendengar celotehan para cewek cewek pemuja most wanted sekolah, siapa lagi kalau bukan mereka sendiri.
Yups, Kenan, Kevin, Mario dan Abdi adalah most wanted sekolah, bahkan tak jarang para cewek cewek dengan lantang menyatakan cinta pada Kenan si ketua most wanted itu, namun kenan selalu menolaknya.
" Kenapa lu bisa bonyok kek gini sih ken?" tanya Mario yang sudah penasaran sejak kenan memberi tahunya jika dia habis di keroyok preman.
" Dikeroyok preman." jawab kenan singkat.
Kevin, Mario dan Abdi memutar bola matanya malas.
" Gue tau lu di keroyok preman, tapi kenapa bisa?" sahut abdi jengah.
" Oke gue cerita, kalian dengerin baik baik karena gue gak akan ngulangi cerita gue." ucap Kenan di angguki semuanya.
Mereka sudah memasang wajah serius dan manatap kenan dalam.
" Jadi gitu ceritnya." ucap kenan yang semula duduk tegak langsung bersandar pada punggung sofa.
Teman temannya yang sudah serius ingin mendengarkan cerita kenan di buat geram, lantas mereka menggetok kepala kenan satu per satu.
" Anjj.... sakit be90.." ucap kenan mengelus kepalanya.
" Salah lu sendiri, kita semua udah serius mau dengerin lu nya malah kek gitu." jawab abdi kesal.
" Oke oke kali ini gue akan cerita yang sebenarnya." ucap kenan yang kemabi duduk tegak.
" Kalau kali ini lu nyliwur lagi kita lempar lu dari atas rooftop ini." ucap Kevin.
" Berani lo pada?" tanya kenan dengan datarnya..
" YA JELAS GAK BERANI LAH." jawab Kevin, Mario dan Abdi kompak.
Mereka bertos lalu tertawa keras sedangkan Kenan hanya memutar bola matanya malas.
" Jadi cerita gak nih?" tanya kenan yang sudah kesal.
" JADI DONG." kompak mereka lagi.
Kenan pun menceritakan kejadian yang sesungguhnya tanpa terlewat sedikitpun.
" Terus rencana lo sekarang gimana? Ngejauhin mbak itu atau tetep deket kek biasanya?" tanya Mario.
Kenan hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.
" Apa gak sebaiknya lu bilang aja sama mbak mbak itu kalau lu di keroyok mantanya.?" sahut Abdi.
" Namanya Vita, lagian gue bukan tukang ngadu yee." jawab kenan menatap sinis abdi.
" Biar mbak vita juga ngambil tindakan tegas ke mantanya, lagian si cowok itu cuma mantan, dan gak ada hak ngelarang lu deket sama mbak vita." sahut kevin.
" Entahlah,, nanti gue pikirkan lagi." jawab kenan.
Ia menyandarkan kepalanya lalu memejamkan matanya.
Mereka ber4 pun sibuk dengan pikiran masing masing.
______.
Dave dan keysa kini berada disebuah rumah makan sederhana.
Setelah meeting dave mengajak keysa untuk makan siang bersama namun kali ini keysa yang menentukan tempatnya.
__ADS_1
" Kamu gapapa kan makan ditempat seperti ini?" tanya keysa sebelum turun dari mobil.
Barang kali dave menolak mereka bisa cari tempat lain.
" Kamu lupa kalau kita pernah makan di desa waktu itu? bukannya tempatnya juga sama kayak gini?" tanya balik dave.
" Ohh iyaaa.. aku lupa, yaudah ayo turun." jawab keysa lalu turun dari mobil diikuti dave.
Mereka pun memesan makanan dan minuman sesuai selera mereka.
" Kamu kok bisa tau ada tempat makan yang makananya enak kayak gini?" tanya dave saat merasakan ayam bakar pesanannya yang ternyata rasanya sangat enak ketimbang rasa di restouran yang biasa ia kunjungi.
" Ini tempat langgananku sejak aku masih SMA sampai sekarang." jawab keysa, dave manggut manggut.
" Mbak keysa sudah lama sekali tidak kesini." ucap penjual yang mengantarkan minuman untuk keysa dan dave.
" Iya bu, lagi sibuk sibuknya di kantor." jawab keysa tersenyum.
Yups,, mereka sudah saling mengenal karena keysa sering sekali berkunjung kerumah makan ini.
" Iya tidak apa apa mbak key, ibu ngerti.
Oh iya ini siapa? terkhir mbak key kesini bukan sama yang ini?" tanya penjual itu.
" Yang waktu itu udah putus buu,, kalau yang ini calon suami key." jawab key malu malu.
" Aduhh,, mbak key pinter sekali cari calon suami."
" Kok pinter bu?" tanya keysa.
" Ganteng banget soalnya." bisiknya pada keysa.
Dave mengerutkan dahinya, ia tidak menyangka jika keysa sangat akrab dengan penjual itu.
" Ibu bisa aja ih." jawab keysa malu malu.
" Ya sudah silahkan dilanjut makannya." ucap penjual itu lalu pergi kembali ke dapur.
" Kamu akrab banget sama ibu ibu itu?" tanya dave.
" Karena seringnya aku kesini dulu, makanya udah akrab banget." jawab keysa.
" Oh.. jadi kamu sering makan ditempat ini sama dion mantan kamu itu? jadi kamu ngajak aku kesini untuk bernostalgia gitu?" tanya dave yang akahirnya salah paham.
" Haaaa? gak gitu mas, aku memang sering kesini tapi bukan sama dion aja, aku sering kesini sama kenan, kalau sama dion cuma sekali aja." jawab keysa.
" Bohong..." ucap dave datar.
" Aku berani bersumpah deh mas, lagian kenapa kamu berpikir kek gitu sih? aku inget namanya aja ogah, bisa bisanya kamu punya pikiran kek gitu." jawab keysa kesal.
" Maaf yaa ." ucap dave memegang tangan keysa.
" Iyaa.. ya sudah kita lanjut makan setelah itu kita balik ke kantor." ucap keysa dingguki dave.
.
.
.
.
.
🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1