
Dave melangkahkan kakinya kedalam rumah, ia ingin sekali segera mandi dan merebahkan tubuhnya.
Rasa capek yang dirasa tidak sebanding dengan rasa bahagia yang ia rasakan sekarang.
ia tidak menyangka bahwa keysa juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
Dave terus mengayunkan langkah kakinya, namun ia melihat kedua orang tuanya masih setia dengan televisi yang masih menyala.
Dave membelokkan langkah kakinya menghampiri kedua orang tuanya.
" Assalamualaikum ma.. paa.." sapa Dave dengan senyum mengembang.
" Waalaikumsalam sayang."
" Kok baru pulang habis dari mana? tumben sekali hari minggu keluar dari pagi sampe malam begini?" tanya Lia.
Dave mendudukkan tubuhnya disamping Lia dan memeluk tubuh mamanya dari samping, Rangga yang melihat itu melepaskan tangan putranya yang melingkar di bahu istrinya dan menatapnya tajam.
" Papa posesif banget sih, ini juga mama Dave." sungut dave menatap sinis papanya.
" Makanya cari sendiri, hanya papa yang boleh meluk mama." ucap Rangga tak mau kalah.
Sedangkan Lia hanya geleng geleng melihat tingkah suaminya yang kekanak kanakan.
" Udah dapet." ucap Dave menyenderkan kepalanya dibahu lia, namun lagi lagi kepala dave di dorong oleh Rangga.
" Papa astagaaa... Dave juga ingin bermanja sama mama bukan papa aja." kesal Dave karena Rangga selalu melarangnya bermanja dengan Lia.
" Bodoh amat." ucap Rangga berdiri dan menggeser istrinya untuk pindah tempat, alhasil Rangga lah sekarang yang duduk ditengah.
" Dasar,, udah tua jugaa masih aja cemburuan, sama anak sendiri pula." gerutu dave pelan namun masih bisa didengar Rangga.
" Papa denger yaa." ucap Rangga merangkulkan tangannya di bahu Lia.
" Kalian ini kenapa jadi ribut sih? oh ya.. Kamu tadi bilang apa sayang? udah dapet? dapet apa maksud kamu." tanya Lia
" Dapet pacar lah ma." jawab dave singkat ia sudah tidak mood bercerita karena Rangga menjahilinya.
" Beneran? kenalin sama mama papa dong, mama pengen tau cewek seperti apa yang bisa menaklukkan bongkahan es seperti kamu " ucap Lia antusias.
" Nanti aku kenalin sama kalian, sekarang aku ke atas dulu, capek banget habis dari desa." ucap dave lalu berdiri.
" Ngapain dari desa?" tanya Rangga memincingkan matanya.
" Kencan sambil nyicil bikin telinga." Jawab dave ngasal lalu berlalu meninggalkan orang tuanya.
Rangga dan Lia sama sama saling menatap namun sedetik itu pula ia meneriaki Dave.
" DAVEEEE JANGAN MACEM MACEM KAMU YAAA." teriak Rangga dan Lia kompak.
" DAVE JUGA MASIH WARAS." teriak balik dave karena dia sudah di ujung tangga paling atas..
" Dasar anak kurang waras, seneng banget bikin orang tuanya jantungan." gerutu Lia.
Dave memasuki kamar dan menghidupkan lampu kamarnya.
Ia mengambil handuk dan segera membersihkan diri.
tak butuh waktu lama akhirnya ia selesei mandi.
Dave mendudukkan tubuhnya dan mengambil ponsel lalu menelpon gadis yang beberapa jam yang lalu menjadi kekasihnya.
Dua panggilan namun belum juga kunjung dijawab oleh keysa, dave mengira mungkin sudah tidur tapi ia mencoba sekali lagi kalau masih belum diangkat berarti fikiran dave benar.
__ADS_1
Namun panggilan ketiga justru keysa mengangkatnya.
" assalamualaikum sayang udah tidur ya?" sapa dave saat panggilannya terhubung.
" Belum Aku baru aja selesi mandi, kamu masih di apartemen kak julian mas?" jawab keysa.
Bukannya menjawab dave malah mengalihkan panggilannya menjadi video call.
" iihh kenapa video call?" tanya keysa malu malu.
" Kangen sama kamu." goda dave membuat keysa semakin malu.
" Apaan sih? kamu belum jawab pertanyaan aku loh mas."
" Udah sayang, ini aku juga baru aja selesei mandi." jawab dave, ia bisa melihat keysa beberapa kali menguap.
" Kamu tidur gih, besok aku jemput ke kantornya kasian kayaknya kamu udah ngantuk banget ."
" He'emm mas aku dah ngantuk banget, mas juga segera tidur kan kamu juga capek seharian nyetir gitu."
" Iyaa.. ya udah aku tutup dulu telponnya yaa." ucap dave diangguki keysa.
" Assalamualaikum calon istriku." ucap dave membuat pipi keysa bersemu.
" apaan sih mas... ya udah waalaikumsalam." balas keysa langsung mematikan telponnya.
Dave tersenyum mengingat wajah keysa yang malu malu, ia tidak pernah menyangka akan melabuhkan hatinya pada keysa yang mana dia adalah sekertarisnya sendiri.
Jika di ingat banyak sekali wanita yang mendekatinya bahkan wanita wanita itu tidak kalah cantik dan sexy dari keysa namun entah kenapa hati dia lebih memilih keysa.
Raut wajah dave seketika berubah saat mengingat ucapan julian jika sebentar lagi bella akan kembali ke indonesia.
Dave tidak mengerti kenapa bella meninta nomornya pada julian, padahal dulu bella sendiri yang meninggalkannya dan memutuskan kontak dengannya.
Dave tersenyum kecut jika mengingat bagaimana dulu bella mempermalukannya di hadapan semua orang dengan menolak menikah dengannya, ia menggelengkan kepalanya kuat mengenyahkan wajah bella dari pikirannya, dave berdiri lalu berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya.
Sinar matahari menyusup melalui celah jendela, Dave membangunkan diri, mengucek mata dan menguap, ia juga melakukan peregangan otot sebelum menurunkan kakinya.
Dave melihat jam yang menggantung didinding yang sudah menunjukkan jam setengah 7, ia membulatkan matanya dan segera menuju kamar mandi, karena tidak berhati hati dave jatuh tersungkur karena kakinya terbelit selimut.
Gedebuughhhh...
" Aarrgghhh sial." umpat dave melempar slimut itu dengan kasar lalu ia melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi dengan sedikit tertatih.
Setelah siap semuanya, dave menuruni tangga menuju meja makan, ia bahkan sedikit berlari walau kakinya terasa sakit.
" Pagi maa.. paa.." sapa dave lalu mendudukkan bokongnya dikursi meja makan.
" Pagi sayang,, kenapa dengan kaki kamu." tanya Lia karena melihat jalannya dave sedikit pincang.
" Jatuh maa, tapi gpp kok." ucap dave memberikan selai kacang pada rotinya lalu beranjak pergi.
" Dave pergi dulu ma.. paa.." pamit dave menyalimi tangan kedua orang tuanya.
" Kenapa buru buru, kamu datang terlambat pun tidak akan ada yang memarahimu." ucap Rangga yang heran melihat dave sedang terburu buru bahkan makan roti pun tidak dengan duduk.
" calon menantu kalian yang akan memarahiku." jawab dave lalu berlalu pergi.
" Calon menantu? Jadi beneran dave sudah punya pacar?" tanya Lia menatap suaminya namun Rangga hnya menaikkan bahunya tanda tidak tahu.
Dave mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedikit cepat karena takut keysa akan ngambek karena sudah menunggunya.
Tak butuh waktu lama mobil dave sudah terparkir di depan pagar rumah keysa.
__ADS_1
ia keluar dari mobil dan melihat keysa sudah duduk di teras rumah sedang menunggunya.
" maaf aku telat, aku bangun kesiangan tadi." ucap dave menghampiri keysa.
" Kaki kamu kenapa mas?" tanya keysa khawatir karena dave berjalan sedikit pincang.
" Jatuh tadi, tapi gpp kok." ucap dave tersenyum.
" gpp gimana orang kamu jalannya pincang gitu? sini aku urut sebentar, lagian kita belum terlalu telat kan?" ucap keysa menuntun dave masuk kedalam rumahnya.
" Loh nak dave kenapa key?" tanya dewi saat melihat key menuntun dave.
" Katanya jatuh bund, tolong ambilkan minyak urut bund biar key urut sebentar kakinya." ucap keysa diangguki dewi.
" Aku gpp sayang, kamu gak usah khawatir gitu, beneran deh nanti juga sembuh sendiri." ucap dave menenangkan keysa."
" Kalau gak segera ditangani nanti jadinya kaki kamu bengkak mas, udahlah kamu nurut aja, diem gak usah bawel." omel keysa, namun dave tersenyum karena keysa perhatian padanya.
" Ini key minyak urutnya, kamu urut dulu kaki nak dave, bunda buatkan minum dulu." ucap Dewi memberikan minyak urut pada keysa.
Keysa mengangkat sebelah kaki dave yang sakit untuk di pangkunya, setelah itu ia membuka sepatu dan juga kaos kaki dave, ia memberikan secukupnya minyak urut lalu di urutnya kaki dave dengan pelan.
Dave meringis saat titik sakitnya ditekan pelan oleh keysa.
" Sakit banget ya?" tanya keysa yang juga ikutan meringis.
" Iya sedikit." jawab dave menatap lembut keysa.
" Gimana ceritanya kamu bisa jatuh? kamu juga udah gede masa gak bisa berhati hati." omel keysa.
" Ini semua juga gara gara kamu tau." ucap dave cemberut.
" kok gara gara aku." jawab keysa menatap dave.
" awwwww.. sakit sayang." keluh dave saat keysa menekan sedikit keras kakinya.
" Habisnya kamu malah nyalahin aku." kesal keysa.
" Aku bangun kesiangan, kan aku kemaren udah janji buat jemput kamu, pas mau ke kamar mandi kaki aku kesrimpet selimut, jadinya jatuh deh." jelas dave namun di sambut gelak tawa keysa, ia membayangkan bagaimana konyolnya dave saat terjatuh tadi.
" Kok kamu malah ngetawain aku." ucap dave cemberut.
" abisnya kamu lucu banget, aku jadi ngebayangin gimana konyolnya kamu saat jatuh tadi?" jawab keysa masih dengan tawanya.
" jahat banget sama pacar sendiri." ucap dave mencebik.
" maaf.. lain kali kalau kamu capek, kamu gak usah maksa buat jemput aku, kamu telpon aku aja biar aku berangkat sendiri." tutur keysa.
" Lagian kan kamu selama ini juga bareng sama kak julian." sambungnya.
" Iya bawel." ucap dave mencubit gemas pipi keysa.
" Gimana kakinya key?" tanya dewi meletakkan secangkir teh untuk dave.
" udah key urut kok bund." ucap keysa memberikan minyak urut pada dewi.
" Sudah mendingan kok tan." sambung dave lalu memakai sepatunya kembali.
" Syukurlah... kamu minum dulu setelah itu kalian berangkatlah." ucap Dewi diangguki dave.
Dave meminum tehnya lalu beranjak untuk segera pergi ke kantor.
" Key sama dave berangkat dulu bund." pamit keysa menyalimi dewi begitupun juga dave.
__ADS_1
" Kalian hati hati." ucap dewi diangguki keduanya.
Akhirnya mereka berdua berangkat ke kantor dan kaki dave akhirnya sudah lebih membaik dari sebelumnya.