CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
43.


__ADS_3

MAHEN'S Group semakin menunjukkan eksistensinya di bidang properti. Hotel Mahendra menyajikan hunian nyaman bagi keluarga dan Kerabat dengan mix-use building yang tentunya akan menjadi referensi baru untuk warga Bandung dan sekitarnya.


Hotel Mahendra Bandung melakukan Soft Opening pada hari ini, dan dihadiri oleh relasi owner, para rekan-rekan dari pemerintahan bandung, media lokal dan nasional, penghuni apartemen, serta tentunya tim Hotel Mahendra.


Pada momen ini pula terjadi kesepakatan dan penanda tanganan kontrak secara simbolis yang dilakukan oleh Dave alvaro selaku Owner Respresentatif.


Pelepasan Balon dan pengguntingan pita semakin mensahkan bahwa Hotel Mahendra siap untuk membuat hunian yang nyaman bagi warga Bandung.


Acara dilanjutkan untuk seremonial di area pool dengan konsep standing party, dengan background langit biru dan infinity pool yang luar biasa cantik. Acara dihadiri total 300 undangan yang hadir, dan di acara ini mendatangkan salah satu artis ibu kota sebagai bentuk hiburan para tamu.


" Capek?" tanya dave pada keysa.


" Lumayan, tapi aku senang melihat wajah wajah bahagia mereka." jawab keysa melihat para tamu yang menikmati acara.


" Ayo ikut aku." ucap dave menarik lembut tangan keysa.


" Kemana?" tanya keysa.


" Makanlah.. aku laper." jawab Dave.


Keysa mengangguk, memang ia juga sudah merasa lapar dari tadi, ia terus mengikuti dave kemanapun dia pergi.


Dave juga memperkenalkan keysa sebagai calon istrinya kepada seluruh rekan bisnisnya.


Banyak dari mereka yang iri dengan dave karena mendapatkan wanita secantik keysa.


" Habis ini kita kemana? jadwal kamu buat ketemu sama klien masih nanti sore." tanya keysa di sela makannya.


" Kita istirahat saja di kamar, aku gak mau kamu kelelahan." jawab dave.


" Kamu memesan dua kamar kan?" tanya keysa memastikan.


" Buat apa?" tanya dave menggoda.


" Maaassss.." rengek keysa.


" Hotel ini memiliki kamar presidential suite room.


Presidential suit adalah tipe kamar yang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari kamar yang lebih dari satu, ruang tamu, ruang makan, area kerja yang besar, hingga kolam renang pribadi, jadi meskipun kita satu kamar tapi nanti kita akan tidur di ruang yang berbeda.


So apa yang perlu kamu takutkan? lagian aku gak akan macem macem sama kamu." jelas Dave.


" Beneran yaa?" ucap keysa.


Dave mengangguk." aku gak akan macem macem sayang, aku janji, aku ingin merasakannya saat kita udah nikah nanti." jawab Dave.


" Oke aku percaya sama kamu." ucap keysa lalu melanjutkan makannya.


" Oh ya.. ayah tadi tanya persiapan pernikahan kita sudah sejauh mana?" ucap keysa menatap dave.


" Aku sudah menyuruh julian untuk mengurus semuanya.


Kita hanya tinggal fitting baju saja." jawab Dave, keysa mengangguk.


Setelah mereka selesei makan, keysa dan dave berjalan menuju lift untuk menuju lantai atas.


Dave membuka pintu kamar lalu masuk kedalam.


Keysa terperangah melihat setiap desain dari kamar hotel ini.


Karena baru pertama kali ia melihat kamar hotel yang seperti ini.


Keysa masuk ke setiap ruangan, ia benar benar dibuat takjub melihat furniture yang ada di setiap ruangan.


" Pasti orang yang menyewa kamar ini nanti adalah orang yang sangat kaya." ucap Keysa.


" Tempat ini hanya aku yang boleh memasukinya, tidak akan ada tamu yang akan menyewa tempat ini." jawab Dave.


" Loh kenapa mas?" tanya keysa, ia mendudukkan bokongnya di sofa.


" Aku pemiliknya, jadi suka suka aku lah." jawab dave, keysa hanya memutar bola matanya malas.

__ADS_1


" Aku capek mas mau istirahat, kamu juga istirahat sana, nanti aku bangunin saat udah jamnya." ucap Keysa.


" Ya udah,, kamu tidur sana, aku mau mengerjakan beberapa berkas setelah itu aku akan tidur." jawab dave.


Keysa mengangguk lalu berjalan menuju tempat tidur.


Dave pergi ke ruang kerja mengerjakan beberapa berkas yang akan ia bahas bersama klien nanti.


_______


Kenan mengaduk minuman yang ia pesan, matanya fokus menatap pintu masuk berharap orang yang ia tunggu segera datang.


" Lma banget sih." gerutu kenan.


Ia mengambil ponselnya hendak menghubungi Vita, belum sempat jarinya mendial nomor vita, dengan napas sedikit ngos ngosan vita menghampiri meja kenan.


" Maaf menunggu lama." ucap Vita langsung duduk di depan kenan.


" Lu lari?" tanya Kenan.


" Iya lah." jawab Vita, ia menyaut minuman kenan lalu meminumnya.


Ia tidak peduli jika sedotan itu bekas bibir kenan, ia sudah sangat kehausan sekarang.


" ngapain lari lari? lu datang jam berapapun gue tungguin." ucap kenan.


Vita mendengus sebal, kenapa laki laki di depannya ini tidak perhatian sama sekali.


Hargai sedikit kek usahanya.


" Gue gak ingin lu nunggu terlalu lama ken." jawab vita.


Kenan merebut kembali minumannya dan meminumnya.


" Itu bekas gue." ucap Vita.


" Tadi pas Lu minum juga itu bekas gue." jawab kenan santai.


" So... kenapa ngajak ketemuan?" tanya Kenan to the point.


" G-gue mau ngejawab tentang perasaan lu kemaren." jawab Vita menunduk.


" Tatap gue kalau mau ngomong itu." tegur kenan.


Vita mendongakkan kepalanya menatap kenan.


" Gak usah di jawab kalau jawaban lu itu terpaksa, lagian lu gak akan mau menjalin hubungan dengan anak yang masih sekolah." ucap Kenan.


Ada kegetiran di setiap ucapannya, padahal dalam hati ia ingin sekali Vita menjawab IYA.


" Kata siapa? Aku mau." ucap Vita menatap dalam manik mata kenan.


Kenan membulatkan matanya, ia terkejut dengan jawaban Vita.


Jujur ia senang saat mendengar jawaban Vita, namun hati kecilnya belum mempercayai itu.


" Gue bilang gak usah dijawab jika jawaban lu cuma terpaksa, gue gak mau jadi beban lu kak, gak usah kasihani gue, gue gapapa sumpah." ucap kenan.


" Ken... Lu dengerin gue." ucap Vita pindah tempat duduk disamping kenan.


Vita memegang kedua tangan kenan dan menatapnya.


" Gue udah pikirin ini semalam, gue udah mantepin hati gue buat nerima cinta dari elu.


Gue nyaman saat deket elu, gue berusaha pastiin rasa apa yang ada di diri gue dan ternyata gue sayang sama elu.


Dan yang gue takutin sekarang perasaan lu, perasaan Lu mencintai gue yang usianya jauh diatas elu.


Gue takut perasaan lu cuma perasaan sesaat doang." ucap Vita dengan mata berkaca kaca.


Kenan menarik tubuh Vita kedalam pelukannya, tanpa sadar Vita meneteskan air matanya.

__ADS_1


" Gue udah dari lama suka sama lu kak, dari pertama ketemu sama lu, jadi please jangan raguin cinta gue.


Asal lu tau, gue baru kali ini jatuh cinta sama cewek yang sedalam ini." ucap Kenan.


Keysa semakin mengeratkan pelukannya.


Ia percaya jika kenan memang tulus menyayanginya.


" Makasih ken, makasih udah sayang sama gue." ucap Vita.


" Makasih juga kamu udah nerima aku, kmu harus percaya kalau cinta aku tulus sama kamu." jawab Kenan diangguki Vita.


" Apa apan ini." ucap Gio yang tiba tiba datang memisahkan pelukan vita dan kenan.


" Lu...." tunjuk Gio pada kenan.


" Lu belum kapok sama pelajaran yang gue kasih ke lu waktu itu ya." ucap Gio dengan emosi.


banyak pengunjung yang menatapnya.


" Gio kamu apa apaan sih? kita udah gak ada hubungan apa apa jadi stop ngurusin hidup aku." ucap Vita menatap tajam ke arah Gio.


" Gak bisa.. aku masih cinta sama kamu, kamu gak boleh sama cowo lain selain aku." ucap Gio dengan teriak.


" lu gak malu ngomong kek gitu? ngomong lu aja kasar bro, gimana cara lu perlakuin wanita lu?" cibir kenan.


" Diem lu bocah.. Lu gak denger apa yang gue ucapkan waktu itu? JAUHIN VITA." teriak Gio mencengkaram kerah baju Kenan.


" Lu yang harus jauhi Vita karena Vita udah jadi cewek gue, dan inget.. Status lu cuma mantan.


Lu yang sia sia'in Vita tapi Lu sendiri yang ngemis cintanya.


Cih laki laki gak ada harga dirinya." ucap Kenan memandang remeh Gio.


" Kurang ajar."


buugghh..


Gio memukul keras rahang kenan hingga sudut bibir kenan berdarah..


" Kenan.." teriak Vita membantu kenan berdiri.


" Pergi atau gue laporin lu ke polisi." ancam vita pada Gio.


" Kamu belain dia?" tanya Gio dengan geramnya.


" PERGI..." teriak Vita.


Gio pergi dengan perasaan yang sangat emosi.


Banyak pengunjung yang melihat kejadian itu.


" Kamu gapapa ken? maafin aku ya." ucap Vita membersihkan darah disudut bibir kenan dengan tisu.


" Gapapa, ini luka kecil kok." jawab Kenan tersenyum manis.


" Maafin aku ya, ini semua gara gara aku." ucap Vita merasa bersalah.


" Sssttt...ini bukan salah kamu, emang cowo itu aja yang brengs3k." jawab kenan.


" aku anterin pulang ya? kamu bawa mobil gak?" tanya kenan.


Vita menggeleng karena memang dirinya tidak membawa mobil.


" Ya udah aku antar kamu pulang." ucap Kenan berdiri dan menggandeng vita keluar caffe.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2