
Keysa dan dave sekarang berada di sebuah restoran mewah untuk bertemu dengan klien.
Mereka pergi tanpa menggunakan sopir karena kali ini dave ingin menyetir sendiri.
" Maaf pak saya membuat anda menunggu lama." ucap dave menjabat tangan klien nya.
" tidak apa pak dave, saya juga baru saja sampai." jawab pak Handoko dan ia juga berjabat tangan dengan Keysa.
Akhirnya mereka melakukan meeting selama hampir 2 jam dan selama itu pula keysa melakukan tugasnya dengan baik.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 yang artinya itu adalah jam pulang kantornya.
Tapi dave masih belum beranjak dari restouran tersebut.
" emm.. maaf pak, apa kita tidak kembali ke kantor?" tanya keysa setengah takut.
" Apa kamu ingin cepat pulang?" tanya balik dave tanpa melihat keysa.
Cihh siapa yang gak ingin pulang coba? badan gue udah capek benget di tambah sehari bersama situ rasanya mau gerak aja gue takut." batin keysa menggerutu.
" Kenapa diam? apa kamu ingin cepat pulang?" tanya dave sekali lagi.
" eehh.. enggak pak, saya nunggu bapak sekalian." jawab keysa kikuk.
" baiklah kita kembali ke kantor setelah itu kita pulang." jawab Dave yang sudah memasukkan laptopnya kedalam tas.
" Baik pak." jawab keysa dan segera mengemasi berkas² yang ada dimeja.
Akhirnya mereka pun kembali ke kantor, dave mengendarai mobilnya dengan kecepatn sedang.
butuh waktu 20 menit akhirnya mereka tiba di kantor.
Keysa turun terlebih dulu dan disusul oleh dave.
mereka pun berjlan beriringan, mengabaikan tatapan iri oleh para pegawai yang masih ada beberpa yang belum pulang.
" Ciihhh... itu tadi sekertaris baru pak dave? sok cantik banget sih?" ucap pegawai A
" Tapi dia emang cantik, andai dia bersanding dengan pak Dave,,mereka pasti sangat cocok?" puji karyawan B.
" Apanya yang cantik, masih kalah jauh sama gue." sinis pegawai C.
" pakai pelet apa dia baru ngelmar kerja udah langsung diterima jadi sekertaris?" ucap pegawai A.
" Dia sebenernya di terima dibagian pemasaran, tapi tiba² di jadikan sekertaris mengganti Cindy yang resign waktu itu." jawab Pegawai B.
" Silahkan pulang jika pekerjaan kalian sudah selesei, jangan jadikan tempat ini ladang gosip yang tak berguna." Ucap julian tiba².
" p-pak Julian.?" kaget pegaWai yang bergosip
" Silahkan kalian pulang jika pekerjaan kalian sudah selesei " ucap julian datar.
" b-baik pak!" ucap semua pegawai segera mengambil tasnya dan bergegas pulang.
__ADS_1
Julian pun berjalan menuju lantai atas ruangan dave.
" Maaf pak? apa saya boleh pulang terlebih dulu." tanya keysa.
" hemm.. pulanglah." jawab dave datar.
" Baiklah terima kasih pak." ucap keysa sedikit menunduk dan segera mengambil tas dan pulang.
Dave pun langsung masuk keruangannya tak lama julian juga sudah berada diruangan dave.
" apa kita akan pulang sekarang juga tuan?" tanya julian.
" berhentilah formal padaku jul, berapa kali aku harus bilang." ucap dave datar.
Dave dan julian, usia mereka tak beda jauh, julian lebih tua 2 tahun dari dave.
karena rasa hormat julian pada ayah dave, julian juga memperlakukan dave sama dengan ayah dave.
berulang kali dave mengatakan jangan terlalu formal padanya tapi julian terus membantah.
Hingga akhirnya dave menyerah akan keras kepala julian.
" Tapi tuan..."
Belum sempat julian menyeleseikan ucapannya, dave menatap tajam julian.
" Kau lebih tua dariku 2 tahun, tak seharusnya kau selalu berbicara formal. Aku hanya ingin kau menjadi temanku jul. Terkadang aku ingin berbagi cerita padamu, tapi mengingat kau selalu formal padaku, aku jadi mengurungkan niatku." ucap dave dengan nada santai.
" Benarkah? kau mau ku anggap kakak?" tanya dave berbinar.
" yaa tentu, terkadang aku juga kasihan padamu yang terlalu banyak memikul beban berat." jawab julian tersenyum
" kau tau masalahku jul, semenjak bella memutuskan menjadi model dan meninggalkanku, hidupku seakan gelap dan tak ada warna." ucap dave menyandarkan kepalanya di sofa.
" aku tahu dave, kau harus move on dari bella, masih banyak wanita yang lebih dari bella." nasehat julian.
" susah jul, bella cinta pertamaku, aku mencintainya sejak kuliah, banyak hal yang aku lalui untuk mendapatkannya." jawab dave sendu.
" tapi apa yang kau dapat?bella bahkan tidak mau menikah denganmu kan? dia memilih karirnya sebagai model dan meninggalkanmu." ucap julian.
" entahlah jul, aku juga ingin berpaling darinya, tapi bayang² bella selalu menghantuiku."
" apa kau tidak tertarik dengan sekertaris barumu itu?" tanya julian memancing.
" Dia memang cantik, tapi aku tidak tertarik padanya." jawab dave.
" apa kau yakin dengan ucapanmu? aku bahkan lihat kau terpesona dengan keysa tadi." goda julian.
" sialan kau... sudah ku bilang aku tidak tertarik." kesal dave.
" baiklah jika kau tidak tertarik, izinkan aku menyukainya." ucap julian yang terus mengggoda dave .
" Kau menyukainya? apa kau tidak melihat usiamu? ledek dave.
__ADS_1
" memang kenapa dengan usiaku, cinta tidak memandang usia asal kau tau! Lagian biarpun usiaku 28 tahun tapi wajahku masih seperti 24 tahun, masih pantas bersanding dengan keysa." pujinya pada diri sendiri.
" ciihh.. tidak tau diri sekali kau." cibir dave.
Julian pun tertawa dan mengedikkan bahunya acuh.
Akhirnya julian dan dave memutuskan pulang setelah obrolan panjang mereka..
Disisi lain..
Mobil yng dikendarai keysa sudah sampai halaman rumahnya.
Dia memarkirkan mobilnya setelah itu masuk kedalam rumahnya.
" ASSALAMUALAIKUM BUNDA.. AYAAH... KEYSA PULANG." teriak keysa.
" Berisiikk tau gak sih lo." ucap kenan yang duduk diruang tv dan melempar bantal sofa ke arah keysa.
" Gue salam tuh dijawab bukan malah dilempar bantal." ucap keysa mengambil bantal yang dilempar kenan tadi dan melemparnya balik.
" Gue udah jawab, budek lo?"
" mana? orang gue gak denger." jawab keysa.
" Gue jawabnya dalam hati." ucap kenan santai..
" Lu adek anj*ng banget yaa? gue salam melalui mulut lu jawabnya pakek hati, mana ngatain gue budek lagi." kesal keysa menjambak rambut kenan..
" Aduuhh sakit kaakk... lu kalau ngejambak pakek tenaga banget dah, rontok rambut gue." ringis kenan.
" Biarin.. gue baru pulang kerja, lu mlah cari gara² mulu ma gue." ucap keysa masih menjabak rambut kenan..
" Keysa lepasin tangan kamu..." seru bundanya
Keysa pun melepaskan jambakannya dan menoleh ke arah bundanya .
" Kalian ini apa apaan sihh bertengkar mulu kalau ketemu." omel sang bunda.
" ya habisnya kenan duluan yang mulai." kesal keysa.
" enak aja lu nyalahin gue, lu tuh masuk rumah teriak² kayk lagi dihutan aja." sewot kenan.
" udah..udahh... key kamu mandi dulu, habis itu turun makan malam." ucap bunda dibalas anggukan keysa.
" Ayah kemana bund? tanya keysa sebelum beranjak.
" Masih mandi sebentar lagi juga turun." jawab bunda.
" Ya udah key ke atas dulu bund."
Akhirnya keysa pun membersihkan diri karena hari pertamanya kerja sangat melelahkan baginya dan mungkin hari² berikutnya akan lebih melelahkan dari pada ini.
huufftt.. gue harus kuat dan sabar hadapin beruang kutub macam dave. semangatnya pada diri sendiri.
__ADS_1