
Pagi ini Keysa dan Dave akan segera kembali ke jakarta karena pekerjaan yang menumpuk ditambah lagi julian sudah berangkat ke singapore kemaren sore karena jika Dave akan berpergian , julian lah yang akan menghandle semua pekerjaan Dave.
" Kita sarapan pagi dulu." ucap Dave berjalan beriringan dengan keysa.
" Baik pak." jawab keysa yang mendapat tatapan tajam dari Dave.
" Maaf mas." ucap keysa menunduk.
Sebenernya keysa masih canggung untuk memanggil atasannya ini dengan sebutan mas, tapi mau gimana lagi karena dave lah yang meminta untuk memanggilnya seperti itu jika berada di luar jam kerja.
Mereka makan dihotel tersebut karena akan sangat lama jika harus ke restouran dulu.
" Apa jadwalku hari ini." tanya dave disela makannya.
" Hari ini ada rapat jam 10.00 dan bertemu klien setelah makan siang." jawab keysa melihat jadwal Dave yang dikirimkan julian kemarin.
" Cepat seleseikan makanmu, kita harus segera kembali karena aku harus mengantarmu pulang terlebih dahulu." ucap dave di akhir suapannya.
" iyaaa." jawab keysa dan segera melahap makanannya dengan cepat.
Akhirnya mereka tiba di jakarta, Dave mengantar Keysa lebih dulu karena akan berganti pakaian setelah itu kembali ke kantor.
" Aku akan menuggumu, jadi cepatlah bersiap." ucap dave saat mobil sudah terparkir didepan rumah keysa.
" Silahkan masuk dulu kalau begitu." jawab keysa diangguki Dave.
Dave dan keysa berjalan bersama kedalam Rumah.
" ASSALAMUALAIKUM AYAAHH BUNDAA KENAN..." teriak Keysa, dia lupa jika ada atasannya yang berdiri disampingnya yang sedang menutup kedua telinganya.
" Apa kamu selalu begini?" tanya dave datar.
" uppss.. maaf, kelepasan." jawab keysa tersenyum malu.
" Ya ampun key, gak usah teriak juga, bunda dan yang lain juga denger, apa kamu pikir rumah ini seperti hutan dan kamu tarzannya?" hardik Dewi menatap kesal putrinya.
Dave yang mendengar ocehan bunda keysa yang tersenyum.
" Maaf bunda." ucap keysa memeluk bundanya.
"Siap dia key?" tanya dewi berbisik.
Belum sempat keysa menjawab Aris dan kenan menghampiri mereka.
" Pak Dave ." sapa Aris kaget.
Aris mengenal betul siapa Dave, dia adalah putra tunggal keluarga mahendra.
Nama dave juga sudah terkenal karena perusahaannya yang termasuk perusahaan no 1 seAsia.
" Iyaa saya Dave pak."jawab dave mengulurkan tangannya pada Aris dan di sambut baik oleh aris dan bergantian oleh dewi dan kenan.
" Silahkan duduk dulu pak, akan saya buatkan minum" ucap Dewi dan dibalas senyuman ramah oleh dave.
" Aku mandi dulu bund, karena aku akan kembali ke kantor." ucap keysa.
" Cepatlah, jangan membuat pak dave menunggu terlalu lama."
" Aku berangkat sekolah dulu yahh,, bund." ucap kenan menyalami kedua orang tuanya.
" Mari pak dave." pamit kenan pada dave dan dibalas anggukan oleh dave.
Aris dan Dewi menemani Dave dengan mengobrol tentang bisnis, meskipun hanya Aris dan dave yang berbicara, dewi hanya menjadi pendengar saja.
Tak lama keysa turun dengan setelan kerjanya berwarna merah maroon dan itu sangat cocok dengan kulitnya dan juga pas dibadannya.
Dave terpaku melihat kecantikan wajah keysa meskipun tanpa polesan yang tebal, hingga tanpa sadar keysa sudah berdiri disamping dave.
" Bisa kita berangkat sekarang?" ucap keysa membuyarkan lamunan dave
" Ooohh... iyaaa kita berangkat sekarang." jawab dave menetralkan jantungnya.
" Yah..bund kami pamit berangkat dulu." pamit keysa menyalami kedua orang tuanya.
" Hati hati sayang."
" Kami permisi dulu pak aris dan tante dewi." pamit dave menjabat tangan kedua orang tua keysa.
__ADS_1
Mereka akhirnya berangkat ke kantor bersama karena mobil keysa masih berada di kantor.
" Nanti turunin aku di perempatan aja ya mas, biar ke kantornya aku jalan kaki." ucap keysa.
" Kenapa?" tanya Dave heran.
" Aku gak mau dilihat banyak karyawan dan mereka akan menggosipkan kita yang tidak tidak." jawab keysa sedikit khawatir.
" Biarkan saja, jangan terlalu memperdulikan ucapan mereka." ucap dave
" Tapi..." belum sempat keysa menyeleseikan ucapannya, dave melirik keysa tajam dan itu membuat keysa mengangguk pasrah.
Keysa tahu Gosip yang beredar tentang dirinya karena Vita, Fanya dan Rindi yang menceritakannya.
Jadi sekertarisnya aja mereka udah heboh, apalagi kalau ngeliat gue datang ke kantor satu mobil sama dave?" batin keysa
" Jangan terlalu dipikirkan." ucap dave yang mengerti isi pikiran keysa.
Keysa hanya mengangguk lesu sebagai jawaban.
Karena menentang dave pun tak ada guna nya.
Mobil dave terparkir mulus di depan lobi, banyak karyawan yang masih berdatangan.
Dave menyerahkan kunci mobilnya pada penjaga yang biasanya memarkirkan mobilnya.
Keysa berjalan dibelakang dave dengan menunduk karena banyak karyawan yang sedang berbisik menggosipkan dirinya yang datang semobil dengan dave.
*apa kita gak salah lihat? sekertaris baru itu datang semobil dengan pak dave?" bisik salah satu karyawa.
* iyaa..lo gak salah lihat, dia emng sekertaris baru itu." jawab yang lain
* pasti dia merayu pak dave supaya bisa berangkat bareng."
* cihh,, murahan sekali ternyata."
* Cindy dulu saja tidak pernah datang bersama bahkan kalau ada pertemuan dengan klien saja pak dave selalu menggunkan supir."
Begitulah para gosip karyawan yang masih bisa di dengar oleh keysa.
" Baru juga gue kerja disini, udah di cap yang kagak kagak." gerutunya kesal mendengar gosip para karyawan.
dughhhh..
" awww.... " Ringis keysa menabrak dada bidang Dave.
Keysa mendongkkan wajahnya dan mendapat wajah datar dave.
" Maaf pak, saya tidak sengaja." ucap keysa mundur beberapa langkah.
" Jika kalian semua masih ingin bekerja disini, sebaiknya tutup mulut kalian dan cepat menuju tempat kerja kalian." ucap dave lantang dengan tatapan tajam.
Semua karyawan langsung berlari kalang kabut.
Selama ini dave tidak pernah menegur karyawan yang menggosipkan dirinya karena dia terlalu cuek, tapi entah mengapa saat digosipkan dengan keysa dirinya merasa tak suka, bukan tak suka dengan keysa hanya tak ingin keysa mendengar kata kotor dari mulut penggosip.
" Jangan didengar omongan mereka." ucap dave lalu berjalan mendahului keysa.
" Haaaah!!!! keysa menghela napas panjangnya lalu berjalan mengikuti dave.
Keysa mendudukkan bokongnya dikursi kerjanya dan siap untuk mengerjakan pekerjaannya.
Keysa terus saja menguap, dirinya merasa sangat lelah setelah dari bandung ditambah lagi semalam dia tidak bisa tidur nyenyak, pertemuannya dengan dion kemaren masih menghantui dirinya.
Keysa berjalan ke arah pantry untuk membuat kopi untuk menghilangkan rasa kantuknya.
" Biar saya buatkan mbak." ucap petugas pantry.
" Tidak apa, saya bisa sendiri." jawab keysa dengan tersenyum manis.
Ditempat yang sama, ada karyawan yang menggosipkannya tadi.
" Rayuan apa yang lo pakai suapaya bisa jalan bareng pak dave." ucap karyawan itu menatap keysa tak suka.
" Rayuan?" ulang keysa.
" Iyaa.. lo pasti ngerayu pak dave supaya bisa semobil dengannya." jawab wanita itu sinis.
__ADS_1
" Saya tidak pernah merayu pak dave." ucap keysa jujur, karena memang keysa tak pernah merayu dave.
" Gak usah munafik lo, wanita kayak lo pasti pakek rayuan, gak mungkin pak dave mau jalan sama lo." hardiknya dengn suara keras.
" Terserah anda." ucap keysa berlalu namun kakinya disengkal oleh wanita itu hingga keysa jatuh tersungkur, kopi yng dibawa keysa ikut jatuh dan gelasnya pecah.
Pecahan gelasnya mengenai telapak tangan keysa hingga berdarah.
" aawwww...sshhh." ringis keysa menahan perih di tangannya.
" Rasain.. makanya jadi orang jangan sok kecentilan." ucap wanita itu dan pergi meninggalkan keysa dengan tersenyum puas.
" Mbak tidak apa apa?" tanya petugas pantry, keysa hanya mengnggukkan kepala nya.
" Biar saya bantu obati mbak." ucap petugas pantry lalu mengambil kotak obat dan mengobati luka keysa.
Dia memberikan obat merah lalu memerban tangan keysa menggunakan kasa.
Setelah tangannya diobati keysa mengucapkan terima kasih dan kembali ke tempat kerjanya.
" Sial banget gue hari ini." gumamnya dengan wajah sendu dan hampir menangis.
Selama hidup keysa belum pernah diperlakukan atau di bully seperti ini.
Keysa menatap tangannya yang terluka, lalu perlahan air mata nya jatuh.
" Baru awal tangan gue udah jadi korbannya, gimana nanti?" gumamnya dengan air mata berjatuhan.
Tanpa keysa sadari dave berdiri di depan meja kerjanya dan mendengar gumaman keysa.
" Siapa yang melakukannya." tanya Dave dingin.
Keysa mendongakkan kepalanya dan mendapati wajah murka dave.
Keysa dengan segera mengahpus airmatanya.
" M-maksud bapak apa?" tanya keysa gugup karena belum pernah melihat wajah dave yang seperti ini.
" Siapa yang membuat tanganmu terluka seperti itu?" tanya dave dengan tatapan datar.
" H-hanya kecelakaan kecil saja tadi." jawab keysa masih diselimuti ketakutan.
" Katakan atau saya akan mencari tau sendiri dan akan memecatnya." ucap dave memuat keysa membulatkan matanya
" Jangan di pecat." reflek keysa berdiri dan memegang lengan dave, dave menatap lengannya yang di pegang keysa, keysa yang sadar akan perbuatannya pun segera melepaskan tangannya.
" Maaf saya tidak sengaja." ucap keysa menunduk malu dan takut.
" Jelaskan." ucap dave masih memandang datar keys.
Keysa menghela napas panjangnya dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Setelah mendengar cerita keysa, dave kembali ke ruangannya, Dia melihat CCTV yang ada di pantry.
Dave melihat semua yang di lakukan wanita itu pada keysa dan penjaga pantry hanya diam menunduk takut.
" apakah ucapanku tadi pagi tidak membuat kalian takut?" gumamnya menatap nyalang pada wanita yang membully keysa.
" Panggilkan wanita yang tadi bersama keysa di pantry, suruh keruanganku." panggilnya melalui sambungan telepon.
Dave tidak tau mengapa dirinya seperti ini, dulu dia sangat cuek dengan apa yang terjadi dengan karyawannya.
Bahkan sekertarisnya dulu dibully pun dave tidak akan peduli.
Tapi entah mengapa saat melihat keysa terluka tadi dia terlihat sangat marah.
Apakah hati dave sudah terisi oleh keysa?
Hanya dave yang tau.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.