
Monica, wanita yang membully keysa sewaktu di pantry kini tengah berhadapan dengan Dave.
Wajahnya menunduk tanpa berani memandang wajah dave yang tengah menahan amarahnya.
Disampingnya juga berdiri office girl yang sama menunduknya dengan monica.
Mereka sama sama meremas kuat jari jemari mereka, takut dan keringat dingin yang kini mereka rasakan.
Tatapan tajam dave membuat mereka sama sekali tidak berani menatapnya.
" Bukankah aku sudah mengatakan padamu agar tidak bergosip selama bekerja?" ucapnya dingin menatap tajam monica.
" Bahkan kau dengan lancang menggosipkanku." sambungnya.
" M-maaf pak bukan maksud saya menggosipkan bapak." jawab monica masih dengan menunduk.
" Tatap orangnya jika berbicara." ucap Dave dengan nada sedikit meninggi, monica langsung mendongakkan wajahnya menatap dave dengan takut.
" Kau memfitnah keysa kalau dia merayuku, bukankah kau berfikir aku seorang laki laki bodoh yang mudah termakan rayuan wanita?" ucapnya semakin dingin.
" T-tidak paak, saya tidak pernah berfikir seperti itu." jawab monica gemetar.
" Lalu apa maksudmu menyengkal kaki keysa dan membuatnya terjatuh? apa kau tidak tau dampak dari yang kau perbuat? jika keysa terluka parah maka jadwalku dan semua pekerjaan akan berantakan." bentaknya menatap monica tajam.
" M-maafkan saya pak, saya sungguh menyesal." ucap monika menahan air matanya.
" Kau masih ku beri kesempatan, sekali lagi kau bergosip dan menyelakai orang, silangkan angkat kaki dari perusahaan ini."
" Terima kasih paak." ucap monica menundukkaan badannya.
" Kembalilah ketempatmu." ucapnya pada monica.
Akhirnya monica keluar dan tersisa office girl yang masih berdiri dengan kaki gemetar dan menunduk takut.
" Kau tau apa kesalahanmu?" tanya dave dengan datar.
" M-maafkan saya pak tidak membantu mbak keysa saat sedang dibully." ucapnya menatap dave dengan takut.
" Alasanmu?" tanya dave.
" S-saya takut dengan mbak monic pak, saya takut jika mbak monic juga memmbully saya." jawabnya dengan nada gemetar.
" Rupanya kau lebih takut dengannya dibanding denganku yaa?" ucap dave menyeringai.
" Bukan maksud saya seperti itu pak, sungguh." ucap OG itu, dia sekarang pasrah dengan nasib pekerjaannya, atasannya ini benar benar dingin dan kejam dan selama bekerja di perusahaan ini, baru kali ini dia melihat atasannya dengan jarak dekat seperti ini.
" Kembalilah, bantu jika ada orang kesusahan jangan hanya menjadi penonton." ucap dave.
" Baik pak terimakasih." ucap Og lalu keluar dari ruangan dave.
OG itu bernapas lega setelah menutup kembali pintu ruangan dave, dia berpikir jika dave akan memecatnya namun ternyata dia masih diberi kesempatan untuk bekerja disini.
Keysa yang melihat OG yang tadi menolongnya pun menghampirinya.
" Apa kau tak apa apa?" tanya keysa khawatir.
" Saya tidak apa apa mbak, saya baik baik saja." jawabnya dengan tersenyum.
__ADS_1
" Apa pak dave memarahimu, kau tidak dipecat kan?" tanya keysa masih khawatir.
" Mbak tenang saja, saya masih bisa bekerja disini kok, dan lagian pak dave hanya bertanya saja beliau tidak marah." ucap OG menenangkan keysa.
" Syukurlah kalau begitu." jawab keysa bernapas lega.
" Kalau begitu saya permisi mbak." ucap OG di angguki oleh keysa.
Keysa kembali dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
Sesuai jadwal pukul 10.00 diadakan rapat. Dave memimpin jalannya rapat dengan baik, hingga rapat berjalan kurang lebih 2 jam.
Keysa dengan cekatan menulis point penting selama rapat berlangsung.
Hingga jam istirahat makan siang tiba, ponsel keysa bergetar.
Kita tunggu dikantin..Begitu pesan yang dikirim Vita pada keysa.
keysa memasukkan kembali ponselnya setelah mengirim balasan untuk Vita.
Dengan segera keysa merapikan meja kerjanya dan pergi kekantin untuk mengisi perutnya yang sudah memberontak minta diisi.
Namun belum sempat kaki keysa melangkah, Dave mengahadangnya.
" Mau kemana?" tanya dave datar.
" Saya mau ke kantin pak, bapak mau nitip sesuatu?" tanya keysa sopan.
" Ikut saya makan siang diluar." ucap dave lalu berjalan mendahului keysa.
Keysa menggerutu akan sikap dave yang seenak jidatnya. makhlum boss.
Melihat balasan dari keysa, Vita memekik senang, hingga beberapa karyawan melihat kearah meja mereka.
" Lo kenapa dah vit?" tnaya Fanya heran.
Vita langsung menyodorkan ponselnya pada Fanya dan Rindi. Mereka juga ikut memekik senang.
" Tuh kan apa gue bilang, tuh si key pasti lama lama demen sama pak dave, lagian gue setuju banget kalau pak dave sama key, mereka cantik juga ganteng." ucap vita dan disetujui fanya dan rindi.
" Gue gak bisa bayangin jika mereka bener bener bersatu secakep apa anaknya? mak bapaknya aja modelnnya begitu." ucap Fanya menerawang jauh.
" Pasti akan menggemaskan, dan pastinya akan mengalahkan kepopuleran bapaknya nanti." ucap Rindi terkikik geli.
" sudahlah kita lanjut makan saja, hari minggu nanti kita ajak key jalan jalan gue pengen tau hubungan key dan pak dave berjlan sampai mana." ucap Vita diangguki fanya dan Rindi.
Sementara itu mobil yang dikendarai dave menuju sebuah restouran yang tempatnya lumayan jauh dari perusahaan.
Entah alasan apa hingga dave mencari resatouran yng letakknya lumayan jauh.
" Ayo turun..." ucap dave melepas sabuk pengamannya diikuti oleh keysa.
" Kenapa cari restouran yang jauh dari kantor?" tanya keysa yang sedari tadi penasaran.
" aku hanya ingin makan disini, ini restouran favoriteku." jawab dave seadanya.
Keysa hanya manggut manggut mendengar jawaban dave.
__ADS_1
" Ribet amat, toh cuma makan siang." gerutu keysa saat dave berjalan lebih dulu.
Keysa dan dave mendudukkan bokongnya dikursi pojok yang menghadap keluar jendela, terlihat jelas kendaraan yang berlalu lalang.
" Kamu pesan apa?" tanya dave saat seorang waiters mengantarkan buku menu pada mereka.
" aku mau pesen Ramen sama takoyaki, dan minumnya Lemon squash." ucap keysa pada waiters.
Mereka sekarang berada di restouran jepang, Dave mengajaknya kesini, karena restouran ini sangat indah dan mkanannya pun juga sangat enak.
" Aku Sashimi dan sushi, dan buatkan coffee latte." ucap dave tanpa menatap waiters.
" Tambahkan sebotol air putih mbak." sahut keysa
Waiters dengan cekatan menulis pesanan mereka, setelah mengulang pesanan mereka, waiters pergi dan segera menyajikan pesanannya.
" pakek air putih juga?" tanya dave sedikit heran.
" Bukan untukku, tapi untuk kamu." jawab keysa.
" Untukku? tanya dave mengernyitkan dahinya.
" Tidak baik jika sehabis makan tidak meminum minuman yang benar, coffee tidak akan membuat tenggorokan mas lega,lagian air putih bagus untuk ginjal." ucap keysa.
" Terserah kamu saja." ucap dave mengalah dan membuat keysa tersenyum senang.
Makanan mereka datang, dave dan keysa menikmati makanannya dengan nikmat tanpa banyak bicara.
" Apa tidak sebaiknya jika kita langsung kembali? jam makan siang sudah habis." ucap keysa melihat jam dipergelangan tangannya.
" Apa kau lupa jika aku harus bertemu dengn klienku?" tanya dave menatap datar keysa.
" Ahh iya saya lupa, maaf paak" ucap keysa kembali dengan nada formal.
Tak lama klien yang ditunggu sudah datang bersama dengan asistennya, mereka meeting selama kurang lebih 2 jam.
Metting selesei dan mereka memutuskan kembali ke kantor.
" Apa kau perlu diantar pulang?" tanya Dave tanpa menoleh kearah keysa.
" Tidak perlu, mobilku masih ada di kantor sejak kemaren, nanti aku akan ambil beberapa berkas untuk ku kerjakan dirumah setelah itu aku langsung pulang." jawab keysa.
Keysa masih begitu bingung, kenapa dave tiba tiba bersikap hangat padanya, padahal sejak awal bertemu sikapnya selalu datar dan dingin.
tapi semenjak di bandung sikapnya selalu hangat bahkan dia selalu perhatian.
Keysa tidak ingin menganggap bahwa dave menyukainya karena itu pasti mustahil, dilihat dari orangnya mungkin dave mempunyai selera cukup tinggi untuk mencari pasangan.
Tapi hal apa yang mendasari perubahan sikap dave padanya? itu yang masih membuat keysa bingung.
.
.
.
.
__ADS_1
.