CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
14.


__ADS_3

Keysa membangunkan dirinya, mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar, ia masih bingung karena seingatnya dia masihh didalam mobil bersama dave.


Apa dave yang gendong gue ke kamar yaa.batin keysa.


Keysa memegangi kepalanya, entah kenapa pagi ini dirinya merasa sangat lelah, kepalanya juga sedikit pusing dan wajahnya pun sedikit pucat.


Keysa melihat tubuhnya yang masih berbalut dengan baju kantornya..


Keysa memaksakan dirinya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor.


Keysa berjalan menuruni tangga dengan lemas, hari ini dia benar benar kehilangan semangatnya, biasanya dia akan berteriak jika sudah sampai diujung tangga, kali ini dia hanya tersenyum saat kedua orang tuanya dan adiknya tengah menatapnya.


" Kamu sakit key?" tanya Dewi menghampiri keysa dan memegang dahinya, keysa hanya menggeleng sebagai jawaban.


" Wajah lo pucat loh kak, sebaiknya lo istirahat aja dirumah, nanti kalau kak dave kesini biar bunda sama ayah yang ngomong." ucap kenan menatap khawatir kakaknya.


" Gue gpp ken, sedikit lelah aja, nanti juga baikan." jawab keysa tersenyum.


" Kamu makan dulu, biar bunda siapin obat buat kamu." ucap dewi di angguki keysa.


Mobil dave sudah terparkir di depan pagar rumah keysa, ia melangkahkan kakinya kedalam rumah keysa.


tookk toook tookk.


Suara ketukan pintu membuat kenan berdiri dan membukakan pintunya.


Dave tersenyum saat kenan sudah membukakan pintu.


" Keysa sudah bangun?" tanya dave


" Sudah, dia lagi sarapan tapi dia lagi kurang enak badan wajahnya juga pucat." ucap kenan berharap dave mengerti dan memberikan kakaknya libur sehari.


" Boleh aku masuk?" tanya dave di angguki kenan.


" Silahkan.."


Keysa yang mendengar suara dave pun berdiri dan mengahampirinya.


Keysa sedikit kagum dengan wajah tampan dave pagi ini, dia begitu terlihat tampan dengan setelan jaz berwarna dark grey dan kemeja berwarna biru muda.


" Kamu sakit?" tanya dave membuyarkan lamunan keysa.


" Aahh enggak mas, aku baik baik aja kok." jawab keysa sedikit salah tingkah.


" kata kenan kamu kurang enak badan, dan aku lihat wajah kamu juga pucat, sebaiknya kamu istirahat saja dirumah untuk hari ini." ucap dave.


" Tante dan om tadi sudah bilang begitu tapi keysa kekeh mau berangkat kerja saja nak dave." sahut Dewi yang berjalan menghampiri dave bersama suaminya.


" Aku gpp mas, cuma sedikit lelah aja, lagian pagi ini kita ada meeting, siapa yang akan menemani kamu nanti, lagian pak julian belum kembali dari singapore." jelas keysa.


" Ya sudah kalau kamu memaksa, nanti kita akan mampir ke apotek dulu untuk membelikanmu obat, dan nanti jika kamu masih pucat aku antar kamu pulang untuk istirahat." ucap dave dan diangguki keysa.


" Aku ambil tas dulu dikamar, kamu tunggu dulu sebentar." ucap keysa lalu berjalan menuju kamarnya.


" Titip keysa ya nak dave, tante khawatir jika keysa kenapa napa karena biasanya kalau sakit dia akan sangat manja." ucap Dewi ketika keysa dan dave berpamitan.


" bundaaa" rengek keysa.


" Kenapa? itu kan memang bener sayang." ucap Aris mengelus rambut putrinya.


" Gak usah dibilangin juga." ucap keysa cemberut.


Kenan, Dave dan kedua orang tua keysa cekikikan melihat raut kesal keysa.


" Sudahlah ayo kita berangkat mas, diledekin mulu aku nanti." ucap keysa menarik tangan dave tanpa sadar.


eheeemmmm..


" Udah main tarik tarik aja nih." goda kenan.


Keysa sontak reflex melepaskan tangannya.


" Maaf gak sengaja." ucap keysa menunduk, dia menoleh kearah kenan dan mengepalkan tangannya, bukannya takut namun kenan malah tertawa ngakak.


" Gpp ayo masuk." ucap dave lalu keysa memasuki mobil dave.


" Kenan brangkat sekolah dulu ya yahh, bund." pamit kenan menyalimi tangan kedua orang tuanya.


Kenan mengendarai motor sportnya dengan kecepatan standart.

__ADS_1


Namun tiba tiba dia memberhentikan motornya didepan mobil yang sedang mogok, dia mengenal wanita yang sedang mengotak atik mesin mobilnya ini.


" Mobilnya kenapa?" tanya kenan saat berada di samping wanita itu.


" Elo...? ngapain lo disini?" tanya Vita sinis.


" Mancing ikan diempang seberang tuh." jawab kenan ngasal.


Bodohnya vita dia malah celingukan mencari dimana ada empang.


" Lo bohongin gue yaa? mana ada empang disini?" balasnya ngegas.


" Nah itu loh tau, gue mau brangkat sekolah trus lihat mobil mbak tante mohok jadi gue turun mo bantuin bentar." jawab kenan sambil mengotak atik mobil Vita.


" ckk.. Gue gak butuh bntuan lo dan jangan panggil gue mbak tante." ketus Vita.


" Yakin??? yaudah kalau gitu gue kesekolah aja, nanti kalau lo telat ke kantor gue cuma bilang syukurin." ucap kenan lalu menaiki motornya.


" Ehhh tunggu.." ucap vita memegang lengan kenan.


" Apa... katanya gak mau dibantuin?" ucap kenan tersenyum miring.


" Y-yaudah bantuin gue, gue takut telat ke kantor." ucap Vita menunduk malu.


" Dari tadi kek gak usah gengsi, biar kita juga sama sama gak telat." ucap kenan lalu turun dari motornya lagi dan mengotak atik kembali mesin mobil vita.


" Coba sekarang lo hidupin mobilnya." perintah kenan.


Vita menghidupkan mobilnya dan dia bersorak senang akhirnya mobilnya bisa nyala kembali.


" Thanks udah bantuin gue." ucap Vita tersenyum manis.


Anjiirr mimpi apa gue semalem di senyumin mbak tante ini?" batin kenan mengerjapkan matanya.


" Ken..." panggil Vita melambaikan tangannya didepan wajah kenan.


" Eehh i-iyaa,, ya udah kalau gitu gue mau berangkat sekolah dulu, lo lngsung brangkat ke kantor aja." ucap kenan gugup.


" Ya udah gue ke kantor dulu, lo buruan brangkat nanti telat lagi, sekali lagi makasih." ucap Vita lalu berjalan memasuki mobilnya.


Vita melambaikan tangannya pada kenan dan dibalas lambaian oleh kenan.


Dia memegangi dadanya yang sedari tadi berdisko saat dekat dengan Vita.


" Masa gue beneran suka sama dia? hati kalau mau jatuh cinta emang gak pandang usia banget dah, mana mungkin dia bisa digapai? secara usia dia jauh diatas gue." gerutunya pada diri sendiri.


Kenan langsung melajukan motorrnya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai di sekolahnya.


Vita sedari tadi juga tersenyum entah kenapa dia melihat kenan begitu menggemaskan.


Meskipun tiap ketemu selalu adu mulut tapi tidak dipungkiri kalau kenam anaknya juga baik.


Keysa turun dari mobil dave, banyak yang melihat kejadian itu namun tak ada seorangpun yang berani menggosipkannya.


Dave hanya berjalan cool seperti biasanya, sedangkan keysa sudah menunduk menghindari tatapan para pegawai kantor.


Dave berjalan memasuki ruang kerjanya, sedangkan keysa sudah mendudukkan bokongnya dikursi kerja.


Wajah keysa masih pucat dia terus saja memegangi kepalanya yang terasa pusing.


Keysa menelangkupkan kepalanya di atas meja, dia benar benar tidak kuat dengan sakit dikepalanya.


" Masih sakit?" tanya dave yang kala itu menghampiri keysa hendak memberikan laporan untuk direvisi.


Keysa mendongakkan kepalanya menatap sendu dave dengan mata memerah, kali ini badannya benar benar panas namun keysa menggeleng sebagai jawaban.


" saya gpp pak." ucap keysa menegakkan badannya.


Tangan dave terulur menyentuh kening keysa, dia terkejut karena badan keysa sangat panas.


" Aku antar kamu kerumah sakit, badan kamu panas sekali." ucap dave namun keysa tetap menggeleng.


" Saya gpp pak, sebentar lagi kita akan meeting." ucap keysa dengan suara parau.


" Meeting kita batalkan, yang penting kamu sembuh dulu, ayo aku antar kamu kerumah sakit." ucap dave memaksa keysa.


" Jangan kerumah sakit pak, saya hanya lelah, cukup tidur saja pasti setelah itu sembuh." ucap keysa.


Keysa menahan diri agar tidak merengek, karena dihadapannya ini adalah atasanya. Mungkin jika dihadapannya ini adalah bundanya keysa sudah bermanja dengan bundanya.

__ADS_1


" Baiklah aku antar kamu pulang." ucap dave menggandeng tangan keysa.


" Jangan digandeng pak, saya tak enak jika dilihat karyawan lain." ucap keysa melepas tangannya.


Namun dave tetap menggandeng tangan keysa, dia tidak perduli dengan tatapan karyawannya.


Keysa hanya pasrah dan berjalan menunduk.


Dan benar saja para karyawan yang melihat dave menggandeng sekertarisnya itu menatapnya curiga.


Karena baru kali ini dave perhatian dengan wanita setelah bella.


Mereka menggosip setelah kepergian dave dan keysa.


Banyak yang menggosip jika mereka cocok, dan banyak juga yang membenci itu.


Dave sudah menghubungi manager perusahaan agar membatalkan meeting pagi ini.


Dan sekarang dave mengantar keysa untuk pulang kerumahnya.


Sesampinya dirumah keysa hanya ada Dewi, karena Aris sudah berangkat ke kantor dan ken juga masih disekolah.


" Assalamualaikum bunda." panggil keysa.


" Loh sayang kok pulang?" tanya Dewi..


" Bundaaa." rengeek manja keysa memeluk dewi.


" Ya ampun sayang badan kamu panas banget." kaget dewi saat menyentuh tubuh keysa.


" Kamu ke kamar yaa, biar buda ambil kompresan, nak dave tolong bawa keysa ke kamar ya." ucap dewi diangguki dave.


Dave mengantar keysa ke kamarnya.


menidurkan keysa lalu menyelimutinya.


" Kamu gak balik ke kantor mas?" tanya keysa.


" enggak aku nemenin kamu aja disini." jawab dave.


" meetingnya?" tanya keysa.


" Aku batalkan." jawab dave.


Dewi masuk kekamar keysa dan membawa baskom serta handuk untuk mengompres kepala keysa.


" Bunda tinggal dulu, buatin kamu bubur habis itu kamu minum obat." ucap dewi namun tangannya ditahan keysa.


" Peluk dulu bunda." ucap keysa manyun.


Sudah menjadi kebiasaan keysa jika sedang sakit akan manja seperti ini.


" Kamu gak malu sama atasan kamu?" tanya dewi dan keysa menggeleng.


" Biarin aku mau sama bunda pokoknya." ucap keysa masih memeluk dewi.


" Bunda buatin kamu bubur dulu habis tu minum obat biar kamu cepet sembuh, oke."


" Ya udah deh bund."


Dewi meninggalkan keysa dan dave dikamar, ia akan membuatkan bubur untuk ketsa dan minuman untuk dave.


" Kamu manja sekali." goda dave tersenyum jahil.


" udah kebiasaan kalau sakit pasti manja sama bunda." ucap keysa malu.


" Aku suka wanita manja sepertimu." ucap dave tiba tiba.


" Haaaa? maksudnya?" cengo keysa.


" Aahh tidak, lupakan." ucap dave salah tingkah.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2