CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
37.


__ADS_3

Sekumpulan pemuda tengah nongkrong di caffe langganannya.


Siapa lagi kalau bukan Kenan, Kevin, Mario dan Abdi.


Mereka menghabiskan waktu libur hari minggunya dengan nongkrong bareng.


Maklum lah ke empat pemuda ini tidak ada satupun yang mempunyai pasangan.


Padahal wajah mereka juga tampan, tapi entah kenapa mereka lebih memilih single dari pada punya pasangan.


Katanya ribet jika berurusan dengan yang namanya cewek.


Cewek mah gk ribet kalau kitanya sama sama mengerti hehe.


" Kenan." sapa seorang wanita yang baru saja datang menghampiri meja kenan dan teman temannya.


Semua menoleh kearah wanita yang baru saja datang, terlihat jelas kepanikan pada wajahnya.


" Kak Vita, ada apa?" tanya Kenan.


yups wanita itu adalah Vita.


" Gue mau ngomong berdua sama lo, bisa?" jawab Vita diangguki kenan.


" Gue tinggal dulu, ntar gue balik lagi." pamit kenan pada teman temannya.


" Oke, santai aja kita tunggu disini." jawab Kevin lalu kenan mengajak Vita duduk di meja yang masih kosong.


" Ada apa?" tanya kenan saat mereka sudah duduk berhadapan.


" Lu gapapa kan? gue minta maaf." ucap Vita menggenggam tangan kenan.


Kenan mengerutkan keningnya tidak mengerti, tidak angin dan tidak ada hujan tiba tiba vita datang menghampirinya dan mint maaf.


Kenan menatap tangannya yang digengggam oleh Vita.


" Lu kenapa dah? minta maaf buat apa coba?" tanya kenan tak mengerti.


" Gue tau ken, gue tau kalau lu habis di keroyok sama mantan gue." jawab Vita


" Tuh muka lu aja masih kelihatan lukanya." sambung vita menunjuk luka kenan yang masih terlihat ada luka.


" Lu tau dari siapa?" tanya kenan menarik tangannya yang sedari tadi di gengggam Vita.


" Eehh sorry gue reflex tadi."ucap Vita saat kenan menarik tangannya.


" Jawab gue, tau dari siapa?" tanya kenan.


" Keysa udah cerita semuanya sama gue, gue beneran minta maaf ken." jawab Vita.


" Kenapa jadi elu yang minta maaf sih? lu gak punya salah sama gue, yang salah mantan lu." Ucap kenan.


" Tapi gara gara gue lu jadi babak belur gini."


" Lu masih cinta sama dia?" tanya kenan menatap mata Vita dalam.


" G-gue gak tau." jawab vita gugup.


Dia sendiri tidak mengerti dengan hatinya.


Dia masih ada rasa sama gio namun entah kenapa dia lebih nyaman jika berada dekat kenan.


" Berarti lu masih sayang sama dia." ucap kenan lalu menyandarkan punggungnya lalu melipat tangannya didada.


" Gue bilang gak tau ken." sungut Vita.


" Masih cinta juga terserah lu lah kak, apa peduli gue, gue bukan siapa siapa lu." jawab kenan berdiri.


" Mau kemana?" tanya Vita mencekal tangan kenan.


" Udah selesei kan? gue mau balik ke meja temen temen gue." jawab Kenan.


" Lu marah sama gue?" tanya Vita.

__ADS_1


" Punya hak apa gue marah sama lu, pacar bukan sodara juga bukan, terus ngapain gue marah sama lu, buang buang energi aja." jawab kenan.


" Kok lu jadi ngomongnya pedes banget sih?" tanya Vita dengan sedikit nada tinggi karena tidak biasanya kenan bicara sepedas itu.


" Itu Fakta kalau lu lupa, lagian ini kan yang mantan lu mau? ngejauhin elu." ucap kenan menatap tajam Vita.


" Lagian buat apa gue merjuangin cewek yang gak menaruh hati sama gue." sambung kenan.


" Maksud lu?" tanya Vita mengerutkan dahinya.


" Gue suka sama lu, gue sayang sama lu. puas lu." ucap kenan lalu pergi meninggalka Vita yang tengah terkejut.


Tanpa berpamitan dengan teman temannya, kenan langsung berjalan keluar dan meengendarai motornya pulang.


" Lah tuh anak kenapa dah main pergi aja? tapi kalau dilihat dari wajahnya kelihatannya dia kayak lagi marah deh." ucap Mario disetujui yang lain.


" Kita susulin aja gimana?" tanya Abdi.


" Jangan dulu deh, kita biarin aja dia, biar dia nenangin pikirannya dulu." jawab Kevin.


ia sangat tau bagaimana watak kenan.


Karena dari mereka bertiga, kevinlah yang paling dekat dengan kenan.


Sementara itu vita tengah terduduk lemas, memikirkan semua ucapan yang terlontar dari mulut kenan tadi.


Dia berusaha mencerna setiap kata yang diutarakan oleh kenan.


" Apa dia serius suka sama gue? usia kita jauh berbeda? apa dia gak malu kalau pacaran sama gue?" tanya Vita bermonolog.


Ada satu perasaan yang menggelitik saat kenan mengungkapkan perasaannya.


tapi entah kenapa Vita belum menyadari hatinya jika dirinya juga menaruh rasa pada kenan.


Mungkin rasa gengsinya lebih mendominan ketimbang rasa sukanya.


Perbedaan usia yang membuat Vita enggan mengakui jika dirinya juga menyukai kenan.


Karena menurut Vita, kenan bisa saja mendapat wanita yang lebih baik dan lebih muda darinya.


Vita bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan caffe.


_____


Sementara itu di sebuah mall terlihat sepasang kekasih sedang berjalan jalan sambil bergandeng tangan.


Siapa lagi kalau bukan dave dan keysa.


Kali ini mereka memilih mall untuk menghabiskan waktu libur mereka.


" Kamu mau beli apa hmm?" tanya dave


" Gak tau, aku juga bingung." jawab keysa.


" Mau tas, make up, baju, sepatu atau apa?" tanya dave memberikan pilihan untuk keysa, namun semua itu dijawab oleh keysa hanya satu gelengan saja.


" Terus kalau gak mau beli apa apa ngapain ngajak kesini, tau gitu kita diapartemen aja." ucap Dave mencubit gemas hidung keysa.


" Mau es cream aja deh." ucap keysa lalu menarik lengan dave ke arah kedai es cream.


" Yakin mau es cream doang?" tanya dave diangguki keysa.


" Kamu mau rasa apa? biar aku yang pesen." tanya keysa.


" Mint chocolate aja." jawab dave diangguki keysa.


keysa mengantri untuk memesan es creamnya, sedangkan dave mencari tempat duduk.


Dave duduk dengan sibuk memainkan ponselnya, tanpa melihat seseorang datang dengan memeluk lehernya dari arah belakang.


" Mana es creamnya sayang?" tanya dave tanpa melihat wajah orang itu.


" Kamu mau es cream?" tanya orang itu.

__ADS_1


Dave yang mengenal suara itu langsung melepas tangan orang itu dari lehernya lalu berdiri.


" Ngapain kamu disini?" tanya dave menatap tajam Bella.


Yups, wanita itu adalah bella.


Bella yang sedang berjalan jalan di mall dan tanpa sengaja melihat dave dan keysa berada ditempat yang sama.


Lantas ia terus mengikuti arah kemana dave dan keysa pergi.


Bella tersenyum licik saat dave tengah duduk sendiri, ia menghmpiri dave lalu memelukknya dari belakang.


Keysa tau itu, namun ia membiarkannya.


" Aku jalan jalan disini, dan tanpa sengaja ketemu kamu dave." jawab Bella.


" Pergi dari sini." usir dave dengan nada datarnya.


" Nggak mau aku mau disini, temenin aku jalan jalan ya dave please." ucap bella memohon.


Dave meliht kearah keysa yang terlihat masih menunggu es cream nya yang masih di buatkan.


" Pergi kamu, sebelum keysa salah paham lagi sama aku." ucap Dave yang sudah geram.


" Biarin kalau dia salah paham, karena itu yang aku mau." jawab bella mendekati dave.


Keysa kembali membawa dua cup besar es cream lalu dengan sengaja menumpahkan satu cup es creamnya ke baju bella hingga baju bella penih dengan noda es cream


" Upsss.. sorry aku gak sengaja." ucap Keysa hendak membersihkan bju bella namun tangannya di tepis kasar oleh bella.


" Shit... lo pasti sengaja kan, dasar cewek kampungan." bentak bella hendak menampar keysa namun di halangi oleh dave.


" Jangan pernah kamu sentuh calon istriku." ancam dave lalu menghempas kasar tangan bella.


" Kenapa kamu belain dia sih dave? apa istimewanya dia? lihat aja penampilannya juga sangat kampungan." ucap bella dengan emosi.


" Aku memang tidak secantik kamu, tidak semodis kamu, tapi aku tidak pernah mempunyai niat sejahat kamu, dan aku juga tidak pernah menggoda laki laki yang sudah bertunangan." sahut keysa.


Semua mata pengunjung menyaksikan perdebatan antara keysa dan bella.


Mereka pun saling berbisik dan menjelekkan bella.


" Bukankah itu model terkenal itu kan?" tanya salah satu pengunjung.


" Iya dia kan bella Lexia model yang terkenal itu.


gak nyangka cantik cantik pelakor." jawab oengunjung lainnya


" DIAM KALIAN." bentak bella.


Bukannya diam, mereka malah semakin gencar menggosipkan bella.


Bella yang sudah panas pun akhirnya memilih untuk pergi.


" Awas lo, tunggu pembalasan gue." ucap bella lalu berlalu meningglkan kedai es cream.


" Kita pulang." ajak keysa


" Tapi es cream nya----"


" Aku sudah nggak berselera." potong keysa lalu menarik lengan dave.


.


.


.


.


Gantung ya 😁😁


Jangan lupa mampir juga ke karya ketiga aku judulnya " FLORA "

__ADS_1


__ADS_2