
" Oh ya kak, tadi gue bilang kalau gue suka sama dia." ucap kenan sedikit teriak karena jaraknya sudah lumayan jauh.
HAAAAA???.
" Lu bilang apa ken?" ucap keysa berlari menghampiri kenan.
" Lu bilang apa tadi?" tanya keysa lagi saat sudah berada didepan kenan.
" Gue tadi bilang kalau gue suka sama vita." ucap kenan menunduk malu.
" terus dia jawab apa?" tanya keysa yang sudah penasaran.
ia bahkan menyeret kenan kembali duduk dihalaman belakang.
" Ckk.. kenapa diseret kesini lagi sih? gue mau ke kamar ilahh.." gerutu kenan.
" Gak usah ngedumel,sekarang lu cerita sama gue." ucap keysa.
Kenan menceritakan semuanya tanpa terlewat, dimana dia mengaku menyukai vita dan bagaimana reaksi vita.
" Yaaahhh napa lu main tinggal aja? kenapa lu gak mau nunggu jawaban dia dulu?" tanya keysa sedikit kecewa.
" Dihh napa jadi lu yang kecewa? gue mah biasa aja, setidaknya dia tau kalau gue suka dan sayang sama dia.
Urusan dia suka balik sama gue atau enggak itu urusan dia." ucap kenan.
" Adek gue udah dewasa ternyata." ucap keysa tersenyum bangga.
" Udahlah lu masuk kedalam sono, mandi.
belum sholat ashar kan lu." ucap kenan.
" astagfirullah lupa gue." Keysa menepuk jidatnya lalu berlari kedalam rumah.
Kenan geleng geleng kepala melihat tingkah kakaknya itu.
ia berdiri dan menyusul keysa masuk kedalam rumah.
________
Sementara itu di apartemen julian, dave sedang menyandarkan punggungnya di sofa milik julian.
Ia menunggu sang pemilik apartemen sedang melakukan ritual mandinya.
Namun julian sendiri tidak mengetahui jika di apartemennya ada dave yang sedari tadi sudah menunggunya.
" Tuh anak mandi apa pingsan sih? lama amaat." gerutu dave saat sudah hampir setengah jam ia menunggu julian namun belum kunjung menampakkan batang hidungnya.
Dave beranjak ke kamar julian dan membuka pintu kamar itu, ia masuk namun tidak menemukan keberadaan julian.
Namun dari kamar mandi terdengar suara gemericik air, pertanda julian masih didalam.
Dave membaringkan tubuhnya di ranjang julian tanpa melepas sepatunya.
Ia bermain ponsel dan mengirim pesan kpada keysa namun tidak kunjung dibalas oleh keysa.
Pintu kamar mandi terbuka, julian keluar dengan menggosok rambutnya yang basah, beruntung dia tsudah memakai baju didalam kamar karena dia sedikit terkejut saat melihat Dave berbaring diatas ranjangnya.
Ia mendengus kesal saat melihat dave berbaring di atas kasurnya tanpa melepas sepatunya.
Julian memang orang yang sangat mencintai kebersihan dan kerapian, tak heran jika dia tidak suka saat melihat dave berbaring tanpa melepas sepatunya.
" Sudah lama?" tanya julian yang sudah duduk di depan cermin.
" Satu jam aku disini? kamu mandi atau pingsan? lama amat." cibir dave lalu bangun dan menuju sofa.
" Aku tidak tau jika kmu akan langsung kesini." ucap julian lalu berjalan menghampiri dave.
" Ayo keluar, kita bicara diluar saja." ucap dave lalu beranjak keluar diikuti julian.
Julian menuju dapur mengambil minuman kaleng untuk dave.
" Bagaimana?" tanya julian memberikan minuman kaleng itu pada dave.
" Aku juga tidak tau apa yang akan di lakukan oleh wanita licik itu, yang aku khawatirkan apa yang dikatakan wanita itu, keysa akan mempercayainya." ucap dave lalu meneguk minumannya.
" Aku rasa keysa bukan wanita bodoh yang gampang percaya begitu saja dengan hasutan bella.
apalagi sudah banyak godaan yang menimpa kalian." ucap julian.
" Kita sama sama tidak tau kedepannya seperti apa? aku cuma khawatir wanita itu akan berbuat nekat dan melukai keysa." ucap dave.
" Aku yakin bella gak kan seberani itu." jawab julian.
Dave menoleh ke arah julian, ia mengernyitkan dahinya bingung, kenapa julian bisa seyakin itu menilai bella.
" Kamu suka dengan bella?" tanya dave memincingkan matanya.
Julian terkekeh mendengar pertanyaan dave, ia tidak menyangka bahwa dave mempunyai pikiran seperti itu.
" Jika aku menyukainya apa boleh?" tanya balik julian menggoda dave.
" Urusanmu kalau kamu memang mencintainya, apa perduliku." ucap dave menyandarkan tubuhnya di punggung sofa.
" Aku bukan lelaki bodoh untuk mencintai wanita seperti bella, tertarik padanya pun tidak." ucap julian.
" Lantas kenapa kamu begitu yakin jika wanita itu tidak akan melukai bella?" tanya dave menatap julian.
" Jika itu terjadi dia akan langsung berurusan denganmu, mungkin dia akan mencari cara lain untuk memisahkan kalian berdua tanpa melukai keysa ataupun dirimu." ucap julian.
__ADS_1
" Kau benar, yang harus aku lakukan agar keysa selalu percaya padaku sebelum dia melihat dengan mata kepalanya sendiri." Ucap dave.
ting..tong..ting..tong..
Bunyi bel apartemen julian berbunyi, dave dan julian saling pandang menebak siapa yang datang malam malam begini.
Mereka sama sama mengangkat kedua bhunya tanda tidak tau.
" Mending kamu buka dulu sana." ucap dave diangguki julian.
Julian berjalan menuju pintu apartemennya dan membukanya, ia sedikit terkejut saat wajah Fanya yang penuh keringat dan berlinang airmata.
" Fanya?" ucap julian.
Fanya yang terlihat masih shock langsung memeluk erat tubuh julian, ia tidak perduli jika yang dia peluk adalah atasannya, karena dia sendiri masih dalam ketakutannya.
Julian pun sama, dia terkejut saat Fanya memeluk tubuhnya.
" Ada apa?" tanya julian namun keysa enggan untuk menjawabnya.
Julian melihat baju Fanya robek dibagian punggungnya.
Entah ada perasaan sakit, marah saat melihat kondisi fanya, dia tidak bodoh apa yang terjadi pada fanya.
" Siapa jul?" tanya dave menghampiri julian karena julian terlalu lama jika hanya sekedar membuka pintu.
" Itu siapa?" tanya dave karena fanya masih memeluk julian.
" Fanya, temen keysa yang tadi sore kita nongkrong bersama." jawab julian.
" Emang dia kenapa? kenapa dia sampai seperti itu?" tanya dave, julian menggeleng.
" Ayo masuk, ceritakan apa yang terjadi sama kamu " ucap julian melepas pelukan fanya dan menuntunya ke sofa.
Dave memilih mendengar cerita fanya terlebih dahulu setelah itu akan memilih pulang.
" Ceritakan ada apa?" tanya julian yang duduk disamping fanya.
" A-aku tadi mau ngembaliin dompet kamu yang tertinggal di caffe tadi, tapi pas menuju kesini ada segerombol preman yang mau ngelecehin aku." ucap Fanya yang masih terisak, tubuhnya juga masih bergetar, terlihat dia benar benar masih shock.
" Tenanglah, kamu aman sekarang." ucap julian menarik fanya kedalam pelukannya.
Dave yang melihat itu sedikit terkejut karena baru pertama kali ia melihat julian berinisiatif memeluk wanita dan menenangkn wanita yang sedang menangis.
Karena biasanya julian akan cuek dan akan bodoh amat dengan yang namanya wanita.
" Aku pulang dulu, mama sudah mencariku dari tadi." ucap dave yang sudah berdiri.
" Baiklah, hati hati dijalan." ucap julian diangguki dave.
Dave berjalan keluar dari apartemen julian lalu pulang.
Julian masih memeluk fanya yang sudah mulai tenang.
*Flasback on....
Julian menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Angel.
Mereka berpacaran sejak mereka duduk di bangku SMA.
Julian memutuskan bertunangan dengan angel saat mereka lulus kuliah dan akan segera menikah dalam waktu satu minggu mendatang.
" Aku mau ke apartemen kamu sekarang." ucap angel melalui sambungan teleponnya.
" Aku jemput aja yaa, atau enggak aku yang kesana." jawab julian.
" Gak usah, aku aja yang kesana, aku mau berberes di apartemen kamu, pasti apartemen kamu sekarang kotor banget." ucap angel sambil terkekeh.
" Kamu tau aja sih, tapi ku bisa beresin sendiri jadi kamu gak perlu repot repot kesini untuk ngeberesin apartemen aku, kamu bukan pembantuku." ucap julian terkekeh.
" Ciiihh,, bukan begitu, aku kan mau belajar jadi istri yang baik." ucap angel dengan nada manjanya.
" Ya udah, kamu kesini aja kalau gitu." ucap julian akhirnya pasrah.
" Yaudah aku kesana ya, kamu tungguin aku." ucap angel lalu menutup telponnya.
Namun sebelum berangkat ke apartemen julian ngel mengirim pesan pada julian*.
I LOVE YOU, TUNGGUIN AKU.
AKU AKAN SEGERA DATANG.
*Begitu bunyi pesan yang dikirim angel untuk julian.
Julian tersenyum senang saat mendapat pesan dari angel, namun hatinya juga sedikit tidak tenang, entah ada apa.
Angel mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia mengambil poselnya yang berada dalam tas, namun ia tidak menyadari ada truk besar dari arah depan.
Truk itu membunyikan klaksonnya hingga membuat angel kaget.
Naas truk dan mobil yang dikendarai angel bertabarakan.
Banyak warga yang menolong dan membawa angel kerumah sakit.
Disisi lain julian terus menghubungi ponsel angel namun tidak kunjung mendapat jawaban.
Hampir satu jam angel belum sampai diapartemennya.
padahal jarak rumah angel dan apartemennya hanya 15 menit saja.
__ADS_1
Dering ponsel milik julian berdering, diangkatnya panggilan itu karena tertera nama angel.
" Sayang kamu dimana? kenapa belum nyampek?" tanya julian.
" Maaf nona angel mengalami kecelakaan sekarang sedang berada di rumah sakit Fatmawati, namun kami mohon maaf nyawa nona angel tidak tertolong" ucap perawat membari kabar pada julian.
Ponsel julian terjatuh, ia tidak menyangka akan mendapat kabar buruk dari angel.
" Tidakk.. tidaakk.. ini tidak mungkin, ini pasti mimpi, iyaa ini pasti mimpi.
Angel gak mungkin ninggalin aku karena sebentar lagi kita akan menikah.
gak mungkin.. GAAAAAAKKK MUNGKIINNNN." teriak julian histeris.
Dave yang saat itu berkunjung ke apartemen julian langsung masuk saat mendengar teriakan julian.
" Jul ada apa?" tanya dave memegang kedua bahu julian.
" An-angel tuan muda,, angel pergi ninggalin saya." ucap julian manangis terisak.
" Apaa? bagaimana bisa?" tanya dave yang juga tidak percaya.
Julian menggeleng lemah, ia tidak mampu untuk menjwab pertanyaan dave.
" Sekarang kita kerumah sakit." ucap dave diangguki julian.
Dave membawa mobil dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit yang dikatakan julian.
Sesampainya dirumah sakit ia langsung mencari keberadaan angel yang ternyata sudah dipindahkan ke kamar mayat.
Ia membaca nama seseorang yang tubuhnya sudah terbujur kaku diatas ranjang*.
ANGEL QUEENARA.
*Julian membuka kain putih yang menutupi tubuh angel, dibukanya kain itu dan menampakkan wajah pucat angel dengan wajah yang penuh luka.
" ANGEEEELL..." teriak julian histeris.
ia memeluk erat tubuh calon istrinya itu.
" Kenapa kamu tega ninggalin aku sayang, padahal sebentar lagi kita mau nikah, aku mohon bangunlah sayang." ucap julian terisak.
" Sabar jul, ini semua sudah takdir Allah." ucap dave menenangkan julian.
" Tapi saya akan segera menikah dengannya tuan muda." ucap julian.
" Aku tau, tapi ini semua sudah takdir Allah, kita harus menerimanya dengan ikhlas.
yakinlah jika Allah akan memberikanmu yang jauh lebih indah nantinya." ucap Dave.
Prosesi pemakaman angel berlangsung dengan lancar, banyak yang tidak percaya jika angel akan pergi secepat ini.
padahal dirinya akan segera menikah dengan julian.
Bahkan kedua orang tua angel sama sama tidak mempercayainya.
" Kamu harus kuat jul, ikhlaskan angel." ucap papa angel.
" Mama yakin angel pasti sedih jika kamu terus menyalahkan diri kamu sendiri seperti ini " ucap mama angel.
Memang kepergian angel julian selalu menyalahkan dirinya sendiri, andai dia tidak mengizinkan angel satng ke apartemennya pasti tidak akan begini kejadiannya.
" Ayo kita pulang." ucap papa angel diangguki julian.
" Aku pulang dulu sayang, besok aku akan kesini lagi." ucap julian lalu mencium batu nisan yang bertuliskan ANGEL QUUENARA.
Semenjak kepergian angel, julian menjadi orang yang pendiam dan sangat suka kebersihan.
Ia juga menjadi pribadi yang dingin sama seperti dave.
banyak wanita yang menginginkan julian namun julian sendiri enggan untuk menanggapinya.
Flashback off*..
" Kamu sudah tenang?" tanya julian.
Fanya melepas pelukannya dan mengangguk kecil.
" Minumlah dulu." ucap Julian memberikan segelas air putih untuk Fanya.
.
.
.
.
HAAII..
MINAL AIDIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
MAAFIN SEGALA KESALAHAN AKU YAA, MAU YANG DISENGAJA ATAU NGGAK DISENGAJA.
MAAFIN JIKA AKU ADA KATA YANG MUNGKIN PERNAH MENYINGGUNG HATI KALIAN SAAT AKU BERBALAS KOMENTAR.
DAN TERIMA KASIH KALIAN TETEP SETIA NUNGGU UPDATEAN AKU.
TERIMA KASIH YANG UDAH DUKUNG KARYA KARYA AKU.
__ADS_1
TERIMAKASIH UNTUK SEMUANYA.
💜💜💜💜