CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
17.


__ADS_3

Hari mulai sore, matahari memancarkan sinarnya berwarna orange diikuti langit yang perlahan berubah menjadi gelap.


disebuah apartemen seorang pria bertubuh tinggi, putih dan tegap tengah memantulkan dirinya di depan kaca.


Ia mengenakan ripped jeans dengan atasan kaos hitam polos dan dipadukan dengan jaket jeans berwarna biru dan tak lupa sepatu berwana putih.


Ia juga membuat tatanan rambut dan memakai sedikit gel agar terlihat rapi.


Seorang wanita keluar dari kamar mandi yang sudah lengkap dengan mengenakan dress selutut berwarna peach.


Ia mendudukkan dirinya didepan cermin, lalu memoles sedikit wajahnya menggunakan pelembab dan memoles bibirnya dengan warna pink muda.


Rambutnya ia biarkan tergerai dengan sedikit curly diujung rambutnya.


Setelahnya ia memakai sepatu cats berwarna putih, ia berdiri lalu memantulkan dirinya didepan kaca, ia memutar badannya ke kiri dan ke kanan.


Tas kecil sudah ia selempangkan di pundak kirinya.


" Cantik ." satu kata yang diucap Dave saat menatap keysa.


Keysa sekarang tengah berada di apartemen dave, dave meminta keysa untuk menemaninya datang ke acara reuni yang dibilang justin.


Dress yang dipakai keysa sudah dipersiapkan olehnya lengkap dengan sepatunya.


Keysa yang awalnya ingin menolak ajakan dave menjadi tidak tega saat dave memohon padanya.


Setidaknya balas budi setelah menjagaku saat sakit waktu itu.begitu pikir keysa.


Keysa memutar badannya saat mendapati dave tengah masuk kedalam kamarnya.


Dia benar benar terpesona saat melihat penampilan dave, dia tidak menyangka bahwa dave bisa sekeren dan setampan ini saat menggunakan pakaian casual.


Makhlum hari hari keysa hanya melihat Dave dengan setelan jaz.


Keysa memandang dave tanpa berkedip,hingga dia tidak sadar jika dave sudah berdiri tepat di depannya.


" Sudah siap?" tanya dave tersenyum jahil dan membuyarkan lamunan keysa.


Keysa yang ketahuan tengah menatap kagum dave menjadi salah tingkah, dia menunduk malu lalu menganggukkan kepalanya.


" Ayoo.." ucap dave lalu menggandeng tangan keysa keluar apartemen.


Keysa hanya menurut saja, dia terus menundukkan kepalanya.


Malu,, dia benar benar malu sekarang.


Mereka sekarang berada di lift untuk membawanya turun.


Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Hening... itu yang terjadi sekarang, entah kenapa mereka merasa sama sama canggung hingga sebuah notif di ponsel milik keysa membuatnya sedikit bernapas lega.


Dilihatnya nama sang bunda tengah mengirimkannya pesan.


Apa kamu lembur lagi key? Kenapa belum pulang?


Begitu bunyi pesan yang diterima keysa.


keysa segera membalas pesan bundanya, ia lupa jika belum meminta izin pada bundanya kalau dia akan menghadiri acara dave.


Maaf bunda keysa gak lembur, tapi keysa lagi nemenin dave buat datang ke acara reuniannya.


Nanti dave akan mengantarkanku pulang, bunda jangan khawatir .


Setelah mengirim balasan keysa segera memasukkan ponselnya kedalam tas.


Pintu lift terbuka dan mereka keluar dari lift.


Keysa membuka pintu mobil sport milik dave.


Dave juga sudah mendudukkan dirinya di kursi kemudi namun ia belum menyalakan mesin mobilnya.


Tanpa aba aba ia mendekat kearah keysa, keysa yang masih belum sadar jika dia belum memasang sabuk pengamanpun membulatkan matanya, dia berpikir dave akan mencium atau apa karena wajah dave sangat dekat dengannya, bahkan napas dave sangat terasa diwajah keysa.


Keysa hingga menahan napasnya sesaat saat wajah dave berada kurang dari 10senti.


Dave memundurkan tubuhnya saat sudah berhasil memasang sabuk pengaman untuk keysa.


Wajah tegang keysa kini berubah menjadi lega.


Dave tersenyum melihat ekspresi keysa, bahkan dia mendengar detak jantung keysa yang seperti sedang habis lari maraton.


" Kita berangkat sekarang oke." ucap dave lembut dan diangguki keysa.


Dave melajukan mobilnya dan memfokusnya wajahnya menatap depan.


Keysa masih sibuk untuk menetralkan detak jantungnya, dave yang melihat keysa seperti itu menjadi gemas, belum sempat jantung keysa kembali normal kini sudah dibuat maraton lagi oleh dave, bagaimana tidak sekarang dave tengah menyetir dengan satu tangan dan tangan satunya menggenggam tangan keysa.


Keysa ingin menarik tangannya dari genggaman dave namun dave menggenggamnya kuat jadilah keysa hanya pasrah aja.

__ADS_1


Sama dave bener bener gak baik buat kesehatan jantung, please kembalilah normal jangan lari maraton seperti ini. guman keysa dalam hati dengan tangan satunya memegang dada.


Tak ada percakapan selama perjalanan dave hanya fokus menyetir sambil mengenggam tangan keysa dan keysa sibuk dengan dunianya sendiri sesekali melirik arah dave.


Mobil yang mereka tumpangi kini berhenti disebuah restouran mewah.


Dave melepaskan genggaman tangannya dan mencari tempat yang pas untuk memarkirkan mobilnya.


Dave turun dari mobilnya diikuti oleh keysa.


Dave menggenggam kembali tangan keysa dan mengajaknya masuk kedalam.


Ia langsung masuk keruang VIP dimana disana sudah ada temannya yang berkumpul.


" HEYYYOOO.. LIHAT SIAPA YANG DATANG." teriak justin saat melihat dave dan keysa masuk.


" Berisik." ucap dave dengan dingin.


" Gak berubah lu dave." ucap salah satu temannya bernama alex, dave hanya menatap datar dan mengedikkan bahunya acuh..


" Siapa nih?" tanya teman dave yang lain bernama Rissa.


" Gebetan gue, tapi diembat sama dave." sahut justin melirik dave yang nampak acuh dengan candaan justin.


Keysa sedari tadi hanya menatap teman teman dave dengan canggung, dia tidak mengenal satupun ingin rasanya dia pergi dari sini sekarang juga.


" Lu kalau lihat cewek cantik pasti lu akuin gebetan lo, emang dasar status playboy lo udah mendarah daging ya." sahut Clara menatap sinis justin, namun yang ditatap hanya tersenyum dan menaikkan bahunya acuh.


Sebenernya Clara ini sudah lama menyimpan perasaan pada justin meskipun dia terkenal playboy suka gonta ganti cewek, namun bagi clara justin itu baik hanya saja ketutup sikap playboynya yang suka gonta ganti cewek.


Sebenernya justin hanya menggoda saja, paling cuma ngajak jalan, makan tanpa status pacar.


Dalam dirinya mengharapkan clara namun cewek itu seperti sulit digapai bagi justin, makanya dia melampiaskannya dengan bertingkah seprti playboy agar clara benci padanya.


Entahlah apa maksudnya hanya justin yang tau.


" Nama lo siapa?" tanya clara mendekat dan mengulurkan tangannya pada keysa.


" Nama aku keysa." ucap keysa membalas uluran tangan clara.


" Gue clara, temennya dave." ucap clara dibalas anggukan keysa.


" Kalau itu namanya Rissa, sebelahnya alex, sebelahnya lagi Brian, sebelah brian maudy dan sebelah maudy si justin." ucap clara menunjuk temannya satu persatu.


Keysa hanya tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya.


" Ayo duduk." ajak dave menarik tangan keysa.


" Gak usah sungkan anggap aja kita juga temen lo." ucap Rissa menatap keysa.


Keysa hanya tersenyum lalu mengangguk.


" Kamu mau minum apa." ucap dave mrnatap keysa lembut.


Teman teman dave dibuat menganga mendengar sikap lembut dave pada keysa, mereka tahu betul perubahan sikap dingin dave itu karena apa dan sekarang di melihat dave bisa bersikap lembut saat bersama keysa.


" Apa aja asal jangan ada alkoholnya." ucap keysa lirih.


" Kamu tunggu disini sebentar akan aku pesankan minum." ucap dave mengelus rambut keysa lalu berdiri untuk memesankan keysa minum.


" Lo ada hubungan apa sama dave?" tanya Rissa saat dave sudah tak terlihat.


" Aku hanya sekertarisnya." jawab keysa gugup, ia juga bingung harus jawab apa.


Namun saat ini jawaban yang tepat hanya itu.


" Gak mungkin dave menganggap lo sekertarisnya doang, sikap dave berubah saat sama lo." ucap Rissa dan diangguki yang lain.


" ya aku harus jawab apa, emang kenyataanya aku hanya sekertaris mas dave." ucap keysa yang sekarang merasa lebih santai.


" Lo tahu sikap dingin dave itu karena dia ditolak nikah sama pacarnya, karena pacarnya lebih memilih menjadi model ketimbang nikah sama dia, dan lo tahu sejak saat itu dave berubah jadi dingin tak tersentuh, banyak cewek yang ngejar ngejar dia tapi tak pernah digubrisnya, dan sekarang gue lihat sendiri dave kembali kedirinya dulu dan itu karena elo." ucap Clara panjang lebar, keysa mengerjapkn matanya berkali kali mencerna setiap kata yang keluar dari mulut clara.


" Dan lo cewek beruntung bisa dipilih dave buat nyembuhin luka dihati dia." ucap Rissa.


Keysa benar benar tidak tahu harus menanggapinya seperti apa, haruskah dia senang?


Keysa juga tidak tau dia harus sedih atau senang.


Disatu sisi dia senang karena dave memilihnya.


namun disatu sisi dia sedih apa dave hanya menjadikannya sebuah pelarian semata.


Keysa tak pernah tau masa lalu dave, karena bukan hak nya juga untuk tahu masa lalu dave.


Dave kembali dengan dua gelas jus di tangannya.


Ia memberikan keysa jus strowberry dan dia jus alpukat.

__ADS_1


" Makasih." ucap keysa tersenyum manis, dave mengangguk dan tersenyum membalas ucapan keysa.


" Cantikkk,,, gue cemburu lo terlalu dekat sama dave." goda justin cemberut menatap keysa.


Keysa menatp justin balik dengan alis berkerut.


sedangkan dave menatap datar justin.


" Gak usah godain cewek yang udah punya pawang." ucap clara menampol bahu justin.


" Pawang apanya, sebelum ada PJ jadian sah sah aja dong kalau gue tikung,, ya gak." goda justin menaik turunkan alisnya menatap dave.


Dave hanya menatap tajam justin namun keysa malah memutar bola matanya malas.


Alex, Brian dan Rissa tertawa terbahak saat melihat ekspresi malas keysa.


" Baru kali ini gue lihat lo di kacangin cewek." ucap Brian pada justin.


" Gimana gak di kacangin kalau pawangnya galak dan dingin kek gitu." sahut Alex masih menertawakan justin.


" Diem kalian..gak guna banget jadi temen." ucap justin melirik sinis brian dan alex.


" Lagian lu,, ada clara masih aja cari yang lain." ucap Rissa membuat clara yang tengah makan tersedak.


uhuukk..uhhuukk...


Dengan segera justin memberikan minumnya untuk clara.


" iiihh.. bekas lo yaaa." Ucap clara saat saat sadar ia tengah meminum minuman justin.


" Bekas orang ganteng jadi gpp dong." ucap justin tersenyum manis, clara hanya mendengus sebal.


" Lagian lo apa apan sih sa bawa bawa gue segala." kesa clara menatap rissa.


Rissa yang jengah dengan sikap sahabatnya yang selalu menyembunyikan perasaanya ini hanya menatap malas clara.


" Terserah lo lah raa, capek gue." jengah Rissa.


Akhirnya mereka ngobrol nglor ngidul, hanya dave saja yang menyimak sesekali menanggapi ocehan mereka.


Keysa sudah tidak merasa canggung lagi, dia merasa nyambung ngobrol sama teman dave.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 malam.


Memang waktu begitu cepat saat kita sudah berkumpul.


Dave melihat jam dipergelangan tangannya lalu beralih menatap keysa yang sedang tertawa bersama teman temannya.


" Gak pulang?" tanya dave lembut.


Keysa menoleh ke arah Dave dan menganggukkan kepalanya.


" ayo.. lagian sudah malam takut bunda ayah sama kenan khawatir." ucap keysa tersenyum.


Akhirnya dave dan keysa berjalan keluar setelah berpamitan dengan teman teman dave.


Mereka juga sempat bertukar nomor telepon, barang kali suatu saat butuh.


Dave mengendarai mobilnya dengan tenang, ia menoleh ke arah keysa yang nampak tersenyum.


" Kenapa senyum senyum?" tanya dave heran.


" Teman mas baik baik, key suka ngobrol sama mereka." jawab keysa masih dengan senyumnya.


" Kapan kapan kalau ada waktu lagi kita ngumpul bareng." ucap dave diangguki keysa dengan antusias.


Akhirnya mobil yang ditumpangi keysa dan dave sampai di depan rumah keysa.


keysa hendak turun namun pergelangan tangannya di cekal oleh dave.


Tanpa bicara dave mencium kening keysa.


" Masuklah, makasih udah mau nemenin aku tadi." ucap dave tersenyum.


Keysa hanya mengangguk lalu turun dari mobil dave dan berlari masuk kedalam rumahnya.


Malu.. benar benar malu keysa.


Dave melihat tingkah keysa hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


ia lantas melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2