CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
23.


__ADS_3

Keysa melihat keadaan sekitar, ia dan dave baru sampai di depan lobi kantor.


Sungguh ia bisa melihat tatapan benci para karyawan wanita yang masih datang silih berganti.


Sebenarnya keysa tidak takut dengan wanita pemuja Dave, hanya saja ia risih jika digosipkan yang bukan bukan apalagi wanita yang sudah terobsesi dengan dave lalu mempunyai niat mencelakainya seperti waktu itu.


Keysa menghela napas panjangnya sebelum ia membuka pintu mobil dan turun, ia menoleh ke arah dave yang masih setia dengan wajah datarnya.


" Jangan hiraukan mereka." ucap dave mengerti kegelisahan keysa.


Dave mencium sekilas kening keysa lalu mengajak keysa keluar dari mobil.


Keysa membuka pintu mobil dan mulai menurunkan kakinya.


ia belum berani menatap wajah karyawan yang melihatnya keluar dari mobil dave ( lagi ), kepala keysa terus saja menunduk sambil berjalan masuk kedalam kantor.


Dave yang melihat keysa berjalan seperti itu pun menjadi gemas sendiri.


" Angkat kepalamu atau kamu mau aku mengumumkan pada mereka jika kita pacaran?" bisik dave membuat keysa mendongakkan keplanya dan menggeleng kuat.


Keysa dan dave berjalan beriringan menuju ruang kerjanya, mereka masih bisa mendengar bisik bisik karyawan yang sedang menggosipkannya.


" KEMBALI BEKERJA." sentak Julian yang tiba tiba berada di lobi kantor dengan wajah dinginnya.


Semua pegawai di buat kalang kabut pasalnya mereka tidak tahu jika ada julian disini, karena mereka berpikir julian masih disingapore.


Julian pun melangkahkan kakinya menuju ruangannya.


ia selalu memasang ekspresi datar seperti dave, namun masalah ketegasan, julianlah yang paling tegas dan paling sering menegur karyawan yang sering bergosip atau hal kecil lainnya.


Keysa sudah mendudukkan bokongnya di kursi kerja, begitupun dengan dave, ia juga sudah masuk kedalam ruangannya.


Julian menyapa keysa sebentar lalu menemui dave diruangannya.


tookk..tookk.tookk..


Julian masuk kedalam setelah mengetuk pintu, dilihatnya dave yang sudah fokus dengan berkas dimeja dan laptop yang sudah menyala.


" Ada apa ?" tanya dave namun mata dan tangannya masih fokus pada berkas didepannya.


" Hanya memberikan laporan perusahaan di singapore kemarin." ucap Julian memberikan berkas pada Dave.


" ternyata ada orang dalam yang mencoba menggelapkan dana perusahaan." lanjut julian yang kini sudah duduk didepan meja dave.


Dave mengangkat kepalanya menatap julian dengan mengangkat sebelah alisnya tanda julian untuk melanjutkan ucapannya.


" Dia bekerja sama dengan orang luar untuk meretas sistem keamanan perusahaan, untung saja hal ini cepat diketahui jadi belum sempat berhasil dibobol mereka sudah ketahuan." terang julian.

__ADS_1


" Sudah kau apakan pelakunya?" tanya dave menatap datar julian.


" Sudah aku hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku." ucap julian tersenyum miring.


Dave yang mengerti hukuman apa itu juga tersenyum miring memang assisten pribadinya ini sungguh sangat bisa diandalkan.


Dave paling membenci penghianat, padahal gaji yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan sangatlah tinggi tapi masih saja ada yang ingin merugikan perusahaan.


Hukuman yang dimaksud julian adalah bagi siapapun yang menjadi penghianat perusahaan harus memilih mati atau siap siap dikirim ke suatu negara kecil tanpa memegang uang sepeserpun.


" Kau sungguh sangat bisa diandalkan jul, tidak sia sia aku menyuruhmu menanganinya." ucap dave tersenyum puas.


" Julian." sombong julian tersenyum smirk.


" Aku salah memujimu." uvap dave memutar bola matanya malas.


" Hahaha sudahlah aku kembali ke ruanganku dulu, pekerjaanku sungguh sangat banyak, kau menyebalkan memberiku pekerjaan sebanyak itu setelah aku kembali ke jakarta." gerutu julian menatap sinis dave.


" waktu itu keysa sakit jadi aku harus menunggunya seharian jadi banyak pekerjaanku yang terbengkalai." ucap dave santai tanpa melihat wajah kesal julian.


" Masih awal kau sudah menunjukkan kebucinanmu.. ciihh." balas julian berdecih.


" Diusiamu yang tidak muda lagi dan menyandang status jomblo tidak akan tau bagaimana jika seorang sedang jatuh cinta, apa saja pasti akan dilakukan agar pasangannya bahagia." ucap dave mengejek julian.


" Si-alan.. kenapa jadi bawa bawa usia?" geram julian berdiri disamping dave dan menatap tajam dave.


" Bukannkah usiamu hampir kepala 3? lantas mana pasanganmu? tidak ada kan? berarti aku bicara fakta." ucal dave acuh membuat julian pasrah dan melangkah pergi meninggalkan ruangan dave.


" Anda sedang menertawakan apa pak?" tanya keysa bingung karena baru kali ini dia melihat atasan sekaligis pacarnya tertawa ngakak seperti ini.


" Ehhh keysaa.. eheemm. ada apa?" tanya dave yang sudah menormalkan wajahnya.


" Saya hanya menyerahkan laporan hasil meeting kemaren pak." jawab keysa meletakkan map pada meja dave.


" Terimakasih." ucap dave tersenyum manis.


" Kalau begitu saya permisi dulu." ucap keysa namun dave sudah berdiri dan mencekal tangan keysa.


Keysa berbalik menatap dave dengan kening berkerut.


" Kenapa? lepasin nanti ada yang lihat." ucap keysa sambil melepas tangannya.


" Temani aku dulu disini." ucap dave membawa keysa ke sofa.


Keysa mendudukkan tubuhnya diujung sofa lalu dave merebahkan tubuhnya dengan berbantal paha keysa.


" Kamu kenapa mas? sakit?" tanya keysa memgang pipi dave.

__ADS_1


" Tapi tidak panas, terus kamu tadi ngapain ketawa sampe kayak gitu.?" tanya keysa.


Dave menatap keysa dari bawah dan tersenyum.


" emang aku gak sakit, khawatir banget kalau ku sakit." ucap dave menoel dagu keysa.


Dave memegang tangan keysa lalu diletakkan di atas dadanya.


" aku tadi ngetawain julian, usianya udah hampir kepala 3 tapi masih aja betah jomblo." sambung dave tertawa lagi mengingat wajah kesal julian.


" Kamu jangan gitu ihh,, kasian kak jul siapa tau dia juga ingin sekali punya pacar tapi karena pekerjaan dia yang banyak banget jadi gak sempet mencarinya." tutur keysa.


" apa mungkin aku terlalu membuat dia sibuk ya yank?"tanya dave sambil berpikir.


" Mungkin, coba nanti aku kenalin sama teman kantor aku siapa tau dia mau." ucap keysa.


" Siapa?


" entah Rindi atau Fanya kan mereka berdua jomblo tapi kalau Vita, dia incaran adek aku." jawab keysa.


" adek kamu? maksud kamu kenan?" tanya dave menatap keysa tak percaya, keysa memganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan dave.


" jadi adek kamu suka sama cewek yang usianya di atas dia?" tanya dave dan keysa mengangguk lagi.


" Emang kamu dan kedua orang tua kamu ngizinin? maksud aku aneh aja gitu kalau yang lebih muda cowoknya."


" Aku sama ayah bunda sih terserah kenan aja asal dia bahagia dan bisa menjadi pemimpin nanti di keluarganya, lagian cinta itu kan gak memandang usia." jawab keysa bijak.


" pacar aku gemesin banget kalau lagi mode bijak kayak gini." ucap dave tangannya terulur mencubit pipi keysa.


" Sakit... udah ahh aku kembali ketempat kerjaku, kamu juga masih banyak kerjaan." ucap keysa membantu dave bangun dengan mengangkat kepala dave.


" Ya udah kamu kerja sana nanti aku potong gaji kamu kalau gak cepet selesei." balas dave membuat keysa memutar bola matanya malas.


" Lagian anda sendiri yang menahan saya disini, kalau begitu saya permisi pak." ucap keysa berdiri dan diangguki dave.


.


.


.


.


Maaf kemaren gak sempet up karena ada masalah, jadi otak aku lagi gak konek buat update.


terus kasih support aku ya,, komen dan like kalian bikin aku semangat buat up terus.

__ADS_1


makasih juga yang sudah mebaca..


kiss jauh buat kalian 😚😚


__ADS_2