CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
20.


__ADS_3

Keysa dan dave menuju rumah makan dengan berjalan kaki.


Mereka melewati area persawahan, beruntung tidak lagi musim hujan jadi jalanan yang mereka lewati tidak berlumpur.


Mereka juga menyapa para pekerja sawah yang tengah menggarap ladangnya.


" Selamat siang nak dave." sapa seorang lelaki tua yang sepertinya akan pulang sehabis dari sawahnya.


karena terlihat ia sedang membawa cangkul dipundaknya dengan topi bundar bertengger di atas kepalanya.


" Siang juga pak Karim." balas dave tersenyum ramah.


Ya lelaki itu adalah pak Karim orang yang dave tugaskan untuk merawat rumah yang ia kunjungi sekarang.


" Mau kemana ini, dan ini siapa? baru kali ini saya lihat nak dave membawa seorang perempuan?." tanya pak Karim dan melihat ke arah keysa.


" Saya mau pergi ke warung sana pak mau cari makan siang, dan ini keysa calon istri saya." ucap dave memperkenalkan keysa.


Keysa yang mendengar dave memperkenalkannya sebagai calon istri pun mendongakkan kepalanya menatap dave, ia terkejut karena dengan gamblangnya dave mengklaim dirinya sebagai calon istri.


" Waahhh.. nak dave bener bener gak salah pilih, nona keysa sungguh cantik, dilihat dari wajahnya seperti dia orang yang sangat baik dan sopan." ucap pak karim memandang keysa.


" Iya pak, memang saya tidak salah pilih dan tebakan bapak juga benar, calon istri saya memang orang baik, gak neko neko."


" Kapan nak dave akan menikah?" tanya pak karim.


" Insya allah secepetnya pak, bapak doain saja yaa." jawab dave membuat keysa menoleh ke dave dan membulatkan matanya.


ia belum bisa memprotes dave karena masih ada pak karim, ia hanya tersenyum kikuk mendengar obrolan mereka.


" alhamdulillah,, kalau begitu silahkan dilanjut perjalanannya nak dave dan non keysa, bapak pulang dulu." ucap pak karim berpamitan.


" Tunggu pak,, ini untuk bapak, terimakasih sudah selalu merawat rumah saya disini " ucap dave memberikan sejumlah uang untuk pak karim.


" Gak usah repot repot nak,, uang yang nak dave kirim waktu itu juga sudah sangat banyak." tolak halus pak karim.


" Ini rezeki bapak jangan ditolak." sahut keysa karena pak karim menolaknya.


" Bener kata keysa pak, ini rezeki untuk bapak." sambung dave.


" Aduhh saya jadi tidak enak nak, kalau begitu uangnya saya terima, dan saya ucapkan terima kasih." jawab pak karim sungkan.


" Sama sama pak kalau begitu saya pamit dulu, assalamualaikum." ucap dave lalu melanjutkan perjalanannya.


" Waalaikumsalam."


" Kamu seenaknya aja sih mas mengkliam diriku calon istri kamu, jadian aja baru tadi." protes keysa saat mereka sudah berdua.


" Kan emang kamu mau aku nikahi ya wajar saja kalau aku mengklaim dirimu calon istriku." jawab dave santai namun sukses membuat keysa bersemu merah.


" Tau ahh terserah mas.." ucap keysa lalu berjalan mendahului dave, padahal dia sendiri tidak tahu jalan menuju rumah makan lewat mana.


Dave yang melihat tingkah keysa hanya tersenyum dan geleng geleng kepala.


" Kamu tahu jalannya gaakk?" tanya dave sedikit teriak karena keysa lumayan jauh darinya.


Keysa pun berhenti ditempat karena dia memang tidak tau jalannya, ia memutar badannya dan berjalan kembali menghampiri dave.


" Kenapa balik." goda dave..


" Gak tau jalan, udah ayo aku dah laper." ketus keysa menutupi rasa malunya.


ia menarik tangan dave agar cepat sampai di rumah makan.


" gemes banget kalau lagi salah tingkah gini." ucap dave menggoda keysa.

__ADS_1


" Kalau mas godain aku terus aku gak bakalan mau ngomong sama mas." ancam keysa membuat dave langsung terdiam.


Akhirnya mereka berdua sampai di warung makan yang sederhana namun terlihat higienis dan juga bersih.


Desain warung itu ada yang lesehan dan ada pula meja berserta tempat duduknya.


Dave dan keysa memilih untuk duduk di lesehan, karena lesehan itu bisa langsung menghadap persawahan yang menurutnya bisa makan sambil menikmati indahnya persawahan.


Keysa mendudukkan dirinya dan memesan ayam bakar dengan minuman jus jeruk.


Sedangkan dave memesan bebek goreng dengan minuman jus jeruk juga.


Terlihat banyak pengunjung yang berbisik menatap dave dan keysa, mereka penasaran siapa dave dan keysa karena mereka yakin dave dan keysa bukan penduduk sini.


tapi jika diperhatikan tingkah mereka seolah bukan pertama kalinya menginjakkan kaki disini.


Makanan pesanan mereka sudah datang, mereka menikmati makannanya dengan senang, senang karena suasana makan kali ini terasa sangat berbeda.


meskipun sering makan berdua tapi baru kali ini mereka makan dengan status sudah sebagai kekasih.


Selesei acara makan siang mereka kembli kerumah dan akan kembali kejakarta.


Keysa masuk kerumah untuk membersihkan diri.


dave masih menunggu keysa untuk bergantian karena rumah itu hanya memiliki satu kamar mandi.


setelah keysa selesei mandi, giliran dave yang akan mandi.


Dave keluar kamar mandi dan mendapati keysa yang duduk di ruang tamu sambil bermain ponselnya.


" Udah siap?" ucap dave tepat di samping telinga keysa, keysa langsung menoleh kesampingnya dan cupppsss pipi keysa dicium oleh dave.


keysa membulatkan matanya terkejut.


" iihhh mas modus yaa." ucap keysa mengerucutkan bibirnya.


" Cuma dikit doang, maaf yaa." ucap dave mengelus rambut keysa.


" Iyaa gpp, aku udah siap ayo pulang keburu malem entar." ucap keysa berdiri dan menggandeng tangan dave.


Mereka pun keluar dari rumah itu tak lupa dave menguncinya kembali.


Mereka memasuki mobil dan melajukan perjalanan untuk pulang kejakarta.


*****


Sementara itu Vita mengajak kenan untuk mencari makan.


Mereka kini berhenti di warung pedagang kaki lima di pinggir jalan.


Kenan memarkirkan motornya dan berjalan menyusul Vita yang sudah berada di gerobak tukang sate.


" Mang satenya 20 tusuk ya sekalian lontongnya, sambelnya yang pedes ya, dan minumnya es teh manis aja." ucap Vita pada penjual sate.


" Siap neng silahkan tunggu sebentar.".


Vita mengahampiri Kenan yang masih berdiri diam, ia menarik tangan kenan untuk memilih tempat duduk.


" Duduk disini aja yaa,." ucap vita diangguki kenan.


" Lo sering makan disini?" tanya kenan karena melihat Vita seperti sudah akrab dengan penjual satenya.


" Iyaa gue sering makan disini bareng sama fanya dan kakak lo." jawab vita dan kenan menggut manggut.


" Ohya ngomong ngomong soal keysa, kemana kakak lo, tumben banget chat gue gak dibaca sama sekali, terakhir online pun pagi tadi." ucap vita mengeluarkan ponselnya dan melihat chat yang ia kirim ke keysa masih belum dibaca.

__ADS_1


" Kencan sama kak dave." jawab kenan singkat.


" Yang bener lo..? waahh tuh anak bilangnya gak ada apa apa tapi gercep juga." ucap vita.


" Kenapa? lo cemburu?" tanya kenan memincingkan matanya.


" Cemburu gundulmu, gue malah bersyukur kalau keysa bisa sama pak dave." sewot vita.


" Kok lu yang bersyukur?"


" Ya bersyukur karena keysa yang dipilih pak dave menjadi tambatan hatinya, pak dave itu bukan orang sembarangan yang menjatuhkan hatinya ke sembarang wanita.


Selama ini dia bersikap dingin, datar cuek ke semua wanita setelah dia ditinggal pergi sama pacarnya.


Dan asal lo tahu cuma sama keysa pak dave bisa bersikap lembut dan hangat, gue aja sampe mikir jangan jangan si key pakek pelet." ucap Vita membuat jidatnya disentil oleh kenan.


" Sakit beg*..." kesal vita mengelus jidatnya.


" Lagian lu sembarangan ngatain kakak gue main pelet, emang kakak gue bawa energi positif aja sama kak dave, lagian siapa yang gak suka sama kak key, orangnya cantik, baik, pinter dan yang jelas cantiknya NATURAL." ucap kenan menekankan kata natural.


" Lu nyindir gue?" ucap vita dengan mata melotot.


" Lu ngerasa?" tanya balik kenan.


" Tau ahhh,, bodoh amat sama bocah kek lu." kesal vita menatap segala arah, namun matanya tidak sengaja melihat mantan pacarnya sedang makan bersama seorang cewek, mereka kelihatan begitu mesrah.


Vita melihat itupun tersenyum kecut. Kenan pun mengikuti arah pandang Vita dan dia melihat lelaki sedang menyuapi seorang wanita.


" bener kan apa kata gue, jadi percuma kalau lu menyesali putusnya hubungan lu sama dia." ucap kenan sambil memakan sate yang sudah terletak di atas meja.


" apaan sih, siapa yang nyesel coba? gue udah biasa aja tuh." ucap Vita lalu memakan sate lontong dengan rakus hingga membuat bibirnya belepotan karena bumbu sate.


Kenan melihat itu pun menjadi gemas, Vita seperti anak anak yang tengah merajuk gara gara tidak dibelikan permen.


Tangan kenan terulur untuk membersihkan noda sambel di bibir Vita, sejekan vita diam mematung mendapat perlakuan seperti itu dari kenan.


Jantung vita seakan ingin lepas dari tempatnya saking berdetak cepat.


" Makanya kalau makan pelan pelan aja napa gak usah kek gitu, lu doyan apa rakus." ucap kenan meledek vita guna menutupi rasa gugupnya, ia juga sama juga dengan vita jantung kenan seakan lomba maraton saking gugupnya.


" Apaan sihh." ucap vita yang kini kedua pipinya bersemu merah.


" Yaudah lanjut makan, habis itu gue antar lu pulang." ucap kenan di angguki vita.


Akhirnya selesei mereka makan kenan mengantar vita pulang, tak ada percakapan diantara merek karena sama sama masih canggung.


Motor kenan sudah berhenti di depan pagar rumah vita, ia turun dan sedikit menata rambutnya karena terkena angin.


" Thanks udah anterin gue pulang dan udah nemenin gue hari ini." ucap vita


" Sama sama kalau gitu gue balik dulu yaa, inget gak usah nangisin lagi tuh mantan cowok lu." jawab kenan lalu memasang helm full face nya, namun membuka kaca helmnya.


" Gue pulang dulu, jangan lupa pesen gue gak usah pakek make up tebel lagi." goda kenan lalu menancapkan gas motornya meninggalkan rumah vita.


" Dasar Bocah sinting." ucap Vita tersenyum melihat motor kenan yang mulai menjauh.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


💜💜💜


__ADS_2