
Keysa menarik tangan dave keluar dari mall.
Moodnya benar benar hancur karena kedatangan Bella.
Niat hati ingin berkencan malah justru bertemu dengan wanita penggoda seperti Bella.
Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tahu jika calon istrinya sedang dalam mood yang buruk karena sedari tadi ia hanya diam dan menatap keluar jendela.
" Sayang jangan diem aja dong, kamu marah sama aku?." ucap Dave menoleh pada keysa.
Keysa menghembuskan napasnya kasar lalu menoleh pada dave.
" Aku cuma kesel aja, kenapa sih wanita itu gangguin kamu mulu, bukannya dulu dia yang ninggalin kamu? tapi kenapa justru dia yang ngejar ngejar kamu lagi? kayak wanita gak ada harga dirinya aja." ucapan pedas itu terlontar mulus dari bibir manis keysa.
" Kamu tenang aja sayang, aku gak akan kepincut lagi sama dia." ucap Dave mengusap lembut kepala keysa.
" Mana bisa aku tenang jika calon suami aku di gangguin mulu sama mantannya." ucap keysa melipat kedua tangannya di dada.
" Bella itu wanita licik mas, dia akan melakukan segala cara buat dapetin apa yang dia mau dan aku takutnya nanti kamu malah khilaf dan tergoda sama dia." sambungnya mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.
" Kamu percaya sama aku, aku gak akan tergoda lagi sama dia." jawab Dave meyakinkan keysa.
Keysa mengangguk pasrah, ia akan hadapi segala kemungkinan yang terjadi kedepannya nanti.
______
Julian memarkirkan mobilnya di caffe favoritenya, dia masuk kedalam lalu mencari tempat duduk yang masih kosong.
Caffe ini memang terbilang caffe kecil, namun tidak pernah sepi pengunjung.
Tempat yang aesthetic membuat pengunjung betah untuk berlama lama di tempat itu.
Julian memesan coffe latte dan kentang goreng.
Ia mengeluarkan Laptopnya lalu memulai pekerjaannya.
yups, meskipun di waktu libur namun julian tetap bekerja, banyak laporan yang harus ia seleseikan.
Dave akhir akhir ini sering melimpahkan pekerjaannya pada julian, jadilah pekerjaan julian semakin menumpuk.
" pak julian." sapa seseorang membuat julian mendongakkan wajahnya menatap orang yang tengah menyapanya.
" Fanya..." jawab julian.
" Bapak sendiri saja?" tanya Fanya diangguki Julian.
" Kamu sama siapa?" tanya Julian namun dengan wajah yang masih datar.
" Tadi sama temen, tapi dia sudah pulang lebih dulu " jawab Fanya.
" Duduk saja." ucap julian menunjuk kursi didepannya.
Fanya dengan senang hati menarik kursi itu lalu duduk didepan julian.
" Bapak sedang apa?" tanya Fanya saat julian fokus pada laptopnya.
" Mengerjakan laporan." jawab julian tanpa menoleh pada Fanya.
" Hari libur gini masih kerja juga ya pak?"
" Jangan panggil pak/bapak jika diluar jam kantor, saya tidak setua itu." ucap Julian menatap wanita yang didepannya ini.
__ADS_1
Fanya mengerjapkan matanya 2x, ia bingung harus memanggil julian dengan sebutan apa.
" Saya bingung pak mau panggil gimana? apa ada saran?" tanya Fanya to the point.
" Terserah kamu, asal bukan bapak, karena saya bukan bapak kamu." jawab julian namun matanya tetap fokus pada layar laptop.
Fanya terkikik mendengar jawaban julian namun setelah itu ia nampak berpikir keras, sebutan apa yang sekiranya pantas untuk julian.
" Kak, bang, mas, atau apa?" gumam Fanya mengetuk dagunya dengan telunjuk.
Julian melirik Fanya yang nampak berpikir, tercetak senyum tipis menghiasi wajah tampan julian.
Ia menutup laptopnya lalau menatap wajah Fanya.
" Panggil mas saja." jawab julian.
Fanya memandang julian lalu mengangguk.
" Baiklah, saya akan memanggil anda dengan sebutan mas jika diluar jam kantor " ucap Fanya.
" Jangan terlalu formal, biasa saja." jawab julian.
" Lalu.? tanya Fanya memiringkan kepalanya.
" pakek aku Kamu aja." jawab julian diangguki Fanya.
Mereka berdua mengobrol layaknya teman, namun julian masih sama dengan ekspresi datarnya, mungkin memang sudah dari sananya dia seperti itu.
" Kak julian " sapa Keysa yang baru saja datang bersama Dave, namun dave pamit ke toilet.
Keysa meminta dave untuk menemaninya ke caffe favorite nya.
" Keysa." ucap Julian dan Fanya kompak.
" Kalian kencan yaa?" ucap keysa menatap Fanya dan Julian bergantian.
Mereka berdua menggelengkan kepalanya." Kami gak sengaja ketemu disini." jawab Fanya.
" Kencan juga gapapa, kan kalian sama sama jomblo " ledek keysa membuat Fanya mendengus sebal.
" Tolong gak usah diperjelas status saya ya mbak." ucap Fanya menatap keysa dengan jengah, keysa terkekeh.
" Kamu sama siapa key?" tanya Julian.
belum sempat keysa menjawab, dave berjalan ke arah mejanya.
" tuh." tunjuk keysa dengan dagunya, julian dan Fanya menoleh ke arah orang yang ditunjuk keysa.
Dave berjalan dengan cool nya hingga membuat para pengunjung wanita menatapnya tanpa berkedip dan menahan teriakannya melihat ketampanan seorang dave.
" Terus aja tebar pesonanya." ucap keysa dengan sinis saat fave sudah mendaratkan bokongnya di kursi samping julian.
" Tanpa tebar pesonapun aku sudah memepesona sayang, emang calon suami kamu ini kelewat gantengnya." ucap Dave membuat keysa dan julian memutar bola matanya malas, sedangkan Fanya hanya melongo melihat atasannya itu ternyata orang yang Narsis dan banyak bicara.
" Kamu mau pesen apa?" tanya Dave pada keysa.
" Jus alpukat aja deh." jawab keysa lalu dave memanggil pelayan lalu memesan 2 jus alpukat.
" Kalian habis dari mana?" tanya julian yang baru memasukkan laptopnya kedalam tas.
" Mall, tapi digangguin mulu sama nenek sihir." jawab keysa dengan memasang raut wajah kesal.
__ADS_1
" Nenek sihir? siapa?" tanya Fanya tak mengerti.
" Mantan dia." ucap keysa menunjuk dave.
Julian tersedak minumannya saat mendengar jawaban keysa.
" Tuh orang udah berulah yaa?"tanya julian
" kak jul gak tau kalau kemaren pagi dia datang ke kantor dan masuk ke ruangan dave?" tanya keysa dibalas gelengan julian.
" Ngapain dia?" tanya julian yang memang tidak diberi tahu apa apa oleh dave.
" ngehasut dave, dia ngasih tau sebuah foto ke dave, entah foto apa aku juga gak tau." jawab keysa.
" Foto apa dave?" tanya julian yang ikut penasaran.
" Foto keysa sama seorang cowo yang lagi bergandengan tangan dan juga berpelukan." jawab dave membuat keysa tersedak minumannya.
Memang keysa belum bertanya pada dave soal foto apa yang di kasih tau oleh bella, tapi ia tidak menyangka jika yang di kasih tau ke dave adalah foto dirinya bersama seorang cowo.
Keysa berpikir siapa cowo yang dimaksud.
" Siapa sih?" tanya keysa yang tidak tau orang yang dimaksud.
" Kenan." jawab dave membuat keysa diam sejenak lalu tertawa keras.
Bahkan banyak pengunjung yang menoleh kearahnya.
Fanya yang menyadari itu langsung membekap mulut keysa agar berhenti tertawa.
" gak usah kenceng kenceng ketawanya, banyak yang lihat noh." ucap Fanya denga geramnya.
Keysa menoleh dan benar saja masih banyak yang melihat ke arahnya, ia tersenyum kikuk dan menggaruk keningnya yang tidak gatal.
" Maaf kelepasan." ucap keysa membuat Dave, fanya dan julian geleng geleng kepala.
" Jadi foto yang dia kasih tau ke kamu itu foto aku sama kenan?" tanya keysa dianggi dave.
" Tuh cewek niat banget ya buat hancurin hubungan kita? aku yakin deh mas kedepannya dia akan berbuat yang lebih dari ini." ucap keysa di setujui fanya.
" Bener itu pak, artinya keysa dalam bahaya." sahut Fanya.
Dave nampak terdiam memikirkan apa yang diucapkan oleh keysa dan Fanya.
" Kamu tenang aja ada aku yang selalu jagain kamu." ucap Dave.
Nanti dia akan membahasnya bersama julian.
" Oh ya kenapa kalian bisa disini berdua?" tanya dave mengalihkan pembicaraan.
" Tidak sengaja bertemu dengannya." jawab julian melirik fanya.
Mereka pun menghabiskan waktu sorenya dengan nongkrong di caffe.
Fanya juga sudah terlihat tidak canggung dengan dua atasannya ini karena keysa selalu ada bahan untuk dirinya bisa masuk dalam obrolan mereka.
.
.
.
__ADS_1
.
🌼🌼🌼🌼🌼