CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
53.


__ADS_3

Disisi lain Keysa yang baru saja akan memejamkan matanya mendengar suara notifikasi pesan.


Dengan segera ia membuka pesan itu dan matanya membelalak saat melihat video yang dikirim seseorang padanya.


Matanya memenas dan akhirnya air matanya jatuh begitu saja.


Ia sungguh tidak menyangka apa yang dilihat dalam video itu.


Video yang menunjukkan jika Dave dan Bella bertemu di sebuah club malam.


Di video itu menunjukkan bagaimana Dave yang diam saja di dekati oleh bella meskipun ia tau dave tidak merespon bella sama sekali.


Aaarrggghh..


Teriak Keysa sambil memukul bantal dan membuangnya secara asal.


Ia tidak menyangka jika Dave akan membohonginya seperti ini.


Kenan yang mendengar suara kakaknya berteriak langsung berlari menghampiri kamar keysa.


tookk..tookk..


" Kak ini gue, gur masuk ya." sahut kenan dari luar.


Tanpa menunggu jawaban dari keysa, kenan langsung maduk kedalam kamar dan menghampiri kakaknya yang tengah menangis terisak.


" Kak lu kenapa? heeii kakk ini gue kenan, lu kenapa?" ucap Kenan mendekati kakaknya yang meringkuk sambil menangis.


Kenan melihat ponsel kakaknya yang tergeletak di kasur, ia melihat video itu lalu mengepalkan tangannya.


" Lu tenang sekarang, gue yakin kak Dave bukan orang seperti itu." ucap Kenan menarik kakaknya kedalam pelukannya.


Dalam hati kenan ia juga yakin jika Dave bukan orang seperti itu.


ia yakin ada alasan di balik pertemuan Dave dan Bella.


Tapi melihat Video itu dan melihat kakaknya menangis ia menjadi tidak tega. Karena ia tau, siapapun yang melihat kekasihnya menemui mantan pacarnya akan sakit hati, terlebih sebulan lagi keduanya akan menikah..


" Lu tenang oke, biar gue yang bicara sama kak Dave besok." ucap Kenan mengusap punggung Keysa.


" Gak usah." ucap Keysa yang masih sesenggukan.


" Masalah gak akan selesai kalau lu menghindar, bagaimanapun lu harus tau apa alasan dia ketemu sama bella dan alasan dia gak jujur sama lu." ucap Kenan.


" Kalian mau menikah, jadi lu harus lebih dewasa lagi menghadapi masalah, jangan menghindar kek gini. Udah lu sekarang tenang aja, biar besok gue yang ngomong sama kak Dave. Kalau lu gak mau ketemu dulu it's oke gapapa." tutur kenan.


Keysa melepaskan pelukannya, ia menatap Kenan masih dengan berlinang air mataKenan menghapus air mata keysa lalu mengecup kening keysa singkat.


" Jangan nangis lagi oke, sekarang lu istirahat gak usah terlalu dipikirin.", ucap Kenan di angguki keysa.


Keysa membaringkan tubuhnya lalu kenan menaikkan selimutnya.


" Lu istirahat sekaran, gue keluar dulu." ucap Kenan.


Kenan mencium sekilas kening keysa lalu ia turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar, tak lupa ia mrmatikan lampu kamar dan kembali menutup pintu kamar keysa.


***


Pagi hari Dave terbangun di apartemen Julian, kepalanya masih terasa sangat berat akibat pengaruh minuman yang di berikan bella semalam.


Ia memandang sekeliling sepertinya kamar ini tidak asing baginya.


" Udah bangun?" sahut Julian yang baru saja masuk kedalam kamar dave.


" hm."


" Segeralah mandi lalu kita sarapan." ucap Julian diangguki Dave.


Dave berjalan menuju kamar mandi lalu membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama Dave sudah siap dengan seragam kantornya, ia keluar kamar dan menghampiri julian yang ada di meja makan.


" Apa yang terjadi semalam?" tanya Dave saat mendudukkan bokongnya di depan julian.


" Kau bisa lihat videonya sendiri nanti." jawab Julian sambil memakan nasi goreng buatannya.


Dave mengaktifkan ponselnya yang dari semalam memang mati, ia terkejut saat keysa mengiriminya begitu banyak pesan dan menghubunginya beberapa kali.

__ADS_1


" Mampus gue," gumam Dave pelan namun masih bisa di dengar julian.


" Jelasin sama keysa, dia udah tau semuanya." ucap Julian membuat Dave menatapnya terkejut.


" Bagaimana bisa?" tanya Dave tidak percaya.


" Seseorang mengiriminya Video saat kamu dan bella berduaan di club." jawab Julian yang terlihat masih santai.


" Kenapa gak bilang dari tadi, dia pasti marah sekali sama aku." ucap Dave yang sudah berdiri.


" Biarin dia tenang dulu, sekarang dia masih emosi sama kamu." ucap Julian menghentikan langkah kaki Dave.


" Kau Gila apa? yang ada dia malah semakin marah jika tidak cepat cepat dijelasin. Dan kau ikut aku sekarang, kau harus membantuku untuk menjelaskannya." Ucap Dave menarik tangan julian yang sedang menikmati sarapannya.


" Aku mau sarapan dulu, aku masih lapar." berontak julian.


" tidak ada waktu, ikut aku sekarang." Dave menarik paksa tangan Julian membuat julian mendengus kesal.


" Kau harus mentraktirku nanti, aku masih lapar." gerutu julian namun tidak di gubris oleh Dave.


Pikirannya saat ini hanya keysa, keysa dan keysa.


Membayangkan bagaimana kemarahan keysa padanya.


Kini Dave dan Julian berada di mobil dan langsung menuju rumah Keysa.


Ia bahkan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Beruntung jalanan pagi itu masih sepi jadi ia lebih leluasa menambah kecepatannya.


Julian hanya bisa pasrah saat Dave mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan, karena percuma saja protes karena Dave tidak akan mendengarnya.


Jika celaka ya memang sudah takdirnya, begitu pikir julian.


Mobil sampai di depan rumah Keysa. Dave dan julian segera tutun dan masuk kedalam rumah Keysa.


" Assalamualaikum." ucap Dave sambil mengetuk pintu rumah keysa.


" Waalaikumsalam salam, eh nak Dave nak julian? ayo silahkan masuk." jawab Dewi saat membuka pintu rumahnya


" Makasih bunda."


" Keysa mana bun?" ucap Dave karena tidak melihat keberadaan keysa di meja makan.


" Bisa bicara sebentar kak?" sahut Kenan menghampiri dave dan julian.


" Bisa, ada apa ken?"


" Kita ke halaman belakang aja, kak julian juga bileh ikut." ucap Kenan diangguki keduanya.


Ketiganya lalu berjalan menuju halaman belakang.


" Ada apa sih sebenernya?" sahut Aris menghampiri istrinya.


" Gak tau yah, biarlah. mungkin ada yang mau dibahas." ucap Dewi lalu keduanya kembaki ke meja makan.


**


" Kakak ngapain ketemu sama bella." ucap Kenan to the point, bahkan cara bicaranya saja sudah datar.


"Kamu tau?"


" Jawab saja."


" Kakak memang ketemu bella semalam di club milik kakak, kakak menemuinya karena bella memintanya.


Kakak mengiyakannya karena kakak juga mau menegaskan pada bella agar tidak mengganggu hubungan kakak dan keysa terutama menganggu keysa dan kamu." tutur Dave.


" Kamu tau sebentar lagi kakak akan menikah, kaka tidak mau bella terus menganggu hubungan kami." lanjutnya.


" Kamu tau sendiri bagaimana sifat bella, dia tidak akan berhenti jika apa yang dia inginkan belum tercapai." sahut Julian.


" Kalian lihat ini." julian memberikan ponselnya yang berisi video dimana Dave yang tidak sadarkan diri dan bella melepas semua pakaian dave.


" Wanita itu bener bener keterlaluan. Aku tidak menyangka jika dia bisa bertindak sejauh itu." ucap Dave mengepalkan tangannya.


" kak julian ada disana?" tanya Kenan menatap julian.


" Lebih tepatnya aku dan Dave sudah merencanakannya." jawab Julian.

__ADS_1


" Video ini kan menjadi senjata buat kita untuk mengancam bell kalau dia masih mengganggu kalian." lanjutnya dengan senyum smirknya.


" Baiklah aku percaya sama kalian. Sekarang tinggal tugas kak Dave buat menjelaskan semuanya pada kak key. Dia semalaman menangis setelah Melihat video kak dave dan bella." Ucap Kenan.


" Yaudah aku ke kemarnya dulu, kalian jangan lergi kemana mana. Aku butuh kalian kalau nanti keysa tidak percaya sama aku." Ucap Dave diangguki keduanya.


Dave pergi meninggalkan julian dan kenan, ia berjalan masuk kedalam rumah dan menuju kamar Keysa.


" Bun, yah Dave ijin ke kamar keysa ya." ucapnya saat berpapasan dengan Dewi dan Aris


" iya nak, kalau ada masalah cepat seleseikan." ucap Dewi.


" Iya bun." jawab Dave lalu dave berjalan menaiki tangga menuju kamar Keysa.


Dave mengetuk kamar keysa dan masuk begitu saja karena keysa tidak mengunci pintunya.


Ia berjalan menghampiri keysa yang sedang tidur meringkuk membelakanginya.


Dave melepas jas yang di pakainya serta sepatu lalu membaringkan tubuhnya di samping keysa.


Ia memeluk keysa dari belakang dan mengedus leher keysa hingga membuat keysa membuka matanya.


Sebenernya ia tau jika Dave yang masuk kedalam kamarnya, hanya saja ia malas untuk sekedar menatap wajah Dave.


" Aku tau kalau kamu udah bangun." ucap Dave yang semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher keysa.


" Aku kesini untuk menjelaskan semuanya. Video yang kamu lihat tidak sepenuhnya benar, aku menemui bella karena aku ingin menegaskan padanya agar tidak menggangu kita lagi. Aku sudah tidak ada rasa sama dia. Semua cintaku sudah aku berikan sama kamu. Jadi tidak ada alasan untukku berbagi cinta dengan wanita lain." ucap Dave.


Keysa tidak menjawab, sebenarnya dia sudah tau karena Julian sudah menjelaskannya tadi pagi.


Dia juga mengirimi Video yang di rekamnya saat Bella melepas semua pakaian Dave.


Entahlah keysa masih malas untuk bertemu dengan Dave, kenapa laki laki ini tidak jujur sedari awal dan kenapa ponselnya harus dimatikan.


Itu yang membuat keysa kesal pada Dave sampai saat ini.


" masih gak mau jawab?" tanya Dave membalikkan tubuh keysa.


" Aku masih kesel sama kamu." jawab Keysa akhirnya buka suara.


" Aku udah jelasin semuanya, kenapa masih kesel?"


" Kenapa dari awal kamu gak jujur sama aku, kenapa juga ponsel kamu mati?"


" Aku gak jujur karena aku takut kamu marah sama aku, eh gak taunya marah beneran.


Kedua emang ponsel aku mati, batreinya habis sejak di kantor kemarin." jawab Dave.


" Ponsel kamu bukan cuma satu."


" Iya sayang aku tau, tapi ponsel aku yang lain emang mati dari kemarin kemarin belum aku charger. nanti kamu lihat sendiri kalau gak percaya." jawab Dave.


Keysa merapatkan tubuhnya dan memeluk erat tubuh dave, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Dave.


Kalau bukan karena julian yang menjelaskannya lebih awal, ia tidak mungkin memaafkan dave begitu saja.


" maafin aku ya.", ucap Dave mengusap kepala keysa dan menciumnya berkali kali.


" Jangan gitu lagi, menghadapi wanita kayak Bella susah susah gampang, jadi ajak aku kalau mau bertemu sama bella." ucap Keysa diangguki Dave.


" Yaudah sekarang kamu mandi dulu." ucap Dave setelah mencium kenaing keysa.


" Gak mau, aku mau kayak gini dulu." ucap keysa semakin mengeratkan pelukannya.


Dave terkekeh, tidak menyangka keysa akan manja padanya.


" Kalau kayak gini sama aja kamu mengujiku sayang." ucap Dave dengan suara beratnya.


Keysa mendongkakan wajahnya menatap Dave.


ia mengecup sekilas bibir dave lalu tergesa turun dari ranjang dan langsung berlari ke kamar mandi.


" Awas kamu ya." teriak Dave namun dibalas keysa dengan tertawa.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2