CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
39.


__ADS_3

Dave mengantar keysa pulang, namun sebelum itu mereka mampir ke supermarket untuk membeli pesanan bunda keysa.


" kamu didalam mobil aja ya, aku cuma sebentar doang kok." ucap keysa diangguki dave.


Keysa membuka pintu mobil hendak keluar namun dicegah oleh dave.


" Kenapa?" tanya keysa.


Dave memberikan credit card nya untuk keysa namun di tolak oleh keysa.


" cuma beli buah doang, gak akan habis banyak, jadi pakek uang aku aja." ucap keysa lalu keluar dari mobil dan masuk kedalam supermarket.


Beberapa macam buah yang di beli keysa namun ia tak lupa juga membeli keperluan untuk dirinya sendiri.


Tiba tiba seseorang menepuk bahu keysa dari belakang.


" Kan aku bilang tunggu di mo---" ucapan keysa terhenti saat tau siapa yang menepuk bahunya karena ia berpikir yang menepuk bahunya tadi adalah dave.


" Verel?" ucap keysa, ia sedikit terkejut saat tubuh verel tepat di hadapannya, lantas ia mundur dua langkah untuk memberi jarak.


" Kita udah dua kali ini ya gak sengaja ketemu di sini? jangan jangan jodoh lagi." ucap Verel dengan nada bercanda.


" Apaan sih cuma kebetulan aja." bantah keysa tersenyum canggung.


" Tidak ada yang namanya kebetulan, tapi itu udah takdir kalau kita akan sering ketemu." ucap verel.


" Terserah kamu aja deh." ucap keysa lalu melanjutkan mencari barang yang ia cari.


" Kamu cari apa, biar aku bantu." ucal Verel.


" Ahh.. tidak usah, aku akan selesei belanja kok.


Kamu sendiri cari apa?"


" Nganterin mama belanja tuh." ucap verel menunjuk wanita yang tengah memilih barang belanjaannya.


Disisi lain dave menunggu keysa dengan bosan, padahal keysa bilang jika dia hanya sebentar.


Dengan tidak sabar dave masuk kedalam supermarket untuk menyusul keysa.


Sesampainya didalam ia mencari keysa dan menemukan keysa sedang bersama dengan laki laki yang tidak dikenalnya.


" Kamu bilang sebentar, kenapa lama sekali." ucap Dave dengan raut wajah datarnya sambil merengkuh pinggang keysa posesif.


Keysa sedikit terkejut saat tangan dave melingkar di pinggangnya.


" Ehh.. maaf, aku juga sekalian belanja barang keperluan aku." ucap keysa gugup.


Sedangkan verel cukup terkejut, ia heran ada hubungan apa keysa dengan pengusaha terkaya se Asia ini.


Verel memang mengenal dave, karena wajah dave sudah cukup terkenal di kalangan pengusaha.


Apalagi dirinya juga pengusaha muda.


" Maaf anda siapa?" tanya dave dengan datarnya.


" Saya Verel Sanjaya." ucap Verel mengulurkan tangannya.


" Dave alvaro mahendra, CALON SUAMI KEYSA." ucap dave dave dengan penuh penekanan.

__ADS_1


Verel membulatkan matanya terkejut, ia tidak menyangka wanita yang disukainya itu adalah calon istri dari pengusaha terkaya.


" Ohh maaf, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Verel sedikit mendundukkan kepalanya pada dave.


" Aku duluan key." pamitnya pada keysa dan diangguki keysa.


Keysa menoleh pada Dave yang masih memasang muka datarnya, ia tau jika calon suaminya ini tengah ngambek.


" Ngambekan mulu ihh, orang aku ma dia gak ada apa apa, gak sengaja ketemu juga tadi." ucap Keysa mencebikkan bibirnya.


" Kamu udah kan belanjanya, ayo kita bayar." ucap dave lalu berjalan ke kasir lebih dulu diikuti keysa yang mendengus kesal.


Setelah membayar barang belanjaannya, dave membantu keysa memasukkan kedalam mobil.


" Kalau kamu masih ngambek aku gak bakalan mau ketemu sama kamu." ancam keysa membuat dave menoleh padanya.


" Kok kamu yang marah?" tanya dave tidak terima, karena aturannya dia yang marah.


" Habisnya orang aku gak salah kamu malah ngambekin aku, cemburu boleh mas asal kamu tau dulu siapa yang kamu cemburui.


Nih aku kasih tau, dia itu sepupunya Vita, aku juga gak terlalu kenal sama dia cuma beberapa kali ketemu aja itupun gak sengaja." ucap Keysa jengah.


" iya sayang iya, yaudah aku minta maaf.


Udah jangan cemberut lagi, kita pulang sekarang." ucap dave diangguki keysa.


Tak butuh waktu lama mobil yang dikendarai dave sudah sampai depan rumah keysa.


" Aku gak mampir ya, aku mau langsung ke tempat julian." ucap dave sebelum keysa turun dari mobilnya.


" Ngapain?" tanya keysa mengerutkan dahinya.


" Bukannya tadi udah ketemu, mau ngomong apa lagi?" tanya keysa.


" Kepo banget calon istriku ini." ucap dave mencubis hidung keysa." Cuma urusan kerjaan doang kok." sambungnya.


" Yaudah hati hati dijalan." ucap keysa diangguki dave.


" Salam sama bunda, ayah dan jug kenan." ucap dave diangguki keysa.


Keysa hendak turun dari mobil namun tangannya di cekal oleh dave.


" Kenapa?" tanta keysa berbalik menghadap dave.


Tanpa aba aba dave mencium sekilas bibir keysa membuat keysa membulatkan matanya.


" Udah sana keluar, aku mau langsung jalan nih." ucap dave sambil mendorong pelan punggung keysa.


Keysa yang belum sepenuhnya tersadar pun langsung keluar dengan belanjaan yang sudah dia pegang.


Dave langsung melajukan mobilnya sebelum keysa mengamuk.


" DAVEEEEEE." teriak keysa menghentak hentakkan kakinya.


Dave tertawa puas melihat keysa dari kaca spionnya.


Menjadi kebahagian tersendiri bagi dave saat melihat keysa dengan raut wajah kesal karena menurutnya itu menggemaskan.


Keysa masuk kedalam rumahnya dengan mulut terus berkomat kamit.

__ADS_1


Dewi yang melihat putrinya tengah mengomel langsung menghampirinya.


" Kamu kenapa key?" tanya dewi membuat keysa tersentak kaget.


"astagfirullah bunda ngagetin aja sih?" ucap keysa mengelus dadanya.


" Lagian kamu kenapa pulang pulang ngomel kayak gitu? terus kenapa nak dave gak mampir?"


" Dave mau ke tempat kak julian bund, lagian key lagi kesel sama dave makanya key ngomel tadi." ucap keysa.


" kesel kenapa?"


" Adalah pokoknya, bunda dilarang kepo " ucap keysa lalu mengambil air dalam lemari es dan meminumnya.


" Kak gue mau ngomong sama lu." sahut kenan yang baru turun dari kamarnya.


Keysa mengernyitkan dahinya, tidak biasanya kenan mengajaknya berbicara dengan raut muka seserius ini.


Keysa mengangguk lalu mengikuti kenan.


" Ada apa?" tanya keysa saat kenan mengajaknya berbicara di halaman belakang.


" Kakak kenapa bilang sama Vita kalau gue habis dikeroyok sama mantanya." ucap kenan dengan raut muka kesal.


" Ya karena gue mau lu bonyol lagi ditangan mantnnya.


Dia harus bisa ngambil tindakan tegas ke mantanya.


Emang kenapa sih?" tanya keysa yang tidak mengerti jalan pikiran kenan.


" Gue gak mau disangka cowo pengadu kak." ucap kenan.


" Tapi lo gak ngadu ma dia tapi gue yang ngadu." ucap keysa dengan wajah polosnya.


Ingin sekali kenan meremas wajah polos kakaknya ini.


" Sama aja lah pinteeeeer.... nanti gio nyngkanya gue nyang ngadu ke Vita." ucap kenan dengan kesalnya.


" Biarin lah, kalau lu kenapa napa lagi sama tuh cowok, lu bilang sama gue, biar gue mampusin sekalian." ucap keysa menggebu.


Ia pling tidak terima jika anggota keluarganya terluka karena orang lain.


apalagi keluarganya tidak ada salah dengan orang itu.


" Terserah Lu lah kak." ucap kenan lalu beranjk meninggalkan keysa.


" Oh ya kak, tadi gue bilang kalau gue suka sama dia." ucap kenan sedikit teriak karena jaraknya sudah lumayan jauh.


HAAAAA???.


.


.


.


.


MAAF BARU SEMPET UPDATE 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2