
Keysa menghentikan mobilnya di parkiran apartemen dave.
Sejenak ia membenarkan rambutnya sebelum turun, ia juga sedikit menambah lipstik pada bibirnya.
Dirasa penampilannya sudah lebih baik ia turun dan tak lupa membawa makanan yang sudah dibelinya sebelum sampai di apartemen dave.
Keysa melangkahkan kakinya saat sudah di lantai apartemen dave, ia menekan bel apartemen dan tak lama dave membuka pintu apartemennya.
Keysa memberikan senyum manisnnya namun dave hanya menatapnya datar.
( ngambek ceritanya. )
" Maaf telat." ucap keysa yang melihat raut wajah masam dave.
Dave tidak menjawab dia masuk kedalam dan diikuti keysa dibelakangnya.
Keysa mengerucutkan bibirnya karena dave mengacuhkannya.
Dave mendudukkan bokongnya di sofa panjang, namun keysa langsung menuju dapur dave untuk menyiapkan makanan yang dibawanya tadi.
" Kamu marah sama aku mas?" tanya keysa sambil meletakkan beberapa makanan di meja didepan dave.
" Tidak,, untuk apa aku marah." jawab dave sambil memalingkan mukanya.
Keysa terkekeh melihat sifat dave yang menurutnya menggemaskan jika sedang ngambek.
Keysa mendudukkan bokongnya di samping dave lalu mencium sekilas pipi dave hingga membuat dave menoleh pada keysa.
ia sedikit terkejut karena keysa menciumnya, padahal selama berpacaran dengan keysa, keysa tak pernah berinisiatif menciumnya duluan.
" Maafin aku ya, tadi habis dari mall aku nongkrong dulu sama temen temen di caffe." aucap keysa melingkarkan tangannya di lengan dave dan menyandarkan kepalanya.
Dave menghela napas, ia sebenarnya tidak marah soal itu, hanya saja ia ingin sedikit mengerjai kekasihnya itu dengan pura pura ngambek.
" Aku gak marah sama kamu, aku tuh cuma kangen aja." ucap dave memeluk tubuh keysa.
Keysa menenggelamkan wajahnya pada dada bidang dave, ia menghirup dalam dalam aroma parfum dave yang sangat menenangkan bagi keysa.
Setelah puas, ia melepaskan pelukannya dan mengajak dave untuk makan.
" Ayo makan dulu, aku tahu kamu belum makan kan?" ucap keysa di balas gelengan oleh dave.
" Kamu kok bisa tau?" tanya dave mengernyit heran.
" Apa sih yang keysa nggak tau." ucap keysa mengibaskan rambutnya ala iklan shampo.
" Gemesin banget sih pacar aku ini." seru dave mencubit gemas hidung keysa.
Mereka berdua pun menikmati makan sore mereka dengan sesekali bercanda.
" Oh ya aku tadi ketemu kak justin di caffe." ucap keysa membuat dave menatapnya datar, ia sudah tau pasti justin tadi menggoda keysa.
" Jangan ngambek dulu, kak justin bersama pacarnya tadi." sambungnya saat melihat raut datar dave.
" Pacar yang mana lagi tuh orang, heran aku gak ada tobat tobatnya jadi playboy."
" Udah tobat kali mas, orang dia kek serius gitu sekarang dan kamu tau pacarnya siapa?" ucap keysa membuat dave menaikkan bahunya acuh, ia tidak peduli dengan siapa sahabatnya itu berpacaran, asal bagi dave jangan sampai justin menggoda keysa kekasihnya.
" Kamu ini kenapa cuek banget sih sama sahabat kamu sendiri, tanya kek dengan siapa sih sayang?" ucap keysa meledek dave dengan meniru gaya bicaranya.
Dave terkekeh geli melihat bibir keysa yang menye menye menirukan cara bicaranya.
" Emang dengan siapa sih hmmm?" tanya dave merangkul pundak keysa.
" Dah gak mood cerita." ucap keysa menurunkan tangan dave dari bahunya.
__ADS_1
" Ngambek mulu pacar aku."
" Habisnya kamu bikin kesel aja." ucap keysa mengerucutkan bibirnya.
Dave yang melihat itu secara tidak sadar mendekatkan wajahnya pada wajah keysa.
Jantung keysa berdetak tak karuan, dia tidak bodoh maksud dari gelagat dave.
Ia tanpa sadar menutup kedua matanya, dave yang seperti mendapatkan lampu hijau itu pun semakin mendekatkan bibirnya pada bibir keysa.
Akhirnya dua bibir itu sekarang saling bertemu, dave ******* lembut bibir keysa, keysa tidak membalas dia hanya diam karena tidak tau harus merespon bagaimana.
Karena jujur ini pertama kali baginya, saat dengan Dion mantanya dulu ia hanya sekedar cium kening dan pipi.
Dave yang mengerti keysa tidak membalasnya, menggigit kecil bibir bawah keysa hingga membuat keysa reflex membuka mulutnya, tidak membuang kesempatan lidah dave menerobos masuk dan mengobrak abrik dalam mulut keysa.
Suasana yang hening membuat suara decakan ciuman itu semakin terdengar jelas oleh keduanya.
Sekarang keysa mengalungkan kedua tangannya pada leher dave, kedua tangan dave juga melingkar sempurna pada pinggang keysa.
Otak keysa ingin sekali menyudahinya, namun tubuhnya justru meminta lanjut.
Ciuman dave akhirnya turun ke leher jenjang keysa, ia bermain main disana tanpa meninggalkan jejaknya, karena ia masih berpikir waras untuk melakukan itu.
Mati matian keysa menahan suara lucnutnya agar tidak lolos begitu saja.
namun apa daya rangsangan yang diberikan dave sungguh membuat tubuhnya semakin menggila, hingga tanpa sadar lenguhan itu lolos begitu saja dari bibir mungil keysa.
eeuunngghhh..
Keysa memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang dave berikan.
Dave yang ingin menjamah lebih mengurungkan niatnya kala bel apartemennya berbunyi nyaring.
" Rapikan baju dan rambut kamu, aku buka pintu dulu." ucap dave mengecup sekilas kening keysa.
Dave berjalan membuka pintu dengan menggerutu kesal karena ada yang mengganggu acaranya, saat pintu terbuka ia terkejut saat melihat dua orang yang sedang berdiri dengan menatapnya curiga.
" M-mama papa!! ngapain kalian kesini?" tanya dave gugup.
" Awas biarkan mama sama papa masuk." ucap Lia mendorong bahu putranya.
" T-tapi maaa."
Belum sempat dave meneruskan ucapannya, Lia menerobos masuk dan terkejut saat melihat keysa keluar dari kamar dave, ia tadi hanya ingin buang air kecil sekalian merapikan make upnya.
" Keysaa." Panggil Lia membuat keysa membulatkan matanya.
" T-tantee om." ucap keysa lalu menghampiri kedua orang tua dave lalu mencium tangan keduanya.
" Kamu disini juga sayang?" tanya Lia tersenyum senang.
" Iya tante, tadi mas dave nyuruh key kesini bawain makanan." ucap key sedikit berbohong, padahal dave hanya menyuruhnya datang tanpa membawa makanan.
Dave yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, tak disangka jika kekasihnya ini pandai sekali berkilah.
" Emang kamu gak bisa beli sendiri dave? sampai harus menyuruh keysa datang untuk membawakanmu makan." Hardik Lia menatap tajam putranya, Sudah dave duga jika mamanya akan memarahinya.
Dave hanya menatap datar keysa, namun yang ditatap hanya tersenyum tanpa dosa.
" emang kenapa sih ma? lagian dave juga kangen sama key." ucap nya santai lalu mendudukan bokongnya di samping Rangga.
" Tapi gak berdua di apartemen juga dong dave, nanti kalau kalian khilaf bagaimana, kalian ini laki laki sama perempuan, tidak menutup kemungkinan jika kalian bisa khilaf." omel Lia, Keysa yang merasa tersendir pun menggaru keningnya yang tidak gatal.
" Udah khilaf juga." ucap dave ngasal dan cuek.
__ADS_1
Lia dan Rangga yang mendengar jawaban dave membulatkan matanya, bahkan dengan tega Rangga menabok keras bahu putranya.
" Jangan bercanda kamu dave." hardik Rangga menatap tajam putranya.
" Canda doang paa, khilafnya cuma cium pipi gak lebih." ucap dave sedikit berbohong.
" Yang bener kamu?" tanya Lia dengan memincingkan matanya, kini ia dan keysa sudah duduk di depan Rangga dan dave.
" Tanya aja sama key kalau gak percaya." jawab Dave yang tak mau ambil pusing.
Lia menatap keysa, keysa hanya mengangguk malu.
" Kalaupun lebih juga tak masalah." celetuk Rangga membuat dave dan keysa menatap Rangga.
" Iya juga ya paa, dengan begitu kita bisa langsung menikahkan mereka dan kita segera punya cucu." ucap Lia mendukung suaminya.
Dave dan keysa semakin membulatkan matanya mendengar ucapan ceplos Lia.
" Mama apaan sihh!!! Kita akan menikah dulu baru begituan." kesal dave, ia malu pada keysa karena tidak menyangka mama dan papanya bisa bicara ceplas ceplos, padahal tadi mereka ngomel ngomel.
" Ya sudah kalau begitu tidak usah pacaran lama lama, langsung saja kita kerumah keysa untuk melamarnya." ucap Lia santai.
Lia menatap keysa seakan meminta persetujuan.
" Gimana key? kamu mau gak nikah sama dave?" tanya lia memegang kedua tangan keysa.
" Haaa? k-keysa terserah sama mas dave aja tan." jawab keysa menunduk malu.
" Tuh dave kamu denger sendiri kan? tunggu apa lagi coba?" desak lia membuat dave mendengus sebal.
" Mama sama papa tenang aja, nanti dave cari wktu yang tepat buat lamar key, dave gak mau asal lamar aja."
" Ya sudah kalau gitu, mama tunggu kabar baik dari kamu." ucap lia.
" Ayo pa kita pulang." sambung lia membuat dave melongo.
" Lah tujuan kalian kesini tadi ngapain?" tanya dave greget sendiri.
" Gak ngapa ngapain, cuma pengen aja, yuk pa." ucap lia menggandeng tangan suaminya.
" Mamamu gabut dirumah makanya pengen kesini gangguin kamu." ucap Rangga terkekeh lalu melangkahkan kakinya keluar apartemen dave.
Dave hanya geleng geleng kepala melihat tingkah aneh kedua orang tuanya.
Ia menatap keysa yang sepertinya masih canggung dengannya.
" Gak usah dianggap serius ucapan mama, aku bakal nunggu kamu siap dulu." ucap dave, ia mengerti jika keysa belum siap menikah, jawabannya tadi hanya tidak ingin membuat kedua orang tuanya kecewa.
" Aku terserah mas dave aja, insya allah key siap kok." ucap keysa tersenyum manis.
" Sungguh? kamu mau nikah sama aku?" tanya dave berbinar, keysa mengangguk iya.
" Aku akan cari waktu yang tepat buat ngelamar kamu." ucap dave lalu memeluk erat keysa.
.
.
.
🍋🍋🍋🍋
🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1