CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
33.


__ADS_3

Dave dan Aris sudah berangkat ke luar kota untuk melakukan perjalan bisnis.


Keysa diizinkan libur untuk membantu bundanya untuk menyiapkan segala keperluan untuk acara nanti malam.


Keysa dan Dewi pergi ke supermarket untuk membeli bahan bahan yang akan mereka olah.


Mereka juga berencana akan membuat kue dan beberapa aneka dessert.


Keysa dan dewi berpencar untuk mencari bahan bahan yang mereka perlukan agar cepat selesei.


Saat keysa sedang memilih buah buahan ada seseorang yang menyapanya dan menepuk pundaknya dari belakang.


" Keysa." sapa orang itu membuat keysa sedikit kaget.


ia berbalik badan dan sedikit terkejut saat tau orang yang tengah menyapanya.


" eehh Verel... cari apa?" tanya keysa ramah.


" Ohh,, ini disuruh mama buat beli buah buahan." jawab Verel sambil memperlihatkan buah yang ia bawa.


" Kamu sendiri cari apa?" tanya balik verel.


" Ini." tunjuknya pada trolli.


" Belanja bulanan?" tanya verel dibalas gelengan keyssa.


" Terus?"


Belum sempat keysa menjawab bunda keysa menghampirinya.


" Sudah key?" tanya dewi, ia juga menatap laki laki yang sedang berbicara dengan putrinya ini.


" Sudah kok bun." jawab keysa.


" Temen kamu?" tanya dewi diangguki keysa.


" Dia Verel, sepupu Vita bunda." jawab keysa.


" perkenalkan nama saya verel tante." ucap verel mengulurkan tangannya.


" Nama tante dewi." balas dewi menerima uluran tangan verel.


" Kalau sudah ayo pulang key, kita harus cepat memasak, karena bukan cuma satu atau dua menu saja yang kita masak entar." ucap Dewi.


" Iya bunda." jawab keysa,


" Gue duluan yaa." sambungnya menatap verel.


" Ohh oke,, hati hati dijalan." jawab verel tersenyum manis.


Ia terus saja memperhatikan keysa dari jauh, ia tersenyum manis lalu melanjutkan memilih buah yang dipesan mamanya.


Mobil yang dikendarai keysa sudah sampai perkarangan rumahnya, ia turun dan membawa seluruh belanjaannya bersama sang bunda.


Padahal hanya memasak untuk beberapa orang saja, namun mereka belanja sungguh banyak sekali hingga keysa menggerutu kesal.


" Padahal yang kesini cuma kedua orang tua dave dan kak julian loh bund, kenapa harus banyak gini sih belanjanya?" gerutu keysa saat menaruh belanjaannya diatas meja dapur.


" Sisanya bisa buat stok key." jawab dewi lalu menaruh beberapa barang kedalam lemari pendingin.


Mereka akhirnya memulai membuat beberapa macam menu makanan dan dessert.


Lama bergulat dengan dapur tak terasa waktu sudah memasuki sore hari.


Dilihatnya jam di dinding menunjukkan waktu pukul 4 sore.

__ADS_1


Keysa segera menyeleseikan pekerjaannya setelah itu membersihkan diri.


" Bunda... tugas key udah selesei, key mandi dulu ya." ucap keysa diangguki dewi.


" Nanti setelah mandi kamu ke kamar bunda ya, bantu bunda bersiap." jawab dewi diangguki keysa.


Keysa berjalan menuju kamarnya dan berpapasan dengan adiknya kenan yang baru saja pulang sekolah.


" Ini jam berapa? kenapa baru pulang?" tanya keysa dingin dengan tangannya bersendekap dada.


" Ada pelajaran tambahan kak." jawabnya menunduk.


" Lu kenapa ken? gak biasanya kek gini?" tanya keysa mendongkkan wajah kenan, dia terkejut saat melihat wajah kenan yang babak belur


" Siapa yang ngelakuin?" tanya keysa datar.


" Haa?"


" SIAPA YANG NGELAKUIN." bentak keysa hingga kenan terkesiap.


Ia paling benci jika salah satu anggota keluarganya terluka atau tersakiti.


" G-gue habis di hajar preman tadi." lirih kenan menunduk.


jujur ia takut melihat kakaknya yang dalam mode garang kayak gini.


" ada apa ini key, kenapa kamu membentak kenan." tanya dewi menghapiri keysa dan kenan.


ia mendengar bentakan keysa lalu menghampiri keduanya.


" Bunda lihat wajah kenan." ucap keysa menunjuk kenan yng sedari tadi menunduk.


Dewi mendongakkan wajah kenan dan terkejut melihat wajah putranya babak belur.


" Ini gapapa kok bunda, bunda jangan khawatir." ucap kenan menenangkan.


" Gapapa gimna? orang kamu babak belur kayak gini, ikut bunda." ucap dewi menarik tangn kenan dan mengobati lula kenan.


Keysa yang berniat ingin membersihkan diri diurungkan dan memilih mengikuti kenan dan bundanya.


" Kamu kenapa bisa jadi kayak gini? cerita sama bunda?" tanya dewi sambil mengompres wajah lebam kenan dengan aur dingin.


" Kenan dikeroyok sama preman bunda." jawabnya dengan suara pelan.


" Kok bisa?" sahut keysa.


" Gue juga gak tau kak, tiba tiba aja para preman itu ngeroyok gue." jawab kenan sambil menahan perih pada wajahnya.


" Apa yang mereka mau dari lo? biasanya juga lo jago berantem? jujur sama kakak, ada apa sebenarnya?" desak keysa.


Ia tahu kalau saat ini kenan sedang berbohong padanya.


" Nanti aja ya kak aku ceritanya, mending sekarang kakak sama bunda bersiap aja, bukannya kedua orang tua kak dave akan kemari?" ucap kenan mengalihkan pembicaraan.


" oke, gue tagih setelah acara selesei." jawab keysa datar lalu berjalan menuju kamarnya.


Kenan menghembuskan napasnya kasar, ia tahu kakaknya jika sedang marah.


" Kamu juga mandi sana dan bersiap." ucap dewi diangguki kenan.


" Makasih bunda." ucap kenan mencium pipi bundanya, dewi mengangguk dan tersenyum.


Kenan masuk kedalam kamarnya dan melepar asal tasnya.


ia memegang sudut bibirnya yang terasa perih, ia tersenyum kecut saat mengingat dirinya dihajar oleh para preman tadi.

__ADS_1


Flashback....


Sepulang sekolah kenan ingin langsung pulang karena dirumahnya akan ada acara penting.


Awalnya teman temannya mengajaknya untuk berkumpul tapi dirinya tidak bisa karena ada acara penting untuk kakaknya.


jadilah dia kenan sendiri yang tidak ikut berkumpul.


Namun sebelum pulang ia berniat untuk membeli barang keperluannya, tapi tak disangka justru ia dihadang oleh beberapa orang yang berdandan seperti preman.


Kenan turun dan membuka helm full face nya.


" Cih hanya anak ingusan saja sudah berani deketin Vita." ucap salah satu orang itu.


" Vita? maksud lo apa bawa bawa Vita?" tanya kenan tak mengerti.


" Jangan pura pura beg0, gue tau lo sama vita sekarang lagi deket." ucapnya dengan marah.


" Siapa lo ikut campur urusan gue?" jawabnya dengan cuek.


" Gue Gio mantanya Vita." ucapnya menyebutkan namanya.


" Cuma mantan kan?" tanya kenan dengan tawa meledek.


" Lo cuma masa lalunya, tapi gue yang akan jadi masa depannya." ucap kenan dengan percaya dirinya.


Tawa Gio pecah dan memandang remeh kenan.


Dia hanya bocah ingusan tidak pantas bersanding dengan Vita. begitu pikirnya.


" Heee bocah, belajar dulu sono yang bener, dan jangan mimpi terlalu tinggi kalau Vita mau dengan bocah ingusan kayak lo." ucap gio meremehkan.


" Dan yang pantas dengan Vita itu lo? gitu maksud lo?" tanya kenan tersenyum remeh.


" Jelas dong, gue udah kerja, udah mapan udah cukup matang untuk meminng Vita." jawab gio dengan bangganya.


" Lo lupa kalau lo sendiri yang campakin Vita demi perempuan murahan itu?" ucap kenan membuat gio terdiam.


Ia ingat jika lelaki ini adalah lelaki yang di cafe waktu itu bersama Vita dan meninggalkan vita yang sedang menangis.


" Haalaahh banyak b4c0t lu... hajar dia." ucap gio pada anak buahnya.


5 lawan 1 sudah bisa dipastikan kenan akan kalah.


Namun sebelum itu kenan sudah mencoba melawan para preman itu, tapi dia tidak sanggup apalagi ilmu bela dirinya belum cukup menguasai.


Para preman itu menghajar kenan hingga kenan babak belur.


Hingga akhirnya kenan tergeletak tak berdaya diatas aspal, namun dia masih memiliki kesadarannya.


" ini peringatan buat lo, jauhi Vita atau lo akan mendapatkan lebih parah dari ini." ucap gio lalu pergi dengan para preman itu.


Kenan mencoba bangkit namun badanya terasa remuk, dengan sisa tenaga yang ada akhirnya dia memilih untuk pulang kerumahnya.


Flashback off..


.


.


.


.


🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2