
Hari ini adalah hari minggu dimana Keysa dan teman kantornya akan menghabiskan waktu dengan jalan jalan.
Vita, Fanya, dan Rindi sudah sangat penasaran sejauh apa hubungan Keysa dan Dave atasannya itu.
Karena mereka juga melihat perubahan pada diri dave yang dia akan Cuek dan dingin kepada karyawan lain tapi tidak jika dengan keysa.
Ditambah lagi pembelaan dave saat keysa terluka dipantry waktu itu.
Ingin sekali mereka menanyakannya disaat jam makan siang, namun akhir akhir ini dave sering mengajak keysa makan diluar ketimbang dikantin.
Jadilah mereka mengajak keysa keluar pada hari minggu.
Kini mereka tengah berada disebuah caffe, mereka memesan makanan dan minuman sambil menunggu orang yang akan menjadi topik pembicaraannya nanti.
Tak berselang lama orang yang ditunggu akhirnya menampakkan batang hidungnya.
" Keeeyyy disini...." teriak Vita melambaikan tangannya.
Keysa yang melihat keberadaan teman temannya pun segera menghampirinya.
" Maaf gue telat karena bantuin bunda dulu tadi." ucap keysa mendudukkan bokongnya disamping Rindi.
" Gpp,, santai aja lagi." jawab Vita.
" Lu mau pesen apa biar gue pesenin?." tanya Vitaa.
" Jus alpukat aja dech." jawab keysa diangguki vita.
" MBAAKK JUS ALPUKATNYA 1." teriak Vita saat mbak² pelayang itu tengah mencatat pesanan segrombolan cowo yang juga nongkrong disitu.
Mendengar teriakan vita seketika semua pengunjung menoleh kepadanya begitupun segrombolan cowo itu.
Sedangkan mbak pelayan hanya mengancungkan jari jempolnya saja.
" Lu gilaaa apa vit, kita jadi pusat perhatian pengunjung caffe b*go.." kesal Fanya menoyor kepala vita.
" Kelamaan kalau harus nunggu mbak pelayan selesei nyatet pesenan para buaya, lu gak lihat apa tuh para buaya gencar banget godain mbak pelayan." jawab Vita sambil menunjuk segrombolan cowok dengan dagunya.
Mereka semua menoleh kearah cowo cowo itu, dan benar saja mereka masih asik menggoda mbak pelayan itu, hingga mbak pelayannya terlihat sangat kesal.
Kalau dilihat dari penampilannya, Keysa yakin jika mereka segrombolan anak SMA.
Mata keysa membulat saat melihat wajah adiknya kenan berada disalah satu mereka.
" WOEEYY PARA KADAL BUAYA.. CEPETAN DONG KALAU MAU PESEN, KALIAN PIKIR CUMA KALIAN YANG MAU MAKAN?" semprot Vita menatap sinis para cowo dan tidak memperdulikan tatapan para pengunjung yang terganggu dengan teriakannya.
Salah satu cowok berdiri dan menghampiri mejanya.
" Kakak... lu ngapain disini?" tanya kenan pada keysa saat berada disamping mejanya.
" Mungutin putung rokok." jawab keysa asal dan memutar bola matanya malas.
" Lu lagi di caffe oon, ngapain juga mungutin putung rokok." ucap kenan polos.
" Lu ngapain di caffe?" tanya keysa jengah.
" Ya nongkrong sambil makan lah, ngapain lagi." jawab kenan jengah.
" Nah, itu lo tau, ngapain tanya lagi." ucap keysa menatap adiknya malas.
Kenan hanya nyengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, entah kenapa dia jadi lola.
__ADS_1
" Dan lo mbak tante.. tolong gak usah teriak, suara cempreng lo bikin ganggu para pengunjung tau gak." ucap kenan menatap kesal Vita.
" Lo panggil gue apa barusan, coba lo ulang." jawab vita membulatkan matanya menatap geram kenan.
" Mbak tante.. emang kenapa? emang dandanan lo mirip kek tante tante." jawab kenan enteng.
" Lu jadi cowo kurang ajar banget yaa." geram vita menabok keras lengan kenan hingga kenan mengaduh sakit.
Teman teman kenan hanya tertawa cekikikan melihatnya.
Sedangkan keysa, fanya dan rindi sudah tertawa ngakak.
" Kak temen lu buas banget dahh, sakit ih tabokannya." adu kenan pada keysa.
" Salah lo sendiri panggil dia kek gitu." ucap keysa menyedot jus alpukatnya.
" Lu kalau cari temen yang modelannya bagusan dikit dong kak, masa kayak gini lo jadiin temen." ucap kenan menatap kesal keysa.
plaaakkk..plaaaakk.plaaakk..
Vita memukul bahu kenan 3x hingga kenan memekik sakit.
" Uhhh.. triple kill." ucap keysa mengusap bahunya sendiri.
" Sekali lagi lu ngomong jelek tentang gue, gue pastiin gigi lu rontok semua." ancam vita mengepalkan tangannya di depan wajah kenan.
" Lu cewek atau samson sih? tenaga lo kuat banget, dasar mbak tante." kesal kenan langsung pergi meninggalkan meja Keysa.
" Lu gpp ken?" tanya salah satu teman kenan saat kenan sudah mendaratkan bokongnya dikursi.
" Sakit g*blok.. tabokan dia kuat banget, gue yakin bahu gue sekarang ada cap tangan dia." ucap kenan mengusap bahunya.
" Tuh tadi adek lo key?" tanya vita yang sudah menormalkan emosinya.
" Santai aja kali, gue juga minta maaf udah nabok adek lo." ucap vita merasa tidak enak dengan keysa.
" Gpp, dia pantes digituin" jawab keysa tertawa kecil.
" Key, jadi gimana?" tanya vita yang sudah menompang dagunya begitu juga dengan fanya dan rindi yang sudah siap memasang telinga mereka.
" Apanya?" jawab keysa mengernyitkan dahinya.
" ckk.. lo sama pak dave, udah sampai mana hubungan kalian." ucap Vita.
" Hubungan gue sama pak dave ya hanya sebagai atasan dan sekertaris, emang ada hubungan apa lagi?" jawab keysa tak mengerti arah pembicaraan teman temannya ini.
" Lo sering diajak makan siang keluar, pak dave juga kalau sama lo beda banget, apa lo gak ngerasa itu." tanya Fanya.
" Gue ngerasa sih, tapi gue gak mau ambil kesimpulan kalau pak dave suka sama gue, dilihat dari orangnya dia punya selera yang tinggi, sedangkan kalian tau kalau gue cuma gini gini aja." jawab keysa
" Gini gini aja gimana? lo itu cantik meski tanpa make up, cantik lo natural, kulit lo juga putih bersih, lu juga pinter, kerjaan lo juga baik, kalau gue pribadi menilai fisik lo hampir mendekati kata sempurna." ucap Rindi panjang lebar.
" Lo apaan sih bikin gue malu aja, jangan puji gue nnti gue bisa lupa diri." ucap keysa yang wajahnya sudah memerah.
" tapi meskipun begitu gue tetep gak mau ambil kesimpulan kalau pak dave suka ma gue, biarain lah dia seperti itu ma gue, jadi gue bisa nyaman kerja ma dia." ucap keysa sambil memakan kentang gorengnya.
" Lo gak ada rasa sama pak dave?" tanya Vita dan keysa menggeleng.
" Gue gak bisa berharap lebih sama pak dave, takut sakit hati jika hanya gue yang menaruh rasa." ucap keysa mengaduk jus alpukatnya.
Semuanya pun mengangguk mengerti, pasalnya selama mereka bekerja di perusahaan itu tidak pernah sekalipun dave membawa seorang wanita semenjak kandasnya hubungan dave dengan bella saat itu.
__ADS_1
Dan semua juga tahu jika perubahan wajah dingin dave itu semata karena bella yang tidak mau dinikahinya namun hanya keysa yang belum mengatahui ini semua, temannya pun tidak berniat menceritakannya, biarlah nanti dave sendiri yang bercerita jika memang dave mempunyai rasa pada keysa.
Dimeja lain kenan menatap meja sang kakak yang tengah asik mengobrol dengan temannya.
Namun matanya menatap wajah cantik vita yang sedang tertawa bersama yang lain, kenan mengulas senyum manisnya, dan itu tak luput dari penglihatan teman temannya.
" Kenapa lo senyum gitu? naksir lo sama mbak mbak itu." tanya abdi teman kenan.
" Sialan lo,, gak lah, mana mungkin gue suka sama mbak tante." elak kenann salah tingkah karena ketauan sedang memperhatikan vita.
" Heleehhhh,,, banyak cewe disekolah cantik cantik lo tolakin semua, dan juga lo kagak pernah senyum kek gitu saat lihat cewek." ucap Mario.
" Ck... gue lagi lihat kakak gue, bukan lihatin mbak tante itu." ucap kenan masih mengelak.
" Terserah lo lah, awas aja jika suatu saat nanti lo jatuh cinta sama dia." ancam Mario.
Hari semakin sore, akhirnya keysa dan teman temannya memutuskan untuk pulang, namun sebelum keluar keysa menghampiri meja adek dan teman temannya diikuti vita, fanya dan rindi.
" Lu gak pulang ken? tanya keysa saat disamping adeknya.
" iyaa ini mau pulang kak, lu bawa mobil gak tadi?" tanya kenan
" Gakk.. tadi gue naik taksi." jawab keysa.
" Bareng gue aja kalau gitu naik motor." ucap kenan diangguki keysa.
" Kak, gak mau kenalin temen temen kakak ini?" tanya kevin dengan jiwa playboynya.
"maaf gue gak mau kenalan sama berondong buaya kek kalian." sinis Vita.
" ya elah kak, darimana kakak tau kalau kita buaya? kita mah cowo baik baik kali." ucap kevin diangguki semuanya, hanya kenan yang diam dan hanya menatap wajah vita.
" Udah kelihatan dari tampang kalian yang jauh dari kata baik." jawab Vita judes.
" jangan menilai orang dari luarnya aja, kenali dulu orang itu baru mbak tante bisa menilainya." sahut kenan yang sedari tadi hanya memandang wajah vita.
" Lu sama aja kadal." jawab vita menatap tajam kenan.
" Dahlah key kalau gitu kita semua balik dulu, lo hati hati aja sama tuh kadal buaya." ucap vita yang membuat kenan membulatkan matanya menatap sinis vita.
" Kalian juga hati hati dijalan." jawab keysa diangguki vita dan yang lain.
Akhirnya mereka semua sepakat untuk pulang juga.
Keysa dan kenan pulang bersama menaiki motor.
Motor sport itu dikendarai kenan sangat pelan, karena keysa tidak memakai helm.
Keysa melingkarkan tangannya diperut kenan, kenan juga memegang lembut punggung tangan keysa.
yaa jika dilihat mereka seperti orang berpacaran padahal mereka hanya adek kakak.
tak jauh dari motor yang dikendarai kenan dan keysa ada sebuah mobil yang memperhatikannya.
" Ternyata sedah punya pacar." ucap Dave tersenyum kecut.
.
.
.
__ADS_1
.
.