
" Gimana hari pertamamu kerja? kamu gak buat masalah kan?" tanya Dewi.
Mereka semua kini tengah menikmati waktu santainya setelah makan malam.
Mereka mengobrol santai dengan Dewi duduk di sofa bersandar pada Aris suaminya.
sedangkan keysa tengah berbaring disofa memainkan ponselnya dengan berbantalkan paha kenan yang tengah bermain game.
Keysa pun menoleh ke arah mamanya." lancar kok bund, gak ada masalah apapun." jawab keysa.
Tiba tiba keysa bangun dan membuat ponsel kenan terjatuh.
" GAME GUEE." pekik Kenan menatap ponselnya yang tergeletak di lantai.
" Lu kalau bangun bilang dong kak, game over kan tuh permainan gue, mana mau menang lagi." ucap kenan menatap kesal sang kakak..
" Sorry gue reflex tadi." jawab keysa nyengir.
" Oh ya bund, yah..ken.. Kalian tau gak key di tempatkan dibagian apa?" ucap keysa
" Pemasaran kan? katanya kamu bilang diterima dibagian itu." jawab Dewi.
" Awalnya gitu bund... ehh pas aku tanya ruangan sama managernya, aku mslah di pindah jadi sekertaris CEO." jawab keysa yang kesal mengingat CEO nya yang sikapnya terlalu dingin namun ganteng.
" HAAAAAA????" kaget Dewi, Aris dan Kenan yang membuat keysa menutup telinganya.
" Jangan bercanda lo kak." ucap kenan menoleh ke arah kakaknya.
" Gue kagak bercanda b*go, gue seriusan. Katanya gue ngegantiin sekertaris sebelumnya yang tiba tiba resign." jawab keysa.
" Terus bos kamu gimana? cakep gak?" ucap Dewi yang mendapat lirikan sinis dari suaminya.
" Ganteng sih bund.. ganteng banget malah, tapi sikapnya itu loh kek kulkas 10 pintu, Dingin banget."
" Mama tau idol k-pop Suga BTS sama DO exo gak ?" tanya keysa.
" yang kamu kasih tau waktu itu kan?" tnya Dewi sambil mengingat nama yang disebutkan keysa tadi, karena bagi Dewi wajah orang korea susah dihapal menurutnya sama semua.
" iyaa.. yang waktu itu aku kasih tau sama bunda. Nah kek gitu wajah atasan key, Dingin plus datar." ucap key sambil memakan puding didepannya.
" Orang seperti itu mungkin dulunya ada masalah yang menyebabkan dirinya menjadi dingin dan datar, tapi gimanapun sikapnya, kamu harus sabar, bekerjalah yang benar, minimalkan kesalahan dalam bekerja." nasehat Aris.
" Iyaa yaahh.. tapi kayaknya key akan sering lembur deh yah, bund. Karena tugas key kemanapun pak dave pergi aku harus ikut." jawab keysa.
__ADS_1
" papa mengerti bagaimana kerja sekertaris, asal kamu bisa menjaga diri dan kesehatan kamu." jawab Aris.
" Lo gak naksir sama atasan lo kak?" tanya kenan.
" Ogaaahhh... ganteng doang punya sikap dingin banget, gak kebayang deh kalau pacaran sama dia mungkin gue akan selalu siaga jaket bulu." jawab keysa membayangkan dirinya pacaran dengan dave, sedetik kemudian dia bergidik ngeri.
" jangan sok kecantikan lu, gue doain lu kecantol sama bos dingin lo itu." ucap kenan melihat kakaknya yang nampak bergidik.
" Jangan sampe, jangan sampe." ucap keysa mengetok meja dan kepalanya bergantian.
" Sudah..sudah.. sekarang kalian pergi tidur, ini sudah malam, kalian besok masih harus sekolah dan bekerja." lerai Dewi
" Ya udah kalau gitu key ke atas dulu bund..yaah." pamit keysa mencium pipi kedu orang tuanya.
" Iyaa sayang selamat malam."
" Kenan juga bund..yaahh. mau ke kamar dulu." ucap kenan yang juga mencium kedua pipi orang tuanya.
" Kamu tidur jangan maen game mulu, kalau sampai nilai kamu anjlok mama sita ponsel kamu." ucap Dewi.
" Iyaa bund.. ngancem mulu dah." gerutu kenan dan mendapat plototan dari sang bunda.
Akhirnya kenan berlari menuju kamarnya sebelum sang mama benar benar akan berkhotbah.
Disisi lain Dave baru saja tiba di kediamannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 wib tapi rumahnya sudah sepi.
Dave baru tiba karena dia dan julian mampir dulu ke restouran untuk mengisi perut mereka yang lapar.
Dave melihat sekeliling tidak menemukan kedua orang tuanya. karena biasanya jam segini orang tuanya masih bersantai menonton tv.
Mungkin sudah tidur begitu pikirnya.
Akhirnya dave melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Dave melepas sepatu dan pakainnya setelah itu pergi mandi.
tak butuh waktu lama dave selesei mandi dan membaringkan tubuhnya di ranjang king size nya.
toookk..tookk..tookk..
Terdengar suara ketukan pintu, lantas dave segera membukanya.
__ADS_1
" Ada apa bii ?" tanya dave.
" Apa tuan muda perlu disiapkan makan malam? biar bibi hangatkan makanannya." tanya sang bibi.
" Tidak usah bi, saya sudah makan diluar tadi." jawab dave sedikit tersenyum.
" Baiklah kalau begitu bibi permisi dulu tuan." pamit sang bibi.
" tunggu bi, mama sama papa kemana? apa mereka sudah tidur?"
" nyonya sama tuan besar keluar mengahadiri undangan rekan bisnis nyonya tuan." jawab bibi
" Ya sudah bibi istirahatlah." ucap dave setelah mendengar jawaban sang bibi.
" Baik tuan muda, bibi permisi dulu." ucap sang bibi dibalas anggukan dave.
Dave menutup kembali pintu kamarnya dan merebahkan kembali tubuhnya.
Matanya menatap sendu langit langit kamarnya.
Dia mengingat Bella yang telah meninggalkannya demi karirnya sebagai model.
" Apa karir mu lebih penting bel?" gumam dave.
" kenapa aku belum bisa melupakanmu. kau cinta pertamaku dan kau pula yang menorehkan luka padaku.
" Kalau tau ditinggalkanmu sesakit ini, mungkin dulu ku tak akan jatuh cinta padamu."
Dave bangun dan memposisikan dirinya duduk bersila.
" Benar apa kata julian, gue gak boleh seperti ini terus, wanita bukan hanya bella, mungkin ini cara Tuhan menunjukkan kalau bella bukan jodohku." ucapnya pada diri sendiri.
" Gue harus move on. gue pasti bisa dapetin wanita yang jauh lebih baik dari bella." semangatnya
Entah kenapa justru bayangan keysa muncul dalam benakknya.
" haiisstt.. kenapa wajah sekertaris itu yang muncul sih?" gerutu dave pada dirinya.
" Tapi bukannya tadi julian izin untuk menyukainya?"
" Masa iya gue harus nikung abang sendiri."
Dave yang berperang dengan pikirannya sendiri akhirnya memilih untuk tidur, berharap hari esok dia akan lebih segar dari biasanya.
__ADS_1