CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
29.


__ADS_3

🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞


SKIP AJA BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR. 🙏🏻🙏🏻


"Kakak mau kemana?" tanya kevin saat melihat bella berdiri.


" kamu tunggu sebentar kakak mau kesana dulu." ucap bella lalu menghampiri meja dave.


Bella berjalan dengan anggun dengan wajah yang tertutup masker.


" Dave.." sapa Bella saat sampai di meja dave.


Dave mengernyit saat ada wanita yang tidak dikenalnya menghampiri mejanya.


Keysa juga sama penasarannya dengan wanita di hadapannya ini.


Tau kebingungan dave, bella melepas masker yang melekat diwajahnya.


" Haiii.." ucap bella tersenyum manis.


Dave membulatkan matanya saat tahu wanita dihadapannya ini adalan mantan kekasihnya.


Keysa juga tahu betul siapa wanita di hadapannya ini, model sekaligus mantan dave.


Ya dave pernah memperlihatkan foto bella yang masih tersimpan di kamar apartemennya namun setelah itu dia merobek dan membuang segala hal tentang bella.


" Kamu apa kabar dave?" tanya bella lalu mengambil tempat duduk disamping dave.


Keysa yang melihat itu seakan ada percikan api yang siap membakar dirinya.


Dave yang melihat raut wajah keysa pun menggeser tempat duduknya.


" Sangat baik." jawab dave datar.


Keysa cukup sedikit lega atas respond yang diberikan dave pada bella.


Namun jujur, mungkin baginya terlalu cepat untuk masuk dalam situasi seperti ini.


" Oh yaa, ini siapa?" tanya bella menatap keysa.


" Calon istriku." jawab dave seadanya.


Bella membulatkan matanya tidak percaya, bagaimana seorang dave memilih wanita yang seperti ini? begitu pikir bella.


" Hahahaha.. kamu gak usah bercanda deh dave, mana mungkin kamu punya calon istri yang penampilannya seperti ini?" ucap bella tertawa dan menatap remeh keysa.


" Emang kenapa dengan penampilan saya?" tanya keysa datar, dan masih mencoba untuk bersabar.


" Kampungan, dan tidak cocok bersanding dengan dave." jawab bella memandang sinis keysa.


" Lantas dengan siapa dave cocok untuk bersanding? apa dengan anda? haah.. apa anda tidak malu setelah mencampakkan dave dan menolak lamarannya sekarang anda malah datang seolah tidak pernah berbuat salah? kurasa anda orang pintar dan terhormat jadi seharusnya anda bisa tau diri." ucap keysa datar namun ucapannya mampu menusuk relung hati bella.


" Lo..." geram bella menunuk keysa.


" Kenapa? apa ucapan saya benar? dan apa anda kembali kesini ingin merebut dave dari saya? kalau iya,, silahkan jika dave mau kembali dengan anda." ucap keysa menantang bella.


" Akan gue rebut dave dari elo." geram bella lalu pergi kembali ke mejanya dan menyeret kevin pulang.


Keysa menghembuskan napasnya kasar, ia tidak menyangka jika hari ini hari yang sangat buruk baginya dan tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini dari mantan dave.


" Are you ok ?" tanya dave memegang lembut tangan keysa, keysa tersenyum dan mengangguk.


Dave memang sedari hanya diam dan menyaksikan dua wanita yang sedang adu mulut karena dave yakin keysa mampu melawan bella, dan benar saja setiap ucapan keysa mampu menusuk relung hati bella.


" Kita kembali ke kantor." ucap keysa datar, ia berdiri mengambil tas dan jalan terlebih dulu menuju mobil dave.


Dave tau jika kekasihnya itu sedang dilanda cemburu, namun bukannya takut justru dia tersenyum senang karena itu berarti keysa benar benar cinta padanya.

__ADS_1


Dave mengejar keysa yang sudah duduk manis di mobilnya, ia masuk dan duduk dibelakang kemudi setelah itu melajukan mobilnya kembali ke kantor.


Tak ada percakapan di dalam mobil, keysa hanya diam dan menghadap luar jendela, begitupun dengan dave, ia fokus menyetir dan membiarkan keysa.


Sesampainya di kantor keysa dan dave langsung menuju lantai atas tempat kerja mereka.


Saat keysa hendak duduk di kursi kerjanya, dave menarik tangan keysa kedalam ruangannya dan menguncinya.


" Kamu kenapa sih mas main tarik aja." kesal keysa karena dave menarik paksa tangan keysa meskipun tidak kuat, karena dave cukup waras utuk tidak menyakiti tangan keysa.


Dave duduk lalu menarik keysa agar duduk dipangkuannya.


" MASSS." teriak keysa kaget.


" Mas ini kantor, lepas ih." ucap keysa memberontak ingin turun, namun tangan dave lebih kuat untuk menahannya.


" Jangan bergerak sayang, atau yang bawah akan bangun." ucap deve dengan suara berat.


Keysa yang mendengar ucapan dan suara berat dave langsung mematung seketika, dia tidak bodoh mengartikan ucapan dave.


" M-makanya kamu turunin aku mas, kerjaan aku masih banyak." jawab keysa mulai gugup.


" Aku gak mau kamu ngambek dan diami aku kayak gini." ucap dave tepat ditelinga keysa hingga membuat keysa merinding.


" Geli iih mas.." seru keysa mendorong pelan wajah dave.


" Aku gak ngambek sama kamu mas, aku cuma kesel aja sama mantan kamu seenaknya ngatain penampilan aku kampungan." sambungnya dengan wajah cemberut.


" Tapi aku seneng kamu cemburu, itu artinya kamu beneran cinta sama aku." ucap dave tersenyum manis.


" Emang aku cemburu?" tanya keysa dengan menggoda.


" Emang kamu gak cemburu?" tanya balik dave dan dibalas gelengan oleh keysa.


" Ya udah kalau gitu aku balikan aja sama bella." ucap dave berharap keysa merajuk padanya.


" Kok gpp sih sayang, kamu beneran gak cemburu sama bella?" tanya dave memastikan.


" Aku cemburu sayang, tapi kalau kamu mau balik sama bella aku gak ngelarang, aku kan sebatas pacar kamu, kamu yang akan jadi imam nanti jadi aku tidak melarang kamu memilih wanita yang tepat menurutmu.


Aku gak bisa melarangmu untuk memilih, dan aku juga tidak bisa mempertahankan laki laki yang hatinya bukan untuk aku.


Sakit... tapi itu lebih baik dari pada harus meneruskan sebuah hubungan yang hatinya tidak ada untuk aku." ucap keysa membuat dave terharu.


" Aku gak akan melepaskan kamu, aku gak peduli jika bella kembali, asal satu, kamu harus percaya sama aku apapun yang terjadi, aku memilihmu dan akan segera melamar kamu." jawab dave mengeratkan pelukannya.


Keysa tersenyum manis mendengar ucapan dave.


Dia cemburu, sangat cemburu namun dia berpikir realistis jika suatu saat dave kembali dengan bella dan mencampakkannya.


Seenggaknya dia pernah merasa sangat dicintai oleh dave, dan melihat dave bahagia adalah kebahagiaan tersendiri untuknya meskipun bukan bersamanya.


Bulsh*t memang, tapi setidaknya keysa belajar dari masa lalu.


Keysa menundukkan kepanya dan mencium sekilas bibir dave sebelum beranjak turun dan kembali ke meja kerjanya.


Dave yang mendapat kecupan itu menahan tengkuk keysa dan m3lum4t lembut bibir keysa.


Keysa yang awalnya memberontak ikut hanyut dalam sentuhan lembut bibir dave.


Ciuman itu semakin panas hingga turun ke leher jenjang keysa, namun dave tidak meninggalkan jejaknya disana karena dia masih cukup waras.


Dua kacing kemeja keysa terbuka memperlihatkan d4d4 putih milik keysa.


Dave yang gairahnya sudah memuncak dan tidak bisa berpikir waras menggendong keysa ke kamar pribadinya tanpa melepas ciuman mereka.


Begitupun dengan keysa, dia juga semakin hanyut dalam buaian dave.

__ADS_1


Dave menidurkan keysa di atar kasur king sizenya, lalu melahap habis bibir manis keysa.


ia membuka jaz kerja dan dasi yang melekat ditubuhnya.


Keysa memejamkan matanya kala tangan dave menelusup kedalam kemeja dan mengusap lembut perut ratanya hingga membuat keysa mendesah tertahan.


Tak sampai disitu tangan dave mencoba berani naik lebih keatas menyentuh dua gunung kembar milik keysa.


Keysa yang sebelumnya belum pernah merasakan hal ini tersentak kaget dan mencoba mengeluarkan tangan dave dari dalam kemejanya, ia takut jika dave akan kebablasan.


" Aku tidak akan berbuat lebih." bisik dave, mengerti akan pikiran keysa.


Kyesa kembali menikmati setiap sentuhan tangan dan bibir dave.


Dave membuka semua kancing kemeja keysa hingga menampakkan dua gunung kembar yang masih terbungkus br4.


ia berlama lama main dia arena itu, hingga membuat keysa sudah tidak tahan untuk menahan suara lucnutnya.


Tangan dave yang ingin mencoba menerobos kedalam rok keysa harus diurungkan karena suara dering ponsel milik dave mengganggunya.


Mau tak mau mereka harus menyudahi acara panas siang itu.


" Hallo." ucap dave ngegas tanpa melihat siapa yang menelponnya.


" Kamu kenapa dave kok marah marah?" tanya Lia mama dave.


Dave membulatkan matanya lalu melihat nama yang kini menelponnya.


" M-mama, ada apa maa?" tanya dave salah tingkah.


" Kamu kenapa marah marah hmm?"


" Gak kok ma, ada masalah sedikit, mama kenapa telpon?" tanya dave mengalihkan pembicaraan.


" Nanti ajak keysa kerumah yaa, mama kangen sama dia." ucap Lia.


" Itu aja ma?" tanya dave sedikit kesal.


" Iyaa lah., ya udah mama matiin dulu dan jangan lupa ajak keysa pulang kerumah." ucap lia lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Dave menggerutu kesal saat mamanya mematikan ponsel secara sepihak, diliriknya keysa yang sudah berpakaian rapi.


" Maafin aku yaa." ucap dave menunduk takut.


jujur ia khilaf dan takut jika keysa kecewa padanya.


" Kamu gak salah, kita sama sama mau kan." ucap keysa menenangkan dave.


" Tadi mama telpon dan nyuruh kamu ikut pulang kerumah aku." ucap dave dibalas anggukan keysa.


" Aku akan segera minta mama sama papa buat lamar kamu, aku udah gak tahan pengen unboxing kamu." bisik dave memeluk keysa.


" Aku tunggu lamaran kamu." ucap keysa mencium sekilas bibir dave lalu kembali ketempat kerjanya.


Dave menatap keysa dengan senyum mengembang.


Itu artinya keysa sudah siap menikah dengannya.


.


.


.


.


🔞🔞🔞🔞🔞🔞

__ADS_1


__ADS_2