CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
56.


__ADS_3

Hari pernikahan Keysa dan Dave semakin dekat, tak terasa tinggal seminggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahannya.


Tak banyak yang mereka lakukan selain menunggu hari itu tiba. Semua persiapan untuk pernikahan sudah di handle oleh Julian dan anak buah yang lainnya.


Gedung, Vendor, Catering, undangan dan lain hal sudah siap semuanya, tinggal menunggu pesta pernikahan itu dilakukan.


Keysa duduk sendiri di sebuah Caffe dengan di temani segelas jus Orange diatas meja, matanya menatap luar kaca melihat kendaraan yang berlalu lalang.


Sreekkk..


Tarikan kursi membuat Keysa mengalihkan pandangannya dan menatap seseorang yang baru saja duduk di depannya.


" Maaf membuatmu menunggu." Seorang wanita duduk setelah meletakkan tasnya di kursi sebelah.


" To the point saja, apa yang ingin kamu katakan." Keysa menatap seseorang di depannya ini dengan tatapan datar.


Sebelum pulang kerja ia mendapat pesan dari seseorang di depannya ini yang tak lain adalah Bella.


Bella mengajak Keysa bertemu di sebuah Caffe yang tak jauh dari tempat keysa bekerja.


Keysa terpaksa berbohong saat Dave ingin mengantarnya pulang, ia bilang pada Dave jika ia dan teman temannya ingin keluar bersama dan beruntung Dave mempercayainya.


" Aku disini untuk bicara baik baik denganmu key." ucap Bella membuat Keysa tertegun.


Bagaiamana tidak, Bella menyebut dirinya dengan kata Aku dan dengan nada bicara yang lembut. Keysa tidak akan luluh hanya karena cara bicara Bella yang lebih lembut, justru ia harus lebih berhati hati dengan wanita yang ada di hadapannya ini.


" Katakan saja, jangan berbelit." Keysa masih dengan datarnya membalas ucapan Bella.


" Aku tau kamu dan Dave saling mencintai, aku juga pernah berada di posisi kamu. Dave mencintaiku dan aku mencintainya. Dua tahun lebih bukan waktu yang singkat untuk melupakan seseorang yang kita cintai begitu saja. Memang aku dulu meninggalkannya dan memilih karirku dan aku akui dulu aku memang salah, tapi sekarang aku menyesal telah meninggalkannya dan membiarkannya menemukan cintanya yang baru." Bella berucap dengan mata berkaca kaca, Keysa bisa melihat kesungguhan dari setiap tutur kata Bella.


" Apa arti dari ucapanmu aku harus merelakan Dave kembali padamu?" Keysa masih menatap datar Bella yang mengangguk menjawab pertanyaannya.


Keysa tersenyum miring. " Kalau itu yang kau inginkan, dengan tegas aku menjawab TIDAK." ucap Keysa dengan penuh penekanan.


" Aku tidak akan meninggalkan Dave seperti kau meninggalkannya dulu, aku tidak akan membuat kesalahan yang sama seperti yang kau lakukan dulu, dan aku tidak akan menoreh luka yang pernah kau torehkan dulu." Keysa menatap Bella dengan penuh kebencian. Memohon sekalipun, keysa tidak akan merelakan Dave pada Bella.


" Apa kau bisa menjamin kebahagiaan Dave setelah aku meninggalkannya? apa kau yakin dia masih mencintaimu seperti dulu? Dan apa kau yakin dia akan bahagia setelah kembali padamu?.


Yang ada dia akan semakin terluka jika aku meninggalkannya, membuat dia semakin hancur bahkan lebih hancur dari yang kau lakukan dulu. Karena apa? karena kita saling mencintai dan hari pernikahan kita sudah di depan mata." ucap Keysa.


Keysa tidak mengerti kenapa wanita sekelas Bella sangatlah licik. Menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


" Ayolah Bella, kau adalah wanita, seharusnya kau mengerti perasaanku. Jika kau benar benar masih mencintai Dave, cukup doakan dia bahagia dengan pasangannya, ikhlaskan dia, dengan begitu kau akan menemukan kebahagiaanmu yang baru." Lanjutnya.


" Aku tau key, aku mengatakan ini karena aku yakin cinta Dave belum terlalu dalam untukmu. Hubungan kalian masih belum satu tahun dan aku yakin Dave masih mencintaiku." ucap Bella dengan percaya dirinya.

__ADS_1


Keysa tertawa rendah, ia tidak tau terbuat dari apa otak dan hati Bella. Mungkin saat pembagian hati dia absen menghadiri acara mode show.


" Kenapa kamu bisa seyakin itu Bel? Dave sangat mencintaiku, biarpun hubungan kita belum genap satu tahun tapi rasa sayang dan cinta Dave untukku tidak mungkin main main. Kau tau Dave orang seperti apa, dia tidak pernah main main dengan ucapannya dan perbuatannya." ucap Keysa menatap Bella dengan tatapan sinis.


" Karena kita pernah melakukan dosa yang seharusnya tidak kami lakukan." ucap Bella membuat Keysa sedikit tersentak.


Keysa terdiam menatap Bella dengan tatapan yang sulit di artikan, ia mencerna kata Dosa yang baru saja diucapkan oleh Bella.


Dosa? Dosa seperti apa?. Keysa menetralkan ekspresi wajahnya dan tertawa kecil.


" Kau yakin dengan ucapanmu?"


" Apa kamu tidak percaya? hubunganku dengan Dave berjalan dua tahun lebih, dan kita saling mencintai, tidakkah kau berpikir jika kita pernah melakukannya?" Bella tersenyum miring saat melihat raut wajah Keysa yang kembali berubah.


" Kalau begitu biarkan aku menjadi wanita yang selanjutnya melakukan hal itu dengan cara halal." ucap Keysa membuat Bella tidak berkutik.


Ternyata tidak mudah mempengaruhi wanita seperti keysa, bahkan dengan akal pun itu sangat sulit. Wanita ini tidak mudah mempercayainya begitu saja.


"Key..." Bella menggenggam tangan keysa, namun keysa menariknya.


" Sepertinya tidak ada lagi yang harus di bicarakan, aku pergi dulu." ucap Keysa lalu pergi meninggalkan Bella yang sedang menahan amarahnya.


Bella tidak menyangka jika rencananya gagal untuk membujuk Keysa melepaskan Dave.


" Siap siap pernikahan lo akan gagal keysa." gumam Bella menatap nyalang kedepan.


Keysa mengendarai mobilnya menuju apartemen Dave, tak terasa air matanya menetes begitu saja setelah pertemuannya dengan Bella. Perkataan Bella kini menjadi beban di pikirannya.


Kini keysa berada di depan pintu apartemen Dave, ia berdiri cukup lama sebelum menekan bel pintu itu.


Keysa menarik napasnya dalam setalah itu menekan bel pintu apartemen Dave dan tak Lama Dave membukanya.


" Sayang, kok kamu disini? ayo masuk." Dave cukup terkejut saat membuka pintu dan mendapati Keysa berdiri dengan masih menggunakan pakaian kerjanya.


Karena itu artinya keysa belum pulang kerumah padahal ini sudah jam 8 malam.


Keysa mendudukkan tubuhnya di sofa, sementara Dave mengambil air putih untuk keysa.


" Kamu belum pulang? dari mana aja?" Dave sedikit memutar tubuh keysa agar menghadapnya.


" Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" Keysa menatap Dave dengan mata berkaca kaca.


Ia sebenernya tidak ingin menanyakan hal ini pada Dave, tapi ia juga ingin tau kebenarannya.


" Menyembunyikan sesuatu? maksud kamu apa? aku tidak mengerti." Dave mengerutkan dahinya, ia memang tidak mengerti apa yang di katakan oleh Keysa dan kenapa mata keysa berkaca kaca.

__ADS_1


" Hubungan kamu sama Bella." ucap Keysa semakin membuat Dave tidak mengerti.


" Sayang aku mohon bicara yang jelas, aku sungguh tidak mengerti apa yang kamu katakan."


Terdengar helaan napas dari mulut keysa, ia menatap Dave dengan pandangan yang sulit di artikan.


" Apa kamu dan Bella pernah melakukan Dosa yang seharusnya tidak kalian lakukan?" ucapan Keysa membuat Dave sedikit tersentak.


Bukan karena pertanyaan keysa, melainkan bagaimana keysa mempunyai pikiran seperti itu. Apa Keysa baru saja bertemu dengan Bella dan Bella bicara yang bukan bukan?


" Jawab." ucap Keysa yang sudah meneteskan air matanya.


Dave menarik keysa kedalam pelukannya." apa kamu baru saja bertemu dengannya?" keysa mengangguk dalam dekapan calon suaminya.


" Dan kamu percaya dengan apa yang dia katakan?" Keysa terdiam, ia tidak tau harus menjawab apa.


Bukan tidak mungkin jika dua orang yang sudah berpacaran lama tidak melakukan hal semacam itu.


" Aku tidak tau." ucap Keysa membuat Dave terkekeh.


" Kamu harusnya mengerti kenapa aku cepat cepat ingin menikahimu." Keysa melepaskan pelukannya dan menatap wajah Dave dengan alis bertaut.


" Maksud kamu?"


" Aku ingin menghalali kamu, melakukan semauku dengan cara halal. Sebrengsek apapun aku, aku tidak akan melakukan hal bejat itu sebelum menikah. Jadi kalau kamu percaya sama ucapan Bella, berarti kamu percaya apa yang di ucapankan setan seperti dia." tutur Dave membuat keysa kembali masuk kedalam pelukan calon suaminya.


" Aku takut jika yang diucapkan Bella itu benar, aku takut dia merebut kamu dari aku." Keysa menangis dalam pelukan Dave.


Hatinya sedikit lega saat mendengar penjelasan dari Dave. Ia bertamabah yakin jika itu memang cara licik Bella agar ia mau merelakan Dave untuknya.


" Tidak akan, sebentar lagi kita akan menikah dan kamu harus percaya sama aku bukan orang lain." ucap Dave dan keysa menganggukkan kepalanya.


Hari semakin larut dan Dave mangantarkan keysa pulang kerumahnya.


.


.


.


.


Makasih buat yang selalu nunggu updatan novel ini.


Maaf kalau jarang update karena nih otak sedikit konslet buat bikin episode selanjutnya 😁

__ADS_1


__ADS_2