CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
25.


__ADS_3

" Kalau mau jalan sama aku pakai topi mas, aku kesal melihat wanita wanita yang melihatmu seperti kamu adalah mangsanya." omel keysa dengan wajah cemberut.


Dave dan keysa sekarang berada di sebuah tempat perbelanjaan.


Setelah pulang kerja dave mengajak keysa ke mall untuk membeli baju karena mereka akan berkunjung kerumah orang tua dave.


Awalnya keysa menolak karena ia ingin ganti baju di rumah sekalian pamit pada orang tuanya, namun dave memaksa agar beli saja, akan memakan waktu lama jika harus mengantarkan keysa pulang terlebih dahulu.


" Kamu cemburu?" goda dave dengan senyum jahilnya.


" Gakk.. ngapain aku cemburu." ucap keysa lalu berjalan lebih dulu, namun hal tak terduga malah dave di serbu oleh beberapa wanita ganjen.


Keysa yang sadar dave tidak mengikutinya pun berbalik arah, ia membelalakan matanya kala melihat dave diserbu oleh beberapa wanita.


Lantas ia berjalan kembali menghampiri dave.


" JAUHKAN TANGAN KALIAN DARI TUBUH LELAKI INI ATAU KU BUAT RAMBUT KALIAN BOTAK." teriak Keysa membuat beberapa wanita itu menoleh padanya.


" Siapa Lo berani melarang kita?" tanya salah satu wanita.


" DIA CALON SUAMI GUE, JADI SEKARANG KALIAN PERGI." bentak keysa lalu menggandeng lengan dave.


Seketika membuat para wanita itu lari menjauhi keysa dan dave.


" Seneng yaa di kerubuti banyak cewek, di tinggal sebentar aja aku udah kecolongan." ucap keysa dengan ekspresi marah namun justru terlihat menggemaskan bagi dave.


" Makanya jangan tinggalin aku, kalau aku di ambil wanita lain bagaimana?" goda dave malah membuat keysa mendengus sebal.


" Kalau ada tamu tak diundang ya di usir bukan malah dipersilahkan masuk, kalau kamu izinin masuk sama aja kamu kasih kesempatan buat mereka untuk terus berkunjung." jawab keysa memberikan perumpamaan.


" Iya iyaaa,, calon istri aku gemesin banget kalau lagi ngambek." ucap dave mencubit gemas pipi keysa.


" udah ayo,, keburu malem." ucap keysa menggandeng tangan dave.


Kini mereka berada disebuah toko baju, dave hanya menunggu keysa yang sedang memilih baju yang cocok untuknya.


" Mas ini bagus gak?" tanya keysa menunjuk dress mini berwarna peach.


" Bagus sayang, kamu pilih itu aja." ucap dave diangguki keysa.


Keysa mengeluarkan kartu debitnya lalu menyerahkannya ke petugas kasir, namun dave merebutnya dan memberikan black card pada petugas kasir.


" Biar aku aja yang bayar, kalau jalan sama aku jangan pernah mengeluarkan uang sepersenpun." ucap dave membuat keysa mengangguk sungkan.


" Ayo kita pulang." ajak dave diangguki keysa.


Kini mereka berada di apartemen dave untuk sekedar membersihkan tubuh.


keysa segera menuju kamar mandi dalam kamar dave sedangkan dave menuju kamar mandi luar.


Mereka sama sama membersihkan diri, dave lebih dulu selesi, ia menunggu keysa di ruang tamu. sedangkan keysa masih sibuk dangan dandanannya.


Setelah dirasa tidak ada yang kurang, keysa keluar kamar dave dan menghampiri dave yang sedang menunggunya di sofa tamu.


" Ayo mas." ucap keysa mengalihkan pandangan dave dari ponselnya.


Ia bahkan tak berkedip menatap keysa yang begitu cantik dengan dress yang melekat sempurna pada tubuhnya.


" Kenapa? gak pantes ya mas?" tanya keysa melihat penampilannya sendiri.

__ADS_1


" enggak, kamu mlah cantik banget." ucap dave menghampiri keysa lalu memeluk tubuh keysa.


wajah keysa bersemu kala dave mencium lembut keningnya.


" Ayo." seru dave menggandeng tangan keysa.


Kini mereka dalam perjalanan menuju rumah orang tua dave.


Tidak ada percakapan dalam mobil karena keysa mendadak diam seribu bahasa, dave tahu kalau kekasihnya ini sedang gugup, ia menoleh ke arah keysa yang terus saja mengigit bibir bawahnya.


" Jangan digigit seperti itu, nanti bibir kamu terluka atau aku bantu untuk menggigitnya?" goda dave membuat keysa menoleh dan memukul pelan bahu dave.


" Jangan mesum kamu mas." ucap keysa mengerucutkan bibirnya.


" Kamu juga jangan menggoda seperti itu." jawab dave yang kini sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah.


" Aku gak lagi ngegoda kamu kok." ucap keysa dengan wajah polos.


" Ya sudah ayo turun, kita udah sampe."


Keysa mengedarkan pandangannya menatap sekeliling rumah dave, ia tidak sadar jika mobil dave sudah terparkir mulus dihalaman rumahnya.


Dave turun lalu berlari kecil membukakan pintu untuk keysa.


Keysa menahan lengan dave saat dave sedikit menariknya untuk berjalan.


" Aku pulang aja ya mas, aku takut." ucap keysa yang detak jantungnya sudah tidak beraturan.


" Kamu percaya sama aku." ucap dave lalu menggandeng tangan keysa dan masuk kedalam rumah.


Jantung keysa berpacu lebih cepat bahkan seakan akan keluar dari tempatnya, dave yang paham pun menghentikan langkahnya, ia menangkup kedua pipi keysa lalu mencium keningnya.


Orang tua keysa yang baru turun melihat putranya bersama seorang wanita pun menghampirinya.


" Ini calon menantu mama dave?" tanya Lia mengagetkan mereka berdua, sontak membuat keysa dan dave mundur dua langkah karena jarak mereka sangat dekat bahkan orang mengira mereka sedang berpelukan.


" Iyaa maa,, ini keysa pacar dave." ucap dave memperkenalkan keysa.


" Keysa tante " ucap keysa gugup, ia mengulurkan tangan namun justru malah mendapat pelukan dari mamanya dave.


" Akhirnya kamu mau datang kesini sayang, tante sudah lama penasaran siapa wanita yang bisa membuat bongkahan es itu mencair." ucap Lia menggoda dave.


" Mama apaan sih, gak lucu." kesal dave lalu berjalan menuju sofa.


" oh ya sayang ini om rangga papanya dave." ucap lia memperkenalkan suaminya.


" Keysa om." ucap keysa mencium punggung tangan rangga.


" Ayo kita duduk dulu." ucap rangga lalu mereka duduk disofa.


Lia bahkan tidak membiarkan keysa duduk disamping dave.


" Usia kamu berapa sayang?" tanya Lia


" 22 tahun tan, mau menginjak 23." jawab keysa tersenyum kikuk.


" Udah pantes jadi penganten dong ya." goda Lia membuat keysa membulatkan matanya lalu tersenyum kikuk.


" Mama jangan menggodanya terus, mama gak tau susah payah dave bujuk key buat mau dateng kesini." kesal dave karena Lia selalu menggoda keysa.

__ADS_1


" emang kenapa?" tanya Lia mengerutkan keningnya.


" Key takut mama sama papa gak suka sama key, bahkan dia khawatir jika mama sama papa akan ngasih dia uang untuk menjauhkan dave sama key." ucap dave lalu tertawa mengingat ucapan key tempo hari.


Key yang mendengar ucapan ceplas ceplos dave pun mendelik kesal, ia tidak menyangka bahwa obrolannya dengan dave tempo hari di adukan pada orang tuanya.


Sedangkan rangga dan lia sudah tertawa terpingkal pingkal.


" Maaf tante om." ucap keysa menunduk malu, ia menatap tajam dave yang masih saja tertawa, namun dave tidak menghiraukannya, ia justru gemas karena melihat wajah keysa bersemu merah.


" Ya ampun sayang, kenapa kamu tiba tiba punya pikiran seperti itu? tante sama om gak perduli dari kalangan mana calon dave nanti yang penting dave bahagia dengan pilihannya." ucap Lia mengelus punggung keysa.


" Sekali lagi maaf tante." ucap keysa.


" Sudahlah kita makan malam dulu, kasian calon menantuku mungkin sudah lapar." ajak Rangga membuat keysa tersenyum kikuk.


Akhirnya mereka makan malam dengan sesekali bercanda.


_______


Sementara itu julian Sedang berada di apartemennya, entah kenapa dia ingin sekali makan Nasi goreng seafood pinggir jalan.


Tak membuang waktu ia lngsung menyambar kunci mobil dan pergi ke tempat nasi goreng langganannya.


Sesampainya di tempat penjual nasi goreng ia memesan 5 bungkus nasi goreng, satu untuknya dan 4 lainnya ia akan berikan untuk satpam yang sedang berjaga.


Julian memainkan ponselnya selagi menunggu pesanannya selesei, ia tidak sadar jika ada seorang wanita yang tengah duduk didepannya.


" Pak julian?" sapa wanita tersebut.


Julian yang merasa dirinya dipanggil pun mendongakkan wajahnya.


Kening Julian berkerut ia sepertinya tidak mengenal wanita didepannya ini.


" Ahh maaf pak, pasti bapak tidak mengenal saya. saya Fanya pak salah satu karyawan di perusahaan MAHEN'S dan juga temannya Keysa." ucap Fanya memperkenalkan diri, sedangkan julian hanya beroh ria menanggapi ucapan Fanya.


Ternyata sama aja sikapnya dengan di kantor, datar dan cuek banget.batin fanya.


" Ini mas pesenannya." ucap penjual nasi goreng memberikan 2 kantong kresek pada julian.


Julian memberikan uang 200 ribu kepada penjual namun dikembalikan pada julian 100 ribu karena kebanyakan.


" Buat wanita ini pak, jika sisa ambil saja." ucap julian membuat fanya membulatkan matanya.


" Untuk saya pak?" tanya fanya memastikan.


" Hmm.. saya pulang dulu " jawab julian lalu melangkah menuju mobil ya.


" Terima kasih pak." ucap fanya sedikit teriak karena julian sudah berjalan lumayan jauh.


Fanya tersenyum ternyata julian meskipun sikapnya datar tapi perhatian sama wanita.


.


.


.


.

__ADS_1


🍋🍋🍋🍋🍋


__ADS_2