CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
7.


__ADS_3

Dave dan keysa telah menyeleseikan makan siangnya.


Mereka sekarang menuju tempat pembangunan hotel.


Bangunan itu sudah selesei hampir 60%.


Mereka berbincang bincang dengan kepala proyek bangunan dan melihat sekeliling.


Setelah puas berkeliling dan memantau kinerja para pekerja bangunan Dave dan Keysa mencari hotel untuk mereka bermalam.


" Kita akan cari hotel untuk kita menginap." ucap dave.


" iya pak." jawab keysa.


Setelah menemukan hotel, mereka memesan dua kamar.


Mereka segera menuju kamar, setelah mendapatkan kunci kamar tersebut.


" Bersiaplah kita akan pergi menemui klien." ucap dave pada keysa.


" Sekarang pak?" tanya keysa. pasalnya keysa tidak membawa baju ganti satupun.


" Iyaa..memang kenapa?" tanya dave.


" Saya tidak membawa baju ganti apapun, jika waktunya masih lama saya akan pergi sebentar membeli baju." jawab keysa sungkan.


" Tidak perlu, nanti ada pegawai hotel yang akan mengantarkan baju untukmu, jadi sekarang bersiaplah." ucap dave lalu masuk kedalam kamarnya.


Dingin tapi perhatian.. batin keysa tersenyum menatap pintu kamar dave yang tertutup.


Keysa membuka pintu kamarnya, sejenak dia terpaku melihat desain interior kamar hotel tersebut.


Keysa merebahkan tubuhnya guna menghilangkan rasa penatnya, 10menit dia merebahkan tubuhnya dia bergegas mandi.


Keysa keluar kamar mandi menggunakan handuk kimono dan dan rambutnya yang basah dililit dengan handuk berukuran sedang.


Tak lama bel pintu kamar keysa berbunyi, segera keysa membuka pintu dan ternyata adalah pegawai hotel yang membawaknnya baju ganti.


Keysa menerima paperbag yang berisikan dress selutut yang berwarna merah maroon.


Dengan segera keysa mengenakan drees tersebut yang sangat pas dibadannya.


" Gilaa.. ini bagus banget.. pas banget pula dibadan gue." gumma keysa menatap dirinya dipantulan cermin.


Keysa mempoles sedikit wajahnya, rambut yang sudah dikeringkan dengan hair dryer tadi dia curly diujungnya menambah kecantikan yang sempurna untuk dirinya.


" Sempurnaa... " Ucap keysa setelah menyeleseikan dandannya.


Pintu kamar keysa diketuk oleh dave dari luar.


dengan segera keysa membukanya.


Saat pintu telah terbuka, dave menatap keysa terpesona. Keysa benar benar cantik di mata dave.


begitupun dengan keysa, dia mengagumi ketampanan dave dengan setelan jaz dan wajah yang terlihat segar.


" Kamu cantik." ucap dave tiba tiba yang masih menatap keysa tanpa berkedip.


" Haa? pak dave bilang apa barusan." tanya keysa memastikan.


" Aahh.. tidakk saya tidak bilang apa apa." elak dave.


" Kamu sudah siap kan? ayo kita berangkat." ucap dave.


" Sebentar pak saya ambil tas saya dulu." ucap keysa dan berlalu kedalam mengambil tasnya.

__ADS_1


Mereka sekarang menuju restouran dimana dave dan kliennya janjian.


Setelah beberapa menit akhirnya dave dan keysa sampai direstouran.


mereka duduk dan memesan minuman.


tak lama Klien dave datang seorang diri.


" Maaf pak dave telah membuat anda menunggu." Ucap klien bernama Dion.


Dion dan dave mereka seumuran.


Keysa yang sedari tadi menatap ponselnya pun mendongakkan kepalanya.


Deeggg...


Jantung keysa seakan berhenti berdetak saat melihat pria dihadapannya ini.


" Ahh tidak apa paak dion, kami juga baru saja sampai." jawab dave.


" Kamu keysa kan?" Tanya dion menatap keysa.


" Saya keysa, silahkan duduk dan silahkan memulai meetingnya." ucap keysa datar.


Dave melihat gelagat aneh yang ditunjukkan keysa pada Dion, Seperti keysa mengenal dion, begitu pikirnya.


" Jangan terlalu datar pada klien key." tegur dave.


" Maaf." hnya itu yang key ucapkan.


Akhirnya dave dan dion memulai meetingnya dengan sesekali dion melirik kearah keysa yang dari tadi sibuk mencatat poin penting dari hasil meeting dan itu tak luput dari pengelihatan dave.


Dia tidak menyangka akan bertemu keysa disini dan melihat keysa bertambah cantik.


" Sayang." sapanya pada dion.


" ohh..heii..." Jawab dion.


" Sudah selesei meetingnya?" ucapnya dengan nada manja.


" Sudah."


" Elo keysa kan? mantanya dion?" tanya Liora.


" Pentingkah status saya." jawabnya dengan menahan amarah dan air matanya.


" Sorry bukan maksud gue ngerebut dion dari lo dulu, hanya saja dion selalu puas dengan gue." ucap Liora menatap keysa dengan tatapan mengejek.


" Bukan menjadi urusan saya, jika sudah tidak ada yang perlu dibahas saya permisi dulu pak!" ucapnya pada dave lalu pergi meninggalkan dave, dion dan liora.


" Maaf saya pamit juga kalau begitu." ucap dave pada dion.


" maaf atas ketidaknyamanannya." jawab Dion.


Dave pergi meningglkan dion dan liora, dia harus mengejar keysa, dia yakin kalau keysa sedang tidak baik baik saja.


" Seharusnya kamu jangan bicara seperti itu dihadapan klienku, sama aja kamu merendahkan dirimu sendiri." ucap dion berjalan meninggalkan liora.


" Sayang..tungguin." teriaknya menyusul dion.


" Kok kamu jadi nyalahin aku sih?" ucap liora saat berhasil menyusul dion.


" Apa kamu gak malu terang terangan bicara seperti itu dihadapan klienku?" tanya dion datar.


" Buat apa malu, toh emang bener seperti itu." jawab liora acuh.

__ADS_1


" Terserah kamu." ucap dion lalu melajukan mobilnya dan meninggalkan liora di restouran itu, dia pun mengabaikan teriakan liora.


Dipikiran dion sekarang hanya ada Keysa yang berubah sangat cantik.


Dia menyesal telah menghianati liora dulu.


Disebuah taman dekat restouran tadi keysa duduk dan menunudukkan kepalanya.


Keysa menangis tanpa suara, hatinya begitu sakit mengingat penghianatan yang diberikan oleh dion, dan kenapa dia harus dipertemukan dengan cowok br*ngsek itu lagi.


" Jangan menangis." ucap dave berdiri dihadapan keysa dan menyodorkan sapu tangannya.


Keysa mendongakkan kepalanya dan menerima saputangan yang diberikan dave.


Dave mengambil tempat duduk disamping keysa.


" Kamu bisa cerita, jika kamu mau." ucap dave malah membuat keysa semakin menangis.


Dave menarik tubuh keysa dan memeluknya.


Keysa menangis tersedu dipelukan dave.


Dave membiarkan kemejanya basah karena airmata keysa.


Keysa menyalurkan semua emosinya dengan menangis, setelah dirasa cukup tenang keysa melepas pelukannya.


" Maaf pak!" ucap keysa menunduk.


" Jangan panggil pak jika diluar jam kerja " ucapnya pada keysa.


Keysa mendongakkan kepalanya menatap dave.


" Lalu saya harus memanggil bagaimana?" tanya keysa.


" Panggil nama saja." ucap dave dan keysa menggeleng.


" Kenapa?" tanya dave melihat respond keysaa.


" Usia pak dave diatas saya, mana mungkin saya berani memanggil nama." jawab keysa.


" Saya tidak masalah dengan itu." ucap dave.


" Saya panggil mas saja, biar lebih sopan." ucap keysa diblas dave dengan mengangguk.


" Jangan terlalu formal, bicara santai saja." ucap dave.


" Iyaa." jawab keysa.


tumben banget nih orang.batin keysa.


" Sekarang kamu boleh cerita, ada apa kamu sama dion?" tanya dave menatap wajah sembab keysa.


Keysa menghembuskan napasnya kasar dan mulai bercerita.


FLASHBACK ON....


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2